Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Kesadaran Kemanusiaan di Era Digital: Tantangan Literasi Digital dan Implementasi Rahmawanti, Fera Dwi; Iskandar, Ranu
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 2 (2025): COMPLEX - Agustus
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital telah menjadi ketrampilan penting dalam kehidupan masyarakat global, terutama berkembang di era digitalisasi. Artikel ini menggunakan metode literature riview untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi hasil-hasil penelitian yang bertujuan menganalisis perkembangan konsep literasi digital melalui tinjauan literatur terkait  konsep, strategi, tantangan, dan implementasi. Literasi digital menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap individu, terutama pelajar dan pendidik untuk dapat beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi di era saat ini. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pentingnya pengembangan literasi digital dalam  menggunakan perangkat digital, juga pemahaman kritis terhadap informasi digital dan etika berinternet, serta ketrampilan mengevaluasi informasi. Tantangan utama yang sering ditemukan mencakup kesenjangan digital, kurangnya pelatihan guru dan orangtua, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber.
PENGARUH DRAMA KOREA TERHADAP LITERASI DIGITAL DAN KEMANUSIAAN Lintang Ratu Wastika; Ranu Iskandar
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2025): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/dkr3fw90

Abstract

Korean drama, or K-Drama, has become a widespread popular cultural phenomenon in many countries, including Indonesia, and has a significant influence on media consumption patterns and digital literacy among young people. This study uses a descriptive-qualitative approach based on a literature review to further explore the influence of Korean drama on digital literacy and humanitarian values among the younger generation. The study focuses on how Korean drama affects these aspects. The findings indicate that watching Korean dramas encourages young people to actively use digital media and technology to search for, understand, and produce digital information. This indirectly enhances their digital literacy skills, including the ability to think critically, evaluate information sources, and communicate digitally. Korean dramas also teach social and moral values such as tolerance, empathy, and social care. These values can strengthen humanitarian values in society if they are well received and practiced. However, the study also shows that excessive consumption has the potential to disrupt productivity, reduce direct social interaction, and increase the likelihood of social isolation, all of which can damage the quality of humanity. This study affirms that Korean drama has a dual potential: as a form of entertainment and an effective educational tool to shape a digitally literate and highly humane younger generation. The successful utilization of Korean drama heavily depends on wise media consumption management as well as support from education and families in creating a balance between the digital world and the real world. The results provide recommendations for educators, parents, and policymakers to guide the healthy and productive use of digital media. This will enable the maximization of digital literacy and humanitarian values in the era of globalization.
ETIKA BERMEDIA SOSIAL: LITERASI DIGITAL SEBAGAI BEKAL ANAK MUDA Najwa Faradila; Ranu Iskandar
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4692

Abstract

Fenomena tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh anak muda Indonesia belum diiringi dengan tingkat literasi digital yang mamadai, sehingga memunculkan berbagai pelanggaran etika digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis keterkaitan antara literasi digital dan perilaku etis dalam penggunaan media sosial oleh generasi muda. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, kajian ini  mengkaji literatur primer dan sekunder dari bidang komunikasi, pendidikan, dan etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman terhadap etika digital berhubungan erat dengan kurangnya pembekalan literasi digital yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif. Nilai-nilai etika seperti seperti tanggung jawab, empati, dan kesadaran sosial belum tertanam kuat dalam budaya digital anak muda. Kajian ini menyimpulkan bahwa literasi digital yang kontekstual dan menyeluruh  dapat menjadi fondasi strategis dalam membentuk etika bermedia sosial yang sehat. Implikasinya, diperbolehkan kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, komunitas, dan platfrom digital untuk memperkuat kurikulum dan kebijakan literasi digital berbasis etika.
Remaja, Media Sosial, dan Literasi Digital: Antara Ekspresi Diri dan Tanggung Jawab Digital Yulia Rhoma Fitriyani; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4704

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial di kalangan remaja telah membawa dampak signifikan terhadap cara mereka berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membentuk identitas sosial. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial tidak selalu diiringi dengan literasi digital yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai risiko digital seperti hoaks, cyberbullying, dan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ekspresi diri dan tanggung jawab digital pada remaja serta mengidentifikasi strategi literasi digital yang relevan untuk mendorong penggunaan media sosial secara sehat dan bijak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja membutuhkan pendekatan literasi digital yang tidak hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek etika, emosional, dan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam memperkuat kesadaran remaja terhadap dampak dan tanggung jawab digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan program literasi digital yang kontekstual serta menjadi referensi bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan. Dengan demikian, literasi digital dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab secara digital.
Bijak Bermedia Sosial: Literasi Digital Sebagai Pilar Kemanusiaan Modern Aisyah Nur Hidayah; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4877

Abstract

Perkembangan media digital telah memberikan dampak yang besar terhadap interaksi manusia dan pembentukan opini publik. Dengan kemunculan berbagai platform jejaring sosial, masyarakat kini menghadapi banjir informasi yang tidak selalu dapat dipercaya dan seringkali memicu polarisasi sosial. Artikel ini membahas literasi digital sebagai pilar penting dalam mendorong penggunaan media sosial yang etis dan bertanggung jawab. Literasi digital tidak hanya menyangkut kemampuan teknis menggunakan perangkat digital, tetapi juga mencakup pemahaman kritis terhadap informasi, kesadaran akan dampak perilaku digital, dan pengamalan nilai-nilai etis dalam komunikasi daring. Studi ini menyoroti bagaimana individu menavigasi ruang digital dan bagaimana literasi digital berkontribusi terhadap kemanusiaan modern melalui penguatan empati, berpikir kritis, dan etika digital. Melalui pendekatan kualitatif berupa studi literatur dan analisis wacana, penelitian ini menekankan peran pendidikan dalam membentuk warga digital yang tangguh, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang sehat, inklusif, serta demokratis. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai urgensi literasi digital dalam mewujudkan masyarakat digital yang lebih manusiawi dan beradab.
Bijak Menggunakan Sosial Media: Peran Literasi Digital Dalam Mengelola Jejak Digital Anis Maftukhah; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4933

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk mengurangi ancaman terhadap keamanan digital di platform media sosial dengan cara meningkatkan pemahaman pengguna mengenai pengunggahan dan berbagi informasi yang lebih bijaksana. Keterampilan literasi digital berperan sangat penting dalam mendukung masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih baik dalam mengelola jejak digital mereka. Jejak digital adalah semua informasi yang ditinggalkan, baik secara sadar maupun tidak, di dunia maya dan bisa berdampak besar pada aspek keamanan, citra, dan peluang kerja seseorang. Dengan semakin meningkatnya aktivitas di dunia digital, pengguna perlu menyadari konsekuensi dari setiap perilaku mereka di internet. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengevaluasi literatur ilmiah yang berhubungan dengan literasi digital, pemanfaatan media sosial, serta pengelolaan jejak digital dengan cara yang menyeluruh. Salah satu temuan utama dari studi ini adalah pengembangan Model Literasi Digital 4P, yang mencakup Pengenalan, Pemahaman, Praktik, dan Penilaian Diri. Model ini menyajikan sebuah kerangka sistematis yang membantu individu dalam mendapatkan ilmu, keterampilan teknis, dan etika digital, yang diperlukan untuk mengatur informasi pribadi serta membangun citra diri yang baik. Dengan menerapkan literasi digital yang efektif, diharapkan para pengguna internet dapat menggunakan teknologi dengan aman, bertanggung jawab, dan produktif, sambil menjaga privasi dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan positif. Kajian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran tentang dampak dari aktivitas digital guna mencegah partisipasi dalam kejahatan siber serta mendukung kemajuan pribadi dan profesional di zaman digital ini.
Media Sosial dan Citra Diri: Literasi Digital sebagai Kunci Mencegah Krisis Mental di Dunia Online Kayla Izza Putri; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4979

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, terutama melalui penggunaan media sosial yang intens. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, pembentukan citra diri digital, kesehatan mental remaja, serta peran literasi digital sebagai instrumen preventif terhadap krisis mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yang memanfaatkan berbagai literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional terbitan 2015–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi tematik menurut Braun dan Clarke (2006), dengan empat tema utama: (1) dampak media sosial terhadap kondisi psikologis remaja, (2) dinamika pembentukan citra diri digital, (3) krisis identitas di ruang online, dan (4) peran literasi digital dalam ketahanan mental. Hasil studi menunjukkan bahwa media sosial dapat memicu disonansi identitas dan gangguan psikologis, terutama ketika citra diri yang dibentuk tidak mencerminkan realitas. Di sisi lain, literasi digital terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis remaja melalui kemampuan berpikir kritis, manajemen emosi, dan kesadaran akan representasi diri digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital dalam pendidikan merupakan langkah strategis untuk menanggulangi krisis mental remaja akibat tekanan dari media sosial.
Tantangan Literasi Digital yang dihadapi Lansia di Tengah Tranformasi Digital Mazaya Qanita Nizwa; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4981

Abstract

Transformasi digital yang cepat mengharuskan semua segmen masyarakat, termasuk lansia, untuk bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Sayangnya, individu lansia sering kali menghadapi berbagai kesulitan dalam pemanfaatan dan akses terhadap perangkat digital, baik dari aspek fisik, mental, teknis, maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai rintangan tersebut serta menunjukkan betapa pentingnya kemampuan beradaptasi dengan teknologi bagi orang tua di zaman digital. Metode yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan studi pustaka melalui ulasan literatur dari jurnal akademik, buku-buku, dan dokumen kebijakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya kendala fisik dan mental, kurangnya keterampilan teknis, serta terbatasnya dukungan sosial merupakan penyebab utama yang menghambat kemampuan adaptasi digital bagi orang tua. Di sisi lain, dukungan dari keluarga dan komunitas, terutama dari generasi muda, memiliki peranan yang krusial dalam membantu dan mendorong orang tua untuk lebih percaya diri dan mandiri dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa literasi digital lebih dari sekadar keterampilan teknis; ini juga merupakan hak bagi lansia untuk tetap terhubung, mandiri, dan terlindungi pada era digital. Diharapkan, hasil penemuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang program literasi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Literasi Digital Untuk Interaksi Yang Bermakna Envira Zahra Putri Prasetya; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4984

Abstract

Pada dewasa ini, banyak fenomena negatif terjadi di tengah masyarakat Indonesia, seperti perundungan di media sosial, rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi palsu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program literasi digital sebagai upaya membentuk karakter masyarakat digital di Indonesia, serta menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber utama berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik. Pendekatan kualitatif dipilih karena dianggap mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data diperoleh melalui penelusuran sumber ilmiah daring seperti Google Scholar dan Google Cendekia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang kritis, etis, dan cerdas dalam menghadapi era digital. Tantangan masih dihadapi masyarakat Indonesia dalam menggunakan teknologi secara bijak, sehingga peningkatan literasi digital menjadi hal yang mendesak.
Menggabungkan Teknologi dan Empati untuk Mewujudkan Dunia Digital yang Lebih Manusiawi Pramita Sekar Dwi Pangesti; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4999

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah secara signifikan mengubah cara manusia menjalin komunikasi, membangun hubungan sosial, dan menjalankan rutinitas harian. Di balik berbagai kemudahan yang diberikan, seperti akses informasi instan dan konektivitas tanpa batas, tersimpan tantangan besar berupa maraknya perundungan daring, hoaks, kecanduan teknologi, serta melemahnya rasa empati di dunia maya. Situasi ini menegaskan perlunya menghadirkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam pengembangan dan penggunaan teknologi. Tulisan ini mengupas pentingnya penerapan empati digital sebagai pendekatan yang mampu mengarahkan interaksi digital ke arah yang lebih etis dan manusiawi. Melalui analisis literatur dan refleksi kritis, artikel ini menyoroti peran desain teknologi yang berfokus pada manusia, kecerdasan buatan yang peka terhadap emosi, serta literasi digital yang menekankan aspek emosional. Di akhir pembahasan, ditegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak seperti akademisi, pengembang, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya ruang digital yang bukan hanya modern secara teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai sosial dan empatik.
Co-Authors , Khoirul Huda Aam Maulana Ikhsan Abdillah Habib Al Misbah Abdillah Habib Al Misbah Abdillah Habib Al’Misbah Abdurrahman Abdurrahman Ade Putra Adkha, Nur Faizal Ahda, Zahrah Zakiya Aisyah Nur Hidayah Ajhi Bangun Priambudi Al Hazamy, Muhammad Fuad Aldias Bahatmaka Alfarizy, Ibnu Alfath, Muhammad Rofiq Banu Alwidad, R. M. Rois Alya Widya Natasya Al’Misbah, Abdillah Habib Amirudin, Eka Andi Abdullah Ghyferi Andra Andika Putra anggie marsyaelina Anik Maghfiroh Anis Maftukhah Arif Budiman , Febrian Arrijah, Hanalinda Kubrus Asri, Sarwi Bakti Laksono Budiman, Febrian Arif Burhanudin, Muh. Winarno Cahyo Adin Nugroho Chusen Ismail Sidiq Cokro, Sulistio Darsono, Febri Budi Devi Aisa Fitri Devina Eka Namira Dharma, Mahardika Setya Dhuha, Wahyu Nur Dian Refiana Didik Supriadi Diena Nadiya Sari Dita Aulia Rahma Dzaky Riyavika Prasetyo Eka Amirudin Ekarini, Fitria Eliza Laura Panjaitan Envira Zahra Putri Prasetya Fadlu, Vio Faiz, M. Agung Nur Farras, Herdin Bergas Fatah, Amirrudin Fatchul Arifin Faza, Muhammad Iqbal Fiqih Abi Mahardika Fiqri Fadillah Fahmi Firmansyah, Muhammad Raihan Fitri, Devi Aisa Fitriyana, Deni Fajar Fuatzin, Ignas Gendroyono, R. Ambar Kuntoro Mursit Hafizh, Muh. Abiyyu Hamdi, Ilham Falah Hanif Hidayat Hanif Nurfa'iq HAQ, RIJALUL Harahap, M. Abiyyu Hafizh Herdin Bergas Farras Hidayat, Hanif Ibnu Alfarizy Ikhsan, Aam Maulana Ilham Falah Hamdi Imanu Danar Herunandi Ja'far Faris Nashiruddin Kayla Adinda Rizki Kayla Izza Putri Khoiruddin, Muhammad Alfa Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khoirul Huda Khoirul Huda Komara, Sasetyo Kriswanto Kriswanto Kriswanto Kuncahyo, Wahyu Ady Priyo Laksono, Bakti Leksono, Panggah Bowo Lintang Ratu Wastika M. Abiyyu Hafizh Harahap M. Agung Nur Faiz M. Aufa Nabil M. Sadewa Mikadilana Mahardika Setya Dharma Mahardika, Fiqih Abi Maharudin Wira Pratama Mahasurya, Muhammad Saddam Malik, Muhamad Bani Maturidi, Rusman Maulana, Muhammad Akmal Mazaya Qanita Nizwa Mera Kartika Delimayanti Miftakhun Nuril Mikadilana, M. Sadewa Misbah, Abdillah Habib Al Muh. Abiyyu Hafizh Muh. Ridwan Prananda Muh. Rizki Ivan Setiawan Muh. Winarno Burhanudin Muhammad Akmal Maulana Muhammad Dwi Saputra Muhammad Raihan Firmansyah Muhammad Rizal Saputra Muhammad Rofiq Banu Alfath Muhammad Ryo Suhartian Muhammad Saddam Mahasurya Muhammad Saddam Mahasurya Muhammad Syafiulloh Muhammad Yusuf Wibowo Muhammad Zia Ulhakim Nabil, M. Aufa Nadhiva Qothrunnada Najiah, Siti Thoifatun Najwa Devi Rosiana Najwa Faradila Nashiruddin, Ja'far Faris Natasya, Alya Widya Neena Calysta Abram Ningsih, Ayup Suran Nugroho Fajar Susanto Nugroho, Cahyo Adin Nurfa'iq, Hanif Nurhayatun, Agustin Nuri Aslami Nuril, Miftakhun Panjaitan, Eliza Laura Parjono, Pudji Pramita Sekar Dwi Pangesti Pramu Pramu Prananda, Muh. Ridwan Prasetyo Prasetyo Prasetyo, Aditya Prasetyo, Dzaky Riyavika Prasetyo, Syaeful Adji Pratama, Iqbal Kend Pratama, Maharudin Wira Pratama, Sholikhul Yudha Pratiwi, Endang Priambudi, Ajhi Bangun Priyasigit, Tri Wahyu Putra, Andra Andika Putri Khoirin Nashiroh Putu Sudira Putu Sudira Qothrunnada, Nadhiva R. M. Rois Alwidad Rafif Dimas Pratama Raharjo, Naufal Gesang Rahmat Doni Widodo Rahmawanti, Fera Dwi Ramadhan, Dimas Iqbal Ramadhani, Restu Kurnia Ramadhani, Risky Ratu Okta, Yang Refiana, Dian Risky Ramadhani Rizki Maulana, Rizki Rizki Setiadi Rizqi Fitri Naryanto Rizqi Fitri Naryanto Rokhayatun, Umi Rusiyanto Rusiyanto Rusman Maturidi Saputra, Muhammad Dwi Saputra, Muhammad Rizal Satria Bayu Segoro Segoro, Satria Bayu Setiawan, Muh. Rizki Ivan Sholikhul Yudha Pratama Sidiq, Chusen Ismail Silmi Walidah Salisa Sudiyatno Sudiyatno Suhartian, Muhammad Ryo Sukoco, Imam Sukoco, Muhammad Galuh Aji Mahardika Lanang Sukrina, Nur Fitri Supriadi, Didik Surachman, Muhammad Ilham Susanto, Nugroho Fajar Syafei, M. Hilman Gumelar Syafiulloh, Muhammad Thomas Sukardi Tirta, Bayu Tri Wahyu Priyasigit Ulhakim, Muhammad Zia Utami, Nunik Widia Vio Fadlu Wahyu Nur Dhuha Wahyudi Wahyudi Wakijah, Siti Warsiti Warsiti Warsiti Warsiti Waskito, Wiji Ninggar Wibowo, Gigih Winarko, Chandra Adi Wisnujati, Galih Prapdipto Yohanes Pembaptis Andika Cahyo Utomo Yohanes Primadiyono, Yohanes Yulia Rhoma Fitriyani Yulianto, Muhammad Dwi Zaki, Kaka Ibnu