Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN AYAM TERHADAP SERAPAN NITROGEN, FOSFOR, KALIUM DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT amos Denah Suswati Asrifin Aspan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap serapan nitrogen, fospor, kalium dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan Januari 2013 sampai bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri 7 taraf, yakni : A0 tanpa kotoran aayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag),dan A6 (360 gram/polybag). Adapun variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari serapan nitrogen (N) serapan fosfor (P) serapan kalium (K), berat kering bagian atas tanaman, berat tongkol jagung pertanaman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap variabel serapan Nitrogen (N), Fospor (P) dan, Kalium (K) dan berat kering bagian atas tanaman, sedangkan variabel berat tongkol jagung pertanaman berpengaruh nyata,dan hasil jagung tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam 240 gram/polybag dan 8 ton /ha Kata-kata kunci : Gambut, Jagung Manis, Kotoran Ayam
Pemanfaatan Lumpur Laut Sebagai Alternatif Pengganti Kapur Terhadap Serapan Unsur Hara P, K dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Tanah Alluvial Hadari Hadari; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4085

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut sebagai alternatif pengganti kapur terhadap serapan unsur hara P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (70 g/polibag), L2 (140 g/polibag), L3 (210 g/polibag), L4 (280 g/polibag), L5 (350 g/polibag), L6 (420 g/polibag) dan L7 (490 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L3 yaitu 210 g/polibag.
PERANAN KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K, DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT Dandi Kristino, Denah Suswati, Rinto Manurung
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53597

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Bahan organik tersebut berasal dari pelapukan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya dan lahan gambut berasal dari endapan bahan organik yang terbentuk karena pengaruh hujan yang tinggi dan genangan air. Proses dekomposisi tanah gambut belum terjadi secara sempurna karena keadaan gambut yang selalu jenuh air dan menyebabkan tanah gambut memiliki kesuburan serta pH yang rendah. Tanaman jagung merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah  padi. Upaya untuk memperbaiki pH tanah, ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah gambut maka perlu dilakukan dengan menggunakan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam, mempunyai beberapa kendala yakni pH tanah yang rendah dan kurangnya kandungan hara. Keasaman tanah yang optimal sebagai syarat tumbuh tanaman jagung berkisar 5,5- 6,5. Tanaman jagung juga membutuhkan unsur hara esensial terutama Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K)  dalam  jumlah  yang  besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 9 taraf kombinasi perlakuan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 27 unit percobaan. Dosis perlakuan lumpur merah dengan kode ‘R’ terdiri dari: R1:50    g/polybag (2 ton/ha), R2: 100 g/polybag (4 ton/ha), R3: 150 g/polybag (6 ton/ha). Dosis perlakuan pupuk kandang sapi dengan kode ‘S’ terdiri dari: S1: 500 g/polybag (20 ton/ha), S2: 1.000 g/polybag (40 ton/ha), S3: 1.500 g/polybag (60 ton/ha). Parameter yang diamati adalah Reaksi Tanah (keasaman Tanah), C- organik   Tanah, Nitrogen (N) Total tanah, Fosfor (P) Tersedia, Kalium (K) Tersedia, Tinggi Tanaman Jagung, Diameter Batang Jagung, dan Jumlah Daun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan R1S3 lumpur merah 50 g (2 ton/ha) dan pupuk kandang sapi 1.500 g (60 ton/ha) dapat meningkatkan pH tanah, nitrogen total, fospor tersedia, kalium tersedia sebesar34-97%, menurun karbon organik tanah sebesar 97% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebesar17-81%. Kata Kunci: Lumpur Merah, Pupuk Kandang Sapi, Ketersediaan Hara, TanamanJagung, Tanah Gambut.
STUDI STATUS HARA N, P DAN K TANAH ALUVIAL UNTUK TANAMAN PADI DUSUN MU’MIN KECAMATAN SELAKAU TIMUR KABUPATEN SAMBAS Gita Aprianti; Denah Suswati; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.8044

Abstract

Studi status hara merupakan proses untuk mengetahui kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K serta merekomendasi penggunaan hara N, P dan K pada tanah alluvial untuk meningkatkan produksi padi. Hasil rekomendasi menunjukkan bahwa status hara N, P dan K pada masing-masing petak sawah A, B, C, D dan E adalah rendah sampai sangat rendah. Pada masing-masing petak di lokasi penelitian unsur hara yang tersedia rendah sehingga perlu dilakukan pemupukan N, P dan K untuk petak sawah A (287,22 kg urea ha-1, 164,72 kg SP36 ha-1 dan 144 kg KCl ha-1). Petak sawah B (288,78 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan142,7 kg KCl ha-1). Petak sawah C (287,74 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 dan ha-1 97 kg KCl ha-1. Petak sawah D (288,26 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan 112,7 kg KCl ha-1). Petak sawah E (288,26 kg urea ha-1, 163,5 kg SP36 ha-1 dan 97 kg KCl ha-1 ). Dosis rekomendasi digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman padi di Dusun Mu’min. Kata Kunci : Status Hara, Tanah Aluvial, Padi, Sawah, Rekomendasi Pemupukan.
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN BERGAMBUT UNTUK TANAMAN LADA ( Piper nigrum L.) DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH FEBRIANTI RISTHA; Suswati Denah; Hazriani Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.111 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18673

Abstract

STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA TANAH BERGAMBUT UNTUK TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Ristha Febrianti(1), Denah Suswati(2), Rini Hazriani(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura (2)Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak   ABSTRAK Studi status hara merupakan proses untuk mengetahui kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Studi status hara melibatkan pelaksanaan survey dan analisis pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium serta merekomendasi pemberian pupuk Urea, SP-36, dan KCL pada tanah bergambut untuk meningkatkan produksi lada. Hasil rekomendasi menunjukkan bahwa status hara Nitrogen, fosfor, dan Kalium pada masing-masing lokasi LT.1, LT.2, dan LT.3 bervariasi dari yang sangat rendah sampai sangat tinggi. Pada masing-masing lokasi dalam rangka meningkatkan produksi tanaman lada, direkomendasikan untuk melakukan pemupukan dengan pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Pada lokasi LT.1 urea (170,35 kg/ha), SP-36 (42,85 kg/ha), KCl (603,08 kg/ha). Lokasi LT.2 urea (169,73 kg/ha), SP-36 (214 kg/ha), KCl (559,03 kg/ha). Lokasi LT.3 urea (174,90 kg/ha), SP-36 (165,98 kg/ha), KCl (510,11 kg/ha).   Kata Kunci : Status Hara, Tanah Bergambut, Lada
PERANAN AMELIORAN RED MUD DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN PASCA TAMBANG BAUKSIT KABUPATEN SANGGAU Denah Suswati Asrifin Aspan Arisandi Pratama
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46821

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  red  mud  dan  pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan N, P, dan K pada lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam  Kabupaten  Sangau.  Penelitian  menggunakan  metode  eksperimen lapangan  dengan  pola  Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  yang  terdiri  dari  4 perlakuan dengan 5   ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan, dimana sampel tanah  diambil  pada  kedalaman  0-30  cm dan  di analisis  di laboratorium.  Hasil penelitian  menunjukkan  perlakuan  D (4,5  kg/bedeng  red  mud  + 50 kg/bedeng pupuk  kandang sapi) dapat   meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan C-organik tanah dari 1, 45 % menjadi 4,7 % atau meningkat 224,1% dan meningkatkan K yang dari 0,42 cmol(+)kg-1  menjadi 4,93 cmol(+)kg-1   atau  meningkat  1074%.  Perlakuan  C (3 kg/bedeng  red  mud  +  40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat  meningkat P tersedia dari 4,83 ppm menjadi 62,64 ppm atau meningkat 366,8%, meningkatkan pertumbuhan tinggi 144,64 cm atau meningkat  31,3%  dan diameter  batang  jagung 25,816  cm atau  meningkat 61,2%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng  red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dan perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) sama- sama dapat  meningkatkan N total dari 0,28 % menjadi 0,55 % atau meningkat 96,4 %. Kata Kunci: Red Mud, Ketersedia Hara, Lahan Pasca Tambang
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi Subhi; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11128

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah,  P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan  kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning
Pengaruh Pemberian Kotoran ayam Terhadap Serapan N, P, K Dan Hasil Tanaman Jagung Manis Pada Tanah Gambut amos Denah Suswati Asrifin Aspan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap serapan nitrogen, fospor, kalium dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan Januari 2013 sampai bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri 7 taraf, yakni : A0 tanpa kotoran aayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag),dan A6 (360 gram/polybag). Adapun variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari serapan nitrogen (N) serapan fosfor (P) serapan kalium (K), berat kering bagian atas tanaman, berat tongkol jagung pertanaman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap variabel serapan Nitrogen (N), Fospor (P) dan, Kalium (K) dan berat kering bagian atas tanaman, sedangkan variabel berat tongkol jagung pertanaman berpengaruh nyata,dan hasil jagung tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam 240 gram/polybag dan 8 ton /ha Kata-kata kunci : Gambut, Jagung Manis, Kotoran Ayam
STUDI STATUS UNSUR HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) TERHADAP TANAMAN LADA PADA TANAH FLUVAQUENTS DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS erlia erlia erlia; Denah Suswati; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7608

Abstract

Tanaman lada adalah tanaman perkebunan yang memiliki peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman lada beserta rekomendasi perbaikannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong sedang sampai tinggi yaitu 0,21-0,68%, P tergolong sangat tinggi yaitu >35 ppm dan kalium tergolong rendah sampai tinggi yaitu antara  0,19-0,62 (cmol (+) kg-1. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu L1A ( Urea 485,39, SP36 1030,3 kg/ha, KCL 958,3 kg/ha), L1B (Urea 489,04, SP36 1071,77, KCL 1053), L1B (Urea 480,78, SP36 973,22, KCL 528,76) dan L1D (Urea 464,62, SP36 977,66, KCL 1270,71). Kata Kunci : Fluvaquents, Lada, Status Unsur Hara, Pemupukan berimbang, Sambas
Peranan Amelioran Red Mud dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Hara N, P, dan K pada Tanaman Jagung di Lahan Pasca Tambang Bauksit Kabupaten Sanggau Denah Suswati Asrifin Aspan Jefry Ebenezer Karo Sekali
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49730

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh red mud dan pupuk kandang sapi terhadap serapan hara N, P, dan K pada tanaman jagung di lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan. Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan red mud, persiapan lahan, penanaman, penyulaman, pemeliharaan, hingga pemanenan kemudian diambil sampel daun dan batang bagian atas tanaman jagung dan di analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (4,5 kg/bedeng red mud + 50 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan berat kering tanaman sebesar 157%, serapan N tanaman sebesar 216%, serapan P tanaman sebesar 342% dan serapan K tanaman sebesar 188%. Perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 40%, berat kering tanaman sebesar 205%, serapan N tanaman sebesar 325%, serapan P tanaman sebesar 426% dan serapan K tanaman sebesar 277%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 25%, berat kering tanaman sebesar 65%, serapan N tanaman sebesar 81%, serapan P tanaman sebesar 121% dan serapan K tanaman sebesar 86%.Kata Kunci: Red Mud, Serapan Hara, Lahan Pasca Tambang
Co-Authors Afiza, Anisa Agus Sulistiyono Pramono Agustine, Leony Alhaddad, Abdul Mujib Ali Akbar Alsyahdani, Daeng ari krisnohadi Ari Krisnohadi Asmahan Akhmad Asrifin Aspan Aspan Bambang Hendro Bambang Hendro Bambang Hendro Sunarminto Bambang Widiarso bayu saputra Bayu Saputra Chandra, Tino O. cici, suci Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Dja’far Shiddieq Dja’far Shiddieq Dolorosa , Eva Donny Ardy, Donny Durani, Hidayat Enjela, Dea Septi ENY ENY erlia erlia erlia Eva Dolorosa Farah Diba FEBRIANTI RISTHA Feira B. Arief Feira Budiarsyah Arief Fransisca, Adelia Irma Gita Aprianti Godefridus Delanova Panthera Boy Hadari Hadari Hazriani Rini Ismahan Umran Ismahan Umran Jamli Jamli Junaidi Junaidi Kurnia, Dikha Putra Kusuma, Eka Widiyawati Wijaya Kusumadewi, Yohana S Logi Suhandi M, Leony Agustine Manurung, Rinto Manurung, Rocky Oktavianus Markus, Dodi Maulana, Muhammad Kharis Maulidi Maulidi Monica, Natalia Agnes Muhammad Hatta Murni, Sri Dewi Nafa A Permatasari Nandung Erlanda Nugroho, Ridho Satia NURANI, CATUR Nuriman, Muhammad Perkasa, Aditya Pratama, Muhammad Aldi Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Rini Hazriani rini hazriani Rini Hazriani Rini Susana Rini Susana Rini Susana Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto Rustom, Rustom Saeri Sagiman, Saeri Sari, Rizka Mawaddah Sempurna, Bayu Setiadi, Ade Shiddieq Shiddieq Shiddieq, Dja’far Shubhi, Muhammad Zamhar Auli Siti Maspuroh Subhi Subhi Sulakhudin Mastur Sulakhudin Sulakhudin Sumarno . Suryanti, Tassa Ananda Sutarman Gafur Sutomo Sutomo Tanti, Dwi Tino Chandra Tino Orciny Candra Tino Orciny Chandra Tri Wahyuni Ulfia Fadilla Wulandari, Putri Selvira Yani Yani yani, Hudy Ari Yarlina Yacoub Yuni Lestari