Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Nelayan Kepulauan Saugi, Kabupaten Pangkep: Antara Tradisi dan Harapan Ibrahim Arifin; Sadriani, Andi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0shafe83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) Kondisi Akses Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Nelayan Kepulauan Saugi, 2) Harapan Keluarga Nelayan terhadap Pendidikan Anak Perempuan di Pulau Saugi, 3) Nilai Tradisional yang Membentuk Pilihan Pendidikan Anak Perempuan di Pulau Saugi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap anak perempuan, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat; observasi partisipan terhadap aktivitas sehari-hari; serta dokumentasi dari catatan sekolah dan data resmi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) akses pendidikan anak perempuan masih terbatas akibat kondisi geografis kepulauan, biaya transportasi, serta minimnya fasilitas pendidikan menengah. 2) Sebagian besar keluarga nelayan memiliki harapan besar agar anak perempuan dapat melanjutkan sekolah sebagai jalan keluar dari kemiskinan, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi penghalang. 3) Nilai tradisional yang menekankan peran domestik perempuan masih berpengaruh kuat, meski mulai muncul aspirasi baru dari generasi muda untuk melanjutkan pendidikan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi kebijakan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan dan kesetaraan gender.
Pengembangan Sumber Daya Manusia: Kunci Keberhasilan Pembangunan Jangka Panjang Munadil, Rifqi; Andi Baso Mumang; Ibrahim Arifin
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 01 (2024): Vol.1 No.1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i01.60

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia telah lama diakui sebagai factor krusial dalam mencapai keberhasilan pembangunan jangka panjang suatu negara. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ialah analisis deskriptif yang ditujukan untuk mendefinisikan atau mendeskripsikan subjek penelitian dari variabel yang telah ditentukan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki pengaruh yang positif dalam artian sangat berpengaruh sebagai kunci keberhasilan pembangunan jangka Panjang
Electoral compliance and cultural hegemony: The political economy of elite power in Indonesia’s village governance M Ridwan Said Ahmad; Jamaluddin Arifin; St. Haniah; Ibrahim Arifin; Risfaisal
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v13i1.94660

Abstract

Decentralization policies in Indonesia, particularly in Bone Regency, South Sulawesi Province, are often based on the assumption that decentralizing power will destroy traditional hierarchies and promote inclusive governance. However, this study challenges this optimistic view, arguing that without adequate social mechanisms, electoral mechanisms can paradoxically reinforce existing power structures rather than disrupt them. Using political contestation in the Pude Village Head Election as a critical case study, this study analyzes the resilience of feudalism within the framework of modern procedural democracy. Relying on extensive qualitative research, including in-depth interviews and observations of electoral maneuvers, the study explains how “elite fusion” distorts the democratic process. In Pude, local elites represent a powerful intersection of aristocrats, businesspeople, and religious leaders who collaborate to monopolize influence. Analysis shows that these actors exploit deep-rooted cultural doctrines not merely as tradition, but as a hegemonic tool to ensure political compliance. Consequently, patron-client relationships are manipulated to transform voting into an act of cultural obedience rather than rational political choice. Findings reveal that feudal power creates a severe democratic deficit, marked by low transparency, marginalization of non-elite voices, and suppression of genuine contestation. Theoretically, this research expands the literature on “elite capture” and neopatrimonialism by showing that cultural legitimacy is a form of political capital as powerful as economic resources in maintaining dynastic control. The study concludes that institutional reform alone is insufficient to advance substantive democracy; true democratization requires deconstructing feudal dependencies that render citizens subjects rather than empowered voters.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Gizi Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallangga, Kebupaten Gowa Sadriani, Andi; Ibrahim Arifin; M. Ridwan Said Ahmad; Hasruddin Nur; A. Irma Suryani
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/r68nme52

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Pallangga, Kabupaten Gowa, dengan fokus pada sosialisasi pencegahan stunting melalui edukasi gizi kepada ibu-ibu rumah tangga. Permasalahan yang diangkat adalah masih rendahnya pemahaman mitra mengenai stunting, termasuk pengertian, penyebab, dampak, serta upaya pencegahannya. Sebagian ibu rumah tangga masih menganggap stunting sebagai faktor keturunan dan belum mampu mengidentifikasi kondisi tersebut pada anak. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui metode penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Setelah kegiatan, mayoritas peserta berada pada kategori paham dan sangat paham mengenai stunting dan pencegahannya. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan sikap serta kemampuan dalam menyusun menu gizi seimbang. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting melalui peran aktif ibu rumah tangga sebagai pengelola gizi keluarga.
Pendampingan dan Penguatan Literasi Budaya Melalui Pengenalan Tradisi BISSU pada Mahasiswa Pencinta Alam Muhammad Nur; Ibrahim Arifin; Indriani Indriani; Andi Samsul Alam
PARTISIPATORY Vol 5 No 01 (2026): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v5i01.4788

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak terhadap menurunnya minat generasi muda dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Salah satu budaya lokal yang memiliki nilai historis, filosofis, dan spiritual tinggi adalah tradisi Bissu dalam masyarakat Bugis, yang saat ini menghadapi tantangan berupa stigma sosial dan minimnya pemahaman generasi muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya mahasiswa melalui pendampingan berbasis Participatory Action Research (PAR) pada komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Tomanurung. Metode PAR dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi budaya mahasiswa, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun kesadaran. Mahasiswa mampu memahami tradisi Bissu secara lebih komprehensif serta menunjukkan perubahan perspektif menjadi lebih terbuka, toleran, dan apresiatif terhadap keberagaman budaya. Selain itu, muncul kesadaran kolektif yang mendorong mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian budaya, seperti diskusi lanjutan, pembuatan konten edukatif, dan keterlibatan dalam kegiatan budaya. Dengan demikian, pendekatan PAR terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya sekaligus membentuk sikap dan komitmen mahasiswa sebagai agen pelestarian budaya lokal.