Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN AZOTOBACTER TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR N, P, K DAN HASIL TANAMAN SORGUM BIOGUMA PADA TANAH ALUVIAL Maulana, Muhammad Kharis; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70924

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor {L} Moench.) adalah tanaman asli dari wilayah tropis dan subtropis. . Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala, yaitu sifat fisika, kimia dan biologi yang tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan bakteri Azotobacter terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman sorgum bioguma pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua Faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 24 perlakuan. Pemberian perlakuan kombinasi (P1A1) menghasilkan hasil yang sebanding dengan penggunaan pupuk (P3A0). Terdapat peningkatan pada parameter pH tanah sebesar 8,96%, karbon organik tanah sebesar 6,76%, kalium tanah sebesar 10,71%, diameter tanaman sebesar 1,01%, tinggi tanaman sebesar 4,75%, panjang malai sebesar 6,61%, serta berat basah biji per malai sebesar 16,93%. Sementara itu, terdapat penurunan pada parameter N-total tanah sebesar 1,33%, P-tersedia tanah sebesar 22,58%, dan bobot 100 biji/tanaman sebesar 0,60%.
PENGARUH KOMBINASI LUMPUR LAUT DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PASIR PANTAI Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto; Maulidi, Maulidi; Suswati, Denah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68701

Abstract

Lahan pasir pantai tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian karena minim bahan organik, unsur hara, sukar mengikat air dan perubahan suhu drastis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pasir pantai, untuk kegiatan pertanian dengan menganalisis dosis kombinasi lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya pertanian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai metode perlakuan tanaman dengan parameter pengamatan yaitu 1) Tinggi, 2) Diameter batang, 3) Jumlah daun, 4) Panjang Tongkol, 5) Diameter tongkol, 6) Jumlah biji pertongkol, 7) Berat pipil pertongkol dan 8) Berat serratus biji pertongkol. Data hasil pengamatan diuji menggunakan Uji F guna mengukur tingkat pengaruh perlakuan terhadap tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi lumpur laut dosis 1000 g/polybag dan pupuk kandang sapi dosis 1.500 g/polybag masing-masing untuk hasil jagung pada tanah pasir pantai secara signifikan dapat meningkatkan diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah biji, berat pipilan dan berat per 100 biji pertongkol. Namun tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang tanaman dan jumlah daun tanaman secara signifikan.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH UNTUK TANAMAN PADI DI DESA TEMPURUKAN KECAMATAN MUARA PAWAN Suryanti, Tassa Ananda; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71399

Abstract

Tanaman padi (Oryzae sativa, L.) merupakan satu diantara makanan pokok di Indonesia.Sekitar 90% masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras yang merupakan hasil olahan padisebagai makanan utamanya, oleh karena itu padi menjadi tanaman pangan yang banyakdiusahakan di Indonesia. Pengembangan pertanian di lahan sawah berbagai kendala dalampeningkatan produktivitas budidaya tanaman padi salah diantaranya tingkat kesuburantanah sawah yang semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui statuskesuburan tanah pada lahan sawah dan saran pemupukan pada tanaman padi di DesaTempurukan, Kecamatan Muara Pawan. Sampel tanah komposit pada lahan sawah di DesaTempurukan ditentukan secara diagonal dengan 5 titik sampel pada kedalaman 0-20 cmsetelah diperoleh sampel tanah maka diambil kurang lebih 2 kg untuk setiap sampel tanahkomposit. Jumlah sampel tanah yang dianalisis 4 sampel tanah komposit. Hasil penelitianini menunjukkan tingkat kesuburan tanah sawah di Desa Tempurukan Kecamatan MuaraPawan pada 4 lokasi penelitian menunjukkan status kesuburan tanah dengan kriteria rendah(R). Saran pemupukan pada lahan sawah A diperlukan penambahan Urea 343,38 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 75 kg/ha, pada lahan sawah B diperlukan penambahan Urea 239,22kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, pada Lahan sawah C diperlukan penambahan Urea271,51 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha dan pada lahan sawah D diperlukanpenambahan Urea 285,05 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha.
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAH ENTISOL YANG DITANAMI JERUK SIAM (Citrus nobilis L) DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Rustom, Rustom; Suswati, Denah; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72768

Abstract

Identifikasi status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah dan memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman jeruk siam. Penelitian dilakukan di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam dengan umur 8 tahun dan produksi berbeda. Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal dan dikompositkan menjadi 1 sampel tanah, sehingga dari 4 lokasi penelitian terdapat 4 sampel tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata status hara pada lokasi penelitian (A, B, C dan D) adalah N sedang sampai tinggi, P Sangat tinggi, dan K sedang. Saran pemupukan pada masing-masing lokasi penelitian yaitu : lokasi A Kebutuhan pupuk Urea = 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl = 1,55 kg/pohon, lokasi B kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,12 kg/pohon, lokasi C kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,17 kg/pohon, dan lokasi D kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 1,49 kg/pohon. Kebutuhan pupuk NPK 15-15-15 pada lokasi penelitian yaitu 0,61 kg/pohon.  
PERANAN PEMBERIAN BOKASHI AMPAS TEBU TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI TANAH GAMBUT Afiza, Anisa; Suswati, Denah; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76681

Abstract

Budidaya tanaman tomat di tanah gambut memiliki beberapa kendala seperti rendahnya tingkat ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, kejenuhan basa (KB) rendah dan masam (pH rendah), untuk mengatasi hal tersebut memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi ampas tebu terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2023, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 dosis perlakuan menggunakan bokashi ampas tebu yaitu : T1 = 500gr ; T2 = 1000gr ; T3 = 1500gr T4 = 2000gr; T5 = 2500gr, T6 = 3000gr. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bokashi ampas tebu pada T5 (2500 gr/polybag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman sebesar 19,03%, serapan hara P 0,32%, serapan hara K 0,50%, dan berat buah 169,41% dibandingkan dengan perlakuan T1 (500 gr/polybag).
PERANAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (GLYCINE MAX L. MERRILL) DI TANAH ALUVIAL Kurnia, Dikha Putra; Suswati, Denah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99840

Abstract

Edamame berasal dari bahasa jepang yaitu Eda yang berarti cabang dan mame berarti kacang dan juga dapat diartikan sebaai buah yang tumbuh dibawah cabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman edamame (Glycine max (L) Merrill di Tanah Aluvial. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan, yaitu S0 (kontrol), S1 (600 g/polybag), S2 (1200 g/polybag), S3 (1800 g/polybag), S4 (2400 g/polybag), dan S5 (3000g/polybag), masing-masing dengan 4 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, serapan hara nitrogen, fosfor, jumlah polong dan berat polong tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap serapan hara kalium. Perlakuan S4 dengan dosis pemberian pupuk kandang sapi sebesar 2400 gram (ton/ha) dapat meningkatkan berat kering tanaman sebesar 16,27 %, serapan hara N, P dan K sebesar 21,81%-93,10% serta jumlah polong dan berat polong sebesar 97,85%-119%. Hasil penelitian kadar hara tanaman edamame pada perlakuan S4 sebesar N(1,98-3,74), P(2,12-2,93)% dan K (2,88-3,09)% untuk hara N tidak memenuhi nilai kecukupan hara.
The Role of Boiler Ash and Chicken Manure on Macro Nutrient Availability and Growth of Maize (Zea mays L.) on Peat Soil Suswati, Denah; Fadilla, Ulfia; Kusuma, Eka Widiyawati Wijaya; Nuriman, Muhammad
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10621

Abstract

Peat soils are planting media that possess several chemical limitations, including acidic soil pH, low availability of macro- and micronutrients, and low base saturation, which categorize them as nutrient-poor soils. The use of site-specific ameliorants such as boiler ash and chicken manure as alternative materials to lime can improve soil pH and nutrient availability in peat soils. The objective of this study was to determine the effect of boiler ash and chicken manure application on the availability of macronutrients and the growth of maize (Zea mays L.) in peat soil. The research employed a factorial completely randomized design (CRD) consisting of two factors: the first factor was the rate of boiler ash with four treatment levels, and the second factor was the rate of chicken manure with four treatment levels, each replicated three times, resulting in a total of 48 experimental units. The parameters analyzed included soil chemical properties and plant growth indicators (plant height and stem diameter). The results showed that the combination treatment A2B3 (2000 g boiler ash/polybag + 600 g chicken manure/polybag) significantly increased the availability of N, P, K, Ca, Mg, and Na, as well as improved maize growth (plant height and stem diameter) on peat soil compared to the control treatment.
The Role of Rice Husk Charcoal and Cow Manure on The Availability of Nutrients and Yield of Cherry Tomatoes (Solanum lycopersicum) on Ultisol Soil Suswati, Denah; Murni, Sri Dewi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10669

Abstract

Ultisol as a growing medium for cultivated plants requires proper management because it has chemical limiting factors, namely acidic soil pH, availability of macro and micro nutrients and low base saturation. Acidic soil reaction in Ultisol soil can cause nutrients, especially P and Ca, to be less available while Fe, Al and Mn nutrients are in excessive amounts so that they become toxic to plants. The purpose of this study was to obtain a combination of rice husk charcoal and cow manure doses that can increase the availability of macro nutrients and the highest yield of Cherry Tomato plants on Ultisol soil. The technique is a Completely Randomized Factorial Design (CRD Factorial), with 48 experimental units made up of the first treatment (a dose of rice husk charcoal with four treatment levels) and the second treatment (a dose of cow manure with four treatment levels) repeated three times. As demonstrated by the study's findings, the A3S3 treatment (rice husk charcoal 2,250 g/polybag, cow manure 3,000 g/polybag) can raise pH by 370.86%, increase nutrient availability (N, P, K, Ca, Mg, and Na) by 121.74%-539.39%, and increase crop yields (number of fruits per plant and fruit weight per plant) of corn in Ultisol soil by 230.27%-370.86% when compared to the A0S0 treatment.
PENGARUH KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP SERAPAN N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALLUVIAL Wulandari, Putri Selvira; Suswati, Denah; Chandra, Tino O.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4045

Abstract

Corn is an important source of carbohydrates, so it can be used as an alternative substitute for staple foods after rice. Alluvial soil has quite good potential for agricultural land, however, in its use there are several problems and obstacles such as low pH values, poor soil structure, low base saturation, low permeability and low nutrient availability. Utilizing alluvial soil as a planting medium requires a combination of red mud and chicken manure as an alternative. This research aims to analyze the effect of a combination of red mud and chicken manure on N, P, K nutrient uptake and corn yields on alluvial soil. This research was carried out at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University and plant tissue analysis at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, starting from August 2023-November 2023. The design used in this research was a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 9 treatment and 3 replications so that there were 27 polybags (plants), treatments included A1(100 g red mud + 1,000 g chicken manure/polybag), A2(100 g red mud + 2,000 g chicken manure/polybag), A3(100 g red mud + 3,000 g chicken manure/polybag), A4(200 g red mud +1,000 g chicken manure/polybag), A5(200 g red mud + 2,000 g chicken manure/polybag), A6(200 g red mud + 3,000 g chicken manure/polybag), A7(300 g red mud + 1,000 g chicken manure/polybag), A8(300 g red mud + 2,000 g chicken manure/polybag) and A9(300 g red mud + 3,000 g chicken manure/polybag). The results showed that the combination of red mud and manure had a significant effect on the research parameters and the best results were found in treatment A3(100 g red mud + 3,000 g chicken manure/polybag).Key words: Red Mud and Chicken Manure, Nutrient Uptake N, P, K, Alluvial Soil. INTISARIJagung merupakan sumber karbohidrat yang penting, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti makanan pokok setelah padi. Tanah alluvial mempunyai potensi yang cukup baik untuk lahan pertanian, akan tetapi dalam pemanfaatannya terdapat beberapa masalah dan kendala seperti nilai pH yang rendah, struktur tanah yang jelek, kejenuhan basa rendah, permeabilitas rendah dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Pemanfaatan tanah alluvial sebagai media tanam memerlukan pemberian kombinasi lumpur merah dan pupu kandang ayam sebagai salah satu alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan analisis jaringan tanaman di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dimulai dari Agustus 2023-November 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 polybag (tanaman), perlakuan meliputi A1(100 g lumpur merah + 1.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A2(100 g lumpur merah + 2.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A3(100 g lumpur merah + 3.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A4(200 g lumpur merah +1.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A5(200 g lumpur merah + 2.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A6(200 g lumpur merah + 3.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A7(300 g lumpur merah + 1.000 g pupuk kandang ayam/polybag), A8(300 g lumpur merah + 2.000 g pupuk kandang ayam/polybag) dan A9(300 g lumpur merah + 3.000 g pupuk kandang ayam/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap parameter penelitian dan hasil terbaik terdapat pada perlakuan A3(100 g lumpur merah + 3.000 g pupuk kandang ayam/polybag). Kata kunci: Lumpur Merah dan Pupuk Kandang Ayam, Serapan Hara N, P, K, Tanah Alluvial.