Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PEMBUATAN JAMU YANG BAIK DAN AMAN PADA KELOMPOK JAMU GENDONG DI KOTA BENGKULU Suci Rahmawati; Nori Wirahmi; Camelia Dwi Putri Masrijal; Rose Intan Permasari; Oky Hermansyah; Samwilson Slamet
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2252-2256

Abstract

Usaha Jamu Gendong (UJG) is a herbal medicine business carried out by individuals using traditional medicine ingredients in the form of fresh liquid to be sold directly to consumers. This service activity was aimed to increasing knowledge and providing skills on how to make good and safe jamu for UJG group in Bengkulu City. This activity was carried out on October 22, 2022 with 20 participants. This service activity is carried out using discussion and demonstration methods. Evaluation of activities is carried out by giving questionnaire sheets given before and after the activity. The results of the questionnaire evaluation obtained that the average score of 20 participants before and after the activity was 90.6 and 99.2, respectively. From the implementation of the activities, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of the herbal medicine group regarding how to make good and safe traditional medicines.
Penentuan Kandungan Vitamin D2 Pada Ekstrak Etil Asetat Jamur Sawit (Volvariella volvacea) Dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis Oky Hermansyah; Apriyanti Apriyanti; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Dominica
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1245

Abstract

Dari hasil berbagai penelitian vitamin D memiliki peran yang signifikan tidak hanya penting dalam kesehatan tulang, namun juga imunitas, membantu pemulihan pada penyakit infeksi pernafasan, penyakit diabetes dan kolesterol. Salah satu sumber alami vitamin D adalah jamur, banyak penelitian yang mengungkapkan kandungan vitamin D pada jamur, seperti jamur tiram atau jamur merang padi, namun belum ada yang melaporkan kandungan vitamin D pada jamur sawit (Volvariella volvaceae). Jamur sawit ini banyak dihasilkan di daerah penghasil kelapa sawit seperti di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kecamatan Pino. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan vitamin D (ergokalsiferol) dalam esktrak etil asetat jamur sawit yang dihasilkan disekitar perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Pino. Jamur sawit diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat melalui proses maserasi, kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Dari hasil proses ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 1,076%. Ekstrak kental ini kemudian ditentukan kadar vitamin D-nya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan vitamiin D2 (ergokalsiferol BPFI) sebagai standar. Dari hasil pengujian, diperoleh kurva larutan standar vitamin D dengan koefisien regresi (r) sebesar 0,997 dan persamaan garis y=0,0337x+0,011. Absorbansi sampel yang diperoleh kemudian diplot ke dalam persamaan garis dan kadarnya dihitung, hasilnya didapatkan kadar vitamin D2 (ergokalsiferol) pada sampel. Dari hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa jamur sawit yang diperoleh di sekitar perkebunan kelapa sawit Kecamatan Pino di Provinsi Bengkulu mengandung vitamin D2 (ergokalsiferol) dengan kadar 0,1363% atau sekitar 54,52 IU/gram.
Antioxidant Activity Of Body Lotion Formula Containing Rosella Petal Extract (Hibiscus sabdariffa) And Calamansi Orange Peel Essential Oil (Citrofortunella microcarpa) Suci Rahmawati; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Yendha Dwi Rolitta; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1262

Abstract

Rosella petals contain anthocyanins, and calamansi orange peel essential oil contains limonene, both of which are antioxidant compounds. Antioxidants capture free radicals, allowing them to serve as active ingredients in preventing premature aging in skincare products such as body lotions. This study was aimed to formulate and test the antioxidant activity of body lotion containing roselle petal extract (Hibiscus sabdariffa L.) and calamansi orange peel essential oil (Citrofortunella microcarpa). Roselle petal extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent and calamansi essential oil was obtained through distillation using aquadest as the solvent. The body lotion was formulated in three variations (F1, F2, and F3) with differing concentrations of roselle extract and calamansi essential oil, respectively: F1 (1% and 3%), F2 (2% and 5%), and F3 (4% and 7%). The formulations were evaluated their physical properties (organoleptic characteristics, homogeneity, pH, spread ability, viscosity, and stability) and also antioxidant activity. The evaluation results were indicated that all formulations met physical standards but were unstable under heat. F1, F2, and F3 were semi-solid, homogeneous, pink in color, and had a distinctive calamansi aroma. The antioxidant evaluation yielded IC₅₀ values of 89.9 ppm, 81.7 ppm, and 69.7 ppm for F1, F2, and F3, respectively. The results was showed that F3 formula had the highest antioxidant activity. This study was demonstrated that increasing the concentration of the combination of roselle petal extract and calamansi essential oil enhanced the antioxidant activity of the body lotion formulations.
Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat Demam Oleh Penyehat Tradisional Di Desa Talang Pauh Kabupaten Bengkulu Tengah Cindy Darma Prasiska; Ikhsan; Reza Rahmawati; Suci Rahmawati; Rizqa Hasanah
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1287

Abstract

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi dan sering ditangani secara tradisional oleh masyarakat perdesaan menggunakan tanaman obat berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis tanaman obat, bagian tanaman yang digunakan, cara pengolahan, serta cara penggunaan tanaman obat oleh penyehat tradisional dalam mengatasi demam di Desa Talang Pauh, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling terhadap 12 orang penyehat tradisional. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 spesies tanaman obat yang dimanfaatkan untuk mengatasi demam. Spesies tanaman yang paling banyak di gunakan oleh penyehat tradisional  Adalah melur (Jasminum sambac L ).  Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun, diikuti oleh rimpang, akar, kulit batang, bonggol, dan air kelapa. Metode pengolahan yang dominan adalah perebusan, sedangkan cara penggunaan paling umum adalah diminum, selain digunakan sebagai kompres, diusapkan, dan dimandikan. Dominasi penggunaan daun menunjukkan pertimbangan aspek ketersediaan, kemudahan pengolahan, serta keberlanjutan sumber daya. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik pengobatan tradisional di Desa Talang Pauh masih lestari dan memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut secara ilmiah sebagai dasar pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Kopi Robusta dan Serai Wangi terhadap Escherichia coli Ibrahim Ayattulah; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Tri Danang Kurniawan; Rose Intan Perma Sari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7972

Abstract

Antibacterial activity of a combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel (Coffea canephora) and citronella grass (Cymbopogon nardus) against Escherichia coli was evaluated using the disc diffusion (Kirby–Bauer) method. The extracts were obtained through maceration with 70% ethanol and combined in a 1:1 ratio at concentrations of 10%, 20%, 40%, 60%, and 80%. The parameter observed was the diameter of the inhibition zone formed around the discs. The results showed no antibacterial activity at concentrations of 10% and 20%. At 40%, the inhibition zone was 4.87 mm (weak category), increasing to 5.43 mm (moderate category) at 60% and 7.53 mm (moderate category) at 80%. The positive control (ciprofloxacin) exhibited an inhibition zone of 23.31 mm (very strong category), while the negative control (DMSO) showed no inhibition. Statistical analysis using One Way ANOVA indicated significant differences among treatments (p<0.05). In conclusion, the combination of 70% ethanol extracts of Robusta coffee peel and citronella grass demonstrated concentration-dependent antibacterial activity against Escherichia coli, although the activity remained in the weak to moderate category.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nuraisyah Fitri Lesti; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Putri Mulia; Yona Harianti Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Aziza Afrianti; Suci Rahmawati; Maria Eka Patri Yulianti; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun secara keseluruhan masih tergolong lemah. Meskipun demikian, zona hambat yang terbentuk bersifat jernih yang mengindikasikan adanya efek bakterisidal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif
Uji Efektivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Aulia Nur Afifah; Muhammad Farid; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati; Dwi Dominica
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13397

Abstract

Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat. Penggunaan obat sintetik seperti simvastatin efektif menurunkan kadar kolesterol, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 96% daun kelor terhadap kadar kolesterol pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest randomized control group design. Sebanyak 5 ekor kelinci jantan dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC), serta dua kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan menggunakan pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil menunjukkan bahwa kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan dari 185 mg/dL menjadi 105 mg/dL (43,24%). Kelompok ekstrak dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB juga mengalami penurunan menjadi 113 mg/dL (19,29%) dan 108 mg/dL (34,15%), sedangkan kontrol negatif hanya menurun sebesar 10,62%. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas menurunkan kadar kolesterol, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan simvastatin.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Intan Furnamasari; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Yogie Andika Tri Nanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Adek Zamrud Adnan Agung Giri Samudra Aina Fatkhil Haque Amanda, Mawar Adelia Anisa Lathifah Fauziah Annisa Muslimah Apriyanti Apriyanti Arinda Nur Cahyani ASMARIYAH, ASMARIYAH Aulia Nur Afifah Ayu Ovia Riski Aziza Afrianti Azkiyah, Fadhilah Zayyin Azzahra, Farah Bardah Wasalamah Camelia Dwi Putri Masrijal Cindy Darma Prasiska Cyntia Dwi Utami Delia Komala Sari Delia Komala Sari, Delia Komala Dessy Triana Dewiani, Kurnia Dominica, Dwi Dwi Kurnia Putri Elda Jumiati Elsa Novrianti Hardiansyah, Yopan Heru Dwi Nugroho himalaya, dara Husna, Syarifatul Ibrahim Ayattulah Ika Gusriani Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Iksan Intan Furnamasari Jumeysi Herlina Irawan Juwita Sartati Khairani, Ade Komala, Encik Putri Ema Kurnia Dewiani LEFIANI, NADIA Lestari, Maida Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marlina . Marliza Marliza Masrijal, Camelia Dwi Putri Melati, Putjha Morin Anggrainy Muhammad Farid Muhammad Taher Natasha Ardinata Nizella Syaenri Nori Wirahmi Nova Yustisla Novianti Novianti Nuraisyah Fitri Lesti Nurfijrin Ramadhani, Nurfijrin Nurjanati, Dina Oktaviani, Tiara Oktoviani Oktoviani, Oktoviani Oky Hermansyah Oky Hermansyah Purnama, Yetti Putri Mulia Putri Rizky Lailatur Rahmah Putri, Elsa Lolita RAHAYU, MARSHELLA SRI Rahmah, Anggi Apria Faradisya Rahmatullah, Febri Ramya Rachmawati Reza Rahmawati Rizqa Hasanah ROBY SETIAWAN Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Sari Surya Guma Sri Sari, Rose Intan Perma Sari, Yulita Gumala SEPTI WULANDARI Septi Wulandari Shellyna Fransiska Marbun Sipriyadi Taurina, Hilda Thesa Monica Tri Danang Kurniawan Tri Danang Kurniawan Triyana Yestira Try Nafilah Nujjiah Tuti Anggriani Utama Versita, Riana Wafa Syahidah Windi Apriandri Wirahmi, Nori Yendha Dwi Rolitta Yetti Purnama Yetti Purnama Yogie Andika Tri Nanda Yona Harianti Putri