Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KEDAI KOPI LOKAL KOTA MATARAM Hendra Juniardi; Addinul Yakin; Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.937 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.561

Abstract

The research aims to: (1) Analyze how much and how gender influences purchasing decisions at Coffeeshop in Mataram City; (2) Analyze how much and how ages influence on purchasing decisions at coffeeshops in Mataram City; (3) Analyzing how much and how the influence of education level on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (4) Analyze how much influence the level of income on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (5) Analyzing the extent and influence of store atmosphere on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (6) Analyzing how much and how the influence of prices on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (7) Analyzing the extent and influence of location on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (8) Analyze how much influence and how the quality of the product on purchasing decisions at the coffee shops in MataramCity. The results showed that; (1) Gender (X1) does not significantly affect consumer purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (2) Ages (X2) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (3) Education (X3) negatively influences coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (4) Revenue (X4) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (5) Store Atmosphere (X5) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (6) Price (X6) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (7) Location (X7) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (8) Product Quality (X8) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram.
THE ADDED VALUE MEASUREMENT METH METODE PENGUKURAN NILAI TAMBAH: KASUS PADA UNIT BISNIS MINYAK KELAPA DARA “ANDANA”DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.289 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.584

Abstract

Abstrak Penggunaan metode Hayami dalam pengukuran nilai tambah sudah lazim dilakukan untuk mendapatkan nilai tambah per unit input, namun untuk pengukuran nilai tambah per unit output belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Atas dasar pertimbangan itu, artikel ini menggagas metode pengukuran nilai tambah per unit output. Pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial dengan cara membagi total nilai tambah dengan jumlah unit produksi. Dengan menggunakan data empiris unit bisnis agroindustri minyak kelapa dara “Andana” di Kabupaten Lombok Utara menunjukkan bahwa pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial memudahkan dalam menghitung nilai tambah per unit output, nilai tambah per unit input dan nilai tambah per periode; serta parameter nilai tambah berubah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah jumlah dan harga bahan baku, jumlah dan harga bahan penolong, serta jumlah dan harga produk minyak kelapa dara.
Studi Penerapan Kearifan Lokal Sistem Bagi Hasil Dalam Upaya Pengembangan Agribisnis Jagung di Kabupaten Lombok Utara Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.238 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pernjanjian yang disepakati antara pemilik lahan pertanian dan pemilik modal operasional dengan petani penggarap; (2) mengetahui proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dan mengetahui balas jasa atau imbalan yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional; (3) mengetahui penerapan sistem bagi hasil antara para pihak yang mendukung pengembangan agribisnis jagung. Lokasi penelitian di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan yang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Lombok Utara. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampling terbuka dengan jumlah minimum 40 responden petani penggarap. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berstruktur, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, desk study dan observasi. Analisis data dan informasi menggunakan analisis isi, deskriptif kuantitatif dan kualitatif serta deskriptif narasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: Perjanjian yang disepakati dan ditaati antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap adalah: Pada lahan sawah, bagi hasil mertelu, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 2 (dua) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian seluruh biaya produksi usahatani dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap panen ditanggung oleh petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen dan pengolahan hasil, pengangkutan (transport) dan penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Pada lahan ladang, bagi hasil merampat, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 3 (tiga) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian semua biaya usahatani mulai dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap dipanen menjadi tanggungan petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen, pengolahan, pengangkutan (transport) dan biaya penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Perjanjian kerja sama antara pemilik modal operasional dengan petani pemilik penggarap adalah sistem pinjaman modal (kredit) dengan tingkat bunga plat, sementara sistem bagi hasil 50% bagian pemilik modal operasional dan 50% bagian petani pemilik penggarap tidak dapat diwujudkan sebagai mana yang diharapkan, karena ada pihak yang mengalami kerugian. Proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dalam sistem bagi hasil adalah pemilik lahan mendapatkan proporsi 41,50% di Kecamatan Bayan dan 55,52% di Kecamatan Kayangan, sementara bagian petani penggarap adalah 58,50% di Kecamatan Bayan dan 44,48% di Kecamatan Kayangan. Balas jasa atau imbalahn yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional pada sistem kredit dengan bunga plat 4,5% per semester sebesar 5,2% dari gross margin usahatani jagung. Penerapan sistem bagi hasil mertelu dan merampat masing-masing pada lahan sawah dan ladang, serta penerapan pembiayaan sistem kredit dengan bunga plat dinilai mampu mengembangkan agribisnis jagung di Kabupaten Lombok Utara.
ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA Nur Atina Putri; Efendy Efendy; Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.827 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1).Menganalisis tingkat profitibilitas finansial Usahatani Bawang Merah di Kabupaten, (2) Menganalisis Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Unit analisis yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling yang terdiri dari dkecamatan Woha, Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Sedangkan penentuan responden dilakukan secara Accidental Sampling yaitu sebanyak 50 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan Analisis pendapatan dan Analisis daya saing menggunakan table police analysis Matrix (PAM). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki keuntungan Privat sebesar Rp 21.217.584,69 dan keuntungan sosial sebesar Rp 50.686.866,84 yang artinya usahatani bawang merah di daerah penelitian layak untuk dikembangkan karena memiliki keuntungan kompetitif dan keuntungan komparatif.;(2) Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing karena memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif. Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0,61 dan DRCR 0,46 dimana nilai masing-masing < 1 sehingga usahatani bawang merah ini layak untuk dikembangkan.; (3) Kebijakan pemerintah pada harga input-output terhadap usahatani Bawang Merah berdampak negatif bagi penerimaan petani pada harga privat output. Berdasarkan Nilai Transfer Bersih yang negatif dan nilai NPCO yang diperoleh sebesar 0,78 yang kurang dari < 1, namun kebijakan tersebut berdampak positif bagi petani pada harga privat input tradable berdasarkan NPCI yang diperoleh sebesar 0,94 yang berarti < 1 memberikan arti bahwa terdapat subsidi pupuk dan obat-obatan yang membantu petani dalam mengurangi biaya input produksi.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN NON ORGANIK DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wizatul Ika Wulandari; Tajidan Tajidan; Dudi Septiadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i3.756

Abstract

This study aims to: (1) determine the income of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency (2) analyze the feasibility of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency. The results of the study show that: (1) There are differences in income in rice farming activities, where the income of farming using a semi-organic system is Rp. 20,446,865 per hectare; (2) The results of the R/C Ratio of semi-organic and non-organic rice have similarities, namely both are not feasible or inefficient because they are smaller than 1 (R/C Ratio < 1). This means that semi-organic and non-organic rice farming in Pringgasela District, East Lombok Regency is inefficient or unfit for cultivation.
TEKNOLOGI PERTANIAN SEMI-ORGANIK PADA USAHATANI PADI: SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF ANALISIS INCREMENTAL BENEFIT-COST RATIO Dudi Septiadi; Tajidan Tajidan; Wizatul Ika Wulandari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.826

Abstract

The evaluation of the viability of agriculture through the analysis of the R/C ratio is consideredinappropriate in the application of new technology. The analysis tool that is considered adequate is theincremental benefit-cost ratio (IBCR). The objective of the research was to determine the effect of theapplication of semi-organic agricultural technology on production and to research objective was todetermine the effect of semi-organic agricultural technology on production and achieve the researchobjectives, the research was carried out in 40 rice farming units in Pringgasela district, East LombokRegency. The survey was conducted in rice farms applying semi-organic agriculture technology andfarms applying non-organic agriculture technology during the planting season of 2022. In each group offarmers, there are 20 units of rice farming applied semi-organic technology, and 20 units applied semiorganic technology. Sampling used a quota sampling technique and data were analyzed using IBCR. Theresults showed that the application of semi-organic technology in rice farming had a negative impact onrice production and was not economical (not feasible) to be applied to rice farming in the tropics with anIBCR value of <1.00, due to the application of semi-organic agricultural technology to rice farmingnegative impact on rice production, as well as providing lower economic benefits compared to nonorganic farming technologies.
PENENTUAN LOKASI SENTRA INDUSTRI HASIL TEMBAKAU (SIHT) DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukardi, Lalu; Tajidan, Tajidan; Fahrudin, Fahrudin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.982

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan lokasi SIHT prioritas di Lombok Barat, dan (2) merumuskan skenario pengelolaan SIHT, dan (3) mengkaji alternatif badan usaha pengelola SIHT. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Sentra pengembangan Tembakau Kabupaten Lombok Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik wawancara, wawancara mendalam, penelusuran dokumen, observasi dan focus group discussion (FGD). Selanjutnya untuk menentukan lokasi SIHT prioritas, dilakukan Analisis Hirarki Proses (AHP) dengan lima kriteria, yaitu: (1) potensi lahan yang tersedia, (2) ketersediaan SDM, (3) ketersediaan infrastruktur pendukung, (4) ketersediaan utilitas, dan (5) aksesibilitas lokasi. Hasil penelituan: (1) lokasi SIHT menurut skala prioritasnya adalah: Kecamatan Lembar, Gerung, Sekotong, dan Kuripan; (2) skenario pengelolaan SIHT, yaitu: pengembangan usaha di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mereka, mempersiapkan generasi muda untuk merintis dan mengembangkan usaha industri hasil tembakau, kerjasama Pemerintah Daerah dengan perusahaan industri hasil tembakau, dan mendirikan BUMD; dan (3) alternatif badan usaha pengelola SIHT adalah: Bumdes, koperasi atau asosiasi, dan persero. Sebelum dilakukan pengembangan SIHT, direkomendasikan untuk dilakukan kajian lingkungan, melengkapi izin, dan pelatihan SDM.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI DI DAERAH RENTAN KONVERSI DI KECAMATAN PRAYA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ayu, Candra; Sjah, Taslim; Tajidan, Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1353

Abstract

Di Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya terjadi konversi lahan pertanian ke non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan usahatani padi di daerah rentan konversi lahan di Kelurahan Renteng-Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian adalah deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik survei dan studi literatur. Data primer diperoleh dari wawancara 10 petani padi serta stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah sedangkan data sekunder berasal dari penelitian sebelumnya di Kelurahan Renteng. Penyusunan strategi pengembangan usahatani padi menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan usahatani padi di Kelurahan Renteng agar berkelanjutan ni adalah strategi S-O (Strengths-Opportunities) yang agresif, berfokus pada pelatihan teknologi ramah lingkungan, pengembangan usaha/agrowisata, dan pemanfaatan subsidi. Faktor kekuatan dalam strategi ini meliputi minat dan pengalaman petani, ketersediaan lahan serta air irigasi, dan aktifnya kelompok tani. Kelemahannya adalah kurangnya: modal dan pengetahuan bertani optimal, tempat penjualan, mekanisasi, akses pupuk subsidi, dan rendahnya minat generasi muda bertani.
Co-Authors , Kisman Addinul Yakin Aeko Pria Utama FR Amirah, Siti Nur Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Anas Zaeni Anwar Anwar Arifuddin Sahidu Arifuddin Sahidu Asri Hidayati Ayu, Candra Bagus Budianto, Muh Baiq Rika Ayu Febrilia Bambang Budi Santoso Bambang Hari Kusumo Broto Handoko Budi Santoso, Bambang Candra Ayu Dea Asriati Dian Arya Pratama Dila Rahilda Azzuli Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Edy Fernandez Edy Fernandez Efendy Efendy Efendy Efendy Efendy, Efendy Endang Susilawati, Lolita F.X. Edy Fernandez fahrudin Fahrudin Fahrudin Farida Puspa Fatimah Tuzzahra Fernandez, F.X. Edy Fernandez, FX Edy FX Edy Fernandez FX Edy Fernandez Gede Jaya Negara, I Dewa Halil Halil Halil Halil Halil Halil, Halil Halimatus Sa’diyah Hari Kusumo, Bambang Hendra Juniardi Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Wayan Suadnya Ibrahim Ibrahim Idiatul Fitri Danasari idris idris Indah Mulya Astuti Izmi Andriani Jinem, Suparmin Joko Priyono Joko Priyono Karyawan, I Dewa Made Alit Kisman Kisman Kisman L. Sukardi, L. Lalu Muhammad Pajri Aryadi Lalu Sukardi, Lalu Lestary, Whindy Puspita Linda Rusiani Lolita Endang Susilowati Lumbessy, Salnida Yuniarti M. SALEH Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Mulyawati, Sri Nabilah, Sharfina Ni Luh Mira Puspayani Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Putu Febri Listanaya Pratami Nur Atina Putri Nursan, Muhammad Padusung Pande Komang Suparyana Puspayani, Ni Luh Mira PUTRI WULANDARI Ratih Purnamasari, Ratih Ria Ristina Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Spriyadi, Anid Sri Mulyawati Sri Mulyawati Sumarni Sumarni Suparmin Suparmin Suparmin Supartiningsih, Sri Taslim Sjah, Taslim Wizatul Ika Wulandari