Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Strategi literasi internet ramah anak dalam upaya mengurangi dampak kejahatan di media sosial pada yayasan yatim dan dhuafa Al-Jannah, Tangerang Selatan Sumarni, Lilik; Yuningsih, Siska; Swarnawati, Aminah; Firmansyah, Khalid
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/ams.v6i1.2906

Abstract

The widespread use of the internet among children without adequate supervision increases their risk of exposure to harmful content, such as cyberbullying, hoaxes, pornography, and digital addiction. A similar challenge was observed at the Al-Jannah Orphan and Underprivileged Foundation in South Tangerang, which oversees 23 foster children under the care of four guardians with limited digital literacy. To address this issue, a community engagement program was implemented, incorporating counseling, role-play, and empathy-based digital parenting training. Post-intervention assessments revealed significant improvements, with a 39% average increase in children’s understanding of digital ethics and a 46% average rise in caregivers’ readiness to supervise online activities. This initiative not only impacted individuals but also fostered a transformative shift toward a more supportive digital caregiving ecosystem. The program is expected to serve as a sustainable model for digital literacy mentoring in similar care institutions, cultivating an ethical, resilient, and digitally savvy generation.
Pelatihan Public speaking Bagi Pekerja Relawan di Yayasan Peduli Tali Bangsa Tangerang Selatan Yuningsih, Siska; Sumarni, Lilik; Nurani Muksin, Nani; Ayu Wulandari, Yukarie; Wisman Jaya, Herdi; Ferosa Betas, Dieki
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.748

Abstract

Public speaking merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh relawan dalam menjalankan tugas sosial dan kemanusiaan. Namun, banyak relawan di Yayasan Peduli Tali Bangsa Tangerang Selatan masih menghadapi kendala seperti gugup, kurang percaya diri, dan kesulitan menyusun pesan secara efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking relawan melalui pelatihan berbasis praktik. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap: persiapan (audiensi, penyusunan konsep, dan koordinasi), pelaksanaan (penyampaian materi dan simulasi praktik), serta evaluasi (observasi dan angket self-assessment). Pelatihan dilaksanakan pada 11 Mei 2025 dan diikuti oleh 40 relawan. Dua sesi utama disampaikan oleh dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang mencakup dasar-dasar public speaking dan teknik membangun kepercayaan diri, sedangkan sesi kedua berfokus pada teknik penyampaian, penggunaan bahasa tubuh, dan intonasi suara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, struktur penyampaian, dan komunikasi nonverbal. Pelatihan ini berdampak positif terhadap kesiapan relawan dalam mewakili yayasan dan memperkuat citra lembaga secara keseluruhan
South Tangerang City's Strategy In Building A Brand Image Through Pamulang Square As Creative Tourism Yuningsih*, Siska; Sumarni, Lilik; Purwanto, Hari Eko; Jaya, Herdi Wisman
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 2 (2024): April, The Election and Political History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i2.38469

Abstract

The City of South Tangerang is trying to build a brand image by 2023. The concept of building a South Tangerang square is a positive thing in the environment, especially for the people of South Tangerang City. One of the goals is to provide entertainment with facilities and comfort for the community, such as exercising, gathering with family, especially for South Tangerang residents. South Tangerang Square can also help build and create a positive brand image in society. This research aims to find out the strategies carried out by the South Tangerang City government department in an effort to build a brand image through Pamulang Square as creative tourism. This research was conducted in South Tangerang City in 2023. This research approach is descriptive qualitative. Data were collected through observations at the location of Pamulang Square and interviews with administrators at the South Tangerang City Environmental Service. Source triangulation was carried out by interviewing residents who had visited the square. The results of this research show that the strategy used by the City of South Tangerang can make the public aware of the South Tangerang City square as an environmentally friendly location, thereby making it a location that can be used as a creative public space. The existence of regional, national and even international scale events held in the square shows that the city of South Tangerang is a creative tourist destination, thus attracting more and more tourists or visitors
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KRISIS OLEH PLAZA INDONESIA DAN PT KERETA API INDONESIA (PERSERO): (Literature Review Kasus Kekerasan terhadap Hewan dan Pelecehan Seksual) Oktaviana, Tiara; Nuriyani, Amelia; Fadya Armani , Ghina; Sumarni, Lilik
Kajian Ilmu Sosial (KAIS) Vol. 6 No. 1 (2025): KAIS : Kajian Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/kais.6.1.1-8

Abstract

Studi ini melihat bagaimana Plaza Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO) menggunakan manajemen krisis untuk menangani dua insiden penting, kekerasan terhadap hewan dan pelecehan seksual. Penelitian ini menunjukkan kesulitan dan peluang yang dihadapi organisasi dalam mengelola reputasi mereka di era internet dengan fokus pada penggunaan media sosial sebagai alat penyebaran informasi. Penelitian ini menemukan bahwa transparansi, respons cepat, dan pemantauan media sosial adalah komponen penting dalam manajemen krisis. Kasus di KRL menunjukkan masalah keselamatan penumpang, terutama perempuan, sedangkan insiden di Plaza Indonesia menunjukkan pentingnya etika dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan bahwa organisasi harus membuat metode komunikasi yang efektif untuk membangun kembali kepercayaan publik dan mempertahankan citra mereka setelah krisis. Organisasi dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan komunikasi yang rumit di masa depan dengan memahami dinamika media sosial.
Strategi Negosiasi Efektif di Era Digital melalui Platform Digital Dinda Rizqia Maulana; Annabilla Zahra; Khairatun Hisan; Lilik Sumarni
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus : KONSENSUS : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v1i4.284

Abstract

The digital age has revolutionized many aspects of life, including the way we negotiate. Digital platforms such as social media, email and video conferencing have opened up new opportunities to negotiate with parties around the world. However, these changes also present new challenges that require adaptive and innovative negotiation strategies. This research aims to observe and understand the interactions and dynamics of negotiations taking place on digital platforms. Qualitative methods were used to analyze effective negotiation strategies in the digital era through various digital platforms. Data was collected through in-depth interviews with digital platform users, direct observation of the negotiation process on digital platforms, as well as a literacy review of previous research. The results show that negotiations are increasingly turning to online platforms that offer flexibility, wide coverage and easy access to information. However, digital negotiations also face significant challenges such as a lack of non-verbal communication, difficulty in building trust, and potential technological disruptions. To create effective negotiations in the digital age, an adaptive strategy is needed that takes into account the unique characteristics of digital negotiations and helps companies reach mutually beneficial agreements. This strategy includes seven steps outlined by Poerwanto (2014), namely preparation, first contact, assessment, confrontation, conciliation, solution, and post-negotiation.