Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Animal Welfare pada Proses Pemotongan Sapi Bali di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar Bali Wenno, Christine Regina Fenita; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.274 KB)

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memegang peranan penting dalam mata rantai pengadaan daging. Beberapa tahapan proses penyembelihan di RPH seringkali diabaikan atau tidak memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare sehingga nantinya berpengaruh terhadap kualitas daging yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan animal welfare di RPH Pesanggaran khususnya pada pemotongan sapi bali. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 ekor sapi bali yang diamati mulai dari hewan diturunkan dari truk sampai ke kandang penampungan dan 100 ekor sapi yang diamati pada proses penyembelihan. Data hasil pengamatan diperoleh dari hasil inspeksi terhadap tahapan mulai dari sapi diturunkan dari truk sampai dengan disembelih yang selanjutnya dicatat dalam lembaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 73,19% proses penurunan hewan dari truk sampai penggiringan telah memenuhi persyaratan animal welfare. Sementara proses persiapan penyembelihan sampai penilaian kematian hewan (pemisahan kepala dan kaki hewan) ditemukan memenuhi persyaratan animal welfare sebesar 52,93%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar prinsip-prinsip animal welfare telah di laksanakan oleh pihak RPH Pesanggaran, sekalipun masih diperlukannya perbaikan terhadap beberapa proses.
Kualitas Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Alkohol, Derajat Keasaman dan Angka Katalase Nababan, Maulina; Suada, I Ketut; Ngurah Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (4) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari Uji Alkohol, Uji Derajat Asam (oSH), dan Angka Katalase. Penelitian ini menggunakan sampel susu sapi segar yang diambil dari salah satu distributor susu sapi segar yang ada di Kota Denpasar. Data hasil penelitian uji alkohol dianalisis menggunakan uji Cochran, jika terjadi perbedaan yang nyata dapat dilanjutkan dengan  uji Mc Nemar. Data derajat asam dan angka katalase dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan uji alkohol pada susu cair yang disimpan pada suhu ruang berdasarkan uji Cocran hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai adanya gumpalan yang menempel pada dinding tabung reaksi. Dengan uji Mc.Nemar penyimpanan pada jam ke– 0, 2, 4 dengan jam ke-6 dan ke-8 terjadi hasil positif yang sangat nyata ( P < 0,01 ). Uji derajat keasaman pada lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap derajat keasaman susu cair. Terjadi peningkatan derajat keasaman (°SH ) susu cair selama penyimpanan pada suhu ruang.  Uji agka katalase berdasarkan hasil sidik ragam diperoleh hasil perlakuan  berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap angka katalase air  susu. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama susu cair disimpan pada suhu ruang maka kualitas susu tersebut semakin  tidak layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat.
Uji Didih, Alkohol dan Derajat Asam Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar DWITANIA, DESKI CITRA; SWACITA, IDA BAGUS NGURAH
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.141 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji didih, uji alkohol dan uji derajat asam. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan yang dijual dipasar tradisional di empat wilayah Kota Denpasar yakni Denpasar Utara, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat. Susu kemasan yang dijadikan sampel adalah susu kemasan yang dijual dengan tidak menggunakan tempat penjualan khusus produk susu. Kualitas susu kemasan yang disampling diperiksa dengan uji didih, uji alkohol dan uji derajat asam. Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif pada uji didih dan uji alkohol. Uji derajat asam menunjukkan hasil bahwa sampel susu Denpasar Timur 5,47±0,113, Denpasar Barat 5,67±0,248, Denpasar Utara 5,61±0,089, dan Denpasar Selatan 5,52±0,167. Setelah dikonfirmasi pada Standar Nasional Indonesia hasil tersebut masih dalam kategori baik untuk dikonsumsi. Dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi kemasan yang dijual dipasar tradisional dikota Denpasar masih dalam kondisi baik.
Seroprevalensi Sistiserkosis pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Penatih, Denpasar Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Purba, Elly Hariati Br
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.085 KB)

Abstract

Sistiserksosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing Taenia solium yang berdampak serius pada kesehatan hewan maupun manusia. Bali merupakan salah satu daerah endemis sistiserkosis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi sistiserkosis pada babi yang dipotong di tempat pemotongan babi (TPB) Penatih, Denpasar. Sebanyak 180 sampel serum babi dikumpulkan dari TPB, kemudian diuji dengan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB Penatih, Denpasar sebesar 1,1% (2/180). Dapat disimpulkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB, Penatih Denpasar adalah rendah, walaupun demikian tetap diperlukan program oleh instansi terkait untuk memberantas penyakit ini di Bali.
Ketahanan Daging Rendang Tanpa Pemasakan Ulang Selama Penyimpanan Suhu Ruang Berdasarkan Uji Reduktase dan Organoleptik Prasafitra, Anggara Fajri; Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.609 KB)

Abstract

Daging rendang merupakan sebuah masakan dengan bahan dasar daging sapi yang masak dengan santan dan dicampurkan dengan bumbu alami rempah-rempah. Masakan ini termasuk golongan tradisional yang berasal dari suku Minangkabau, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging rendang yang disimpan pada suhu ruang. Metode yang digunakan yaitu Waktu Reduktase dan Uji Organoleptik. Hasil uji Waktu Reduktase menunjukkan kerusakan pada daging rendang pada hari ke-3. Sementara itu uji Organoleptik menunjukkan perubahan signifikan terjadi pada hari ke-6, namun pada hari ke-3 sudah terlihat tanda-tanda kerusakan. Hal ini menandakan bahwa masakan daging rendang tanpa pemasakan ulang yang disimpan pada suhu ruang hanya dapat bertahan selama 3 hari. Dapat disimpulkan semakin lama rendang disimpan maka semakin banyak beban bakterinya.
Penggunaan Crude Antigen Cysticercus cellulosae Isolat Bali Untuk Optimalisasi Uji ELISA Sianturi, Inti Sari Pati R U; Apsari, Ida Ayu Pasti; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.908 KB)

Abstract

Sistiserkosis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh larva stadium metacestoda dari cacing pita yang disebut Cysticercus. Cysticercus yang ditemukan pada babi adalah Cysticercus cellulosae yang merupakan larva dari cacing pita Taenia solium. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi antigen crude Cysticercus cellulosae untuk mendeteksi sistiserkosis pada babi. Cysticercus celllulosae yang digunakan adalah isolat lokal yang diperoleh dari babi terinfeksi Taenia solium asal Karangasem-Bali. Penelitian dilakukan untuk optimalisasi ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) terhadap antigen, serum, dan konjugat dengan cara mencari konsentrasi optimal dari antigen, pengenceran optimal serum, dan pengenceran optimal konjugat. Hasil penelitian didapatkan bahwa crude antigen Cysticercus cellulosae isolat Bali bersifat antigenik dan dapat digunakan untuk mendeteksi sistiserkosis pada babi dengan konsentrasi optimal antigen 0,3125 µg/ml, pengenceran optimal serum 1:50, dan pengenceran konjugat 1:2000.
Daya Simpan dan Variasi Bumbu Daging Se’i Babi Produksi Kota Denpasar pada Suhu Ruang Loe Mau, Gracemon; Suada, I Ketut; Swacita, I.B.N.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan daging se’i babi produksi Kota Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi se’i babi yaitu di Jalan Teuku Umar (bumbu A) dan Jalan Imam Bonjol (bumbu B). Sebagai kontrol digunakan daging se’i babi tanpa bumbu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH dan waktu reduktase. Untuk mengukur pH digunakan pH meter dan untuk pengujian waktu reduktase menggunakan waterbath/penangas air. Analisis data menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan menunjukkan pH daging se’i babi tanpa bumbu (5,94) berbeda sangat nyata (P
Ketahanan Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Tingkat Keasaman, Didih, dan Waktu Reduktase Nababan, Lely Anggriani; Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.797 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari uji tingkat keasaman (pH), uji didih, dan waktu reduktase. Sampel yang digunakan adalah susu segar yang diambil dari penyalur susu segar di Kota Denpasar sebanyak 500 mL setiap ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan kali ulangan lima kali pengamatan sehingga jumlah sampel yang diamati adalah 40. Data uji tingkat keasaman (pH) dan waktu reduktase (menit) dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Data uji didih dianalisis dengan uji Cochran dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Mc Nemar. Hasil penelitian untuk uji tingkat keasaman (pH) menunjukkan bahwa lama penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurun pH susu segar mulai jam ke-6 sampai jam ke-8. Pada uji didih hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai dengan adanya gumpalan yang menempel di tabung reaksi. Dengan uji Mc Nemar penyimpanan pada jam ke-0, 2, 4 dengan jam ke-8 terjadi hasil perbedaan sangat nyata (P<0,01). Waktu reduktase menunjukkan penurunan yang sangat nyata (P<0,01) mulai penyimpanan jam ke-6 sampai jam ke-8. Disimpulkan bahwa susu segar memiliki ketahanan pada suhu ruang selama empat jam.
Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah Post-Thawing pada Penyimpanan Suhu Kamar HAMIDAH, EMI; SUKADA, I MADE; SWACITA, IDA BAGUS NGURAH
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.514 KB)

Abstract

Susu merupakan media cair yang mempunyai komposisi sangat lengkap, sehingga tidak dapat bertahan lama dalam waktu lama bila disimpan pada suhu kamar. Susu yang disimpan pada suhu kamar akan mudah rusak jika tidak mendapat perlakuan seperti pasteurisasi, pendinginan/pembekuan, dan pemanasan. Dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing mengandung protein relatif lebih tinggi, yaitu 4,3% dibanding susu sapi 3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing PE post-thawing pada penyimpanan suhu kamar ditinjau dari uji didih, uji alkohol, dan uji derajat asam. Penelitian ini diulang sebanyak 6 kali setiap hari sekali dengan waktu penyimpanan pada suhu kamar selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Kesimpulannya bahwa susu kambing PE post-thawing yang disimpan pada suhu kamar tidak melebihi 2 jam, sehingga susu kambing PE beku setelah di-thawing harus segera diminum.
Bahan Pembersih Kulit Telur Meningkatkan Kualitas Telur Ayam yang Disimpan pada Suhu Kamar SASTRAWAN, I MADE ADITYA; SUKADA, I MADE; SWACITA, IDA BAGUS NGURAH
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.987 KB)

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang banyak manfaatnya bagi masyarakat, baik putih telur maupun kuning telurnya. Untuk itu perlu mengetahui lama penyimpanan dan bahan pembersih yang baik agar kualitas telur ayam konsumsi dapat terjamin. Penelitian “Bahan Pembersih Kulit Telur Meningkatkan Kualitas Telur Ayam Yang Disimpan Pada Suhu Kamar ” ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahan pembersih kulit telur dan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC) terhadap kualitas telur ayam konsumsi, dan untuk mengetahui adanya interaksi antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar terhadap kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, warna kuning telur dan grade telur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4, dengan 4 faktor kombinasi perlakuan bahan pembersih yaitu tanpa dilap, dilap dengan lap yang dicelup air keran, dilap dengan lap yang dicelup air hangat - hangat kuku (40oC – 43oC), dan lap yang dicelup alkohol 70%. Sedangkan 4 faktor kedua yaitu lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC) pada hari ke-0, ke-5, ke-10, sampai hari ke-15. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali menggunakan 2 butir telur dan hasilnya di rata-ratakan, sehingga total telur digunakan adalah 96 butir (2 x 4 x 4 x 3). Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan pembersih kulit telur dan lama penyimpanan pada suhu kamar (25C-28oC) berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) menurunkan kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, warna kuning telur, dan grade telur. Terdapat interaksi yang nyata (P < 0,05) antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC-28oC) terhadap kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, dan grade telur. Begitu pula pada warna kuning telur terdapat interaksi yang sangat nyata (P<0,01) antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC). Pembersihan kulit dengan bahan pembersih alkohol 70% yang paling baik untuk membersihkan kulit telur seiring dengan lamanya penyimpanan selama 15 hari terhadap kualitas telur ayam dengan putih telur, grade telur dan warna kuning telur
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agnes - Tasia Agung Denlira Sitepu Agustina A Naibaho Agustina Lesmauli Nazara Aida Lousie Tenden Rompis Aletha Yuliana Mandala, Aletha Yuliana Alvionita Alexther Lingga Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Kendran Anastasya, Sindika Andriawino Berdionis Sanam Anggara Fajri Prasafitra Anjelia Martina Dewi Apriyani, Ester Muki Arta, I Komang Wira Kusuma Maha Christine Regina Fenita Wenno, Christine Regina Fenita DESKI CITRA DWITANIA Desy Ariani Ferdianti, Desy Ariani Dharmawan N.S Dhayanti, Ni Luh Evy DWI SURYANTO Elly Hariati Br Purba, Elly Hariati Br EMI HAMIDAH Gadis Ayu Septyawati Gracemon Loe Mau, Gracemon Gusti Ayu Yuniati Kencana Gusti Made Widyantara I Gede Mahardika I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I K. K. Agustina I Ketut Suada I Ketut Suada I Ketut Suada I MADE ADITYA SASTRAWAN I Made Damriyasa I Made Mahaputra I Made Ricky Dwi Cahya I Made Roby I Made Subrata I Made Sukada I Nengah Kerta Besung I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Polos I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Suastika I Putu Sudiantara Cipta I Wayan Masa Tenaya I Wayan Polos I Wayan Suardana I Wayan Suardana I. A. P. Apsasri I. B. Ardana I.A.P. Apsari I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Resmihariningsih Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Iolanda Hermenegildo da Costa Kade Karang Agustina Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Laras Ayu Nadira Leksana Aditya Kris Nugraha Lely Anggriani Nababan Luh Made Destriyana Luh Made Sudimartini Luh Putu Pradnya Swari M.D. Rudyanto Made Beratha Mukti Martha Putri Manullang Martin Pedro Krisenda Resman MAS DJOKO RUDYANTO Maulina Nababan, Maulina Mita Andini, Mita MURNI SARI Natalia Natalia Nelci Elisabeth Bolla Ni Kadek Deasy Pitriyawati Ni Ketut Suwiti Ni Made Chintya Dewi Sukasari Ni Made Dwi Alita Wulandari Ni Nyoman Citra Susilawati Ni Putu Tessa Arsaning Rahayu Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ni Wayan Ayu Rukmini Ni Wayan Suryanadi Pinontoan Kersty Putri Nathania Priharyanthi, Luh Komang Ayu Puteri Purnama Layli, Purnama Putu Aditya Pratama Arta Putra Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Henrywaesa Sudipa Remontara, Al Afuw Niha Rima Nurmayani Romy Muhammad Dary Mufa Sabelina Fitriani sang gede purnama Satria Yanuwardani Setiawan Sianturi, Inti Sari Pati R U Sihombing, Vivi Ekatry Stelen, I Dewa Ketut Raeyadi Purnama Suci Wulandari Sumartono - Supriaty Hutasoit, Supriaty T. Sari Nindia Tama, Kevin Tri Tjokorda Sari Nindhia Vinensia Ghona Gani Vinensia Ghona Gani Wayan Tunas Artama Wieke Sri Juniartini Yuli Darmawan, Yuli