Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Pemanfaatan Toga Penderita Gangguan Jiwa Pada Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh, Sidoarjo Idha - Kusumawati; Rakhmawati - -; Retno - Widyowati; Suciati - -
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i3.20220

Abstract

Penggunaan tanaman obat telah banyak digunakan untuk terapi alternatif bagi penderita gangguan jiwa. Tanaman obat termasuk juga buah dan sayur dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi kerusakan otak pada penderita gangguan neuropsikiatri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Panti Rehabilitas Mental Al-Hafizh Sidoarjo dihuni oleh 29 pasien yang seluruhnya merupakan penderita skizofrenia. Di Panti tersebut memiliki beberapa program dan kegiatan, diantaranya adalah program pemulihan kesehatan jiwa dan program kemandirian rehabilitasi. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk memberdayakan para penderita gangguan jiwa di Panti rehabilitasi mental Al-Hafizh Sidoarjo untuk dapat mengenal tanaman obat, sayur dan buah yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Kegiatan dilakukan pengenalan tanaman obat, buah dan sayur yang dapat dikonsumsi untuk pemulihan kesehatan mereka. Dari kuesionair pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para peserta sebesar 47 – 60%.
Studi Profil Metabolit Pada Organ Tikus Hasil Uji Toksisitas Sub Kronis Ekstrak Etanol 70% Daun Justicia Gendarussa Nur Irhamni Sabrina; Luthfiatu Kanina; Bambang Prajogo EW; Retno Widyowati; Suciati Suciati
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5580

Abstract

AbstractJusticia gendarussa Burm.f has been traditionally used as male contraceptionin in Indonesia. Gandarusa leaves contain gendarusin A which has potential as an antifertility agent. To prove that gandarusa leaves are safe to use as a male contraceptive, a subchronic toxicity test was carried out on this plant. Acute and subchronic oral toxicity studies of Justicia gendarussa Burm.f in rats were performed in the previous study in order to evaluate its safety. The aim of this study is to identify the metabolite profile of rat organ results of their subchronic toxicity test. Seven organs of rat such as kidney, hepar, testis, limph, instestine, lung, and heart were extracted using methanol and their profile metabolites were identified using UHPLC Vanquish Tandem Q Exactive Plus Orbitrap HRMS by positive and negatif mode. The results showed that all sampels contain 22 compounds from the positive ionization mode and 35 compounds from the negatif ionization mode. Compounds identified from the positive mode were dominated by amino acid groups, then compounds identified from the negatif mode were dominated by fatty acids and their derivatives. There were 35 metabolites that identified from the organ samples of the rat resulting subchronic toxicity test using the UHPLC Vanquish Tandem Q Exactive Plus Orbitrap HRMS method.Keywords: Justicia gendarussa Burm.f, rats, organ, metabolite profile
OPTIMALISASI POTENSI BUAH ADAS DI DESA NGADISARI, PROBOLINGGO MELALUI PRODUK INOVATIF LILIN DAN SABUN AROMATERAPI Retno Widyowati; Tutik Sri Wahyuni; Syahrur Marta Dwi Susilo; Nurina Febriyanti Ayuningtyas; Fahmi Dimas Abdul Azis
Bakti Nusantara Linggau: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bakti Nusantara Linggau
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/bnl.v3i2.508

Abstract

Tidak banyak masyarakat Desa Ngadisari yang benar-benar memanfaatkan beragam tanaman yang ada di sekitar, salah satunya adalah buas Adas. Buah adas adalah tanaman yang banyak tumbuh liar dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Buah adas ini memiliki minyak atsiri yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang berpotensi mencegah virus corona. Bentuk kegiatan yang telah dilakukan berupa penyuluhan dan pelatihan mengenai pemanfaatan dan pengembangan produk inovatif dari minyak atsiri adas. Ada beberapa tahapan yang dilakukan, antara lain: Sosialisasi dan Koordinasi Program, Persiapan Pelatihan, Pembuatan Modul pelatihan (pembuatan minyak atsiri adas dan lilin aromaterapi adas), Pelaksanan Penyuluhan dan Pelatihan, Post-test untuk mengevaluasi pemahaman warga setelah diberikan penyuluhan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan berfokus pada inovasi produk tanaman asli dari Suku Tengger di Desa Ngadisari telah dilakukan pada tanggal 25-26 Juli 2023. Acara ini dihadiri oleh 30 pemuda karang taruna dari desa tersebut. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam 4 sesi, yaitu Penyuluhan destilasi minyak atsiri, Pelatihan destilasi minyak buah adas, Penyuluhan aromaterapi, Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Dari pelatihan ini terlihat rasa antusiasme peserta pelatihan, yaitu banyak pertanyaan yang muncul saat pemberian materi. Ada yang menanyakan pendapat mereka sesuai dengan apa yang mereka tahu dan dari pengalaman yang mereka peroleh. Produk inovasi lilin CANDLETY dan sabun SOAPTY dari minyak adas hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ngadisari-Probolinggo.
Improving the Bioavailability of Curcumin in Curcuma heyneana by Preparing Solid Dispersion Sudjarwo, Sudjarwo; Bobsaid, Jihan; Windianto, Farhan Rizqi; Rizkyah, Chaerini; Shaffiqa, Nurul; Putra, Anggara Satria; Jaelani, Mochammad Iqbal; Zulfah, Yasmin; Nareswari, Andwynanda Bhadra; Fridayanti S, Septia Indah; Devitri, Nabilah Apsari; Yakub, Nikolas; Putri, Yushalluuna Bekti Pasuka; Widyowati, Retno
Berkala Ilmiah Kimia Farmasi Vol. 10 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikfar.v10i1.44546

Abstract

Curcuma heyneana or Temu Giring contained curcumin which had anti-aging potential and was traditionally used as a body scrub. This potential comes from the active ingredient (curcumin) which could prevent premature aging with its activity as an antioxidant, inhibitor of the tyrosinase enzyme, and inhibitor of the collagenase enzyme so that it can prevent hyperpigmentation and inhibited the breakdown of collagen which can have an impact on skin aging. Oral dosage forms for anti-aging had started to be found on the market and were becoming a trend because of their convenient use. However, it is known that curcumin as an active ingredient of Temu Giring, had poor solubility and bioavailability. The bioavailability of curcumin was low when administered orally due to its low absorption and its stability which decreased significantly when the pH was above 7. This study was a literature review of national and international literature databases which aimed to determine the potential for increasing the bioavailability of curcumin using solid dispersion techniques. The results obtained indicated that making Temu Giring extract tablets containing curcumin using the solid dispersion method could increase the bioavailability of curcumin by overcoming the poor solubility, permeability, absorption and stability of curcumin. By designing the Temu Giring extract using a solid dispersion method, the curcumin could be completely dissolved and absorbed when released into the stomach. Keywords:  Curcuma heyneana, Temu Giring, Anti Aging, Tablet, Curcuminoid, Antioxidant, Solid Dispersion
Potential of Guava (Psidium guajava L.) as an Additional Therapy for Dengue Fever Mahalaksmi, Alika Sabrina; Salam, Anisa Rakhmania; Rania, Athaya Putri; Ekapratista, Belinda Nabilah; Wardhana, Brahma Wisnu Kusuma; Novian, Farah Kusuma Wardhani; Laksmi, Farika Dyani Laksmi; Najlaa, Fatimah Ahla; Pradnyanantha, I Putu Bagus; Hardiyanti, Merry; Haliza, Nabila Nur; Pramesti, Ragil Putri; Amalia, Savira Rizky Meisya; Kusumawati, Idha; Widyowati, Retno
Berkala Ilmiah Kimia Farmasi Vol. 11 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikfar.v11i1.55137

Abstract

Dengue fever had been a global health problem for over five decades, especially in tropical and subtropical countries. It was caused by a viral infection that spread from mosquito to human. Natural sources had the potential to serve as an alternative therapy for dengue fever, such as Psidium guajava L. Its leaves contained several compounds and exhibited various bioactivities. This research aimed to explore the potential of Psidium guajava as an additional therapy for dengue fever patients. The method used was a narrative literature review that searched literature in primary data sources such as national and international journals through databases like PubMed and Scopus. The results reported that quercetin was one of the compounds found in Psidium guajava that affected dengue fever. It suppressed the intracellular replication of dengue virus type 2 (DENV-2) and inhibited ATPase in DENV-4. Additionally, quercetin also stimulated stem cell factors in bone marrow stromal cells to produce thrombopoietin, which functioned to regulate platelet production in the spinal cord. Thus, Psidium guajava had the potential and effectiveness to be used as an alternative therapy for dengue fever.Keywords: Dengue Fever, Guava, Quercetin, Thrombopoietin, Alternative Therapy
EDUKASI TANAMAN OBAT DAN PEMBUATAN PRODUK HERBAL PADA GENERASI MILENIAL Wahyuni, Tutik Sri; Widyowati, Retno; Purwitasari, Neny
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 4 No 1 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v4i1.6251

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber alam terbesar kedua di dunia, dan lebih dari 4000 spesies merupakan tanaman obat. Tanaman telah diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit yang dapat memberikan berbagai khasiat farmakologi. Hal ini memberikan potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Namun pemanfaatannya masih terbatas dan masih banyak yang belum mengenal khususnya pada generasi muda/milenial, sehingga perlu upaya untuk peningkatan pemahaman dan pemanfaatan tanaman obat khususnya generasi muda. Oleh karena itu kegiatan ini ditargetkan pada generasi muda. Kegiatan yang dilakukan dengan pemberian materi tentang manfaat tanaman obat dan pelatihan cara pembuatan persediaan herbal. Penjelasan tentang berbagai manfaat tanaman untuk meningkatan kesehatan dan berbagai ramuan tradisional dipaparkan dalam materi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan pre-test sebelum pemaparan materi dan praktik pembuatan kemudian dilakukan evaluasi setelah kegiatan/post-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan dengan kemampuan menjawab pertanyaan dengan jawaban benar yang meningkat.
Assessment of Antioxidant Activity, Total Phenolic and Flavonoid Contents of Albizia saponaria L. Bark Extract Lukman, Lukman; Rosita, Noorma; Widyowati, Retno
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.2.494-501

Abstract

Langir (Albizia saponaria L.), belonging to the family of the Fabaceae, is a medicinal endemic plant of South Sulawesi, Indonesia. The Albizia genus shows antioxidant, antibacterial, anthelmintic, antidandruff, and anti-inflammatory properties. In this study, total phenolic (TP) and total flavonoid (TF) extracts from the bark of A. saponaria were screened for robust antioxidant activity in order to identify potential sources of new compounds for use in pharmaceutical formulations in the future. TP and TF of the 96% ethanol extract and fractions (hexane, ethyl acetate, butanol, and water) were calculated by the Folin–Ciocalteu and aluminum chloride procedures, respectively. Furthermore, the antioxidant activity was determined by DPPH free radical scavenging method and ABTS assay. Generally, both extract and fractions showed significant radical scavenging activities. Ethyl acetate fraction exhibited more potent radical scavenging activity in the DPPH method (IC50 35.27 ± 2.85 µg/mL) and ABTS assay (IC50 60.04 ± 0.98 µg/mL), followed by 96% ethanol extract, and hexane, butanol, and water fractions. Furthermore, the highest TP (4.50 ± 0.01 mg/g GAE) and TF (3.55 ± 0.04 mg/g QE) were obtained from ethyl acetate fraction. There was a strong correlation between antioxidant activity with TP (DPPH, R2 = 0.6436; ABTS, R2 = 0.7676) and TF content (DPPH, R2 = 0.5533; ABTS, R2 = 0.5961). The extract’s antioxidant properties may be attributable to its higher phenolic and flavonoid content. In summary, the phenolic and flavonoid content of the ethyl acetate fraction indicates its potential utility as a source of antioxidants.
PENGEMBANGAN DESA GILI IYANG SEBAGAI PENGHASIL PRODUK KELOR DAN ANGGUR LAUT UNTUK PENGUATAN BLUE-GREEN ECONOMY & HEALTH: DEVELOPMENT OF GILI IYANG VILLAGE AS A PRODUCER OF MORINGA AND SEAGRAPE PRODUCTS TO STRENGTHEN THE BLUE-GREEN ECONOMY AND HEALTH Widyowati, Retno; Ekasari, Wiwied; Sri Wahyuni, Tutik; Melani Hariyadi, Dewi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara administratif Gili Iyang masuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, Kecamatan Dungkek. Pulau dengan luas sekitar 9 km2 ini terdiri dari dua desa yaitu Desa Banraas dan Bancamara. Desa ini merupakan desa mitra penelitian dan pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi dan Universitas Airlangga. Program pengembangan desa mitra berbasis penelitian di wilayah ini merupakan salah satu program unggulan mitra yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Program ini merupakan aplikasi dari beberapa aspek Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain no poverty (1), health (3), quality education (4), decent work and economic growth (8), life below water (14), dan life on land (15) serta merupakan penguatan prioritas riset nasional (PRN) bidang Blue-Green Economy dan Health. Program unggulan ini meliputi pengembangan iptek dan sumber daya alam yaitu pengolahan tanaman produk kelor (Moringa oleifera) dan anggur laut (Caulerpa racemosa) sebagai bahan baku obat tradisional dan nutraseutikal sehingga bisa memberikan nilai tambah pada tanaman tersebut. Tanaman kelor dan anggur laut banyak terdapat di daerah tersebut namun pemanfaatannya belum maksimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan Pengembangan Desa Gili Iyang sebagai Penghasil Produk Kelor dan Anggur Laut untuk Penguatan Blue-Green Economy & Health. Hal ini dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Banraas dan Bancamara sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf kesehatan masyarakat desa tersebut. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan desa wisata Banraas dan Bancamara dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat setempat terhadap pengembangan produk inovasi yang berasal dari kelor dan anggur Laut.  
Studi Etnomedisin Tanaman Obat sebagai Penurun Rasa Nyeri Sendi pada Suku Dayak Hardiyanti, Andi Sry; Sulistiyono, Ilham Robbynoor; Widiyaningsih, Arum; Sukardiman, Sukardiman; Widyowati, Retno
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v6i1.6213

Abstract

Etnomedisin merupakan studi tentang presepsi dan konsepsi masyarakat lokal dalam memahami kesehatan atau studi yang mempelajari sistem medis etnis tradisional. Nyeri sendi adalah peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan, warna kemerahan, panas, nyeri, dan kesulitan untuk bergerak. Hingga saat ini, Suku Dayak masih menggunakan metode pengobatan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun dengan memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanaman. Tujuan penelitian ini menggali informasi jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Suku Dayak di Desa Sambi, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah untuk mengobati nyeri sendi dan cara penggunaannya. Metode penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive dan snowball. Informan yang ditargetkan berjumlah 20 orang yang mengetahui tentang pengobatan nyeri sendi melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian berdasarkan rute penggunaanya itu, secara oral terdapat 4 ramuan tanaman obat dan 8 tanaman tunggal, sedangkan digunakan secara topikal terdapat 1 tanaman. Berdasarkan jumlah tanaman dalam ramuan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Suku Dayak yaitu 3 tanaman dalam 1 ramuan. Kesimpulan penelitian ini adalah Suku Dayak di Desa Sambi banyak menggunakan Rhodomyrtus tomentosa, Arcangelisia flava (L.) Merr, dan Orthosiphon aristatus untuk mengobati nyeri sendi, sedangkan cara formulasinya sebagian besar direbus bersamaan dengan air sebanyak 750 mL. Ramuan tersebut dikonsumsi sebanyak 3x sehari hingga kondisi membaik untuk mengobati nyeri sendi. Ethnomedicine is a study of local people's perceptions and conceptions of health or the study of traditional ethnic medical systems. Joint pain is joint inflammation characterized by swelling, redness, heat, pain, and difficulty of moving. Dayak tribe still uses traditional healing methods that have been passed down from generation to generation using natural ingredients such as plants. This research aimed to explore the types of plants used by the Dayak tribe in Sambi Village, West Kotawaringin Regency, Central Kalimantan to treat joint pain and how they are used. Quantitative research method using purposive and snowball sampling. The targeted informants were 20 people who knew about joint pain treatment through interviews and observations. The results were based on the route of use, namely oral, there were 4 medicinal plant potions and 8 single plants,while when used topically there was 1 plant. Based on the number of plants in the potion, the most widely used by the Dayak people is 3 plants in 1 potion. The conclusion of this research was the Dayak tribe in Sambi Village mostly uses Rhodomyrtus tomentosa, Arcangelisia flava (L.) Merr, and Orthosiphon aristatus to treat joint pain, while the formulation method is mostly boiled together with 750 mL of water. The potion is consumed 3 times a day until the condition improves to treat joint pain.
Senyawa Metabolit Sekunder dan Aktifitas Afrodisiak Ekstrak Etanol Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) secara In Silico Taufikurrahman; Widyowati , Retno; Sukardiman
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v6i1.6394

Abstract

Disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah seksual yang paling umum terjadi pada pria. Obat yang tersedia di pasaran dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, tetapi penggunaan obat tersebut seringkali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengobatan semakin populer, salah satunya yaitu ramuan berbahan cabe jawa (Piper retrofractum Vahl). Cabe jawa diketahui memiliki berbagai macam metabolit sekunder yang memiliki peran sebagai bioaktif diantaranya aktivitas afrodisiak. Cabe jawa diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi dan dianalisa dengan menggunakan LC/MS untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung pada cabe jawa. Sebanyak sepuluh metabolit sekunder terdeteksi yaitu Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, dan Capsaicin. Selanjutnya dilakukan uji in silico terhadap masing metabolit yang diketahui dengan ligan senyawa sildenafil sebagai pembanding terhadap aktifitasnya sebagai penghambat phosphodiesterase type 5 (PDE5) dengan protein PDB ID 2H42. Dari hasil uji in silico dengan teknik molecular docking diketahui bahwa piperin memiliki aktifitas sebagai penghambat phosphodiesterase type 5 (PDE5) dengan nilai energi ikat dan konstanta inhibisi sebesar -8,62 kkal/mol dan 0,485 uM, yang merupakan aktifitas terbaik dari sepuluh metabolit sekunder yang diketahui, namun aktifitas afrodisiak senyawa piperin ini masih lebih rendah dibandingkan dengan senyawa sildenafil. Erectile dysfunction is one of the most common sexual problems in men. Drugs available on the market can be used to treat this problem, but the use of these drugs often causes unwanted side effects. The use of natural ingredients as an alternative treatment is increasingly popular, one of which is a herb made from chili jamu (Piper retrofractum Vahl). Metabolite profiling of the chili jamu plant turns out to be different depending on the location of growth. It is thought to result in differences in natural conditions and circumstances which result in differences in aphrodisiac activity. Cabe Jawa was extracted with 96% ethanol and analyzed using LC/MS. Ten secondary metabolites were detected namely Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, and Capsaicin. In silico test was done using sildenafil as a control in the phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor and PDB ID 2H42 as protein. From the results of in silico tests, it was known that piperine had activity as a phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor with binding energy and inhibition constant values of -8.62 kcal/mol and 0.485 uM.
Co-Authors -, Rakhmawati - Abdul Rahem ACHMAD FUAD Achmad Fuad Hafid Akbar, Achmad Naufal Maulana Aly, M. Ainun Najib Amalia, Savira Rizky Meisya Andang Miatmoko Anggara Satria Putra, Anggara Satria Ario Imandiri, Ario Arum Widiyaningsih Aty Widyawaruyanti Bambang Prajogo Eko Wardojo Bobsaid, Jihan Burhan Ma'arif Devanus lahardo Devitri, Nabilah Apsari Dewi Isadiartuti Dewi Lestari Dewi Melani Hariyadi Dewi Melani Hariyati Dini Retnowati Djoko Agus Purwanto Ekapratista, Belinda Nabilah Fahmi Dimas Abdul Azis Farida Ifadotunnikmah Favian Rafif Firdaus Firdaus, Favian Rafif Firman Wicaksana Fridayanti S, Septia Indah Hadi Poerwono Haliza, Nabila Nur Handayani, Rosita Hani Plumeriastuti Haq, Nimas Rizqi Firdausy Hardiyanti, Andi Sry Hardiyanti, Merry Hening Laswati Putra Hidayati, Agriana Rosmalina Hilkatul Ilmi Idha Kusumawati Iis Wahyuningsih Imam Subadi Irawati Sholikhah Istiqamah, Farida J. A. Pangkahila Jaelani, Mochammad Iqbal Kholis Amalia Nofianti Laksmi, Farika Dyani Laksmi Linda Hindiana Luthfiatu Kanina Luthfiatu Kanina Ma'arif, Burhan Mabluhatus Solehah Mahalaksmi, Alika Sabrina Mangestuti Agil Marcellino Rudyanto Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari Marta Ika Riyana Maylisa Natalia Corry Melanny Ika Sulistyowaty Muhammad Amir Hasan Naima, Fathnin Ulya Najlaa, Fatimah Ahla Narendrani Sasmitaning Edhi Nareswari, Andwynanda Bhadra Neni Purwitasari Niluh Indrawati Noorma Rosita Novian, Farah Kusuma Wardhani Nur Irhamni Sabrina Nurina Febriyanti Ayuningtyas Pilipus Kopeuw Pradnyanantha, I Putu Bagus Pramesti, Ragil Putri Pratama, Edo Pratiwi Soesilawati Purwitasari, Neni Purwitasari, Neny Putri, Anisa Yustikka Putri, Yushalluuna Bekti Pasuka Rahman, Ave Rakhmawati - - Rania, Athaya Putri Rice Disi Oktarina Riesta Primaharinastiti Rizka Putra Samudra Rizkyah, Chaerini Sahu, Ram Kumar Salam, Anisa Rakhmania Sari, Trisiyana Sholika SETIAWAN, Catur Dian Shaffiqa, Nurul Subhan Rullyansyah Suciati - - Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Sudjarwo Sudjarwo Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sulistiyono, Ilham Robbynoor Suryadi, A. Mu’thi Andy Syahrani, Achmad Syahrur Marta Dwi Susilo Taufikurrahman Taufikurrahman Taufikurrahman Tri Widiandani Tristiana Erawati Munandar Tutik Sri Wahyuni Ummah, Rokhmatul Wardhana, Brahma Wisnu Kusuma Widiyaningsih, Arum Windianto, Farhan Rizqi Wiwied Ekasari Wiwik Handayani Yakub, Nikolas Yusuf, Helmy Zulfah, Yasmin