Claim Missing Document
Check
Articles

The Adoption of Maggot (Hermetia illucens) Cultivation as an Affordable and Environmentally Friendly Alternative Fish Feed Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.2030

Abstract

The waste problem in Dukuhwaluh Village was still a lot of household waste thrown away in any places. This household waste causes unpleasant odors, environmental pollution, various disease outbreaks, aesthetic disturbances, and flooding during the rainy season. Another problem encountered in Dukuhwaluh Village is the provision of feed for catfish farmers, the price of which is increasingly expensive. This causes the development of the catfish farming business to be very slow and even threatened with collapse. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of fish farmers in Dukuh Waluh Village in cultivating maggots using media from household organic waste. This community service activity also aims to develop magot as an alternative fish food that is cheap, has high nutritional value and is environmentally friendly. The implementation of this community service uses research-based community empowerment methods. Meanwhile, the approach method used in implementing community service is active and collaborative participation. The results of community service activities can increase the knowledge and skills of the Dukuhwaluh Village fish farmer in maggot cultivation. The fish farmer group has also been able to practice magot cultivation using household organic waste properly and correctly, as well as applying the results of maggot cultivation to feed catfish. Throughout an 80-day cultivation period, catfish fed a combination of commercial feed and maggots demonstrated an average daily weight gain of 1.5 grams and achieved a feed conversion ratio (FCR) of 1.2. The incorporation of maggots as an alternative protein source was able to substitute up to 45% of the commercial feed without compromising growth performance.
Peningkatan Kualitas Produk Keripik Kentang pada Industri Rumah Tangga (IRT) Tooop Rasa, Sokaraja, Kabupaten Banyumas Melalui Pelatihan CPPOB dan Bahan Pangan Halal Mulia, Dini Siswani; Wati, Ratna Kartika; Suwarsito, Suwarsito; Wahyuni, Sri; Darmawan, Akhmad; Susylowati, Dewi; Saputra, Eqwar
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.17181

Abstract

Background: Industri Rumah Tangga (IRT) Tooop Rasa merupakan IRT yang memiliki berbagai usaha produksi olahan pangan, salah satunya adalah keripik kentang. Produk ini termasuk produk unggulan dengan bahan baku yang melimpah dan kontinu. Namun, pembuatan keripik kentang belum mengaplikasikan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan produk belum bersertifikat halal. Kegiatan pembinaan IRT ini bertujuan untuk memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB dan bahan pangan halal agar produk berkualitas baik dan dapat meningkatkan daya saing. Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendekatan partisipatoris dengan tahap kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Tingkat keberhasilan program diukur dengan metode one group pre-test and post-test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan 87,50% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan CPPOB, dan 85,00% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan tentang bahan pangan halal. Produk keripik kentang telah didampingi dalam pengajuan sertifikasi halal. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian telah berhasil memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB dan bahan pangan halal yang berimplikasi positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra. Produk keripik kentang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi kriteria sesuai SNI 4031:2018, yaitu bau, rasa, tekstur, dan penampakan normal, salah satunya ditandai dengan warna kuning merata dan tekstur renyah. Selain itu, mitra telah berhasil mendapatkan sertifikat halal sehingga dapat meningkatkan daya saing.
PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR DI AREA PASANG SURUTESA LOSARI LOR KECAMATAN LOSARI KABUPATEN BREBES Suwarno; Suwarsito; Fathurnnadi Shalihati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kondisi lahan pertanian di areal pasang surut Desa Losari Lor saat ini sering mengalamigagal panen, diakibatkan oleh air pasang dari laut yang masuk melalui saluran drainaseatau luapan air sungai Cisanggarung yang menggenangi lahan. Tujuan penelitian untukmengetahui permasalahan dan hambatan teknis dan non teknis (sosial masyarakat) terkaitpengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut tersebut. Menggunakan metode surveylapangan dan observasi., survey lapangan untuk mengetahui tipologi lahan dan penggunaanlahan, observasi dilakukan untuk menghimpun data tinggi muka air genangan, jaringanirigasi, tinggi muka air tanah, kualitas air (pH, kadar Fe, dan salinitas), jenis tanah, teksturtanah, kualitas tanah (pH, salinitas, dan kadar Fe), dan kedalaman air tanah. Analisa datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan permasalahan dan hambatanteknis dan non teknis terkait pengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut, sedangkananalisis data tinggi air genangan dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menentukantipe luapan air laut. Analisis data juga didukung menggunakan ArcGIS dan model builderuntuk menghasilkan peta tematik. Hasil menunjukkan 1) permasalahan teknis disebabkankondisi hidrografi dan jaringan tata air irigasi yang kurang baik sehingga menyebabkanbanjir dan kekeringan di lahan pertanian, 2) permasalahan non teknis berupa lemahnyapenguasaan teknologi oleh petani dan mahalnya biaya produksi pertanian, 3) hambatanteknis berupa kondisi kualitas tanah termasuk tanah masam dan salin dengan kadar Feyang tinggi serta hambatan keterbatasan modal para petani, 4) hambatan non teknismeliputi pola pikir petani yang pasrah menerima keadaan, kurang inovatif dan tidak beranimengambil risiko serta hambatan kelembagaan. 
Local Wisdom Value in Implementing of Merdeka Belajar Kampus Merdeka in Era Digital Rifari Baron; Suwarsito Suwarsito; Chodidjah Chodidjah; Vivian Lisma Lestari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2048

Abstract

The study's purpose was to obtain the concept of the value of local wisdom in the digital era with the existence of an independent learning policy on an independent campus. This study analyzed all research data related to the value of local wisdom and MBKM that has been carried out by previous researchers. This study was a literature review research through a qualitative approach. The research data was taken from research results that have been published in national and international journals in the period 2010-2022. The data analysis stage used in this study was a qualitative approach which includes: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study resulted in the concept of applying local wisdom values that were compatible with the application of the MBKM policy and were also related to advances in digital technology with all the demands for quality human resources. Educators and educational institutions must work together to develop local wisdom values in MBKM policy-based learning. Educators can use the results of this research as theoretical input for developing learning facilities
Mapping the Readiness and Challenges of the MBKM Policy Implementation: A Systematic Literature Review of Micro and Macro Educational Perspectives : Penelitian Suwarsito, Suwarsito; Lestari, Viviana Lisma; Faiza, Childa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4562

Abstract

The Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) policy introduced by Indonesia’s Ministry of Education in 2020 seeks to transform higher education by promoting flexible, student-centered learning through internships, community service, and research. However, its implementation faces significant disparities in institutional readiness and ongoing challenges. This systematic literature review (SLR) examines 20 studies to explore both micro- and macro-level perspectives on MBKM implementation. Findings reveal gaps in educator preparedness, student awareness, institutional policy alignment, and infrastructure support. At the macro level, systemic resistance and limited stakeholder engagement hinder policy uptake. This review proposes a comprehensive framework integrating these perspectives to guide more effective implementation strategies and support national education reform goals.
Co-Authors Abdurrohman Muzakki Ade Rusman Adi Imantoyo Ahmad Qurtubi Ahyani, Edi Akhmad Darmawan Al Hikmatul Zahro Kamila Almira Ulimaz Aman Suyadi Aman Suyadi Anang Widhi Nirwansyah Anna Ulie Nafisha Archristhea Amahoru, Archristhea Arif Ihsanul Fikri Arifudin, Opan Aris Hidayat Aris Hidayat Astika Nurul Hidayah Aviza, Aviza Alyama Ayundasari, Cantika Diffa Beny Wijarnako Budi, Larasati Ika Bustanol Arifin Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cantika Diffa Ayundasari Chodidjah Chodidjah Danang Dwi Harmoko Dedi Mulyawan, Dedi Diana Indra Dewi Didik Trianto Nugroho, Didik Trianto Dini Siswani Mulia Dinny Fauziah Dwi Ma’rifatun Khasanah Eri Zuliarso Esti Sarjanti Esti Sarjanti Euis Meinawati Faiza, Childa Falasifa Azizah Fathurnnadi Shalihati Fitria Aulia Gunadi, Ilham Hamzah Syarifuddin, Hamzah Harjono Harjono Harna Adianto Herlin Widasiwi Setianingrum Hindayati Mustafidah Ibnu Afan Ikhsan Mujahid Jagad, Nimas Ayu Sekar Kinasih Jaka Purwa Nugraha, Jaka Purwa Jejentri, Jejentri Juanita Juanita Lestari, Viviana Lisma M. Agung Miftahuddin Mahmud, Annisa Kayla Azzira Mira Rosita Moh Aya Sofia Mohammad Ardin Pahlevi Mr. Suwarno, Mr. Muhamad Zaeni Budiastanto Mustolikh Mustolikh Nadifah, Itqon Ngaynun Nadiya Nur Apreli Nasril, Nasril Niken Herawati Ni`maturrohmah Ni`maturrohmah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi Nur Mahmudah, Fitri Purnomo Purnomo Radin Alhif Dirgantara Rahayu, Wiwit Sayekti Ramli, Akhmad Ratna Kartika Wati Ratna Kartikawati Rifari Baron Ririn Windari, Ririn Rizki Herdani, Rizki Rusnendi Rusnendi Sabila Tri Amelia Sakinah Fathrunnadi Shalihati Salim, Agus Nur Saputra, Eqwar Saputri, Seffiana Aprilka Sembiring, Darmawanta Shahiffa Nur Pranannisa Sigit Sriwanto Sri Wahyuni Sufi Alawiyah Sugeng Priyadi Susanto Susanto Susylowati, Dewi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Tito Pinandita Triyadi Haryanto Utbah Aminatul Hofisah Veronica Sovita Sari, Veronica Sovita Vivian Lisma Lestari Viviana Lisma Lestari Viviana Lisma Lestari Wahyu Agung Ciptadi Wakhudin Wildan Ahid Mujamal Wiwin Bregasnia Wiwit Sayekti Rahayu Yunia Dwi Pambudi, Yunia Dwi Zahrah Hana Afifah