Claim Missing Document
Check
Articles

Environment Cultural Learning Model: A New Perception in Socio-Cultural-Based Environment History Learning Deny Yudo Wahyudi; Daya Negri Wijaya; Heny Kusdiyanti; Shela Dwi Utari; Wiwik Astuti
Historia Vol 14 No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.14289

Abstract

The purpose of this study is to describe a new learning model for teaching environmental history based on a sociocultural approach. This research employs a qualitative design, in which questionnaires were distributed to history teachers to collect data. The analysis process was conducted in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of this study is the development of a new learning model referred to as Environment Cultural Learning. This model has a syntax consisting of five stages: exploration, contextualization, application, collaboration, and reflection. The findings indicate that no specific model has previously outlined environmental history along with sociocultural values. Therefore, this study aims to provide an innovative learning model to support teachers. The Environment Cultural Learning model can be applied in the teaching of environmental history by exploring the environment and identifying sociocultural values that can be taught to students. This model consists of five stages: exploration, contextualization, application, collaboration, and reflection.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH BATTLE PADA MATA PELAJARAN IPS Isna Zumrotul Abidah; Deny Yudo Wahyudi; Sumari yani
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jiipsi.v6i1.5321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran flash battle pada mata pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develompment, Implementation, Evaluation). Dengan latar belakang ini dengan masalah yang sering terjadi didalam kelas yang sering terjadi yaitu rendahnya kerjasama peserta didik peserta kurang fokusnya selama pembelajaran berlangsung, dengan dampak penurunnya efektivitas pembelajaran dan sebuah pencapaian kompetensi. Inovasi media dengan flash battle dirancang sebagai solusi interaktif dari flashcard competition guna mendorong siswa agar aktif, bekerja sama dalam kelompok, serta terlibat secara kognitif dan juga efektif. Proses pengembangan yang telah dilakukan secara sistematis dengan menggunakan ADDIE. Validasi bersama para ahli materi dan ahli media guna menunjukkan media yang telah di buat untuk memenuhi kriteria kelayakan. Uji coba yang telah dikakukan pada peserta didik kelas IX H menggunakan pendekatan kuantitatif melalui instrumen angket skala likert guna mengukur peningkatan kerjasama dan fokus belajar ketika pembelajaran berlangsung, peningkatan kerjasama seperti kominikasi kelompok, partisipasi aktif, dan kekompakan terhadap kelompok. Selain itu aspek yang perlu di lakukan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kosentrasi, antusiasme dan keterlibatan peserta didik. Media inovasi yang telah di buat menunjukkan media flash battle tidak hanya layak digunakan, tetapi juga efektif dalam mengatasi permasalahan dalam pembelajaran IPS yang cenderung pasif dan monoton. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya sebuah pendekatan inovasi yang berbasis partisipasi dan kompetisi untuk membangun pembelajaran yang secara koloboratif dan menyenangkan.
Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Sejarah Melalui Aplikasi Flip Pdf Pro dan Canva dalam Materi Biografi Harun Bin Said Untuk Menanamkan Nilai Kepahlawanan dan Kesadaran Sejarah Peserta Didik Kelas XII di Sma Muhammadyah 6 Gresik Nur Hasanah; Joko Sayono; Deny Yudo Wahyudi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v9i1p13-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul sebagai bahan ajar untuk menanamkan nilai kepahlawanan dan kesadaran Sejarah peserta didik SMA Muhammadyah 6 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi dari model ADDIE, yang terdiri dari tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Hasil uji kelayakan dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar yang mayoritas peserta didik hanya mengenal sebatas tokoh Harun bin Said bukan beserta peranannya. Berdasarkan hasil penelitian dan uji coba kelompok, pengembangan E-Modul memenuhi kelayakan sebagai bahan ajar yang memudahkan akses dan memiliki fitur sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam menunjang kegiatan pembelajaran Sejarah.
Analisis Potensi Situs Makam Gusti Ayu Made Rai (Siti Khotijah) sebagai Materi Sejarah Berwawasan Kebangsaan Yuli Fitriani; Deny Yudo Wahyudi; Joko Sayono; Moch Nizam Alfahmi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v9i1p109-120

Abstract

Kekayaan nilai pluralisme pada situs lokal sering kali belum terakomodasi secara maksimal dalam materi pembelajaran sejarah di sekolah. Seperti yang terjadi pada situs makam Gusti Ayu Made Rai (Siti Khotijah) yang memiliki nilai akulturasi tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai materi sejarah berwawasan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi situs makam Gusti Ayu Made Rai (Siti Khotijah) sebagai materi sejarah berwawasan kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs ini memiliki potensi yang signifikan sebagai materi sejarah lokal berwawasan kebangsaan karena mengandung nilai-nilai fundamental seperti toleransi, persaudaraan lintas agama (menyama braya), dan harmoni lingkungan yang terekam dalam kisah sejarah beliau dan bukti fisik akulturasi budaya Hindu dan Islam pada arsitektur situs. Pemanfaatan situs ini sebagai materi sejarah dapat memberikan pengalaman belajar yang konkret, inklusif, dan harmonis, sehingga mampu memperkuat pemahaman akulturasi budaya sekaligus membentuk jati diri siswa yang bijaksana dalam menyikapi keberagaman melalui perspektif sejarah lokal yang relevan.
Menyemai Cara Berpikir Historis Melalui Kursus Sejarah Persilangan Budaya Untuk MGMP Sejarah Jawa Timur Deny Yudo Wahyudi; Slamet Sujud Purnawan Jati; Daya Negri Wijaya; Najib Jauhari; Shela Dwi Utari; Gentur Israj’ Maulana; Muhammad ‘Afwan Mufti; Privera Ajeng Ersanda; Shovi Wiranata Febriani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 2 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i2.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada guru guna memberikan penyadaran sejarah. Meskipun banyak guru yang sudah memiliki dan menghayati nilai-nilai toleransi, keterbukaan, dan kerjasama dalam kehidupannya. Akan tetapi, kebanyakan masih belum tahu caranya mengaplikasikan atau merelevansikan kondisi di masa lalu dan masa kini. Bahkan beberapa guru masih rancu dalam memahami konsep, teori, dan contoh kasus sejarah persilangan budaya. Oleh karena itu, tim penelitian berupaya untuk memfasilitasi kesenjangan pengetahuan itu dengan mengorganisasikan sebuah kursus sejarah persilangan budaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengikuti beberapa langkah: (1) Analisis Situasi; (2) Rekomendasi Kegiatan; (3) Perancangan kurikulum dan perangkat pembelajaran untuk kursus sejarah persilangan budaya Nusantara via Google Classroom; (4) Penyusunan Buku Saku “Identitas Hibrida Masyarakat Ambon”; (5) Promosi kegiatan; (6) Penjaringan peserta kegiatan; (7) Pelaksanaan Kursus; (8) Evaluasi kegiatan penelitian by google form; (9) pengumpulan infografi sejarah; dan (10) Rencana tindak lanjut kegiatan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini akan tetap dilakukan tahun depan dengan tetap menggandeng MGMP Sejarah Jawa Timur, Secara bersambung, tim penelitian akan tetap berkoordinasi dengan MGMP Sejarah Jawa Timur untuk menentukan lokasi kegiatan tahun depan, Tim penelitian akan mengombinasikan kegiatan luring (diskusi panel dan ekskursi situs) dan daring (via webinar).