Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MASKER WAJAH CASCARA SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PADA KELOMPOK PETANI KOPI DI DESA TAPAK GEDUNG KABUPATENG KEPAHIANG Suci Rahmawati; Nizella Syaenri; Muhammad Fajri Pratama; Sindy Dwi Ananda; Nori Wirahmi; Nurul Azmi; Muris Rihadiman Syafutra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.130-134

Abstract

Desa Tapak Gedung merupakan desa yang terletak di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu dengan mata pencaharian utama adalah bertani kopi. Pengolahan kopi di desa ini dilakukan secara konvensional dengan hasil olahan kopi bubuk, kopi tubruk dan produk teh dari ceri biji kopi (cascara). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan keterampilan pembuatan masker wajah cascara pada kelompok petani dan kader Desa Tapak Gedung dalam mendiversifikasi produk dari tanaman kopi. Kegiatan ini telah terlaksana pada tanggal 6 – 7 Agustus 2022 dengan jumlah peserta 25 orang. Pelatihan pembuatan masker dilakukan dengan metode demonstrasi pembuatan masker wajah dari kulit biji kopi (cascara) yang telah dijadikan serbuk halus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian lembar observasi berupa butir soal yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta. Evaluasi kepuasan peserta terhadapat pelaksanaan kegiatan juga dilakukan pada kegiatan pengabdian ini. Hasil penilaian lembar observasi dan survey kepuasan diperoleh nilai skor rata-rata dari 25 peserta sebelum kegiatan adalah 84 dan setelah kegiatan adalah 85,8 dengan peserta 72% puas dan 28% cukup puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta dalam mendiversifikai produk dari tanaman kopi.
EDUKASI PEMBUATAN JAMU YANG BAIK DAN AMAN PADA KELOMPOK JAMU GENDONG DI KOTA BENGKULU Suci Rahmawati; Nori Wirahmi; Camelia Dwi Putri Masrijal; Rose Intan Permasari; Oky Hermansyah; Samwilson Slamet
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2252-2256

Abstract

Usaha Jamu Gendong (UJG) is a herbal medicine business carried out by individuals using traditional medicine ingredients in the form of fresh liquid to be sold directly to consumers. This service activity was aimed to increasing knowledge and providing skills on how to make good and safe jamu for UJG group in Bengkulu City. This activity was carried out on October 22, 2022 with 20 participants. This service activity is carried out using discussion and demonstration methods. Evaluation of activities is carried out by giving questionnaire sheets given before and after the activity. The results of the questionnaire evaluation obtained that the average score of 20 participants before and after the activity was 90.6 and 99.2, respectively. From the implementation of the activities, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of the herbal medicine group regarding how to make good and safe traditional medicines.
EDUKASI PEMBUATAN JAMU YANG BAIK DAN AMAN PADA KELOMPOK JAMU GENDONG DI KOTA BENGKULU Suci Rahmawati; Nori Wirahmi; Camelia Dwi Putri Masrijal; Rose Intan Permasari; Oky Hermansyah; Samwilson Slamet
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2252-2256

Abstract

Usaha Jamu Gendong (UJG) is a herbal medicine business carried out by individuals using traditional medicine ingredients in the form of fresh liquid to be sold directly to consumers. This service activity was aimed to increasing knowledge and providing skills on how to make good and safe jamu for UJG group in Bengkulu City. This activity was carried out on October 22, 2022 with 20 participants. This service activity is carried out using discussion and demonstration methods. Evaluation of activities is carried out by giving questionnaire sheets given before and after the activity. The results of the questionnaire evaluation obtained that the average score of 20 participants before and after the activity was 90.6 and 99.2, respectively. From the implementation of the activities, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of the herbal medicine group regarding how to make good and safe traditional medicines.
PEMANFAATAN CASCARA SEBAGAI BAHAN SABUN SCRUB DI DESA TAPAK GEDUNG KABUPATEN KEPAHIANG Suci Rahmawati; Ika Gusriani; Yetti Purnama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.330-334

Abstract

Tapak Gedung merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu yang bergantung pada pertanian kopi. Di Desa ini terdapat air terjun Curug Embun yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan eduwisata. Kegiatan pengabdian pembuatan sabun scrub cascara dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kelompok mitra sasaran di Desa Tapak Gedung dalam meningkatkan nilai jual produk olahan pertanian kopi. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah kader desa Tapak Gedung. Tim memberikan materi tentang pengembangan produk kopi dan pembuatan sabun. Demonstrasi pengolahan cascara menjadi sabun scrub dilakukan secara berkelompok dengan panduan dari tim pengabdian. Pre-test dan post-test diberikan pada partisipan kegiatan untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Pemberian kuisioner kepuasan juga dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. Kegitan pengabdian telah dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 Juni 2023 yang diikuiti oleh 20 orang kader desa. Kader desa berhasil mempraktekkan pembuatan sabun scrub cascara dan menghasilkan produk sabun dengan bentuk yang baik. Hasil pre-test dan post-test masing-masingnya adalah 38,95 dan 67,90. Evaluasi kepuasan mitra terlihat bahwa 73,7% mitra puas; 26,3% mitra cukup puas dan 0% mitra tidak puas terhada pelaksanaan kegiatan yang diberikan oleh tim pengabdian. Kesimpulan pelaksanaan kegiatan ini adalah mitra dapat mempraktekkan pembuatan sabun scrub cascara dan terdapat peningkatan pengetahuan mitra setelah pelaksanaan kegiatan.
CHARACTERISTICS OF ALLAMANDA FLOWER (Allamanda cathartica L.) ETHANOLIC EXTRACT Suci Rahmawati; Ayu Ovia Riski; Nova Yustisla; Yetti Purnama
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.30

Abstract

Allamanda flowers were known as ornamental plants, but also have benefits as traditional medicine. Phytochemical screening is an important first step in identifying potential secondary metabolites of a plant. This study were to determine of characteristics and phytochemical screening of allamanda flowers ethanolic extract. Allamanda flowers used were natural flowers that have been air-dried for 7 days. The extract from dry sample of allamanda flowers was obtained by maceration method using 96% ethanol as solvent. The extracts were evaluated their characteristics including, yield, ash content, water content and phytochemical screening by color reaction method with specific reagent. The results were obtained that extract characteristics, namely the yield of 51.77%; water content of 1.14%; and ash content of 4.71%. The results were obtained from the phytochemical test that 96% ethanol extract of allamanda flowers contains flavonoid and saponin. It can be concluded that ethanol extract of allamanda flowers with ash content of 4.71% and water content of 1.14% contains flavonoids and tannins.
TRANSDERMAL PATCH FORMULATION OF NUTMEG EXTRACT WITH HPMC (HYDROXY PROPYL METHYL CELLULOSE) AND EC ETHYL CELLULOSE (EC) AS POLYMERS Suci Rahmawati; Yetti Purnama; Kurnia Dewiani; Oky Hermansyah; Nizella Syaenri; Sari Surya Guma Sri; Elda Jumiati
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.160

Abstract

Nutmeg seed extract (Myristica fragrans Houtt) contains myristicin which have been an anti-inflammatory effect. Nutmeg seed extract is formulated into transdermal patch to avoid the first pass effect. This study was aimed to determine the best nutmeg extract patch transdermal formula using HPMC and EC as polymers. In this study, nutmeg extract was obtained by kinetic maceration method using 96% ethanol. The patch formula was designed into two formulas that have different types of polymer with a concentration of 4.5%, namely FP1 with HPMC polymer and FP2 with EC polymer. Patches that were evaluated for physical properties included organoleptics, weight uniformity, patch thickness, folding resistance test, drying shrinkage, absorbency test and pH. The results showed that FP1 had good organoleptic (elastic shape and even brown color); Uneven weight and thickness (SD < 0.05); Folding endurance test of 300 X; drying shrinkage 25%; absorption capacity of 8.1% and pH 6. Meanwhile, FP2 appears to have poor organoleptic properties (wrinkled shape and uneven brown color; uneven weight (SD < 0.05); uneven thickness (SD > 0.05); test folding resistance of 100 X, drying shrinkage 22.5%; absorption capacity of 20.2% and pH 6. In this study it can be concluded that FP1 with HPMC was the best formula for transdermal patch containing ethanol extract of nutmeg seeds.
Aplikasi Agarosa sebagai Matriks Kultur 3d pada Sel Kanker Paru Line A549 Suci Rahmawati; Adek Zamrud Adnan; Muhammad Taher; Marlina Marlina
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i2.10690

Abstract

Agarosa merupakan salah satu biopolimer yang sering digunakan dalam bidang bioteknologi, diantaranya sebagai matriks pada kultur sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan agarosa hasil isolasi dari tepung agar sebagai matriks kultur 3D pada sel kanker paru line A549. Hasil isolasi diperoleh Agarosa 1 (A1) dan Agarosa 2 (A2) hasil pemurnian dari A1. A1 dan A2 dengan konsentrasi 5% diaplikasikan sebagai matriks kultur 3D di dalam well plate kultur sel kanker paru line A549 dengan densitas 107, sebagai kontrol pertumbuhan digunakan kultur 2D sel (well plate tanpa matriks) dan kontrol positif kultur 3D sel pada matriks agarosa Top Vision®. Viabilitas sel diamati pada hari ke 2, 4 dan 6 menggunakan pewarna trypan blue. Proliferasi sel diamati pada hari ke 6 menggunakan reagen MTT. Hasil uji viabilitas terlihat agregat sel 3D pada matriks agarosa yang viable dan tidak menyerap warna trypan blue. Viabilitas sel dibuktikan dengan uji proliferasi dan diperoleh nilai rata-rata absorban pada kultur 2D, kultur 3D matriks kontrol, A1 dan A2 masing-masingnya 2.03; 1.21; 0.96 dan 1.22. Proliferasi kultur 2D lebih baik dari 3D, akan tetapi proliferasi kultur 3D pada matriks A2 lebih baik dari matriks kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa agarosa dapat diaplikasikan sebagai matriks kultur 3D sel
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Propianibacterium acnes: ANTIBACTERIAL ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Propianibacterium acnes Suci Rahmawati; O. Oktoviani; Putri Rizky Lailatur Rahmah; Heru Dwi Nugroho; Sipriyadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.489

Abstract

Staphylococcus aureus dan Propianibacterium acnes adalah bakteri yang menjadi salah satu penyebab masalah jerawat pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat dari ekstrak etanol 96% tali putri (Cassytha filiformis L.) terhadap S.aureus dan P. acnes. Uji aktivitas antibakteri yang dilakukan pada peneltian ini menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol 96% tanaman tali putri diuji pada konsentrasi 0,75%, 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12%. Hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap S. aureus pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter hambat (clear zone) rata-rata  adalah 6,3 mm, 6 mm, 5 mm, 4,3 mm, 3,9 mm, dan 3,1 mm. Sedangkan hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap P. acnes pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter daya hambat (clear zone) rata-rata  adalah 1,1 mm, 8,2 mm, 2,6 mm, 2,95 mm, 2,87 mm, dan 5,72 mm. Aktivitas hambatan ekstrak etanol 96% tali putri terhadap bakteri S. aureus dan P. Acne terlihat pada konsentrasi 0.75% dengan diameter daya hambat masing-masingnya adalah 6,3 mm dan 1,1 mm.
TESTING THE ACTIVITY AND FORMULATION OF NATURAL HAND SOAP BASED ON NATURAL SURFACTANTS OF LERAK FRUIT (Sapindus rarak DC.) AGAINST Staphylococcus aureus Rose Intan Perma Sari; Natasha Ardinata; Oky Hermansyah; Suci Rahmawati; Camelia Dwi Putri Masrijal
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1151

Abstract

Lerak (Sapindus rarak DC.) is a fruit belonging to the Sapindaceae family that usually grows in tropical forests. Lerak fruit flesh contains the main active compound, saponin. Saponin is a natural surfactant with foaming and emulsifying properties. The use of synthetic surfactants in the manufacture of hand soap sold on the market can have negative impacts, such as irritation and denaturation of proteins in the outer epidermis layer in humans if exposed too often. This study aimed to determine whether lerak can be formulated into natural hand soap as a natural surfactant and determine its antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. Lerak fruit solutions were prepared using a maceration method. The resulting solution was then formulated into hand soap at concentrations of 10%, 30%, and 50%. The evaluation of the natural hand soap preparation from the lerak fruit included organoleptic evaluation, homogeneity, pH, viscosity, foam height, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria using the disc diffusion method. Based on the research results, Lerak Fruit (Sapindus rarak DC.) can be formulated as a natural surfactant in hand soap at concentrations of 0%, 10%, 30%, and 50%. Based on the evaluation of the physical properties in the foam height test, F1, F2, and F3 met the requirements, whereas F0 did not meet the requirements in the foam stability test because it did not contain lerak fruit extract, so no foam formed ...
Identifikasi Komponen Atsiri Daun dan Kulit Buah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis blanco X Sinensis Osbeck) menggunakan GC-MS Rahmawati, Suci
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6026

Abstract

Pendahuluan: Jeruk gerga atau jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) merupakan komoditas jeruk unggulan Provinsi Bengkulu yang memiliki aroma khas dari kandungan minyak atsirinya. Bagian kulit buah jeruk dan daun merupakan bagian paling banyak menghasilkan minyak atsiri pada tanaman dengan genus Citrus. Tujuan: Mengidentifikasi komponen minyak atsiri dari daun dan kulit buah jeruk RGL menggunakan GC-MS (Gas chromatography–mass spectrometry). Metode: Sampel secara terpisah didistilasi dengan metode distilasi vakum untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri dievaluasi rendemen serta komponen kimia penyusunnya menggunakan GC-MS. Hasil: Minyak atsiri pada daun dan kulit buah jeruk RGL dengan rendemen masing-masingnya adalah 0,07% dan 0,34%. Identifikasi GC-MS dari minyak atsiri sampel daun diperoleh 9 senyawa utama yaitu Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; Bicyclo [2.2.1] heptane,7,7-dimethyl-2-methylene; D-limonene; 5-isopropyl-2-methylbicyclo [3.1.0] hexan-2-ol; Isopulegol; Cis-Chrysanthenol; p-Cymen-7-ol; Alloaromadendrene oxide-(1); Longifolenaldehyde. Sedangkan, hasil identifikasi pada kulit buah diperoleh 10 senyawa utama yaitu 3-Carene; Cyclopentene,3-ethylidene-1-methyl-; Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; alpha-Phellandrene; L-alpha-Terpineol; Citronellol; D-Carvone; Caryophyllene; Epizonarene; dan Cis-alpha-Bergamotene. Kesimpulan: Terdapat 9 dan 10 senyawa utama minyak atsiri daun dan kulit buah jeruk RGL.