p-Index From 2021 - 2026
7.091
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Jurnal Siasat Bisnis JURNAL BISNIS STRATEGI Jurnal Visi Ilmu Pendidikan KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia) Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Jurnal Teknologi Pertanian Jurnal Basicedu International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) Acintya Journal of Maternity Care and Reproductive Health JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam JSMA (Jurnal Sains Manajemen dan Akuntansi) Global Financial Accounting Journal Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Al-Azkiya : Jurnal Pendidikan MI/SD Konservasi Hayati Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Pedagogika : Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Perspektif Hukum PENANOMICS: INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS Jurnal Basicedu Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) International Journal on ObGyn and Health Sciences As-Syifa Journal of Islamic Studies and History Mining Science and Technology Journal MEUSEURAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT (JIMBE) Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan MILRev: Metro Islamic Law Review Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan MAXIMAL Jurnal Mahasiswa Pendidikan J-SES : Journal of Science, Education, and Studies JURNAL BUANA Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Sukma: Jurnal Pendidikan Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Educalia: Journal of Educational Research
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTITY OF TIMO CRUZ CHARACTER THROUGH NEEDS FULFILLMENT IN THE "COACH CARTER" MOVIE Gunawan, Ryanshan; Kuncara, Singgih Daru; Wati, Erna
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 1, No 3 (2017): Edisi Juli 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.543 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v1i3.698

Abstract

ABSTRACT This research aimed to find out how Timo Cruz as the main character in Coach Carter movie obtained his real identity by examining the needs Timo Cruz fulfilled using Abraham Maslow's theory of Five Hierarchy of Needs. To begin with, the researcher analyzed the needs that Timo Cruz fulfilled from the first stage to the fifth stage. After analyzing the needs, the researcher then analyzed the four identities from James Marcia's theory. Furthermore, the researcher identified what stage of needs that could be linked up to the identity. The method used in this research was qualitative research. The data were analyzed through Abraham Maslow's theory about Five Hierarchy of Needs and Four Identity Status by James Marcia. The movie was analyzed by the characters’ conversation and dialogue script. The researcher used some steps to collect the data to be examined. In analyzing the data, the researcher was watching the movie several times, comprehended the dialogues and the pictures of the movie related to needs fulfillment and identity of Timo Cruz character. The researcher found the needs of Timo Cruz character based on the Abraham Maslow's theory on five needs; physiological needs, safety needs, social needs, esteem needs and self-actualization needs. The researcher also found the identity of Timo Cruz that focused on four identities; identity foreclosure, diffusion, moratorium and achievement. Afterwards, the researcher explained the most dominant needs like social needs and identity from character Timo Cruz. Key words: needs, identity  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara tokoh utama dalam film Coach Carter, Timo Cruz memperoleh identitas sebenarnya dengan mengkaji berbagai kebutuhan yang telah dipenuhi olehnya melalui teori Hirarki Lima Kebutuhan dari Abraham Maslow. Pada langkah awal, peneliti menganalisa kebutuhan-kebutuhan yang telah dipenuhi oleh Timo Cruz mulai tingkatan pertama sampai pada tingkatan kelima. Selanjutnya peneliti menganalisa empat identitas dari teori James Marcia. Pada langkah ini, peneliti mengidentifikasi tingkatan kebutuhan apa yang memiliki hubungan dengan identitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisa menggunakan teori Hirarki Lima Kebutuhan oleh Abraham Maslow dan teori Empat Identitas oleh James Marcia. Percakapan-percakapan para tokoh serta naskah dialog lah yang dianalisa dari film ini. Peneliti menggunakan beberapa cara dalam mengumpulkan data-data untuk dianalisa selanjutnya. Dalam menganalisa data-data tersebut, peneliti telah menonton film ini beberapa kali, kemudian menghubungkan beberapa dialog dan adegan yang ada dalam film Coach Carter dengan pemenuhan kebutuhan dan identitas dari tokoh Timo Cruz. Peneliti menemukan adanya pemenuhan kebutuhan oleh tokoh Timo Cruz berdasarkan teori Lima Kebutuhan Abraham Maslow; kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk diapresiasi, dan kebutuhan aktualisasi diri. Selain lima kebutuhan tersebut, peneliti juga menemukan identitas Timo Cruz berdasarkan pada empat identitas James Marcia: pengambilan identitas, difusi identitas, penundaan identitas, dan pencapaian identitas. Setelah itu, peneliti menjelaskan kebutuhan yang paling berpengaruh seperti kebutuhan sosial dan identitas dari tokoh Timo Cruz. Kata kunci: kebutuhan, identitas 
THE WAY CHINESE-DESCENDENT MOTHERS TEACH CHINESE CULTURE AND THE PRESERVED TRADITIONS IN INDONESIAN-CHINESE MULTICULTURAL FAMILY: A REFLECTION THROUGH THE JOY LUCK CLUB BY AMY TAN Pratiwi, Amalia; Sili, Surya; Wati, Erna
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): Edisi April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.158 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v1i2.678

Abstract

AbstractSince The Joy Luck Club mainly focuses on Chinese culture, it is acknowledged by people around the world that Chinese culture is rich with the values and history which influences every slide of world history. Although Chinese people are recently residing far away from mainland China, the cultural values they have learned before it will be remained within themselves. To uphold the cultural values and traditions within a Chinese-descendent family, the role of mother is needed. However, since most of the Chinese-descendent families live in multicultural neighborhood with the assimilated cultures—like Indonesia—it is unknown whether the Chinese cultural values and traditions are being preserved or not. This study is focused on the way Chinese-descendent mothers teach the Chinese culture and the preserved traditions of Chinese culture within the family. The mothers from The Joy Luck Club represent the role of Chinese-descendent mother in teaching the children the cultural values. These figures are reflected through the mothers in the two cities of Indonesia, Tarakan and Samarinda, as the representation. There are similarities and differences from the mothers from the novel and the two cities in Indonesia in nurturing the children with their cultural values. It comes from the way each mother teaches their cultural values, especially in teaching integrity and filial piety to the children with the mothers’ own method. Several Chinese cultures and traditions are mentioned and still preserved by the family, both in the novel and inside the Indonesian-Chinese mothers’ families. The Lunar New Year and Moon Festival are the examples of the preserved traditions within the family. The results of these studies will show how valuable the cultural values and traditions are and this study will give a further comprehension in preserving the cultural values within a family. Key words: Chinese culture, Indonesian-Chinese, multicultural, The Joy Luck Club, Amy Tan  AbstrakThe Joy Luck Club berfokus pada kebudayaan Cina yang terkenal dengan kekayaan nilai luhur serta sejarahnya yang mempengaruhi sejarah dunia. Meskipun masyarakat Cina saat ini banyak yang bertempat tinggal di luar Republik Rakyat Cina (RRC), nilai budaya mereka dapatkan tetap terjaga. Untuk menjaga nilai kebudayaan dan tradisi di dalam keluarga berketurunan Cina, peran seorang ibu sangat dibutuhkan. Akan tetapi, karena sebagian besar keluarga berketurunan Cina tinggal di lingkungan multikultur dengan budaya yang telah terasimilasi—seperti Indonesia—kita tak mengetahui apakah nilai budaya dan tradisi yang telah dijaga tersebut masih bisa dilestarikan atau tidak. Penelitian ini berpusat pada cara para ibu berketurunan Cina mengajarkan nilai budaya Cina serta mencari tahu apa saja nilai kebudayaan Cina serta tradisi yang masih terjaga di dalam keluarga mereka. Para ibu dari novel The Joy Luck Club merepresentasikan peran mereka dalam mengajarkan nilai kebudayaan serta tradisi tersebut. Mereka akan dibandingkan dengan para ibu yang berasal dari dua kota di Indonesia, yaitu kota Tarakan dan Samarinda, sebagai contoh penelitian. Ada beberapa persamaan dan perbedaan yang didapatkan melalui para ibu dari novel dan dari kedua kota di Indonesia dalam mendidik anak-anaknya dengan nilai budaya tersebut. Hal itu tercermin dari cara setiap ibu mengajarkan nilai integritas dan berbakti kepada yang tua dengan cara mereka masing-masing. Ada beberapa nilai budaya dan tradisi Cina yang disebutkan dan masih dilestarikan oleh keluarga besar mereka, baik dari novel maupun dari dalam keluarga para ibu Indonesia-Cina. Perayaan Tahun Baru Imlek dan Sembahyang Bulan adalah beberapa dari sekian banyak tradisi yang masih terjaga di dalam keluarga Indonesia-Cina. Hasil penelitian ini akan menunjukkan betapa berharganya suatu nilai kebudayaan serta tradisi yang dijalankan serta memberikan pemahaman dalam menjaga budaya dan tradisi di dalam sebuah keluarga. Kata kunci: kebudayaan Cina, Indonesia-Cina, multikultur, The Joy Luck Club, Amy Tan
Model Pendidikan Pesantren dan Kontribusinya bagi Pendidikan Islam Nasional Humairah Arta, Karuni; Ulfa Daulay, Mandaliya; Wati, Erna
Educalia: Journal of Educational Research Vol 3 No 2 (2024): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v3i2.338

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan pesantren dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam nasional melalui pendekatan kajian pustaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan teknik analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk buku akademik, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada pemetaan karakteristik model pendidikan pesantren, pola pembelajaran yang dikembangkan, serta relevansinya dalam konteks sistem pendidikan Islam nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pendidikan pesantren memiliki karakter integratif yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam satu ekosistem pendidikan berbasis asrama. Sentralitas keteladanan kiai, pembiasaan nilai melalui kehidupan komunal, serta fleksibilitas kurikulum menjadi kekuatan utama pesantren dalam membentuk karakter dan integritas moral peserta didik. Selain itu, pesantren berkontribusi dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, memperkuat pendidikan karakter, serta mendukung pengembangan institusi pendidikan Islam formal dalam sistem nasional. Secara konseptual, model pendidikan pesantren dapat dipahami sebagai paradigma pendidikan holistik yang relevan untuk memperkaya pendidikan Islam nasional, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan penguatan nilai. Meskipun tidak seluruh elemen strukturalnya dapat direplikasi, prinsip-prinsip dasar pesantren dapat diadaptasi secara selektif untuk mendukung pengembangan sistem pendidikan yang lebih integratif dan berbasis karakter.
Linking Industry 4.0 Technologies to Organizational Performance through Human Skill Capabilities Wati, Erna; Itan, Iskandar; Jurnali, Teddy; Septiany, Sheila; Erliani
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIAKES Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v14i1.4095

Abstract

The Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0) is transforming industries worldwide through advanced technologies such as cyber-physical systems, big data analytics, cloud computing, robotics, 3D printing, and augmented reality. This study examines the relationship between Industry 4.0 adoption, human skill capabilities, and organizational performance. Using quantitative research design and survey-based data collection, the research investigates how technological integration and workforce competencies contribute to business outcomes. Findings reveal that Industry 4.0 technologies significantly enhance organizational performance, particularly in efficiency, productivity, and cost-effectiveness. However, the study also emphasizes that technological advancements alone are insufficient; skilled human capital is critical for effective implementation and management. Competent employees are essential to address challenges, optimize the use of new technologies, and sustain organizational growth. The results highlight the need for organizations to balance investments in technology with workforce development, ensuring employees can adapt to rapid changes in the industrial landscape. This study contributes to both theory and practice by demonstrating that aligning technological progress with human capability development is vital for organizations to enhance performance and maintain competitiveness in the Industry 4.0 era.
Co-Authors Abd, Tengku Mohd. Khairal Adang Effendi Adnan, M. Agung Putra Wijaya, Agung Putra Ahmad Guntur Alfianto Aidil, Aidil Amam, Asep Ambyah Atas Aji Anita Antonia Sim, Cicilia APRIYANI, SARI Arif Arif Ariyani, Resty Arjuniadi, Arjuniadi Arsetyo, Yulio Iqbal Cahyo Aseanty, Deasy Asharnie, Shakira Azmi Siradjuddin Bintara Sura Priambada Budi Harsono Danil Zulhendra Desimaria Panjaitan Endi, Ignasius Novie Endra Yuliawan Eni Setyowati Erliani Farhan, M. Anuar Fauziah, Nur Alfi Febriana Sari Fitri, Nur Asyah Adelia Fukor, Iqbal Dzul Gunawan, Ryanshan Habibillah, Asri Qurrata Aini Handoko Karjantoro Hanoselina, Yulia Harahap, Risma Delima Hendri Noviyanto Humairah Arta, Karuni husna, iswaton Husnul Fatarib Idawati Iriyani, Meiske Iskandar Itan, Iskandar Izzatika, Amrina Jawahir Thontowi Jesslyn, Jesslyn Josef, Adji Isworo JULIANTO Juni Trisnowati Jurnali, Teddy Kasman, Adi Kristina, Sonia Lastri, Lastri M Asrori, M Mahrizal Mahrizal Malik, Abdul Qaadir marlisa, mira Marziah, Ainal Mayang Widiyanti Melvina chen Merry Ira Yanti Meta Andriyani Moh. Abdul Kholik Ninsix, Retti novera, eka Nurhanurawati Nurhanurawati Nurjanah Octaviana, Fadhila Okta Mawarni Pertiwi, Juma Prasetio, Hendra Pratiwi, Amalia Pribadi , Insan Primadevi, Inggit PUTRI WAHYUNI Putri, Vionanda Aliza Rahma, Azizatur Ratno Abidin Retti Ninsix Rettina, Tiara Riki Lutfhi Utari Risky, Miftahul Safitri, Islamiani Safitri, Juita Dwi Sahrul Sahrul Samaliah, Nur Santi Wijayanti Sarfilianty Anggiani, Sarfilianty Sari Dewi Sarsiti . Selfina Selfina Selvia Septiany, Sheila SERLY SH, Hendra Shaliha, Diva Dzakyrani Silalahi, Selvy Risma Asmianty Sili, Surya Simanullang, Ester Simanungkalit, Egi Wendi Singgih Daru Kuncara Siti Sunariyati Sonia Kristina Sugiyanto Sugiyanto Sumardi Suparman, Meiliana Supriyadi Supriyadi Syafril, Rizki Tang, Sukiantono Tata, Emilia Dwi Tri Kurniawati, Tri Ulfa Daulay, Mandaliya Ulfa, Miftakhul Usman Radiana Wandik, Kandius Wijayanti, Santi Wijoyo, Agung Winna Yanti, Merry Ira Yeti Yulistyawati Yopie, Santi Yuli Handayani Yunita Anggriani Yurni Suasti