Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Nelayan Kepulauan Saugi, Kabupaten Pangkep: Antara Tradisi dan Harapan Ibrahim Arifin; Sadriani, Andi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0shafe83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) Kondisi Akses Pendidikan Anak Perempuan di Komunitas Nelayan Kepulauan Saugi, 2) Harapan Keluarga Nelayan terhadap Pendidikan Anak Perempuan di Pulau Saugi, 3) Nilai Tradisional yang Membentuk Pilihan Pendidikan Anak Perempuan di Pulau Saugi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap anak perempuan, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat; observasi partisipan terhadap aktivitas sehari-hari; serta dokumentasi dari catatan sekolah dan data resmi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) akses pendidikan anak perempuan masih terbatas akibat kondisi geografis kepulauan, biaya transportasi, serta minimnya fasilitas pendidikan menengah. 2) Sebagian besar keluarga nelayan memiliki harapan besar agar anak perempuan dapat melanjutkan sekolah sebagai jalan keluar dari kemiskinan, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi penghalang. 3) Nilai tradisional yang menekankan peran domestik perempuan masih berpengaruh kuat, meski mulai muncul aspirasi baru dari generasi muda untuk melanjutkan pendidikan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi kebijakan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan dan kesetaraan gender.
Pengembangan Sumber Daya Manusia: Kunci Keberhasilan Pembangunan Jangka Panjang Munadil, Rifqi; Andi Baso Mumang; Ibrahim Arifin
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 01 (2024): Vol.1 No.1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i01.60

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia telah lama diakui sebagai factor krusial dalam mencapai keberhasilan pembangunan jangka panjang suatu negara. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ialah analisis deskriptif yang ditujukan untuk mendefinisikan atau mendeskripsikan subjek penelitian dari variabel yang telah ditentukan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki pengaruh yang positif dalam artian sangat berpengaruh sebagai kunci keberhasilan pembangunan jangka Panjang
Social Construction of Health in the Educational Sphere: A Literature Review Dina Arianti; Subhan, Dwiyani; Moh Arib Ramdhana; Ibrahim Arifin
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i3.309

Abstract

This study is rooted in the growing recognition that health within educational settings is not merely a physical condition but a socially constructed reality shaped through institutional interactions, cultural norms, and school policies. The aim of this research is to examine how meanings of health are constructed, reproduced, and interpreted by members of the school community. A qualitative descriptive approach with a narrative literature review design was employed to collect, synthesize, and critically analyze scholarly publications from the last decade related to school health, student wellbeing, and health literacy. Thematic analysis was used to identify central patterns and conceptual themes across the literature. Findings indicate that school climate, social relationships, family involvement, and pedagogical practices play essential roles in shaping students’ understanding of health, while structural barriers such as limited resources, unequal service provision, and weak program coordination—hinder the development of comprehensive health cultures in schools. The study concludes that health in education is a socially negotiated construct requiring holistic, collaborative, and sustained approaches. These insights contribute theoretically to social construction literature and offer practical recommendations for strengthening school health policy and practice.
Challenges and Opportunities of Information and Communication Technology Integration in Indonesian School Learning: A Critical Literature Review Sitti Nurwalyah; Nova Amelia; Sitti Patima; Ibrahim Arifin
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i3.313

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) in school learning represents a strategic agenda in contemporary educational transformation. This study aims to comprehensively examine the challenges and opportunities of ICT integration in Indonesian school learning through a critical literature review approach. Data were collected through a systematic search of relevant scholarly articles published in reputable national and international journals between 2016 and 2025. A total of 15 selected studies were analyzed using thematic analysis to identify dominant patterns and key findings. The results indicate that major challenges in ICT integration include disparities in digital infrastructure access, limitations in teachers’ pedagogical competence, and varying levels of acceptance of digital learning platforms. Conversely, ICT integration also offers significant opportunities to enhance instructional flexibility, student motivation, and access to diverse learning resources. This review highlights that successful ICT integration depends not only on technological availability but also on systemic readiness and sustained policy support. The findings of this study provide a conceptual foundation for policymakers and educators in developing inclusive and sustainable digital curriculum management in schools.
Patterns of Medical Pluralism in Health-Seeking Behavior among Communities in Barru Regency, South Sulawesi, Indonesia Nurul Auliah Nasrullah; Nurgah Tandirerung; Ivan Prayogi; Ibrahim Arifin
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i3.337

Abstract

This study examines how medical pluralism shapes health-seeking behavior among communities in Barru Regency, South Sulawesi, by analyzing the roles of cultural beliefs, clinical experience, and economic as well as accessibility factors in treatment decision-making. Employing a qualitative descriptive–exploratory design, data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document review involving community members, traditional healers, and formal health practitioners. Thematic analysis identified three main findings: culturally grounded beliefs that legitimize traditional medicine as a holistic and spiritually meaningful initial reference; clinically based trust that positions biomedical services as the primary source of diagnostic certainty and the management of serious illness; and economic and accessibility considerations that influence the sequence and intensity of health service utilization. These findings indicate that health-seeking behavior in Barru Regency is characterized by a sequential and complementary pattern of medical pluralism rather than a dichotomous opposition between traditional and modern medicine. Theoretically, this study contributes to the literature on health-seeking behavior by conceptualizing medical pluralism as a contextual social strategy, while practically highlighting the importance of culturally sensitive and integrative health service approaches. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pluralisme medis membentuk perilaku pencarian pengobatan masyarakat di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dengan menelaah peran kepercayaan budaya, pengalaman klinis, serta faktor ekonomi dan aksesibilitas dalam pengambilan keputusan berobat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan telaah dokumen yang melibatkan masyarakat, penyembuh tradisional, dan tenaga kesehatan formal. Analisis tematik menunjukkan tiga temuan utama, yaitu kepercayaan berbasis budaya yang melegitimasi pengobatan tradisional sebagai rujukan awal yang holistik dan bermakna spiritual, kepercayaan berbasis pengalaman klinis yang menempatkan layanan biomedis sebagai sumber utama kepastian diagnosis dan penanganan penyakit serius, serta faktor ekonomi dan aksesibilitas yang memengaruhi urutan serta intensitas pemanfaatan layanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencarian pengobatan masyarakat Barru dicirikan oleh pola pluralisme medis yang berurutan dan saling melengkapi, bukan pertentangan antara sistem tradisional dan modern. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian health-seeking behavior dengan memosisikan pluralisme medis sebagai strategi sosial yang kontekstual, sementara secara praktis menegaskan pentingnya pendekatan layanan kesehatan yang integratif dan sensitif budaya.
Analisis Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Pendidikan Karakter Di SMPN 2 Sungguminasa Sri Nurhalisah; Nur Ismi Arfah; Kartini; Ibrahim Arifin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15759

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai sejauh mana siswa memahami konsep pendidikan karakter di SMPN 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam siswa mengerti dan menghayati nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, dan spiritualitas yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, serta melihat perbedaan pemahaman pendidikan karakter antara siswa pria dan wanita. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan tinjauan pustaka yang ditujukan kepada guru dan siswa. Hasil yang diperoleh dari studi ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SMPN 2 Sungguminasa berjalan cukup efektif, yang terlihat dari meningkatnya kesadaran siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter selama kegiatan pembelajaran. Siswa berhasil menunjukkan sikap sopan, disiplin, dan partisipatif dalam proses belajar mereka. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, terutama terkait dengan konsistensi penerapan nilai-nilai karakter di luar sekolah. Temuan ini menunjukkan perlunya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan karakter siswa dalam jangka panjang.
Ketimpangan Dalam Sistem Yang Inklusif: Realitas Pelayanan BPJS Di Indonesia Susi Suusantiy; Putri Lestari; Sitti Aisyah; Ibrahim Arifin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15817

Abstract

Meskipun BPJS Kesehatan dirancang untuk memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ketimpangan dalam pelayanan BPJS, terutama terkait diskriminasi layanan, ketimpangan fasilitas, dan rendahnya efektivitas sistem. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan, serta artikel media terpercaya yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan lima isu utama: diskriminasi terhadap peserta BPJS di fasilitas kesehatan, ketimpangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan pedesaan, eksklusi digital dalam layanan daring, rendahnya efektivitas dan efisiensi pelayanan, serta lemahnya manajemen dan keterlibatan tenaga kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pelayanan publik seperti keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan belum sepenuhnya terimplementasi. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan yang menyeluruh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemerataan infrastruktur untuk mewujudkan layanan BPJS yang adil, inklusif, dan berkualitas.
Electoral compliance and cultural hegemony: The political economy of elite power in Indonesia’s village governance M Ridwan Said Ahmad; Jamaluddin Arifin; St. Haniah; Ibrahim Arifin; Risfaisal
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v13i1.94660

Abstract

Decentralization policies in Indonesia, particularly in Bone Regency, South Sulawesi Province, are often based on the assumption that decentralizing power will destroy traditional hierarchies and promote inclusive governance. However, this study challenges this optimistic view, arguing that without adequate social mechanisms, electoral mechanisms can paradoxically reinforce existing power structures rather than disrupt them. Using political contestation in the Pude Village Head Election as a critical case study, this study analyzes the resilience of feudalism within the framework of modern procedural democracy. Relying on extensive qualitative research, including in-depth interviews and observations of electoral maneuvers, the study explains how “elite fusion” distorts the democratic process. In Pude, local elites represent a powerful intersection of aristocrats, businesspeople, and religious leaders who collaborate to monopolize influence. Analysis shows that these actors exploit deep-rooted cultural doctrines not merely as tradition, but as a hegemonic tool to ensure political compliance. Consequently, patron-client relationships are manipulated to transform voting into an act of cultural obedience rather than rational political choice. Findings reveal that feudal power creates a severe democratic deficit, marked by low transparency, marginalization of non-elite voices, and suppression of genuine contestation. Theoretically, this research expands the literature on “elite capture” and neopatrimonialism by showing that cultural legitimacy is a form of political capital as powerful as economic resources in maintaining dynastic control. The study concludes that institutional reform alone is insufficient to advance substantive democracy; true democratization requires deconstructing feudal dependencies that render citizens subjects rather than empowered voters.