Claim Missing Document
Check
Articles

Pkm Pelatihan Membuat Abon Cabe Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Polewali Mandar Sulasminah, Dwiyatmi; Usman, Usman; Hadi, Purwaka; Bastiana, Bastiana; Meidina, Tatiana; Kasmawati, St.; Saleh, Wizerti Ariestuti; Mappincara, A.
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 1 No 1 January 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v1i1.18858

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) partner is Polewali State SLB. The problems are: (1) the lack of knowledge and skills of students with special needs for independent living after they graduate from school. (2) students with special needs need to be given skills for their independent lives in society in the future, (3) it is necessary to design a simple vocational skills program by schools so that students with special needs gain social and economic independence, (4) students with special needs in Polewali state SLB have not once given the skill of making shredded chilies. The external target is students with special needs to have independence both socially and economically through training in making shredded chilies. The methods used are: lectures, demonstrations, questions and answers, with partners. The results achieved are (1) partners have knowledge and skills in independent life, (2) partners acquire simple life skills. (3) partners get information about vocational skills programs for students with special needs, (4) students get knowledge and skills in making shredded chilies, (5) the skills that have been given inspire schools to teach skills in making shredded chilies to culinary skills
Pelatihan Penanganan Kelainan Gerak Anak Cerebral Palsy bagi Guru-guru di SLB Negeri 1 Takalar Meidina, Tatiana; Sulasminah, Dwiyatmi; Mutahara, Nurul; Mubar, Muh. Maaris; Putri, Reza Sttarna
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i3.414

Abstract

Cerebral palsy (CP) adalah gangguan perkembangan motorik akibat kerusakan otak yang terjadi pada periode prenatal, perinatal, atau postnatal dini. Anak CP memerlukan pendekatan interdisipliner dan adaptasi lingkungan agar dapat berpartisipasi optimal di sekolah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SLB Negeri 1 Takalar dalam penanganan dasar gangguan gerak anak CP, termasuk pemahaman tentang konsep CP serta latihan fungsional sederhana. Kegiatan diikuti oleh 28 guru baik guru yang berstatus PNS, P3K maupun guru honorer. Metode pelatihan meliputi sesi teori, demonstrasi praktik, latihan terstruktur, serta evaluasi pre-post tes serta lembar angket untuk menilai evaluasi proses. Hasil yang diperoleh berdasarkan evaluasi proses adalah terjadinya peningkatan kemampuan guru dalam melakukan penanganan kelainan gerak menggunakan alat bantu terapi dan ambulasi yang ada di sekolah serta berdasarkan evaluasi hasil terjadi peningkatan dari hasil pretes dengan kategori mayoritas kurang dan cukup menjadi baik dan sangat baik .
Peningkatan kemampuan membaca pemahaman menggunakan media e-flashcard pada siswa cerebral palsy kelas v di SLBN 1 Takalar Meidina, Tatiana; Sulasminah, Dwiyatmi; Bastiana, Bastiana; Mubar, Muh. Maaris; Putri, Reza Sutarna
Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 12 No 1 (2025): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v12i1.21174

Abstract

In an effort to enhance the quality of learning services in Special Education Schools, it is essential to employ instructional media that are not only adaptive but also capable of providing stimulation aligned with the students’ individual characteristics. This study aimed to determine the effect of using e-flashcard media on improving the reading comprehension skills of a fifth-grade student with cerebral palsy at SLBN 1 Takalar. The research employed a Single Subject Research (SSR) design with an A1–B–A2 model, consisting of three phases: baseline 1 (A1), intervention (B), and baseline 2 (A2). Data were collected through direct observation of the subject’s reading comprehension performance across sessions. The within-condition analysis showed that during the A1 phase, data remained stable with no significant improvement, while during the intervention phase (B), reading comprehension increased with some variability. In the A2 phase, data became stable again, maintaining the same performance level as the final intervention sessions. The between-condition analysis revealed 0% overlap in both A1/B and B/A2 comparisons, indicating no data overlap between phases. These findings suggest that the use of e-flashcards effectively enhances and maintains reading comprehension skills in students with cerebral palsy. Therefore, e-flashcards can serve as an engaging and adaptive instructional strategy to support literacy learning among students with special needs.
A Multidimensional Model of Pre-Writing Competence in Special Education Students: Validation Using Confirmatory Factor Analysis (CFA) Approach Sulasminah, Dwiyatmi; Meidina, Tatiana
International Journal of Environment, Engineering and Education Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Three E Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55151/ijeedu.v7i3.318

Abstract

Children with cerebral palsy (CP) face distinct challenges in pre-writing acquisition, yet existing assessment tools often prioritize motor deficits while overlooking environmental barriers. This study aimed to validate a multidimensional measurement model of pre-writing challenges and supports for students with CP in Indonesian special schools. Grounded in the ICF-CY, HAAT, and Universal Design for Learning (UDL) frameworks, the model comprised four latent constructs: motor impairment to writing (MIW), pre-writing activity difficulties (PAD), inclusive learning environment (ILE), and adaptive pre-writing media (APM). A total of 108 students with CP in the pre-writing stage were rated by their teachers using a 5-point Likert questionnaire. Confirmatory Factor Analysis (CFA) was conducted with IBM SPSS AMOS to examine model fit, factor loadings, and reliability. After removing poorly performing indicators, the final model with four factors and 19 indicators demonstrated excellent fit (Chi Square= 1.01, p = 0.43, CFI = 0.998, TLI = 0.997, RMSEA = 0.007, PNFI = 0.79). All standardized factor loadings ranged from 0.59 to 0.94 (p < 0.001), and Cronbach’s alpha values for the four constructs were between 0.87 and 0.89, indicating high internal consistency. Moderate to strong inter-factor correlations were found, particularly between PAD and ILE, highlighting the close interplay among functional limitations, activity demands, and classroom conditions. The validated instrument offers a concise framework for identifying pre-writing challenges and environmental supports in students with CP. It can inform individualized intervention planning, the design of inclusive learning environments, and the development of adaptive pre-writing media in resource-constrained settings.
Pelatihan Pembuatan Batik Shibori bagi Guru-Guru di SLB YPPLB Cendrawasih Makassar Sulasminah, Dwiyatmi; Wardhani, Ossy Firstanti; Lestari, Rini; Meidina, Tatiana; Bastiana, Bastiana
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i3.415

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPLB Cendrawasih Makassar dalam membuat batik shibori sebagai salah satu bentuk pengembangan kreativitas dan pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, dan dihadiri oleh kepala sekolah serta 18 orang guru. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa 90% guru belum pernah mengenal batik sibori, tidak mengetahui bahan, alat, maupun teknik pembuatannya. Metode pelatihan dilakukan melalui tahapan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi hasil karya. Hasil evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (18 orang) menyatakan batik sibori mudah dibuat, instruktur memberikan penjelasan dengan jelas, bahan pelatihan memadai, serta kegiatan berjalan efektif dan menyenangkan. Selain itu, para guru merasa termotivasi untuk mengajarkan keterampilan batik sibori kepada peserta didik di kelasnya sebagai salah satu bentuk pembelajaran vokasional yang menarik dan kontekstual. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis keterampilan seni batik sibori di lingkungan SLB.
Pelatihan Implementasi Kurikulum Berdiferensiasi bagi Guru di UPT SPF SD Negeri Unggulan Mongisidi 1 Makassar Friska Shafiratunnisa; Rensy Manase; Nurul Hikmah Julianti; Suci Nur Asyrah Syarif; Nur Wulandani; Dwiyatmi Sulasminah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rbs16947

Abstract

Implementasi kurikulum berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam, baik dari segi kesiapan belajar, minat, maupun profil belajar. Namun, dalam praktiknya masih banyak guru yang belum memahami secara optimal konsep dan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum berdiferensiasi pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri Unggulan Mongisidi 1 Makassar dengan melibatkan guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis diferensiasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait konsep kurikulum berdiferensiasi serta kemampuan mereka dalam merancang strategi pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik di lingkungan sekolah dasar
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Peserta Didik Tunanetra di SLB A YAPTI Makassar Nurfadillah, Nurfadillah; Putri, Ayu Andini; Sudjuliana, Sudjuliana; Wulandani, Nur; Sulasminah, Dwiyatmi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik tunanetra di SLB A YAPTI Makassar, dengan fokus pada modifikasi kurikulum, strategi pembelajaran, serta metode evaluasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui adaptasi kurikulum nasional dengan menekankan pada aksesibilitas bagi siswa tunanetra. Modifikasi dilakukan terutama pada penggunaan media pembelajaran yang beralih dari visual ke media taktil dan auditif, seperti realia dan pengalaman langsung. Selain itu, diferensiasi juga diterapkan dalam proses pembelajaran melalui pendekatan individual, khususnya dalam penyesuaian jumlah tugas dan durasi belajar sesuai dengan kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran lebih menekankan pada penilaian autentik melalui pemahaman lisan dibandingkan tes tertulis. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam menyampaikan konsep abstrak seperti matematika serta keterbatasan kosakata siswa. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan media taktil dan strategi linguistik yang mampu menjembatani keterbatasan sensorik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berdiferensiasi menjadi kebutuhan esensial dalam pendidikan tunanetra untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna.
Pelatihan Membuat Kaligrafi dengan Teknik Kolase Biji-Bijian Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Gowa Sulasminah, Dwiyatmi; Mubar, Muhammad Maaris; Meidina, Tatiana; Ramdaniah, Putri; Azzahra, Rania
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i1.432

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, konsentrasi, serta kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus melalui pelatihan pembuatan kaligrafi berbahan biji-bijian di SLB Reskiani. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan aktivitas edukatif dan keterampilan berbasis seni yang adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, sosialisasi, demonstrasi pembuatan kaligrafi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil karya peserta. Media yang digunakan berupa berbagai jenis biji-bijian seperti kacang hijau, jagung, beras, dan kedelai yang ditempel pada pola kaligrafi menggunakan lem. Peserta pelatihan adalah siswa berkebutuhan dengan jenis kelainan tunarungu, tunadaksa, dan autis dengan pendampingan guru dan tim pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti tahapan pelatihan dengan baik, menunjukkan antusiasme tinggi, serta menghasilkan karya kaligrafi yang kreatif dan bernilai estetis. Selain meningkatkan keterampilan motorik dan koordinasi mata-tangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan melatih kesabaran serta ketelitian siswa. Dengan demikian, pelatihan membuat kaligrafi berbahan biji-bijian dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan keterampilan seni yang efektif dalam mendukung pengembangan potensi dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus.
IDENTIFIKASI HAMBATAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM ADAPTIF BAGI SISWA AUTIS DI SD INPRES BIRA 2 Alfi Rachma, Zulvhiqa; Pahira, Hera; Aprianti; Wulandani, Nur; Sulasminah, Dwiyatmi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13771

Abstract

This research was driven by the visible discrepancy between inclusive curriculum policies and the actual teaching practices for children with special needs in public elementary schools. The study aimed to identify the implementation of differentiated content, process, and product principles while evaluating how teachers adapted their strategies amidst a lack of formal administrative tools. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing in-depth interviews and classroom observations to capture the naturalistic interactions between teachers and students. The findings reveal that teachers perform a “differentiated adaptive” model, relying on pedagogical intuition to compensate for the absence of Individualized Education Programs and specialized special education teachers. While product differentiation effectively flourishes through modified assignments, the learning process remains largely teacher-centered, and student progress documentation lacks a systematic written track. This study concludes that the success of inclusive education in resource-limited settings depends heavily on the pedagogical courage of teachers to implement contextual and independent instructional improvisations.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Bermain Balok (Scrabble) pada Murid Tunagrahita Meidina, Tatiana; Sulasminah, Dwiyatmi
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 5 No. 2 (2022): Journal of Education and Instruction (JOEAI)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v5i2.4384

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of playing with blocks (scrabble) on early reading skills in elementary grade II mild mentally retarded students at SLB D YPAC Makassar. This research is a single Subject Research. The population of this study were students with mild mental retardation in class II SLB D YPAC Makassar, totaling 3 people. Data collection techniques using Test Techniques and Observation Techniques, the data obtained were processed descriptively. The results showed that the initial reading ability in elementary grade II mild mentally retarded students at SLB D YPAC Makassar at Baseline 1 (A-1) all mild mentally retarded students were still below the minimum completeness criteria set, namely a score of 60. At the time of intervention (B) there has been a student with mild mental retardation whose score is above the specified minimum completeness criteria. Meanwhile, after a time lag of 2 weeks, the result of Baseline 2 (A-2) was only a mentally retarded student whose reading ability was still below the specified minimum completeness criteria and still required more intensive attention. In conclusion, the Block Playing Method (Scrabble) can significantly improve the Beginning Reading Ability of the Elementary Grade II Mild Mentally Impaired Students at SLB D YPAC Makassar. Keywords: Beginning Reading Ability, Block Playing Method, Mentally Impaired