Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DOCKING MOLECULAR SENYAWA PADA TANAMAN FAMILI APIACEAE SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM XANTHINE OXIDASE Oktaviani, Tiara; Hermansyah, Oky; Ikhsan, Ikhsan; Rahmawati, Suci; Wirahmi, Nori
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.593

Abstract

Asam urat merupakan produk metabolisme dari purin yang dikonversi oleh enzim xanthine oxidase didalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam darah karena metabolisme purin yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian yang memicu terjadinya  penyakit gout. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi potensi senyawa aktif pada herbal famili apiaceae yang dapat menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menggunakan aplikasi Autodock Tools 1.5.6. Docking molecular dilakukan dengan ukuran pusat penambatan molekul pada x = 95,226; y = 47,251; z = 112, 78 dengan volume x, y, dan z = 40. Struktur kristal enzim xanthine oxidase dengan kode 3BDJ sebagai makromolekul dan sebagai ligan uji 10 senyawa aktif Famili Apiaceae. Dari hasil penelitian secara in silico didapatkan bahwa senyawa aktif pada tanaman seledri (Apium graveolens) yaitu apigenin memiliki potensi sebagai anti asam urat karena dari hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki nilai energi ikatan -10,28 dimana nilainya lebih baik dibandingkan dengan ligan uji lainnya termasuk pada senyawa pembanding alupurinol,  nilai Ki-nya 29,31nM, memiliki 2 ikatan hidrogen dan terikat pada 10 residu asam amino.
HUBUNGAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DENGAN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (CITROFORTUNELLA MICROCARPA) TERHADAP DISMENORE PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI VOKASI KESEHATAN FMIPA UNIVERSITAS BENGKULU RAHAYU, MARSHELLA SRI; PURNAMA, YETTI; RAHMAWATI, SUCI; DEWIANI, KURNIA; IKHSAN, IKHSAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5170

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi, dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah. Salah satu upaya untuk mengatasi Dismenore dengan metode non farmakologi yaitu teknik relaksasi napas dalam dengan pemberian aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Minyak atsiri Jeruk Kalamansi mengandung decanal yang berfungsi sebagai penenang (sedatif alami) yang dapat menstabilkan sitem saraf sehingga menimbulkan efek tenang dan rileks bagi siapapun yang menghirupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) terhadap dismenore pada mahasiswi Program Studi Vokasi Kesehatan FMIPA Universitas Bengkulu. Pengukuran tingkat nyeri dismenore menggunakan skala Visual Analog Scale (VAS) kombinasi. Metode: Metode penelitian menggunakan Quasy exsperiment design dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dan Pembahasan: Sebelum diberi teknik relaksasi napas dalam dengan minyak atsiri Jeruk Kalamansi rata-rata tingkat nyeri dismenore adalah 5.73 dan setelah diberi teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi rata-rata tingkat nyeri dismenore menjadi 4.40. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai ρ-value = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dapat mengurangi Dismenore.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 12-48 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU LEFIANI, NADIA; ASMARIYAH, ASMARIYAH; NOVIANTI, NOVIANTI; HIMALAYA, DARA; RAHMAWATI, SUCI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Rentang usia balita dimulai dari usia 2-5 tahun, dikenal dengan fase emas atau “Golden Age” adalah fase saat otak anak mengalami perkembangan yang paling cepat dalam pertumbuhannya. Pertumbuhan yaitu proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif atau peningkatan dalam hal ukuran, sedangkan perkembangan yaitu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah keadaan yang semakin terorganisasi yang pada dasarnya tidak bisa diukur. Pengetahuan merupakan hasil “tahu” ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penelitiani ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita usia 12-48 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini mengunakan analisis Univariat dan Bivariat, Sampel penelitian diambil mengunakan teknik accidental sampling dan metode penelitian mengunakan deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan uji statistic rank spearman mengunakan SPSS for window 29. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil analisis univariate dari 50 responden 41 orang (82%) usia 20-35 tahun, 27 orang (54%) pendidikannya SMA, 43 orang (86%) bekerja sebagai IRT, 49 orang (98%) pengetahuan ibu baik. 22 orang (44%) anak ke-1, 27 orang (54%) berjenis kelamin perempuan, 50 orang (100%) tumbuh kembang balita sesuai. Hasil uji statistik mengunakan rank spearman nilai Asymp. Sig (2-sided) nilaiρ- 0.001 < 0.05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita dalam kategori cukup di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita usia 12-48 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu.
STUDI IN SILICO SENYAWA AKTIF PADA FAMILI ZINGEBRACEAE SEBAGAI TERAPI ANTI ASAM URAT Hermansyah, Oky; Azkiyah, Fadhilah Zayyin; Rahmawati, Suci; Sari, Rose Intan Perma; ikhsan, ikhsan; Husna, Syarifatul
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v3i1.27458

Abstract

Asam urat adalah hasil terakhir purin dalam tubuh. Namun jika jumlahnya berlebih didalam darah akan mengakibatkan berbagai penyakit seperti radang sendi dan rematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa tumbuhan pada famili zingiberaceae berpotensi sebagai obat anti asam urat melalui penghambatan terhadap enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan simulasi docking molekuler, aktifitas senyawa terhadap enzim xanthine oxidase dilihat melalui nilai energi ikatan (), konstanta inhibisi (Ki), ikatan hidrogen yang terbentuk, dan residu asam amino yang terikat. Ukuran pusat penambatan molekul pada penelitian ini x = 95,226; y =47,251; z = 112,78 dengan volume x, y, dan z = 40. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa tanaman dengan nilai energi ikatan () terbaik yaitu Pinostrobin sebesar -10.35 Kkal/mol, nilai Ki 26.11 µM, memiliki 2 ikatan hidrogen dengan makromolekul dan terikat dengan 11 residu asam amino. Secara umum senyawa tanaman famili zingiberaceae berpotensi sebagai obat anti asam urat dengan penghambatan terhadap enzim xanthine oxidase
FORMULASI, EVALUASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK TALI PUTRI (Cassytha filiformis L) Setiawan, Roby; Masrijal, Camelia Dwi Putri; Hermansyah, Oky; Rahmawati, Suci; Sari, Rose Intan Perma; Cahyani, Arinda Nur
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v3i1.27649

Abstract

Tali putri (Cassytha filiformis L) termasuk ke dalam famili lauraceae, yang memiliki aktivitas antioksidan alami. Tanaman ini banyak dijumpai di kawasan pesisir Pantai Panjang Kota Bengkulu. Tujuan penelitiaan ini adalah mendapatkan formula gel antioksidan ekstrak Tali Putri (Cassytha filiformis L) terbaik berdasarkan evaluasi dan uji stabilitasnya. Tumbuahan Tali Putri (Cassytha filiformis L) diekstrak dengan metode maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut metanol. Penelitian ini menggunakan ekstrak tali putri (Cassytha filiformis L) sebanyak 3%, yang diformulasikan ke dalam 3 formula dengan variasi basis HPMC, yaitu 7% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Uji evaluasi yang dilakukan yaitu uji homogenitas, uji organoleptis, uji pH, dan uji viskositas. Uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test dilakukan selama 3 hari. Hasil pengujian randemen ekstrak yang diperoleh adalah 2,812%. Uji pH menunjukan gel memiliki pH 6,4 (F1), 6,3 (F2), dan 6,2 (F3). Uji viskositas menunjukan gel memiliki viskositas 2530 cps (F1), 1610 cps (F2), 1920 cps (F3). Uji stabilitas metode cycling test terjadi sineresis di setiap formulasi dengan waktu terlama pada F1. Gel mengandung ekstrak tali putri (Cassytha filiformis L) yang terbaik berdasarkan hasil evaluasi dan uji stabilitas adalah formula 1 (F1).
SKRINING FITOKIMIA INFUSA DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack.) DENGAN METODE REAKSI WARNA Rahmawati, Suci; Marliza, Marliza; Sari, Rose Intan Perma; Wirahmi, Nori; Oktoviani, Oktoviani; Sipriyadi, Sipriyadi
Jurnal Pharmacopoeia Vol 2 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v2i2.482

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack) was used traditionally as a medicine to help relieve fever, malaria and flu. In general, people was used sungkai leaves in the form as infusion. This study was aimed to screening of secondary metabolite of Sungkai leaf infusion using the color reaction method. The sample in this study was sungkai leaf that obtained from Bengkulu city. The infusion was obtained by boiling 10 gram of sungkai leaf simplicia with 100 ml of distilled water for 15 minutes at 90 0C until a concentration of 10% (w/v) was obtained. Secondary metabolite screening was carried out using the color reaction method to identify alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and steroids. Phytochemical screening using specific reagents with the test was repeated three times. The results were showed that sungkai leaves infusion was positive in alkaloid test as evidenced by the presence of white precipitate with Mayer reagent, brown precipitate with Wagner reagent, and orange precipitate with Dragendorff reagent. Positive results were also shown in flavonoid, saponin and tannin tests. While, negative result was seen in steroid test using Liebermann Burchard reagent. In this study it can be concluded that sungkai leaf infusion positively contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins.
FORMULATION AND TESTING OF SOLID SOAP CONTAINING 96% ETHANOL EXTRACT OF PURSLANE (Portulaca oleracea L.) COMBINED WITH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) AGAINST Staphylococcus aureus Sari, Rose Intan Perma; Rahmah, Anggi Apria Faradisya; Hermansyah, Oky; Rahmawati, Suci; Sipriyadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1643

Abstract

Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium commonly associated with various infections. An initial step in preventing and addressing infections is the use of antibacterial soaps. The purslane extract can serve as an antibacterial agent that inhibits the growth of Staphylococcus aureus, while VCO offers additional protection through its antimicrobial properties and ability to maintain skin moisture. This study aimed to formulate a solid soap using 96% ethanol extract of purslane combined with VCO. Purslane powder was extracted using a maceration method. The physical properties of the soap were evaluated, including organoleptic evaluation, PH, homogeneity, foaming capacity, foam stability, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Based on the results of the physical property evaluations, the solid soap met the required standards. The antibacterial effectiveness test showed inhibition zones for F1 at 3.21 ± 0,023 (weak category), F2 at 4,26 ± 0,102 (weak category), and F3 at 5,2 ± 0,070 (weak category). The results indicate that the purslane extract, in combination with varying amounts of VCO, can be formulated into solid soap that meets the physical property evaluation criteria and possesses antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus.  Keywords: Solid Soap; Antibacterial; Purslane Plant; VCO; Staphylococcus aureus
Formulation of Sunscreen of Agarwood Leaf Ethanol Extract (Aquilaria malaccensis Lam.)Excessive exposure to sunlight can adversely affect the skin and cause various kinds of skin problems. Agarwood leaf extract (Aquilaria malaccensis Lam) contains flavon Sari, Delia Komala; Sipriyadi, Sipriyadi; Rahmawati, Suci; Khairani, Ade
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excessive exposure to sunlight can adversely affect the skin and cause various kinds of skin problems. Agarwood leaf extract (Aquilaria malaccensis Lam) contains flavonoid compounds that can protect the skin from the harmful effects of UV rays. This study aims to formulate a cream from the ethanol extract of agarwood leaves (Aquilaria malaccensis Lam) which can be used as a sunscreen cream. In this study, a cream formula was prepared from ethanol extract of agarwood leaves with 3 variations of different concentrations of the extract, namely F1 2% extract of agarwood leaves, F2 4% extract of agarwood leaves and F3 8% extract of agarwood leaves. Homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, adhesion tests, and SPF tests. The results showed that F2 with an extract concentration of 4% was the best formula with a pH of 7.11; spreadability of 6.0 cm; adhesive power of 4.9 seconds and SPF value of 39.22 which is the maximum category as a sunscreen.
OPTIMASI EKSTRAKSI DAUN NANGKA KUNING (Vincetoxicum villosum (Blume) Kuntze) DARI BERBAGAI PELARUT DAN METODE Oktoviani, Oktoviani; Taurina, Hilda; Triana, Dessy; Rahmawati, Suci; Sari, Yulita Gumala; Melati, Putjha; Sari, Delia Komala
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/labsaintek.v2i1.22754

Abstract

Extraction of a plant in traditional medicine is a very crucial stage for the success of the treatment. For example, nangka kuning (Vincetoxicum villosum (Blume) Kuntze) which has been scientifically researched, its leaves are extracted with ethanol solvent using the maceration method. Meanwhile, by local people,nangka kuning leaves are processed by boiling using water. This attracted the attention of researchers to re-analyze the content of secondary metabolites in nangka kuning leaf extract made with different solvents and methods. Researchers carried out the extraction using water with heating (infusion), ethanol without heating (maceration) and chloroform without heating (maceration). The results obtained from the three types of extracts contained secondary metabolites of alkaloids in the three extracts. While steroids are only found in extracts with a water solvent. Then the tannins are found in the extract with water and ethanol as solvents. Negative results from the three extracts were shown for secondary metabolites of flavonoids and saponins. So it can be concluded that nangka kuning leaf extract which has the most optimal secondary metabolite is the extract using water as a solvent by heating.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI AGAROSA DARI TEPUNG AGAR DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT PROPILEN GLIKOL DAN ISOPROPIL ALKOHOL Rahmawati, Suci
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.434

Abstract

Agarosa merupakan biopolimer kandungan utama dari rumput laut (Gracilaria gigas) yang sering dimanfaatkan dibidang bioteknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi agarosa dari tepung agar dengan pelarut propilen glikol. Isolasi agarosa dilakukan dengan melarutkan tepung agar menggunakan pelarut propilen glikol pada suhu 105 oC dengan pengadukan untuk memperoleh 2% b/v larutan agar. Larutan agar didiamkan semalam pada suhu 10 oC dan pelarut isopropil alkohol ditambahkan untuk memperoleh Agaroas 1 (A1) dan pemurnian dilakukan dengan mengisolasi A1 dengan metode yang sama untuk memperoleh A2. Karakterisasi agarosa melalui penentuan nilai rendemen, kekuatan gel dan angka sulfat. Hasil penelitian menunjukkan  nilai rendemen A1 dan A2 adalah 81,49% dan 79,74%. . Hasil karakterisasi diperoleh kekuatan gel dan angka sulfat agarosa A1 dan A2 diperoleh masing-masingnya adalah 1431 g/cm2; 0,57% dan 1438 g/cm2; 0,40%. Simpulan, hasil isolasi Agarosa dari tepung agar yaitu A1 memiliki nilai rendemen yang lebih besar dibandingkan A2, akan tetapi hasil karakterisasi A2 memiliki nilai yang lebih baik dari A1.