Claim Missing Document
Check
Articles

CHARACTERISTICS OF ALLAMANDA FLOWER (Allamanda cathartica L.) ETHANOLIC EXTRACT Suci Rahmawati; Ayu Ovia Riski; Nova Yustisla; Yetti Purnama
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.30

Abstract

Allamanda flowers were known as ornamental plants, but also have benefits as traditional medicine. Phytochemical screening is an important first step in identifying potential secondary metabolites of a plant. This study were to determine of characteristics and phytochemical screening of allamanda flowers ethanolic extract. Allamanda flowers used were natural flowers that have been air-dried for 7 days. The extract from dry sample of allamanda flowers was obtained by maceration method using 96% ethanol as solvent. The extracts were evaluated their characteristics including, yield, ash content, water content and phytochemical screening by color reaction method with specific reagent. The results were obtained that extract characteristics, namely the yield of 51.77%; water content of 1.14%; and ash content of 4.71%. The results were obtained from the phytochemical test that 96% ethanol extract of allamanda flowers contains flavonoid and saponin. It can be concluded that ethanol extract of allamanda flowers with ash content of 4.71% and water content of 1.14% contains flavonoids and tannins.
TRANSDERMAL PATCH FORMULATION OF NUTMEG EXTRACT WITH HPMC (HYDROXY PROPYL METHYL CELLULOSE) AND EC ETHYL CELLULOSE (EC) AS POLYMERS Suci Rahmawati; Yetti Purnama; Kurnia Dewiani; Oky Hermansyah; Nizella Syaenri; Sari Surya Guma Sri; Elda Jumiati
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.160

Abstract

Nutmeg seed extract (Myristica fragrans Houtt) contains myristicin which have been an anti-inflammatory effect. Nutmeg seed extract is formulated into transdermal patch to avoid the first pass effect. This study was aimed to determine the best nutmeg extract patch transdermal formula using HPMC and EC as polymers. In this study, nutmeg extract was obtained by kinetic maceration method using 96% ethanol. The patch formula was designed into two formulas that have different types of polymer with a concentration of 4.5%, namely FP1 with HPMC polymer and FP2 with EC polymer. Patches that were evaluated for physical properties included organoleptics, weight uniformity, patch thickness, folding resistance test, drying shrinkage, absorbency test and pH. The results showed that FP1 had good organoleptic (elastic shape and even brown color); Uneven weight and thickness (SD < 0.05); Folding endurance test of 300 X; drying shrinkage 25%; absorption capacity of 8.1% and pH 6. Meanwhile, FP2 appears to have poor organoleptic properties (wrinkled shape and uneven brown color; uneven weight (SD < 0.05); uneven thickness (SD > 0.05); test folding resistance of 100 X, drying shrinkage 22.5%; absorption capacity of 20.2% and pH 6. In this study it can be concluded that FP1 with HPMC was the best formula for transdermal patch containing ethanol extract of nutmeg seeds.
Aplikasi Agarosa sebagai Matriks Kultur 3d pada Sel Kanker Paru Line A549 Suci Rahmawati; Adek Zamrud Adnan; Muhammad Taher; Marlina Marlina
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i2.10690

Abstract

Agarosa merupakan salah satu biopolimer yang sering digunakan dalam bidang bioteknologi, diantaranya sebagai matriks pada kultur sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan agarosa hasil isolasi dari tepung agar sebagai matriks kultur 3D pada sel kanker paru line A549. Hasil isolasi diperoleh Agarosa 1 (A1) dan Agarosa 2 (A2) hasil pemurnian dari A1. A1 dan A2 dengan konsentrasi 5% diaplikasikan sebagai matriks kultur 3D di dalam well plate kultur sel kanker paru line A549 dengan densitas 107, sebagai kontrol pertumbuhan digunakan kultur 2D sel (well plate tanpa matriks) dan kontrol positif kultur 3D sel pada matriks agarosa Top Vision®. Viabilitas sel diamati pada hari ke 2, 4 dan 6 menggunakan pewarna trypan blue. Proliferasi sel diamati pada hari ke 6 menggunakan reagen MTT. Hasil uji viabilitas terlihat agregat sel 3D pada matriks agarosa yang viable dan tidak menyerap warna trypan blue. Viabilitas sel dibuktikan dengan uji proliferasi dan diperoleh nilai rata-rata absorban pada kultur 2D, kultur 3D matriks kontrol, A1 dan A2 masing-masingnya 2.03; 1.21; 0.96 dan 1.22. Proliferasi kultur 2D lebih baik dari 3D, akan tetapi proliferasi kultur 3D pada matriks A2 lebih baik dari matriks kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa agarosa dapat diaplikasikan sebagai matriks kultur 3D sel
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Propianibacterium acnes: ANTIBACTERIAL ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Propianibacterium acnes Suci Rahmawati; O. Oktoviani; Putri Rizky Lailatur Rahmah; Heru Dwi Nugroho; Sipriyadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.489

Abstract

Staphylococcus aureus dan Propianibacterium acnes adalah bakteri yang menjadi salah satu penyebab masalah jerawat pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat dari ekstrak etanol 96% tali putri (Cassytha filiformis L.) terhadap S.aureus dan P. acnes. Uji aktivitas antibakteri yang dilakukan pada peneltian ini menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol 96% tanaman tali putri diuji pada konsentrasi 0,75%, 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12%. Hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap S. aureus pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter hambat (clear zone) rata-rata  adalah 6,3 mm, 6 mm, 5 mm, 4,3 mm, 3,9 mm, dan 3,1 mm. Sedangkan hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap P. acnes pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter daya hambat (clear zone) rata-rata  adalah 1,1 mm, 8,2 mm, 2,6 mm, 2,95 mm, 2,87 mm, dan 5,72 mm. Aktivitas hambatan ekstrak etanol 96% tali putri terhadap bakteri S. aureus dan P. Acne terlihat pada konsentrasi 0.75% dengan diameter daya hambat masing-masingnya adalah 6,3 mm dan 1,1 mm.
TESTING THE ACTIVITY AND FORMULATION OF NATURAL HAND SOAP BASED ON NATURAL SURFACTANTS OF LERAK FRUIT (Sapindus rarak DC.) AGAINST Staphylococcus aureus Rose Intan Perma Sari; Natasha Ardinata; Oky Hermansyah; Suci Rahmawati; Camelia Dwi Putri Masrijal
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1151

Abstract

Lerak (Sapindus rarak DC.) is a fruit belonging to the Sapindaceae family that usually grows in tropical forests. Lerak fruit flesh contains the main active compound, saponin. Saponin is a natural surfactant with foaming and emulsifying properties. The use of synthetic surfactants in the manufacture of hand soap sold on the market can have negative impacts, such as irritation and denaturation of proteins in the outer epidermis layer in humans if exposed too often. This study aimed to determine whether lerak can be formulated into natural hand soap as a natural surfactant and determine its antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. Lerak fruit solutions were prepared using a maceration method. The resulting solution was then formulated into hand soap at concentrations of 10%, 30%, and 50%. The evaluation of the natural hand soap preparation from the lerak fruit included organoleptic evaluation, homogeneity, pH, viscosity, foam height, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria using the disc diffusion method. Based on the research results, Lerak Fruit (Sapindus rarak DC.) can be formulated as a natural surfactant in hand soap at concentrations of 0%, 10%, 30%, and 50%. Based on the evaluation of the physical properties in the foam height test, F1, F2, and F3 met the requirements, whereas F0 did not meet the requirements in the foam stability test because it did not contain lerak fruit extract, so no foam formed ...
Identifikasi Komponen Atsiri Daun dan Kulit Buah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis blanco X Sinensis Osbeck) menggunakan GC-MS Rahmawati, Suci
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6026

Abstract

Pendahuluan: Jeruk gerga atau jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) merupakan komoditas jeruk unggulan Provinsi Bengkulu yang memiliki aroma khas dari kandungan minyak atsirinya. Bagian kulit buah jeruk dan daun merupakan bagian paling banyak menghasilkan minyak atsiri pada tanaman dengan genus Citrus. Tujuan: Mengidentifikasi komponen minyak atsiri dari daun dan kulit buah jeruk RGL menggunakan GC-MS (Gas chromatography–mass spectrometry). Metode: Sampel secara terpisah didistilasi dengan metode distilasi vakum untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri dievaluasi rendemen serta komponen kimia penyusunnya menggunakan GC-MS. Hasil: Minyak atsiri pada daun dan kulit buah jeruk RGL dengan rendemen masing-masingnya adalah 0,07% dan 0,34%. Identifikasi GC-MS dari minyak atsiri sampel daun diperoleh 9 senyawa utama yaitu Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; Bicyclo [2.2.1] heptane,7,7-dimethyl-2-methylene; D-limonene; 5-isopropyl-2-methylbicyclo [3.1.0] hexan-2-ol; Isopulegol; Cis-Chrysanthenol; p-Cymen-7-ol; Alloaromadendrene oxide-(1); Longifolenaldehyde. Sedangkan, hasil identifikasi pada kulit buah diperoleh 10 senyawa utama yaitu 3-Carene; Cyclopentene,3-ethylidene-1-methyl-; Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; alpha-Phellandrene; L-alpha-Terpineol; Citronellol; D-Carvone; Caryophyllene; Epizonarene; dan Cis-alpha-Bergamotene. Kesimpulan: Terdapat 9 dan 10 senyawa utama minyak atsiri daun dan kulit buah jeruk RGL.
DOCKING MOLECULAR SENYAWA PADA TANAMAN FAMILI APIACEAE SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM XANTHINE OXIDASE Oktaviani, Tiara; Hermansyah, Oky; Ikhsan, Ikhsan; Rahmawati, Suci; Wirahmi, Nori
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.593

Abstract

Asam urat merupakan produk metabolisme dari purin yang dikonversi oleh enzim xanthine oxidase didalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam darah karena metabolisme purin yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian yang memicu terjadinya  penyakit gout. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi potensi senyawa aktif pada herbal famili apiaceae yang dapat menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menggunakan aplikasi Autodock Tools 1.5.6. Docking molecular dilakukan dengan ukuran pusat penambatan molekul pada x = 95,226; y = 47,251; z = 112, 78 dengan volume x, y, dan z = 40. Struktur kristal enzim xanthine oxidase dengan kode 3BDJ sebagai makromolekul dan sebagai ligan uji 10 senyawa aktif Famili Apiaceae. Dari hasil penelitian secara in silico didapatkan bahwa senyawa aktif pada tanaman seledri (Apium graveolens) yaitu apigenin memiliki potensi sebagai anti asam urat karena dari hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki nilai energi ikatan -10,28 dimana nilainya lebih baik dibandingkan dengan ligan uji lainnya termasuk pada senyawa pembanding alupurinol,  nilai Ki-nya 29,31nM, memiliki 2 ikatan hidrogen dan terikat pada 10 residu asam amino.
HUBUNGAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DENGAN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (CITROFORTUNELLA MICROCARPA) TERHADAP DISMENORE PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI VOKASI KESEHATAN FMIPA UNIVERSITAS BENGKULU RAHAYU, MARSHELLA SRI; PURNAMA, YETTI; RAHMAWATI, SUCI; DEWIANI, KURNIA; IKHSAN, IKHSAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5170

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi, dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah. Salah satu upaya untuk mengatasi Dismenore dengan metode non farmakologi yaitu teknik relaksasi napas dalam dengan pemberian aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Minyak atsiri Jeruk Kalamansi mengandung decanal yang berfungsi sebagai penenang (sedatif alami) yang dapat menstabilkan sitem saraf sehingga menimbulkan efek tenang dan rileks bagi siapapun yang menghirupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) terhadap dismenore pada mahasiswi Program Studi Vokasi Kesehatan FMIPA Universitas Bengkulu. Pengukuran tingkat nyeri dismenore menggunakan skala Visual Analog Scale (VAS) kombinasi. Metode: Metode penelitian menggunakan Quasy exsperiment design dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dan Pembahasan: Sebelum diberi teknik relaksasi napas dalam dengan minyak atsiri Jeruk Kalamansi rata-rata tingkat nyeri dismenore adalah 5.73 dan setelah diberi teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi rata-rata tingkat nyeri dismenore menjadi 4.40. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai ρ-value = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam dengan aromaterapi minyak atsiri Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dapat mengurangi Dismenore.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 12-48 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU LEFIANI, NADIA; ASMARIYAH, ASMARIYAH; NOVIANTI, NOVIANTI; HIMALAYA, DARA; RAHMAWATI, SUCI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Rentang usia balita dimulai dari usia 2-5 tahun, dikenal dengan fase emas atau “Golden Age” adalah fase saat otak anak mengalami perkembangan yang paling cepat dalam pertumbuhannya. Pertumbuhan yaitu proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif atau peningkatan dalam hal ukuran, sedangkan perkembangan yaitu proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah keadaan yang semakin terorganisasi yang pada dasarnya tidak bisa diukur. Pengetahuan merupakan hasil “tahu” ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penelitiani ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita usia 12-48 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini mengunakan analisis Univariat dan Bivariat, Sampel penelitian diambil mengunakan teknik accidental sampling dan metode penelitian mengunakan deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan uji statistic rank spearman mengunakan SPSS for window 29. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil analisis univariate dari 50 responden 41 orang (82%) usia 20-35 tahun, 27 orang (54%) pendidikannya SMA, 43 orang (86%) bekerja sebagai IRT, 49 orang (98%) pengetahuan ibu baik. 22 orang (44%) anak ke-1, 27 orang (54%) berjenis kelamin perempuan, 50 orang (100%) tumbuh kembang balita sesuai. Hasil uji statistik mengunakan rank spearman nilai Asymp. Sig (2-sided) nilaiρ- 0.001 < 0.05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita dalam kategori cukup di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang balita usia 12-48 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu.
STUDI IN SILICO SENYAWA AKTIF PADA FAMILI ZINGEBRACEAE SEBAGAI TERAPI ANTI ASAM URAT Hermansyah, Oky; Azkiyah, Fadhilah Zayyin; Rahmawati, Suci; Sari, Rose Intan Perma; ikhsan, ikhsan; Husna, Syarifatul
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v3i1.27458

Abstract

Asam urat adalah hasil terakhir purin dalam tubuh. Namun jika jumlahnya berlebih didalam darah akan mengakibatkan berbagai penyakit seperti radang sendi dan rematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa tumbuhan pada famili zingiberaceae berpotensi sebagai obat anti asam urat melalui penghambatan terhadap enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan simulasi docking molekuler, aktifitas senyawa terhadap enzim xanthine oxidase dilihat melalui nilai energi ikatan (), konstanta inhibisi (Ki), ikatan hidrogen yang terbentuk, dan residu asam amino yang terikat. Ukuran pusat penambatan molekul pada penelitian ini x = 95,226; y =47,251; z = 112,78 dengan volume x, y, dan z = 40. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa tanaman dengan nilai energi ikatan () terbaik yaitu Pinostrobin sebesar -10.35 Kkal/mol, nilai Ki 26.11 µM, memiliki 2 ikatan hidrogen dengan makromolekul dan terikat dengan 11 residu asam amino. Secara umum senyawa tanaman famili zingiberaceae berpotensi sebagai obat anti asam urat dengan penghambatan terhadap enzim xanthine oxidase
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Adek Zamrud Adnan Agung Giri Samudra Aina Fatkhil Haque Amanda, Mawar Adelia Anisa Lathifah Fauziah Annisa Muslimah Apriyanti Apriyanti Arinda Nur Cahyani ASMARIYAH, ASMARIYAH Aulia Nur Afifah Ayu Ovia Riski Aziza Afrianti Azkiyah, Fadhilah Zayyin Azzahra, Farah Bardah Wasalamah Camelia Dwi Putri Masrijal Cindy Darma Prasiska Cyntia Dwi Utami Delia Komala Sari Delia Komala Sari, Delia Komala Dessy Triana Dewiani, Kurnia Dominica, Dwi Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Elda Jumiati Elsa Novrianti Hardiansyah, Yopan Heru Dwi Nugroho himalaya, dara Husna, Syarifatul Ibrahim Ayattulah Ika Gusriani Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Iksan Intan Furnamasari Jumeysi Herlina Irawan Juwita Sartati Khairani, Ade Komala, Encik Putri Ema Kurnia Dewiani LEFIANI, NADIA Lestari, Maida Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marlina . Marliza Marliza Masrijal, Camelia Dwi Putri Melati, Putjha Morin Anggrainy Muhammad Farid Muhammad Taher Natasha Ardinata Nizella Syaenri Nori Wirahmi Nova Yustisla Novianti Novianti Nuraisyah Fitri Lesti Nurfijrin Ramadhani, Nurfijrin Nurjanati, Dina Oktaviani, Tiara Oktoviani Oktoviani, Oktoviani Oky Hermansyah Oky Hermansyah Purnama, Yetti Putri Mulia Putri Rizky Lailatur Rahmah Putri, Elsa Lolita RAHAYU, MARSHELLA SRI Rahmah, Anggi Apria Faradisya Rahmatullah, Febri Ramya Rachmawati Reza Rahmawati Rizqa Hasanah ROBY SETIAWAN Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Sari Surya Guma Sri Sari, Rose Intan Perma Sari, Yulita Gumala SEPTI WULANDARI Septi Wulandari Shellyna Fransiska Marbun Sipriyadi Taurina, Hilda Thesa Monica Tri Danang Kurniawan Tri Danang Kurniawan Triyana Yestira Try Nafilah Nujjiah Tuti Anggriani Utama Versita, Riana Wafa Syahidah Windi Apriandri Wirahmi, Nori Yendha Dwi Rolitta Yetti Purnama Yetti Purnama Yogie Andika Tri Nanda Yona Harianti Putri