p-Index From 2021 - 2026
6.437
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Cakrawala Pendidikan Sainteks Zuriat Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Bioleuser Khazanah Pendidikan JUITA : Jurnal Informatika WARTA Forum Geografi Jurnal Mirai Management Jurnal Belantara Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual JURNAL SERAMBI ILMU Media Ilmu Kesehatan Scientific Journal of Reflection : Economic, Accounting, Management and Business Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ JURNAL PANGAN Comvice : Journal of community service JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) Agroekoteknologi Tropika Lembab Communication Journal of Islamic Accounting and Tax (JIATAX) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga, dan Sumber Daya Manusia Legalitas: Jurnal Hukum Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Ovozoa: Journal of Animal Reproduction Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Jurnal TIKOMSIN (Teknologi Informasi dan Komunikasi Sinar Nusantara) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Telcomatics SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Mitra Pendidikan: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DedikasiMU: Journal of Community Service Law Development Journal Jurnal Teknik Industri JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Unisia JURNAL MUARA PENDIDIKAN Oportunitas JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Jurnal Natural Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen Jurnal Riset Akuntansi Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Jurnal Kabar Masyarakat Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (CoMBInES) Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Akuntansi: Jurnal Riset Ilmu Akuntansi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Akuntansi dan Ekonomi Pajak: Perspektif Global Harmony Management: International Journal of Management Science and Business
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Meningkatkan Produksi Padi Menuju Ketahanan Pangan yang Lestari Suwarno Suwarno
JURNAL PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v19i3.150

Abstract

Beras merupakan bahan makanan pokok bagi penduduk Indonesia, sehingga ketahanan pangan di Indonesia identik dengan swasembada beras. Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984 namun pada tahun 1993 laju peningkatan produksi beras mulai menurun sedangkan permintaan terus meningkat, sehingga sejak 1994 Indonesia kembali mengimport beras. Peningkatan produksi beras di Indonesiaselama ini diperoleh sebagian besar dari peningkatan hasil padi. Saat ini hasil padi di Indonesia telah tinggi, tertinggi di wilayah tropis. Semakin tinggi tingkat hasil, semakin mendekati potensi hasil varietas, semakin sulit meningkatkan lagi, dan semakin besar resiko yang dihadapi berupa serangan hama dan penyakit serta banjir dan kekeringan akibat cuaca yang ekstrim. Oleh sebab itu, peningkatan produksi padi tidak bisa lagimenitikberatkan pada peningkatan hasil, tetapi harus beralih pada perluasan areal pertanaman. Indonesia mempunyai lahan sawah irigasi sangat luas, tetapi rasionya terhadap total luas daratan maupun terhadap jumlah penduduk sangat kecil bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar dan memerlukan perluasan lahan sawah irigasi yang merupakan lingkungan terbaik untuk produksi padi. Selain itu Indonesia juga mempunyai lahan kering dan lahan rawa yang potensial untuk perluasan areal pertanaman padi. Kebutuhan untuk perluasan areal tersebut semakin mendesak manakala swasembada jagung dan kedelai juga ingin dicapai. Perkiraan berdasarkan kesesuaian lahan, tata ruang, dan pemanfaatan bagi tanaman pangan lainnya, Indonesia mempunyai sekitar 9,7 juta ha lahan yang potensial untuk perluasan areal pertanaman padi, terdiri dari 5,3 juta ha, 3,0 juta ha, dan 1,4 juta ha masing-masing potensial untuk lahan sawah, lahan rawa, dan lahan kering. Untuk mewujudkan ketahanan pangan atau swasembada beras yang lestari, selain melanjutkan upaya peningkatan hasil, Indonesia harus memperluas areal pertanaman padi.Rice is the staple food for all Indonesian, thus it is fair to say that food security in Indonesia is identical with rice self sufficiency. In 1984, Indonesia managed to achieve self sufficiency of rice. However, in 1993, the rate of rice production starting to decline while the consumption rate of rice continues to increase, which resulting in Indonesia becomes rice importer country once again since 1994. The increasing rate of rice production in Indonesia is mainly achieved through the increase of rice yield. Currently, the rate of rice yield in Indonesia can be considered high, even the highest rice yield in the tropical region. The higher the yield, the closer it gets to the maximum potential of the varieties. Therefore, it becomes harder to further maximize the results and it also brings consequences towards pests’ vulnerability, diseases, and the varieties durability in facing unfavorable weathers. Considering the factors above, in order to increase rice production, Indonesia should not depend on rice yield and starting to focus on the cultivation area. While Indonesia has a large area of irrigated land, its ratio to the total land area as well as to the total population are very small compared to other Asian countries. These indicated that Indonesia has the potential to increase the size of its cultivation area based on irrigated land, which is the most suitable area for rice production. Another factor to be considered was the fact that Indonesia also possesses large area of upland and swampy land, which also can be converted into potential cultivation area. The need to expand cultivation area becomes important issues especially since the program to achieve self sufficiency for soybean and corn have been launched. Those programs resulted in the shift of cultivation areas for rice to soybean and corn. Based on the land use and land suitability, it is estimated that Indonesia currently have 9.7 million ha land potential for rice cultivation area; consists of 5.3 million ha potential for irrigated lowland rice, 3.0 million ha for swampy rice, and 1.4 million ha for upland rice. To achieve sustainable food security and self-sufficiency of rice production in Indonesia, it is not enough to depend only on rice yield but also supported by expanding the areas for rice cultivation. 
Co-Authors Abdul Bari Azed Abdul Syani Adinda Octaviani Afifah Ismail Agata Iwan Candra Agnes Theresia Soelih Estoepangesti Agung Wendy Prasetyo Alia Rizki alwan kustono Amalia Putri Yulandi Angelita Puji Lestari Anisa Navin Anita Damayantie Anita Perdana Anwar Haryono April Gunarto Arif Unwanullah Aris Aris Aris Hairmansis Ayu Setyowati BASUKI ARIANTO Baswendra Triadi Bebas Widada Bramantyo, Rizki Yudha Budi Winarno Choirun Nissa, Shafira Chundakus H Damar Wibisono Darma Yulianti Purba Darwin Darwin Dedi Nursyamsi Dewi Retno Mumtaz Dewi Utari Diah Khasanahwati Dini Siswani Mulia Dwi Prasetyo Dwifi Aprilia Karisma Eka Sulistia Minarti Eka Syofiana Eko Siswanto Fardhian Dwi Saputra Farhan Farhan Fauzie Nursandah Felix King Lie Ferianto Ferianto Firda Divianatasya Giscka Brilien Purbasani Gunawan sihombing Handaru Indrian Adi Hazinatut Daulah Heri Wahyudiono Hindayati Mustafidah Hiroshi Masujima I Gusti Bagus Wiksuana Iin Handayani Iin Purnamasari Ikhah Malikhah Imam Sudjono Isa Mar’atus Syifa Iswandi Anas Ita Suryani ITSNATANI SALMA Itsuo Goto Izzah Hakimatul Aliyah Addini Kaniwa Berliani KAREL L. MANDAGIE Karma Iswasta Eka Lidwina Daru Andani M. Akhyar Mila Savitri Muhamad Dody Firmansyah Muhammad Almi Hidayat Muhammad Erwan Syah MUHAMMAD YUSUF Mungkap Mangapul Siahaan Murfiah Dewi Wulandari Nahdiatul Ummah Nandi Kusmaryandi Niken Wijayanti Pairulsyah Pairulsyah Pipit Mugi Handayani prasetio dian fasesa Purnamaningsih, Nur Aini PUTRI AYU ISTIFARI Qristin violinda Rahmad Rizki Rahmah Nurfitriani Rahmi Sugihartuti Ramadan Ramadan Ratna Damayanti Ridaul Innayah Rindi Andika Rini Hermanasari Risqifani Risqifani Roemintoyo Roemintoyo Rohana Rohana Romadhon Romadhon Saring Marsudi Sepia Melati Putri Sigid Nugroho Adhi Sigit Winarto Silvina Alvinnaja Siswa Pratama Siti Maemunah Siti Zumrotul Nikmah Sri Endah Wahyuningsih Sri Siswanti Sudiatmoko Sudiatmoko Sugiono Sugiono Sukatiman Sukatiman Sulik Anam Suprayitno Suprayitno Suryanie Sarudji Sutikno Sutikno Suwandi Suwandi Syaeful Anas Aklani, Syaeful Syahrul Fakhri Ramadhan Syahrul Ramadhani Syamsuri Syamsuri Trias Fajrin Prihatini Triyani Dewi Tumisem Tumisem Tutia Rahmi Tuwoso Ulvi Zuhrotul Faukha Wenny Savitri Widiatmaka Winda Hastuti YULLIANIDA YULLIANIDA ZURIANA SIREGAR