Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pemanfaatan Obat Tradisional, Aromaterapi, dan Akupresur untuk Mengurangi Kelelahan pada Tenaga Kesehatan dan Pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga: Educational Intervention on the Use of Traditional Medicine, Aromatherapy, and Acupressure to Reduce Fatigue Among Healthcare Workers and Patients at Airlangga University Hospital Handayani, Rosita; Sukardiman, Sukardiman; Widyowati, Rr. Retno; Imandiri, Ario; Ekasari, Wiwied; Sudjarwo, Sudjarwo; Hafid, Achmad Fuad; Wahyuni, Tutik Sri; Lestari, Maria Lucia Ardhani Dwi; Sulistyowaty, Melanny Ika
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.10041

Abstract

Excessive fatigue and burnout are serious issues frequently experienced by healthcare workers and patients with chronic illnesses, particularly within high-pressure healthcare environments. These conditions not only impair the performance of medical personnel but also negatively affect the therapeutic outcomes of patients. To address this problem, a community service activity was conducted through educational outreach on fatigue and burnout management, utilizing acupressure, traditional remedies, and aromatherapy. The program involved 49 participants, including healthcare workers and Surabaya's chronic disease patients. Held on September 11, 2024, the activity employed lectures and two-way discussions as its primary methods. The material covered included traditional medicine, basic acupressure techniques, and training in roll-on and massage oil aromatherapy preparation. A structured module was developed to enhance learning effectiveness, and participants' comprehension was evaluated through pre- and post-tests. Statistical analysis using a paired t-test revealed a significant improvement in participants' understanding (p <0.01), with an average score increase of 19.8%. This initiative demonstrates that practical and interactive education can effectively improve participants' knowledge and skills in managing fatigue and burnout. Therefore, the outcomes of this activity are essential as a promotive and preventive effort to support the physical and mental well-being of vulnerable groups in healthcare settings.
Pendampingan Pemanfaatan Toga Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dalam Rangka Penguatan Program Asuhan Mandiri di Kabupaten Lamongan Kusumawati, Idha; Suciati, Suciati; Soesilawati, Pratiwi; Widyawaruyanti, Aty; Widyowati, Retno; Wahyuni, Tutik Sri; Purwitasari, Neni; Oktarina, Rice Disi; Rullyansyah, Subhan
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i1.12901

Abstract

Kegiatan asuhan mandiri Toga atau yang juga dikenal dengan asman TOGA diintegrasikan dengan program PKK yang dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh kader Asman dan didampingi fasilitator dari Puskesmas. Program ini dibawah pembinaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Desa Canditunggal yang terletak di wilayah Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan mempunyai kebun TOGA yang asri terbentang di tengah jalan desa. Kebun TOGA ini merupakan hasil kegiatan ibu-ibu PKK yang juga merupakan kader asman TOGA. Pada awalnya kebun TOGA ini hanya untuk keindahan saja. Untuk itu pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kali ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK tersebut agar dapat memanfaatkan TOGA khususnya dalam membuat produk dari daun katuk menjadi produk bernilai ekonomi untuk memperbanyak ASI. Kegiatan dilakukan dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan produk. Antusiasme, kreatifitas dan inovasi dari ibu-ibu PKK kader asman TOGA Desa Canditunggal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk keberhasilan pemanfaatn TOGA untuk menciptakan produk-produk yang bernilai ekonomi.  Kata Kunci: Asman, daun katuk, TOGA
Peningkatan Pengetahuan Pemanfaatan Toga Penderita Gangguan Jiwa Pada Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh, Sidoarjo Kusumawati, Idha -; -, Rakhmawati -; Widyowati, Retno -; -, Suciati -
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i3.20220

Abstract

Penggunaan tanaman obat telah banyak digunakan untuk terapi alternatif bagi penderita gangguan jiwa. Tanaman obat termasuk juga buah dan sayur dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi kerusakan otak pada penderita gangguan neuropsikiatri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Panti Rehabilitas Mental Al-Hafizh Sidoarjo dihuni oleh 29 pasien yang seluruhnya merupakan penderita skizofrenia. Di Panti tersebut memiliki beberapa program dan kegiatan, diantaranya adalah program pemulihan kesehatan jiwa dan program kemandirian rehabilitasi. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk memberdayakan para penderita gangguan jiwa di Panti rehabilitasi mental Al-Hafizh Sidoarjo untuk dapat mengenal tanaman obat, sayur dan buah yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Kegiatan dilakukan pengenalan tanaman obat, buah dan sayur yang dapat dikonsumsi untuk pemulihan kesehatan mereka. Dari kuesionair pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para peserta sebesar 47 – 60%.
Physicochemical Profile and Stability of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum) SNEDDS as Potential Aphrodisiac Pratama, Edo; Aly, M. Ainun Najib; Istiqamah, Farida; Widyowati, Retno; Sukardiman, Sukardiman
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 3 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i3.9691

Abstract

This study investigated the stability of a Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) formulated with Zingiber officinale var. rubrum (red ginger) extract. SNEDDS formulations, composed of an oil phase, co-surfactant, and surfactant, are designed to create stable isotropic mixtures, critical for drug delivery systems. Prior to assessing long-term physical stability, the optimal Z. officinale var. rubrum SNEDDS preparation underwent comprehensive characterization, including evaluation of emulsification time, pH, particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. Subsequent physical stability assessments involved rigorous centrifugation, hot-cold, and freeze-thaw cycles. The results demonstrated an emulsification time of ≤1 minute, a pH value of 5.04±0.05, and a particle size of 14.92±0.7 nm, indicative of a nanoscale dispersion. The PDI was 0.282, and the zeta potential was −18.57±1.30 mV, suggesting good colloidal stability. Crucially, throughout six cycles of centrifugation, hot-cold, and freeze-thaw stress tests, the Z. officinale var. rubrum extract SNEDDS exhibited no signs of phase separation, sedimentation, cracking, or creaming. These findings collectively confirm that the prepared Z. officinale var. rubrum extract SNEDDS meets critical physicochemical characteristics and demonstrates excellent physical stability, positioning it as a promising candidate for further development as a natural extract delivery system.
IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 70% AKAR GINSENG KUNING (RENNELLIA ELLIPTICA KORTH.) MENGGUNAKAN LC-MS/MS DAN AKTIVITAS AFRODISIAKA SECARA IN SILICO Istiqamah, Farida; Sukardiman, Sukardiman; Widyowati, Retno
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.870

Abstract

Abstrak Latar belakang: Rennellia elliptica Korth. secara tradisional digunakan sebagai zat afrodisiak. Dilihat dari potensinya, bukti ilmiah ekstrak tumbuhan ini sebagai penghambat phosphodiesterase-5 masih belum dilakukan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 70% tanaman rennellia elliptica Korth. menggunakan LC-MS/MS dan aktivitas afrodisiakan secara in silico. Metode: Ekstrak etanol rennellia elliptica Korth. dianalisis menggunakan LC-MS/MS selanjutnya senyawa tersebut digunakan sebagai senyawa ligan dalam penambatan molekuler untuk mengetahui afinitas pengikatan konstituen fitokimia tersebut terhadap protein target phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Hasil: Ditemukan 17 komponen senyawa antara lain golongan terpenoid, fenilpropanoid, antrakuinon dan flavonoid. Berdasarkan studi in silico dari 17 senyawa yang dianalisis dengan LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9,52 kkal/mol) menunjukkan afinitas tertinggi untuk berikatan dengan target protein. Simpulan: Senyawa fitokimia dari rennellia elliptica Korth. dapat berfungsi sebagai terapi tambahan dalam penemuan obat untuk pengobatan yang menghambat phosphodiesterase 5. Abstract Background: Rennellia elliptica Korth. is traditionally used as an aphrodisiac substance. Judging from its potential, scientific evidence of this plant extract as a phosphodiesterase-5 inhibitor has yet to be conducted. Objective: . This research aims to determine the phytochemical compounds contained in the 70% ethanol extract of the Rennellia elliptica Korth plant. using LC-MS/MS. Method: The ethanol extract of rennellia elliptica Korth. was analyzed using LC-MS/MS and then the compounds were used as ligand compounds in molecular docking to determine the binding affinity of the phytochemical constituents to the target protein phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Results: 17 compound components were found, including terpenoids, phenylpropanoids, anthraquinones and flavonoids. Based on in silico studies of 17 compounds analyzed by LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9.52 kcal/mol) showed the highest affinity for binding to protein targets.. Conclusions: Phytochemical compounds from Rennellia elliptica Korth. may serve as an adjunct therapy in drug discovery for treatment that inhibits phosphodiesterase 5.
Pelatihan Dilan (Distilasi Sederhana) sebagai Upaya Revitalisasi Program Serenisasi di Malang: Dilan (Simple Distillation) Training as an Effort to Revitalize the Serenization Program in Malang Firdaus, Favian Rafif; Naima, Fathnin Ulya; Akbar, Achmad Naufal Maulana; Haq, Nimas Rizqi Firdausy; Lestari, Dewi; Setiawan, Catur Dian; Widyowati, Retno
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7105

Abstract

Codo Village, located in Malang Regency, once held a serenization program. Local PKK women pioneered this program, whose actions were realized through a movement to plant lemongrass throughout the vacant village land to avoid the spread of dengue fever in 2016. A lack of knowledge about the potential of lemongrass plants caused a decline in enthusiasm for the serenization program, marked by many broken lemongrass plants. So, the DILAN (Simple Distillation) training provides a solution to revitalize the serenization program, starting with the formation of cadres, delivery of materials related to lemongrass plants and simple extraction of essential oils using the DILAN method, introduction to e-commerce, supervision and evaluation. The result of this program is that PKK women can produce marketable products from essential lemongrass oil, such as soap, aromatherapy candles, and carbolic acid. The products produced are codo asri and can be obtained from online sales sites. This program can increase the knowledge, productivity and abilities of the population to improve the community's economic status so that the revitalization program can be successfully implemented.
Senyawa Metabolite Sekunder dan Aktifitas Afrodisiak Ekstrak Etanol Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) Secara In silico: Secondary Metabolite Compounds and Aphrodisiac Activity of Ethanol Extract of Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl) With In silico Methode Taufikurrahman, Taufikurrahman; Widyowati, Retno; Sukardiman, Sukardiman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2391

Abstract

Erectile dysfunction is one of the most common sexual problems in men. Drugs available on the market can be used to treat this problem, but the use of these drugs often causes unwanted side effects, the use of natural ingredients as an alternative treatment is increasingly popular, one of which is a herb made from chili jamu (Piper retrofractum Vahl). Metabolite profiling of the chili jamu plant turns out to be different depending on the location of growth, it is thought to result in differences in natural conditions and circumstances which result in differences in aphrodisiac activity. Cabe Jawa extracted with 96% ethanol was analyzed using LC / MS, detected as many as ten secondary metabolites namely, Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, Capsaicin. From the results of in silico tests, it is known that piperine has activity as a phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor with binding energy and inhibition constant values of -8.62 kcal/mol and 0.485 uM. Keywords:          Piper retrofractum Vahl, Secondary metabolite, Aphrodisiac   Abstrak Disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah seksual yang paling umum terjadi pada pria. Obat yang tersedia di pasaran dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, tetapi penggunaan obat tersebut seringkali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan., penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengobatan semakin populer, salah satunya yaitu ramuan berbahan cabe jamu (Piper retrofractum Vahl). Metabolit profiling dari tanaman cabe jamu ternyata berbeda-beda tergantung dari lokasi tumbuhnya, hal tersebut diduga mengakibatkan perbedaan kondisi dan keadaan alam yang berakibat pada perbedaan aktivitas afrodisiak. Cabe jamu yang diekstrak dengan etanol 96% di analisa dengan menggunakan LC/MS, terdeteksi sebanyak sepuluh metabolite sekunder yaitu, Salsolinol, Quercetin, Caffeoyl putrescin, Diferuloyl putrescine, Feruloyl tyramine, Hydroxychloroquine, Tetrahydropapaveroline, Piperine, N-Oleyl-Leucine, Capsaicin. Dari hasil uji in silico diketahui bahwa piperine memiliki aktifitas sebagai penghambat phosphodiesterase type 5 (PDE5) dengan nilai energi ikat dan konstanta inhibisi sebesar -8,62 kkal/mol dan 0,485 uM. Kata Kunci:         Piper retrofractum Vahl, Metabolite sekunder, Afrodisiak
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG APLIKASI OBAT TRADISIONAL YANG TEPAT UNTUK MELAWAN COVID-19 Ekasari, Wiwied; Widyowati, Retno; Purwitasari, Neny; Suryadi, A. Mu’thi Andy; Sahu, Ram Kumar
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i1.5420

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat untuk melawan COVID-19 menjadi tren di masyarakat beberapa tahun terakhir. informasi mengenai penggunaan tanaman obat untuk melawan COVID-19 menyebar dengan cepat sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan kesalahan informasi dan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan baru akibat penggunaan obat tradisional yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan obat tradisional serta cara pembuatannya yang baik untuk melawan COVID-19. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah secara daring yang melibatkan 47 orang guru dan pengelola Lembaga Pendidikan Lukman Al Hakim Hidayatullah, Surabaya. Penilaian terhadap tingkat pengetahuan para peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa sepuluh pertanyaan pilihan ganda dalam format respons tunggal tentang obat tradisional untuk melawan COVID-19 dan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Diperoleh peningkatan nilai rata-rata post-test (75,83) dibanding pre-test (51,39) yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan para peserta webinar tentang obat tradisional untuk melawan COVID-19 beserta cara pembuatannya yang baik.
PENGEMBANGAN PRODUK JAMU DAN SIMPLISIA DARI TANAMAN LOKAL SUKU TENGGER Widyowati, Retno; Sukardiman, Sukardiman; Wahyuni, Tutik Sri; Widyawaruyanti, Aty; Nofianti, Kholis Amalia
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 2 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i2.5672

Abstract

Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo memiliki beragam tanaman liar yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengobatan. Beberapa diantaranya adalah adas, jarak, kecubung, keningar, purwoceng, krangean, kayu ampet, pulosari, dan pronojiwo. Beragamnya tanaman yang ada di sekitar masyarakat setempat merupakan kekayaan tersendiri dari daerah ini, namun tidak banyak masyarakat Desa Ngadisari yang memanfaatkannya secara baik. Hal ini terjadi karena aspek kekurangpraktisan yaitu bahan-bahannya harus diramu terlebih dahulu, selain itu banyak kios yang menjual obat modern di lokasi terpencilpun. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan pelatihan pengembangan produk jamu dan simplisia dari tanaman lokal Bromo bagi masyarakat Suku Tengger, khususnya di Desa Ngadisari, Probolinggo. Produk tersebut berupa jamu godogan, teh herba dan simplisia yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun dipasarkan dengan nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Ngadisari sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf kesehatan masyarakat desa tersebut, sehingga hal ini bisa membuat lingkungan baik.
Edukasi kesehatan melalui webinar tentang swamedikasi obat modern dan tradisional untuk menjamin efektivitas pengobatan Wiwied Ekasari; Retno Widyowati; Andang Miatmoko; Achmad Syahrani; Tristiana Erawati Munandar; Aty Widyawaruyanti; Suciati Suciati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22834

Abstract

AbstrakSwamedikasi merupakan salah satu cara masyarakat untuk mengatasi keluhan penyakit yang tergolong ringan. Tren ini semakin meningkat selama pandemi COVID-19 berlangsung seiring dengan adanya berbagai aturan pembatasan yang membuat hampir seluruh lapisan masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah. Sangat penting untuk masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai, baik tentang obat modern dan tradisional, untuk menjamin efektivitas obat sehingga kesembuhan atau perbaikan kesehatan yang diharapkan dapat tercapai. Berdasar hal tersebut diselenggarakan  pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi obat modern dan tradisional. Penyuluhan berbasis online dengan metode ceramah dan diskusi melalui webinar melibatkan 305 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Penilaian pemahaman masyarakat melalui pre-test sebelum dan post-test setelah materi webinar diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat umum meningkat signifikan (p < 0,05) yang ditandai dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 54,47 dan nilai rata-rata post-test sebesar 74,89. Sama halnya dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian juga meningkat signifikan (p < 0,05) dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 75,15 dan nilai rata-rata post-test sebesar 86,59. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat umum dan tenaga kefarmasian mengenai obat modern dan tradisional sehingga dapat menjamin efektivitas pengobatan dan didapatkan mutu kesehatan yang maksimal. Kata kunci: COVID-19; kesehatan masyarakat; obat modern; obat tradisional. AbstractSelf-medication is one way for the community to deal with complaints of ailments that are classified as mild. This trend has increased during the COVID-19 pandemic along with various restrictions that have made almost all levels of society restrict activities outside the home. It is very important for the community to have adequate knowledge, both about modern and traditional medicine, to ensure the effectiveness of the drug so that the expected recovery or health improvement can be achieved. Based on this main problem, the author provides community service in the form of counseling to increase public understanding regarding modern and traditional drug self-medication. Online-based counseling using lecture and discussion methods via webinars involved 305 participants from various regions in Indonesia. Assessment of public understanding through pre-test before and post-test after the webinar material was given. The results of the analysis show that the level of knowledge of the general public has increased significantly (p < 0.05) as indicated by the average pre-test score of 54.47 and the average post-test score of 74.89. Likewise, the level of knowledge of pharmaceutical staff also increased significantly (p < 0.05) with an average pre-test score of 75.15 and an average post-test score of 86.59. Based on these results, it can be concluded that this community service influences the level of knowledge of the general public and pharmaceutical staff regarding modern and traditional medicine so that it can guarantee the effectiveness of treatment and obtain maximum health quality. Keywords: COVID-19; public health; modern medicine; traditional medicine.
Co-Authors -, Rakhmawati - Abdul Rahem ACHMAD FUAD Achmad Fuad Hafid Akbar, Achmad Naufal Maulana Aly, M. Ainun Najib Amalia, Savira Rizky Meisya Andang Miatmoko Anggara Satria Putra, Anggara Satria Ario Imandiri, Ario Arum Widiyaningsih Aty Widyawaruyanti Bambang Prajogo Eko Wardojo Bobsaid, Jihan Burhan Ma'arif Devanus lahardo Devitri, Nabilah Apsari Dewi Isadiartuti Dewi Lestari Dewi Melani Hariyadi Dewi Melani Hariyati Dini Retnowati Djoko Agus Purwanto Ekapratista, Belinda Nabilah Fahmi Dimas Abdul Azis Farida Ifadotunnikmah Favian Rafif Firdaus Firdaus, Favian Rafif Firman Wicaksana Fridayanti S, Septia Indah Hadi Poerwono Haliza, Nabila Nur Handayani, Rosita Hani Plumeriastuti Haq, Nimas Rizqi Firdausy Hardiyanti, Andi Sry Hardiyanti, Merry Hening Laswati Putra Hidayati, Agriana Rosmalina Hilkatul Ilmi Idha Kusumawati Iis Wahyuningsih Imam Subadi Irawati Sholikhah Istiqamah, Farida J. A. Pangkahila Jaelani, Mochammad Iqbal Kholis Amalia Nofianti Laksmi, Farika Dyani Laksmi Linda Hindiana Luthfiatu Kanina Luthfiatu Kanina Ma'arif, Burhan Mabluhatus Solehah Mahalaksmi, Alika Sabrina Mangestuti Agil Marcellino Rudyanto Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari Marta Ika Riyana Maylisa Natalia Corry Melanny Ika Sulistyowaty Muhammad Amir Hasan Naima, Fathnin Ulya Najlaa, Fatimah Ahla Narendrani Sasmitaning Edhi Nareswari, Andwynanda Bhadra Neni Purwitasari Niluh Indrawati Noorma Rosita Novian, Farah Kusuma Wardhani Nur Irhamni Sabrina Nurina Febriyanti Ayuningtyas Pilipus Kopeuw Pradnyanantha, I Putu Bagus Pramesti, Ragil Putri Pratama, Edo Pratiwi Soesilawati Purwitasari, Neni Purwitasari, Neny Putri, Anisa Yustikka Putri, Yushalluuna Bekti Pasuka Rahman, Ave Rakhmawati - - Rania, Athaya Putri Rice Disi Oktarina Riesta Primaharinastiti Rizka Putra Samudra Rizkyah, Chaerini Sahu, Ram Kumar Salam, Anisa Rakhmania Sari, Trisiyana Sholika SETIAWAN, Catur Dian Shaffiqa, Nurul Subhan Rullyansyah Suciati - - Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Suciati Sudjarwo Sudjarwo Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sukardiman Sulistiyono, Ilham Robbynoor Suryadi, A. Mu’thi Andy Syahrani, Achmad Syahrur Marta Dwi Susilo Taufikurrahman Taufikurrahman Taufikurrahman Tri Widiandani Tristiana Erawati Munandar Tutik Sri Wahyuni Ummah, Rokhmatul Wardhana, Brahma Wisnu Kusuma Widiyaningsih, Arum Windianto, Farhan Rizqi Wiwied Ekasari Wiwik Handayani Yakub, Nikolas Yusuf, Helmy Zulfah, Yasmin