Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Formulasi Sediaan Balsem Stik Oleoresin Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) Rahmawati, Suci
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.502

Abstract

Oleoresin biji pala (Myristica fragrans Houtt) memiliki kandungan trimistin yang memiliki aktivitas sebagai analgetik-antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memformulasi oleorein biji pala sebagai balsem stik dan mengetahui formula dengan sifat fisik terbaik. Pada penelitian ini oleoresin pala diperoleh dengan metode maserasi kinetic dan diformulasi menja empat formula dengan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Balsem stik kemudian dievaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya oles, daya sebar dan uji stabilitas pada suhu kamar. Hasil penelitian terlihat bahwa uji organoleptis dari empat formula memiliki warna yang berbeda: F0 berwarna putih, F1 berwarna coklat muda sedangkan F2 dan F3 berwarna coklat dengan formula berbau khas pala pada F1, F2, dan F3. Uji homogenitas formula menunjukan hasil yang homogen. Keempat formula menunjukkan uji daya oles yang baik dengan nilai pH 4.5-6.5. Nilai daya sebar F1, F2, dan F3 memenuhi standar sediaan topikal semistiff yaitu 3-5 cm), sedangkan F0 tidak memenuhi. Uji stabilitas terlihat stabil pada evaluasi fisik sediaan kecuali pada daya sebar F0, F1 dan F2 yang mengalami penurunan, sedangkan F3 terlihat paling satabil. Pada penelitian dapat disimpulkan bahwa oleoresin pala dapat diformulasi menjadi sediaan balsam stick dengan kosentrasi terbaik 15% yaitu pada F3.
Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat yang Digunakan Oleh Penyehat Tradisional Untuk Mengatasi Diare Di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara Morin Anggrainy; Suci Rahmawati; Ikhsan; Yetti Purnama; Oky Hermansyah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i1.43080

Abstract

Etnofarmakologi merupakan kajian yang membahas penggunaan tumbuhan sebagai obat dengan efek farmakologi pada kelompok masyarakat. Penyehat tradisional Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara secara turun menurun telah menggunakan beberapa jenis tumbuhan untuk menangani diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui famili, bagian tanaman dan cara pengelolaan tanaman obat yang digunakan penyehat tradisional di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara untuk menangani diare. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggali informasi menggunakan lembar wawancara pada 10 orang penyehat tradisional dari teknik total sampling. Hasil studi diperoleh informasi dari 10 penyehat tradisional terdapat 11 spesies (jenis) tanaman obat yang digunakan menangani diare. Jenis tanaman yang digunakan diantaranya: sawo jambu biji, jarak pagar, temu putih, beluntas, bandotan, pisang kepok, gambir, kunyit, kencur, dan bawang merah. Famili tanaman tersebut yaitu Myrtaceae, Euphorbiaseae, Sapotaceae, Zingiberaceae, Asteraceae, Musaceae, Rubiaceae, Amaryllidaceae. Famili yang paling banyak digunakan yaitu famili Myrtaceae sebanyak 25%. Bagian tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional adalah daun, buah, getah, umbi. Cara pengelolaan tanaman untuk menangani diare oleh penyehat tradisional diantaranya dicincang, diparut, dilayukan, dibakar dan direbus. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional untuk menangani diare di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara 25% dari family Myrtaceae, paling banyak digunakan adalah 54,16% bagian daun tanaman, dan cara pengolahan tanaman sebanyak 25% dengan cara direbus.
Web Pedia SOBAT sebagai Sumber Pengetahuan TOGA Pencegahan Stunting di Kota Bengkulu Wulandari, Septi; Sari, Delia Komala; Rahmawati, Suci; Azzahra, Farah; Lestari, Maida; Nurjanati, Dina; Rahmatullah, Febri; Hardiansyah, Yopan; Amanda, Mawar Adelia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i2.2968

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi prioritas utaman untuk ditanggulangi oleh pemerintah Indonesia. Di Indonesia sendiri, prevalensi stunting mencapai 37,2% dan telah terjadi penurunan hingga 30,8%, sedangkan di Provinsi Bengkulu pada kelompok umur 5-12 tahun 2018 kasus stunting sebesar 22,34% dan sebesar 22,46% di Kota Bengkulu. Indonesia memiliki tanaman-tanaman yang beragam dimana terdapat berbagai tanaman yang memiliki khasiat untuk mencegah stunting, untuk mensosialisasikan tanaman pencegah stunting digunakan website agar dapat diakses dengan mudah oleh berbagai kalangan. Kegiatan edukasi dilakukan di SD Negeri 86 Kota Bengkulu kepada siswa-siswi kelas 5 pada hari Senin tanggal 4 November 2024. DapatĀ  dilihat bahwa sebelum penyuluhan materi rata-rata persentase pengetahuan berada di bawah 60% sedangkan setalah tim pengabdi melakukan penyuluhan materi rata- rata persentase pengetahuan berada di atas 88%. Hasil dari persentase ini menunjukkan terdapat progres atau kemajuan terhadap pengetahuan yang didapatkan oleh siswa-siswi SD Negeri 86 Kota Bengkulu.
PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MELALUI KEGIATAN PEMBUATAN DESINFEKTAN ORGANIK MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ECOENZYM Komala, Encik Putri Ema; Wasalamah, Bardah; Putri, Elsa Lolita; Hermansyah, Oky; Rachmawaty, Suci
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2060

Abstract

Organic waste is abundant around us, including at the Soeprapto Special Mental Hospital (RSKJS) in Bengkulu Province. This organic waste has not been fully utilized at RSKJS in Bengkulu Province, and the service team aims to maximize the utilization of organic waste by empowering People with Mental Disorders (ODGJ) through the production of organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. This service activity aims to provide new knowledge and skills to ODGJ so that they are better prepared to reintegrate into society, particularly in the processing of organic waste, namely the production of ecoenzymes. The activities involve education, simulation (practice), and mentoring. The service team coordinates with the psychosocial rehabilitation unit at RSKJS in Bengkulu Province to discuss the current challenges faced by partners, and then develop a plan for producing organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. The production of ecoenzymes is carried out entirely by ODGJ, while the production of disinfectants is done by professionals. The results of this service activity include products such as ecoenzymes and organic disinfectants. Keywords: Empowerment, ODGJ, Ecoenzyme, Disinfectant