Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Sainteks

Karakteristik dan Pola Distribusi Sedimen di Telaga Cebong, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Mira Rosita; Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti
Sainteks Vol 17, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i2.8884

Abstract

Telaga Cebong merupakan salah satu telaga yang terletak di D ataran Tinggi Dieng yang dimanfaatkan masyarakat untuk sumber irigasi lahan pertanian. Telaga Cebong telah mengalami sedimentasi sehingga menyebabkan terjadinya pendangkalan telaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode survei dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai karakteristik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong. Sampel penelitian sebanyak 8 titik lokasi, terdiri dari 5 titik lokasi di muara aliran air menuju telaga dan 3 titik lokasi telaga pada kedalaman berbeda. Variabel penelitian meliputi karaktersitik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong. Data penelitian terdiri dari data sedimen dasar dan sedimen melayang di Telaga Cebong yang diperoleh melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan karakteristik sedimen. Selain itu, analisis data dilakukan menggunakan analisis keruangan untuk menggambarkan pola distribusi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di Telaga Cebong didominasi oleh pasir dan debu. Sedimen dasar dan sedimen melayang di Telaga Cebong memiliki ukuran antara 2,0 – < 0,075 mm (antara jenis pasir dan debu). Konsentrasi sedimen melayang di Telaga Cebong masih termasuk dalam kategori baik pada saat tidak hujan, yaitu 10 mg/l dan pada saat setelah hujan yaitu antara 12-30 mg/l. Pola distribusi sedimen di Telaga Cebong bersifat heterogen, yaitu menyebar ke seluruh area telaga.
Analisis Hubungan Kerawanan Longsor Lahan dengan Penggunaan Lahan di Sub-Das Kali Arus Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Ibnu Afan; Suwarno Suwarno
Sainteks Vol 16, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i2.7130

Abstract

Penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus sangatlah beragam yaitu  untuk lahan pertanian dan non pertanian.. menganalisis hubungan kelas kerawanan longsorlahan dengan penggunaaan lahan di Sub-DAS Kali Arus Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer berupa penggunaan lahan diperoleh dari survai dan Google Earth dan data sekunder berupa kerawanan longsorlahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu mengambil seluruh jenis penggunaan lahan di wilayah penelitian yang terdiri atas perkebunan, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, rumput, dan tegalan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Software ArcMap yaitu dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap jenis pengunaan lahan dan arsiran pada setiap kelas kerawanan longsorlahan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Analisis data dilakukan dengan cara membuat overlay untuk mengetahui hubungan kerawanan longsorlahan dan penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan lahan pada kelas kerawanan longsorlahan sedang dan tinggi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu curah hujan, karakteristik jenis tanah dan topografi wilayah yang berbeda-beda. Adapun bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan sedang adalah perkebunan/kebun, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, tegalan/ladang, dan rumput yang meliputi wilayah Desa Petahunan dan Desa Semedo Kecamatan Pekuncen. Bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan tinggi adalah perkebunan, sawah, permukiman, dan tegalan yang meliputi wilayah Desa Karangkemiri Kecamatan Pekuncen, Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, dan Desa Gancang Kecamatan Gumelar.Kata Kunci: Penggunaan lahan, Daerah Aliran Sungai Kali Arus, Kerawanan, Longsorlahan
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Aman Suyadi; Astika Nurul Hidayah; Ikhsan Mujahid
Sainteks Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i2.15171

Abstract

Agrowisata berbasis masyarakat merupakan program wisata yang memanfaatkan potensi alam dan budaya, serta dukungan masyarakat lokal dalam menjalankan program-program kegiatan wisata. Agrowisata menjadi salah satu alternatif pariwisata berkelanjutan yang bertujuan memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan masyarakat Desa Sambirata. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian meliputi data potensi agrowisata dan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan agrowisata di Desa Sambirata. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Data hasil observasi dan FGD dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjelaskan potensi agrowisata dan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan agrowisata di Desa Sambirata. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil analisis SWOT digunakan untuk memberikan rekomendasi dalam menentukan strategi pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Desa Sambirata. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, adalah 1) menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan dasar mengenai pengelolaan dan pengembangan agrowisata; 2) mengembangkan potensi lahan pertanian dan hutan menjadi zona agrowisata; 3) mengembangkan jaringan kerjasama kemitraan dengan pelaku industri pariwisata dan lembaga/dinas terkait untuk mempromosikan dan mengembangkan destinasi agrowisata; 4) mengembangkan website dan media promosi agrowisata berbasis masyarakat; dan 5) meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan inovasi produk agrowisata.
Pengaruh Substitusi Larva Magot (Hermetia illucens) terhadap Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Suwarsito, Suwarsito; Susylowati, Dewi; Suyadi, Aman
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21598

Abstract

Pertumbuhan ikan lambat dan biaya pakan yang tinggi merupakan permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya ikan gurami. Ikan gurami membutuhkan waktu pemeliharaan lebih dari satu tahun untuk mencapai berat minimal 500 gram. Biaya pakan dalam budidaya ikan hampir mencapai 60% dari biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi larva magot (Hermetia illucens) terhadap pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan, serta  menentukan kombinasi substitusi larva magot yang menghasilkan pertumbuhan, retensi protein, dan efisiensi pakan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: P1 (pemberian 100% pakan komersial); P2 (pemberian kombinasi larva magot 25% dan pakan komersial 75%); P3 (pemberian kombinasi larva  magot 50% dan pakan komersial 50%); P4 (pemberian kombinasi larva magot 75% dan pakan komersial 25%); dan P5 (pemberian larva magot 100%). Benih ikan gurami dengan bobot rata-rata 7 - 10 gram dipelihara dalam jaring berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan kepadatan 8 ekor/unit percobaan selama 42 hari. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pada pukul 07.00 dan 16.00 WIB dengan feeding rate 5% dari biomasa ikan. Variabel penelitian meliputi laju pertumbuhan spesifik ikan, retensi protein dan efisiensi pakan. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larva magot (Hermetia illucens) sebagai substitusi pakan ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan. Kombinasi larva magot 25% dan pakan komersial 75% (P2) menghasilkan pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan tertinggi, berturut-turut sebesar 3,3 ± 0,1 gram/hari; 73,16 ± 7,47%; dan 79,44 ± 7,18%.
Model Berbasis Case Similarity dalam Penentuan Jenis Ikan Air Tawar Berdasarkan Kualitas Air dan Kondisi Wilayah Mustafidah, Hindayati; Mahmud, Annisa Kayla Azzira; Suwarsito, Suwarsito
Sainteks Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.24135

Abstract

Identifikasi jenis ikan air tawar berdasarkan kualitas air dan kondisi wilayah merupakan tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Dalam penelitian ini, metodologi Case-Based Reasoning (CBR) digunakan untuk mengembangkan model untuk mengidentifikasi jenis ikan air tawar dengan menganalisis kemiripan kasus (case similarity). Model ini memanfaatkan data historis yang mencakup parameter kualitas air seperti pH, suhu, oksigen terlarut, kandungan ammonia, total padatan terlarut, serta faktor lingkungan seperti suhu udara dan ketinggian daratan. Setiap jenis ikan memiliki preferensi lingkungan spesifik, sehingga pendekatan berbasis kasus memungkinkan untuk membandingkan kondisi saat ini dengan kasus-kasus sebelumnya yang memiliki karakteristik serupa. Dengan menggunakan algoritma kemiripan berbasis metrik, model mengambil kasus terdekat dan menawarkan prediksi jenis ikan yang paling sesuai dengan parameter kualitas air dan kondisi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model berbasis case similarity dapat dijadikan dasar pengembangan sistem sebagai alat bantu dalam manajemen ekosistem perairan tawar.
Co-Authors Abdurrohman Muzakki Ade Rusman Adi Imantoyo Ahmad Qurtubi Ahyani, Edi Akhmad Darmawan Al Hikmatul Zahro Kamila Almira Ulimaz Aman Suyadi Aman Suyadi Anang Widhi Nirwansyah Anna Ulie Nafisha Archristhea Amahoru, Archristhea Arif Ihsanul Fikri Arifudin, Opan Aris Hidayat Aris Hidayat Astika Nurul Hidayah Aviza, Aviza Alyama Ayundasari, Cantika Diffa Beny Wijarnako Budi, Larasati Ika Bustanol Arifin Cahyono Purbomartono Cantika Diffa Ayundasari Chodidjah Chodidjah Danang Dwi Harmoko Dedi Mulyawan, Dedi Diana Indra Dewi Didik Trianto Nugroho, Didik Trianto Dini Siswani Mulia Dinny Fauziah Dwi Ma’rifatun Khasanah Eri Zuliarso Esti Sarjanti Esti Sarjanti Euis Meinawati Faiza, Childa Falasifa Azizah Fathurnnadi Shalihati Fitria Aulia Gunadi, Ilham Hamzah Syarifuddin, Hamzah Harjono Harjono Harna Adianto Heri Maryanto, Cahyono Purbomartono, Heri Maryanto, Herlin Widasiwi Setianingrum Hindayati Mustafidah Ibnu Afan Ikhsan Mujahid Jagad, Nimas Ayu Sekar Kinasih Jaka Purwa Nugraha, Jaka Purwa Jejentri, Jejentri Juanita Juanita Lestari, Viviana Lisma M. Agung Miftahuddin Mahmud, Annisa Kayla Azzira Mira Rosita Moh Aya Sofia Mohammad Ardin Pahlevi Mr. Suwarno, Mr. Muhamad Zaeni Budiastanto Mustolikh Mustolikh Nadifah, Itqon Ngaynun Nadiya Nur Apreli Nasril, Nasril Niken Herawati Ni`maturrohmah Ni`maturrohmah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi Nur Mahmudah, Fitri Purnomo Purnomo Radin Alhif Dirgantara Rahayu, Wiwit Sayekti Ramli, Akhmad Ratna Kartika Wati Ratna Kartikawati Rifari Baron Ririn Windari, Ririn Rizki Herdani, Rizki Rusnendi Rusnendi Sabila Tri Amelia Sakinah Fathrunnadi Shalihati Salim, Agus Nur Saputra, Eqwar Saputri, Seffiana Aprilka Sembiring, Darmawanta Shahiffa Nur Pranannisa Sigit Sriwanto Sri Wahyuni Sufi Alawiyah Sugeng Priyadi Susanto Susanto Susylowati, Dewi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Tito Pinandita Triyadi Haryanto Utbah Aminatul Hofisah Veronica Sovita Sari, Veronica Sovita Vivian Lisma Lestari Viviana Lisma Lestari Viviana Lisma Lestari Wahyu Agung Ciptadi Wakhudin Wildan Ahid Mujamal Wiwin Bregasnia Wiwit Sayekti Rahayu Yunia Dwi Pambudi, Yunia Dwi Zahrah Hana Afifah