Claim Missing Document
Check
Articles

MOTIVASI BEROLAHRAGA DALAM KOMUNITAS JOGGING: STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF DI LAPANGAN TRISILA LANTAMAL X JAYAPURA Fonataba, Billy Smith; Guntoro, Tri Setyo; Sinaga, Evi; Putra, Miftah Fariz Prima; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Larung, Ermelinda Yersin Putri
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi masyarakat Kota Jayapura dalam melakukan aktivitas olahraga jogging di Lapangan Trisila Lantamal X Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 111 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku jogging adalah laki-laki (65,8%) dan berada pada rentang usia 21–29 tahun (49,5%). Motivasi masyarakat dianalisis berdasarkan dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik yang terdiri dari faktor fisiologis dan psikologis masing-masing menunjukkan persentase 50,4% dan 49,6%, yang mengindikasikan bahwa dorongan internal menjadi alasan utama masyarakat melakukan jogging. Sementara itu, motivasi ekstrinsik, meliputi faktor keluarga/teman (45%), sarana dan prasarana (35%), serta lingkungan (20%), tergolong kurang mendukung. Minta secara keseluruhan responden diperoleh pada kategori sedang sebesar 34.23%, disusul kategori sangat tinggi sebesar 25.33%, kategori tinggi sebesar 23.42%, kategori rendah 10.81% dan kategori sangat rendah sebesar 6.31%.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat masyarakat terhadap aktivitas jogging dominan pada kategori sedang, sehingga disarankan agar masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait lebih aktif dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat dan menarik melalui perbaikan fasilitas dan pengelolaan lingkungan.
ANALISIS MULTIDIMENSI FEMALE ATHLETE TRIAD (FAT) ATLET REMAJA PUTRI PAPUA: BUDAYA, GIZI, DAN PSIKOLOGIS Sinaga, Evi; Wanena, Tery; Putra, Miftah Fariz Prima; Sinaga, Eva; Sinaga, Dewi Oktavia
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor risiko Female Athlete Triad (FAT) secara multidimensi - meliputi aspek budaya, gizi, dan psikologis—pada atlet remaja putri Papua. Studi ini berangkat dari masalah FAT yang merusak kesehatan dan performa atlet, berujung pada penurunan prestasi, serta menjadi penghalang bagi program pembinaan olahraga dan pengembangan SDM Papua. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan mixed methods, melibatkan 25 atlet putri di SKO Papua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam untuk aspek budaya, pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk status gizi, serta kuesioner APSQid yang tervalidasi untuk mengukur tekanan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan interkoneksi yang kompleks dan erat antara ketiga aspek. Faktor budaya dan psikologis tidak hanya menjadi latar belakang, tetapi menjadi pendorong langsung yang memengaruhi perilaku makan (energy availability), yang berujung pada status kesehatan menstruasi dan tulang. Secara kuantitatif, teridentifikasi kerentanan FAT melalui proporsi atlet dengan status gizi underweight (4%), berisiko gemuk (4%), dan overweight (8%). Selain itu, lebih dari separuh sampel (60%) mengalami tingkat tekanan psikologis yang tinggi, mengindikasikan risiko low energy availability dan tekanan mental yang signifikan. Aspek budaya berperan dalam membentuk persepsi dan perilaku atlet, khususnya terkait kesehatan menstruasi, pola makan, dan citra tubuh. Kesimpulannya, pada atlet putri Papua FAT disebabkan oleh interaksi kompleks dimana budaya, psikologi, dan gizi saling memperkuat dalam satu siklus yang berkelanjutan.  
KONDISI FISIK ATLET LAYAR PORLASI PAPUA TAHUN 2025 Rumbino, Yan Hengki; Womsiwor, Daniel; Sinaga, Evi; Ita, Saharuddin; Ansar CS; Yudistira, Indra
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Kondisi Fisik Atlet Layar Porlasi Papua Tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik atlet layar Porlasi Papua Tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan pengukuran yang melibatkan sebanyak 12 atlet layar Porlasi Papua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar atlet Porlasi Papua memiliki kondisi fisik pada kategori rendah (33.33%). Sebanyak 33.33% memiliki kekuatan otot lengan pada kategori cukup, 33.33% kekuatan otot perut kategori baik sekali dan 33.33% kekuatan otot perut kategori baik, 50% VO2Max pada kategori bagus, 91.67% kekuatan otot tungkai pada kategori kurang sekali, 50% atlet memiliki kecepatan pada kategori sangat baik, 50% atlet memiliki kekuatan genggam tangan kanan pada kategori jelek dan 58.33% atlet Porlasi Papua memiliki kekuatan genggam tangan kiri pada kategori jelek. Kesimpulan: Meskipun terdapat beberapa aspek fisik yang baik, seperti kapasitas aerobik dan kecepatan, sebagian besar atlet Porlasi Papua memerlukan peningkatan dalam kekuatan otot tungkai dan genggaman tangan. Peningkatan ini penting untuk mendukung fisik dan performa optimal dalam kompetisi.
The effect of vitamin C supplementation on maximum physical activity toward leucocytes total Syahruddin, Syahruddin; Manfred Mandosir, Yohanis; Eka Wijaya Putra, I Putu; Sinaga, Evi; Kristanto, Budi
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 7 No 1 (2021): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2490.259 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v7i1.15715

Abstract

The purpose of study was to determine the effect of vitamin C supplementation on maximum physical activity on the total of leukocytes. Research method used a quasi-field experiment with pre-test design and post-test control group design. The study subjects consisted of four male non-athletes, aged 20-22 years. The number of leukocytes was measured before and after vitamin C supplementation with a dose of 100 mg and 500 mg in maximum activity, namely running to fatigue. Data normality was tested by Kolmogorov Smirnov and paired sample t-test was used to test for differences in the total of leukocytes before and after vitamin C supplementation. The results showed that the average number of respondents' leukocytes increased after maximal physical activity (∆ = 6,775) and after vitamin C supplementation 100 mg (∆ = 1300) and 500 mg (∆ = 550). Paired t-test showed a significant difference (p = 0.019) between the total of leukocytes before and after maximum physical activity. There was no significant difference between the supplementation of vitamin C at a dose of 100 mg (p = 0.09) and a dose of 500 mg (p = 0.95) on the total of leukocytes before and after maximum physical activity. So, it is concluded that maximum physical activity increases the number of leukocytes. However, there was no difference in the number of leukocytes before and after maximum physical activity in the supplementation of 100 mg and 500 mg of vitamin C
PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL PAPUA SEBAGAI STRATEGI MENGURANGI STRES DAN MENINGKATKAN FOKUS ATLET Larung, Ermelinda Yersin Putri; Mubarak, Muhammad Fitrah; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Sinaga, Evi; Putra, Miftah Fariz Prima; Prayoga, Aba Sandi; Palinata, Yahya Jakson
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v4i2.9004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis permainan tradisional Papua yang relevan untuk pelatihan atlet, menganalisis dampak permainan terhadap stres dan fokus, serta mengevaluasi persepsi atlet terhadap integrasi permainan tradisional dalam latihan mereka. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Responden terdiri dari 100 atlet dari berbagai cabang olahraga di Papua.(Fariz et al. 2023) Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi langsung selama sesi permainan tradisional. Analisis statistik digunakan untuk mengukur perubahan tingkat stres dan fokus sebelum serta sesudah partisipasi dalam permainan. Tahap ini melibatkan penyusunan temuan penelitian, membahas implikasi, dan menyarankan rekomendasi untuk mengatasi hambatan yang teridentifikasi. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa stress dan adaptasi terhadap olahraga tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi terlihat dari perhitungan yaitu R = 0.244 menunjukkan hubungan antara variabel stres dan adaptasi olahraga terhadap motivasi sebesar 24,4%, termasuk dalam kategori lemah.
PENERAPAN SCIENCE OF HYDRATION UNTUK MEWUJUDKAN GREEN HYDRATION DAN OPTIMALISASI PERFORMA ATLET MUDA DI SKO PAPUA Sinaga, Evi; Sinaga, Eva; Widyanto, Zainal; Nugroho, Juliant Salsabillah; Mahuse, Christhina Makmar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3280

Abstract

Atlet muda merupakan salah satu kelompok rentan dehidrasi, dehidrasi merupakan permasalahan klasik dan sering tidak disadari. Dampak dari dehidrasi pada atlet menyebabkan kelelahan, heat stroke, penurunan koordinasi, keseimbangan tubuh dan fokus hingga dapat menyebabkan cedera. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet muda tentang pencegahan dan penanganan dehidrasi dengan konsep green hydration serta pemantauan status hidrasi. Lebih jauh meningkatkan kesehatan dan performa atlet SKO. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari rangkaian kegiatan yang terdiri dari edukasi dan pelatihan dengan pre-test dan post-test, penerapan IPTEKS, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Sebanyak 23 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan meskipun tidak signifikan, terdapat perbedaan pengetahuan peserta edukasi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan dehidrasi dengan konsep “green hydration” sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan pelatihan (t hit < t tabel). Peningkatan pengetahuan hidrasi peserta kegiatan dalam kategori sedang (Rerata N-Gain = 0,67), sedangkan secara khusus untuk konsep green hydration juga dalam kategori sedang (rerata N-Gain = 0.52). Komunikasi yang intensif dengan mitra penting untuk menjaga komitmen keberlanjutan program ini yang pada akhirnya terwujud atlet yang terhidrasi optimal, sehat, berprestasi serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Pelatihan Gizi Olahraga Berbasis Kearifan Lokal Moringa Oleifera bagi Atlet Remaja Putri Papua Upaya Pencegahan Anemia di SMAS YPPK Taruna Dharma Larung, Ermelinda Yersin Putri; Nabuasa, Christin Debora; Ledoh, Cantika Candra; Nugroho, Juliant Salsabillah; Pandawa, Galang Raditya; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Putra, Mifta Fariz Prima; Sinaga, Evi; Effendi, Pamungkas Yulian; Prayoga, Aba Sandi; Mandosir, Yohanis. M.
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.5187

Abstract

Pelatihan gizi olahraga berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) di SMAS YPPK Taruna Dharma, Kota Jayapura, dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kesadaran pencegahan anemia pada siswi atlet remaja putri. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan berbasis masyarakat yang sejalan dengan agenda nasional pencegahan anemia remaja putri dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pendidikan tinggi. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan intensif, praktik langsung pengolahan kelor, pendampingan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan gizi peserta, dari 22,6% menjadi 83,9%, serta keterampilan mengolah kelor yang dikuasai oleh 60% siswi. Selain itu, sebanyak 20 resep olahan kelor terdokumentasi dan modul edukasi gizi serta buku saku resep berhasil disusun dan didistribusikan. Program ini juga mendorong perubahan perilaku konsumsi, meskipun kepatuhan TTD masih relatif rendah (25,8%). Namun, adanya kombinasi edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal telah meningkatkan kesadaran siswi tentang pentingnya menjaga kesehatan untuk mendukung prestasi akademik dan olahraga. Dokumentasi berupa artikel, poster, video, serta rencana publikasi ilmiah menambah nilai keberlanjutan program. Dengan pendekatan partisipatif, kegiatan ini terbukti relevan dalam mengurangi risiko anemia, meningkatkan literasi gizi, dan memberdayakan kearifan lokal Papua. Ke depan, program ini diharapkan menjadi model intervensi gizi berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan gizi serupa.
Literasi Hidrasi: Strategi Peningkatan Kesadaran pada Atlet Remaja Papua Sinaga, Evi; Hidayat, Rodhi Rusdianto; Putra, Miftah Fariz Prima; Larung, Ermelinda Yersin Putri; Asri, Astini; Kapitarauw, Rizal; Ngaderman, Renata Anastasya; Yigibalom, Nakinus; Sinaga, Eva
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.5254

Abstract

Dehidrasi pada atlet remaja merupakan masalah serius dengan dampak signifikan terhadap performa, kesehatan, dan perkembangan jangka panjang. Studi menunjukkan 40-60% atlet remaja memulai latihan dalam kondisi dehidrasi, yang diperparah oleh ketidakcukupan asupan cairan selama berolahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pencegahan dehidrasi melalui intervensi edukasi pada 15 atlet remaja Papua di Waena, Jayapura. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, simulasi penilaian tanda dan gejala dehidrasi, dan diskusi interaktif, dengan evaluasi menggunakan pretest-posttest. Hasil menunjukkan nilai rerata pretest sebesar 55.33 sedangkan posttest sebesar 98.87. Peningkatan pemahaman peserta yang signifikan dengan nilai N-Gain 102,28%, tergolong efektif berdasarkan kriteria standar. Disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan hidrasi atlet remaja. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pengembangan program edukasi dengan cakupan lebih luas dan perluasan materi tidak hanya terbatas pada hidrasi, tetapi juga aspek kesehatan lain yang mendukung performa atlet remaja.
Upaya optimalisasi tumbuh kembang anak melalui pendampingan dan edukasi “Isi Piringku” di SD Negeri 2 Koya Barat Semuel Piter Irab; Arius Togodly; Sartika Sinaga; Evi Sinaga; Eva Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.29568

Abstract

Abstrak Di era modern, berbagai tantangan muncul dalam upaya memberikan asupan gizi yang baik pada anak-anak khususnya anak sekolah. Gaya hidup yang sibuk, perubahan pola makan, dan akses makanan cepat saji dan jajanan kurang sehat menjadi penghambat penerapan pola makan sehat dan seimbang. Dilaporkan sebanyak 8% anak sekolah menderita obesitas sentral. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui edukasi menu seimbang. Anak-anak yang memiliki asupan makan yang bernutrisi berpeluang lebih baik untuk tubuh menjadi individu yang sehat, cerdas dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terpenuhinya salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak tentang konsep “Isi Piringku” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga menjalin kerjasama antara pihak Universitas Cenderawasih khususnya Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UNCEN dengan pihak SD Negeri 2 Koya Barat.  Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa/i mengetahui informasi tentang konsep isi priingku dan mampu melakukan simulasi yaitu dengan memilih makanan dan menyusun isi piring makan peserta sesuai konsep “Isi piringku”, serta terpenuhinya salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat dan menjadi bahan publikasi serta kerjasama eksternal dengan lembaga/institusi yaitu SD Negeri 2 Koya Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk edukasi dan pendampingan yang dilakukan dengan cara memberikan ceramah dan demonstrasi yang diikuti oleh 38 siswa/i dan 1 guru SD Negeri 2 Koya Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan Uji Independent t-test, diperoleh peningkatan pengetahuan dalam kategori tinggi (Rerata %N-Gain: 89.52%). Kata kunci: pendidikan kesehatan; isi piringku; siswa SD Abstract In the modern era, various challenges arise in the effort to provide good nutrition to children, especially school-aged children. Busy lifestyles, changes in eating patterns, and access to fast food and unhealthy snacks hinder the implementation of a healthy and balanced diet. It was reported that 8% of school children suffer from central obesity. Therefore, concrete efforts are needed to optimize children's growth and development through balanced menu education. Children who have a nutritious diet are more likely to grow into healthy, intelligent individuals with good immunity. The purpose of the community service activity is to fulfill one of the Tri Dharma of Higher Education, namely community service, and to enhance children's knowledge and skills about the "My Plate" concept as an effort to optimize child development. This activity also establishes cooperation between Cenderawasih University, specifically the Public Health Study Program at FKM UNCEN, and SD Negeri 2 Koya Barat. The benefits of this activity include students gaining information about the "My Plate" concept and being able to simulate it by selecting food and arranging the participants' plates according to the "My Plate" concept. Additionally, it fulfills one of the three pillars of higher education, which is community service, and serves as a basis for publication and external collaboration with the institution, namely SD Negeri 2 Koya Barat. This community service activity took the form of education and mentoring, conducted through lectures and demonstrations attended by 38 students and 1 teacher from SD Negeri 2 Koya Barat. Data collection was conducted using questionnaires, and the data were analyzed using the Independent t-test. An increase in knowledge in the high category was obtained (Mean %N-Gain: 89.52%). Keywords: health education; my plate; elementary school students
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.
Co-Authors Adelia, Syarifa Agnes Supraptiwi Rahayu Agus Zainuri Akhmad Kadir Aleda Mawena Ansar CS Arius Togodly Asri, Astini Astini Asri Awantano, Jems R. Rikson Ayub Permenas Konsub Kapitarauw Babingga, Hariyanto Budi Kristanto Budi Kristanto CS, Ansar Daniel Womsiwor Daniel Womsiwor Dewi Nurhidayah Dwipa, Bhakti Saka Effendi, Pamungkas Yulian Ermelinda Yersin Putri Larung Ermelinda Yersin Putri Larung Eva Sinaga Eva Sinaga Eva Sinaga EVA SINAGA Eva Sinaga Fitrine Christiane Abidjulu Fonataba, Billy Smith Fransisca B Batticaca Fredika Novela Usior Friska Sari Gracia Sinaga Friska Sari Gracia Sinaga Gandinni, Nanda Aprilia Gerdha Kristina Ivony Numberi I Putu Eka Wijaya Putra I Putu Eka Wijaya Putra Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ikhsan Ikhsan Indra Yudistira Ipa Sari Kardi Irfan Deny Oktavian Irfan Deny Oktavian Islam, Syahrizal Jelita, Skolastika Jems R. Awantano John Toding Padang Johni J Numberi Juliant Salsabillah Nugroho Junalia Muhammad Kapitarauw, Rizal Kurdi Kurdi Kurdi Kurdi Kurdi KUSTIAWAN, ANDRI ARIF Larung, Ermelinda Yersin Putri Ledoh, Cantika Candra Ledoh, Cartika Candra Lewier, Meilani Paulina Mahuse, Christhina Makmar Mandosir, Yohanis M. Mandosir, Yohanis. M. Mangolo, Ewendi W. Mantiri, Grace Janice Martha Meilani Paulina Lewier Mia, Chirtitia Miftah Fariz Prima Putra Miftah Fariz Putra Monika Gultom Mulait, Carles Sari Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Ngaderman, Renata Anastasya Ngaderman, Renata Anastasya Engelique Nova F. Rumaropen Nugroho, Juliant Salsabillah Oscar Oswald O. Wambrauw Palinata, Yahya Jakson Pandawa, Galang Raditya Pigome, Ami Cristina PRAYOGA, ABA SANDI Priskilla Irene Sahureka Putra, Mifta Fariz Prima Raihan Ramadhan Abdullah Ramadhani, Yulia Cinta Remuz MB Kmurawak Rodhi Rusdianto Hidayat Rosmin M. Tingginehe Rumbino, Yan Hengki Saharuddin Ita Samal, Asmathil Bari Samuel Piter Irab Samuel Piter Irab Sarni Rante Allo Bela Sartika Sinaga Selpianus Dimi Sembiring, Desy Anita Karolina Semuel Piter Irab Sinaga, Dewi Oktavia Sirampun, Elsi Siska Sinaga Soleh Solahuddin Soleh Solahuddin Suharjana . Suriani Korwa Sutoro . Sutoro Sutoro Syahruddin Syahruddin Syamsul Arifin Tery Wanena Tianingsih, Yulis Togodly, Arius Trajanus Laurens Jembise Tri Setyo Guntoro Untung Muhdiarto Wahyu Indra Bayu Watiningsih, Rita Welly Lokollo Widiyanto Widiyanto Widyanto, Zainal Wigati Yektiningtyas Yahya Jecson Palinata Yekti Wirawanni Yigibalom, Nakinus Yohanis Manfred Mandosir Yos Wandik Yudistira, Indra Yulia Citra Ramadhani Yunita Kaitana Yunita Kristina