Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Buruh Perempuan di Pabrik Pengupasan Udang Balqisthi Ega Wanda; Susilawati Susilawati
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i3.267

Abstract

Female workers at the shrimp peeling factory work in a cold room and are given the implementation of occupational health and safety (K3), which is an effort made to protect workers who are good and healthy against risks that may arise as a result of work. When working at the shrimp peeling factory, you are always required to use personal protective equipment (PPE). Personal Protective Equipment (PPE) is the main concern of K3 equipment which is used to protect all or part of the body when working. Personal Protective Equipment (PPE) is very important for women's protection in the short and long term. Some of the personal protective equipment used by female workers in shrimp peeling factories are masks, hair caps, aprons, boots and latex gloves. Usually these latex gloves are rarely used by workers because they are slippery, hinder the speed of work, and are uncomfortable because of the water. getting into gloves means that wearing gloves is often neglected and some female workers experience irritation on the skin of their palms. The aim of this research is to determine the habits of female workers' use of personal protective equipment and the consequences of frequently neglecting to wear personal protective equipment. Research Methods carried out a correlational analysis method with a cross-sectional approach with a sample size of 20 respondents. In conclusion, female workers are always provided with protective equipment to work in peeling and cleaning shrimp, but because the work system is piecework, workers choose fast work because they feel they are experienced and professional enough, they rarely use gloves because they are slippery and uncomfortable. This is what causes some workers to experience irritation on the skin of their palms.
Analisis Literatur Efektivitas Sistem Manajemen K3 di Perusahaan Kecil dan Menengah (UKM) Alditia AlfaReza; Susilawati Susilawati
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i3.269

Abstract

Occupational Health and Safety (K3) is a crucial element in ensuring worker welfare and the smooth running of company operations. Even though SMEs (Small and Medium Enterprises) play an important role in the economy, the work accident rate in this sector is still high compared to large companies. Limited resources and lack of management support are often the main obstacles in implementing an effective K3 management system. Objective: This literature study aims to analyze the effectiveness of the K3 management system in SMEs, identify the challenges faced, and provide recommendations for improving the implementation of K3 in this sector. Methodology: This study uses a literature study approach by collecting and analyzing various academic sources including journal articles, government reports and relevant books. The literature search focused on academic databases such as Google Scholar, ScienceDirect, and ProQuest, using keywords such as "OHS management system", "SME", "OHS effectiveness", and "work safety". Results: Findings show that implementing a comprehensive K3 management system in SMEs can reduce work accidents by up to 25% and increase awareness of the importance of K3. However, challenges such as limited resources, lack of management support, and loose regulations remain major obstacles. This study also found that SMEs that implement good K3 practices tend to have better financial performance. To improve K3 implementation in SMEs, increased access to K3 training and resources, ongoing education campaigns, development of a simple and effective K3 management system, as well as government support in the form of incentives and stricter regulations are needed. Conclusion: Although there are many challenges in implementing the K3 management system in SMEs, with the right approach and adequate support, SMEs can achieve a better level of work safety. This will not only improve worker welfare but also productivity and business sustainability. Keywords: Occupational Health and Safety (K3), Small and Medium Enterprises (UKM), K3 Management System, K3 Effectiveness
Persepsi dan Pengetahuan Siswa Mengenai Kesiapsiagaan Banjir Pasca Edukasi Susilawati Susilawati; Sahkira Nabila Utami; Putri Amanda; Mely Febriani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7775

Abstract

Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya di daerah yang belum memiliki sistem pengolahan air yang memadai. Penjernihan air rumah tangga umumnya dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti tawas dan klorin. Meskipun efektif, penggunaan bahan kimia tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan penjernih air yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan ekonomis. Kulit pisang merupakan limbah organik rumah tangga yang jumlahnya melimpah dan mengandung senyawa alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penjernih air. Penelitian ini membahas pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan alami penjernih air rumah tangga melalui metode eksperimen sederhana dengan menggunakan serbuk kulit pisang sebagai media filtrasi. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan kondisi air sebelum dan sesudah proses penjernihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi kulit pisang dalam meningkatkan kejernihan air dan memperbaiki kondisi pH.
Analisis Perilaku Warga Dalam Menghadapi KLB Akibat Banjir di Dusun II Huta Galu Kecmatan Kotarih Susilawati Susilawati; Devi Helma Fitri Hasibuan; Nurita Oktapia Simanjuntak; Dwi Rizky Sidabalok; Alfikri Syahtua Siregar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat Dusun II Huta Galu dalam menghadapi KLB akibat banjir serta mengidentifikasi faktor pemicu rendahnya kesiapsiagaan kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling terhadap lima informan yang terdampak banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman terbatas mengenai konsep KLB dan risiko kesehatan pascabanjir, serta cenderung melakukan tindakan reaktif seperti pembersihan lingkungan setelah banjir, namun belum menjalankan langkah pencegahan kesehatan secara sistematis. Sikap gotong royong dinilai positif, tetapi belum diikuti oleh perilaku mitigasi yang berkelanjutan, terutama terkait pengelolaan sampah dan pencegahan penyakit kulit, diare, dan demam berdarah. Selain itu, peran pemerintah desa belum optimal dalam edukasi, penyediaan fasilitas sanitasi, serta perbaikan drainase. Dengan demikian, kombinasi faktor perilaku, rendahnya literasi kesehatan, dan infrastruktur lingkungan yang kurang memadai memperkuat potensi terjadinya KLB pascabanjir. Diperlukan intervensi terarah melalui peningkatan edukasi, penguatan surveilans kesehatan, serta program mitigasi berbasis komunitas untuk mencegah risiko KLB di wilayah rawan banjir.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap KLB dalam Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Tuntungan Tahun 2025 Susilawati Susilawati; Rahmayani Rahmayani; Marwah Naila Maharani; Siti Aisyah Sinaga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7791

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana masyarakat Wilayah Tuntungan, Medan, memandang Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan apa saja cara yang mereka lakukan untuk mencegahnya pada tahun 2025. Menurut informan 1 dkk (tahun 2025), daerah ini sering mengalami kasus DBD (disebut daerah endemis) dan jumlah kasusnya naik turun terus, oleh karena itu penting untuk memahami bagaimana masyarakat merespons saat ada wabah DBD. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengadakan wawancara mendalam dan melihat langsung kondisi di lapangan, dengan bertanya kepada warga masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat; cara kerja ini sama seperti yang dilakukan dalam penelitian serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat sangat khawatir dengan KLB DBD, terutama khawatir akan dampaknya pada anak-anak, dan mereka mengira penyebab utama DBD adalah lingkungan yang kotor dan kondisi cuaca. Masyarakat merasa bahwa fogging (semprotan untuk membunuh nyamuk) efektif untuk mencegah DBD, tapi cara mencegah yang disebut 3M Plus (menguras tempat yang ada air, menutup wadah yang bisa jadi sarang nyamuk, mengubur barang bekas) masih jarang dilakukan karena banyak orang sibuk bekerja, kurang memiliki alat yang diperlukan, dan informasi tentang risiko DBD dari dinas kesehatan belum sampai dengan baik. Penyuluhan kesehatan yang ada dirasa kurang menarik dan jarang dilakukan, sementara itu informasi dari media sosial seringkali tidak benar (hoaks) dan membuat orang panik, namun tokoh masyarakat berperan sangat penting karena mereka dipercaya oleh masyarakat dan bisa membantu menyampaikan informasi yang benar serta menghentikan penyebaran berita bohong. Hasil penelitian ini sama dengan yang dilakukan Dameria Gultom (tahun 2018) yang mengatakan bahwa semakin banyak orang tahu tentang DBD, semakin baik pula tindakan pencegahannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mencegah DBD dengan baik di Tuntungan, diperlukan cara kerja yang menyeluruh di antaranya adalah memberikan pendidikan yang kreatif dan menarik, menyediakan alat pencegahan yang mudah digunakan, memperkuat peran tokoh masyarakat, mengelola informasi di dunia digital dengan baik, dan mengajak semua orang di komunitas untuk bekerja sama melalui gotong royong. Penelitian ini diharapkan bisa membantu membuat program kesehatan masyarakat yang sesuai dengan kondisi lokal dan berdasarkan fakta, untuk mengatasi wabah DBD di daerah perkotaan.
Pengaruh Sosialisasi Penanaman Pohon Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sebagai Upaya Pencegahan Tanah Longsor di SMA Negeri 6 Medan Susilawati Susilawati; Aulia Nazwa; Safira Zahara; Rabiatul Chazali
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7793

Abstract

Tanah longsor adalah bencana yang sering terjadi, terutama di daerah yang curam dan banyak hujan. Untuk meningkatkan stabilitas tanah dan mengurangi risiko longsor, salah satu upaya vegetatif yang efektif adalah menanam pohon. Pengaruh sosialisasi penanaman pohon terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMA Negeri 6 Medan dinilai dalam penelitian ini. Dengan 36 responden yang mengikuti penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi penanaman pohon, metode Pretest-Posttest One Group digunakan. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan siswa meningkat signifikan setelah sosialisasi (p = 0,005), tetapi sikap dan perilaku tidak berubah signifikan (p = 0,088). Hasilnya menunjukkan bahwa sosialisasi jangka pendek dapat meningkatkan pemahaman, tetapi tidak cukup untuk mengubah sikap dan tindakan. Untuk menumbuhkan perilaku yang lebih kuat dalam mitigasi bencana, program pendidikan berkelanjutan dan praktik penghijauan rutin diperlukan.
Pengaruh Simulasi Penyelamatan Diri Saat Kebakaran terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMP: Desain Pretest–Posttest Susilawati Susilawati; Abid Farhan; Iqbal Fathur Rifqy; Nabila Athia Zulfa
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7829

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana non-alam yang berpotensi mengancam keselamatan warga sekolah, namun sebagian besar sekolah belum memiliki program simulasi evakuasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi dan simulasi penyelamatan diri terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMP Al-Farabi. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest dengan sampel 37 siswa yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner pengetahuan, kuesioner kesiapsiagaan, serta lembar observasi pelaksanaan simulasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji McNemar. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dari 35,1% siswa yang memahami prosedur penyelamatan diri pada pre-test menjadi 91,9% pada post-test (p < 0,001). Sikap dan kesiapsiagaan juga meningkat, dari 70,3% siswa yang menyatakan siap pada pre-test menjadi 100% setelah intervensi. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi dan simulasi berbasis pengalaman langsung efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi kebakaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi program simulasi kebakaran secara berkala di sekolah untuk memperkuat budaya sadar bencana dan meminimalkan risiko saat keadaan darurat.
Sistem Filtrasi Air Berbasis Material Alam Jerami Untuk Meningkatkan Kualitas Air: Penelitian Susilawati Susilawati; Selamat Ariady Tampubolon; Siti Adelia Arsita; Dinda Fitriyani; Qory Adinda Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4694

Abstract

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, terutama pada masyarakat yang bergantung pada air sumur. Permasalahan utama yang sering dijumpai adalah rendahnya kualitas air akibat tingginya kandungan logam besi (Fe) dan mangan (Mn) serta buruknya kualitas fisik air, seperti kekeruhan, warna, dan bau. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan apabila air digunakan secara terus menerus tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh proses filtrasi air berbasis material alami jerami terhadap penurunan kandungan Fe dan Mn secara indikatif, meningkatkan kualitas fisik air, serta menentukan kombinasi media filtrasi yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana melalui perbandingan kondisi air sebelum dan sesudah proses filtrasi. Sistem filtrasi dirancang menggunakan media alami dan mineral yang disusun secara berlapis, meliputi jerami, arang sekam padi, karbon aktif, pasir silika, kerikil zeolit, dan spons Aquadine. Parameter yang diamati meliputi kekeruhan, warna, dan bau air, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan skor penilaian kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses filtrasi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas air sumur. Terjadi penurunan indikatif kandungan Fe dan Mn yang ditunjukkan oleh berkurangnya bau logam dan warna kekuningan air. Kualitas fisik air mengalami peningkatan signifikan, ditandai dengan air yang lebih jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kombinasi media filtrasi berlapis terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan media tunggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem filtrasi air berbasis material alami jerami merupakan solusi sederhana, ekonomis, dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas air sumur, sehingga berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Musculoskeletal Complaints Reviewed from an Ergonomic Aspect Hubban Fathani Manik; Nurhayati Nurhayati; Syafran Arrazy; Susilawati Susilawati
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.26357

Abstract

Musculoskeletal complaints are pain experienced in the joints, nerves, tissues, muscles, and the spinal column, often resulting from prolonged static postures, work postures, and repetitive movements. The objective of this study was to analyze ergonomic factors that influence musculoskeletal disorders (MSDs) among office workers. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of administrative workers, with a sample of 42 respondents. Data were collected through questionnaires to measure the duration of static postures and repetitive movements, the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) instrument to evaluate working postures, and the Nordic Body Map (NBM) to assess musculoskeletal complaints. The results indicated that the majority of respondents (66.7%) engaged in static postures for more than one hour per day. The variable of duration working in static postures showed a significant p-value of 0.014, indicating a statistically significant effect on the incidence of MSDs. The Odds Ratio (Exp(B)) was 10.205, suggesting that workers who maintain static postures for more than one hour are 10.2 times more likely to experience musculoskeletal complaints compared to those with static postures lasting one hour or less. The variable of working posture yielded a p-value of 0.008, demonstrating a significant influence of working posture on MSDs. The Odds Ratio (Exp(B)) was 12.135, indicating that workers with hazardous working postures have a 12.1 times higher risk of experiencing MSDs compared to those with non-hazardous postures. It is recommended that workers avoid prolonged static postures to maintain the health of the musculoskeletal system.
Identifikasi Dan Pengendalian Potensi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Toko Minimarket Priska Karina Nasution; Susilawati Susilawati
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): (Mei)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v2i1.115

Abstract

In today's modern era, the growth of modern stores such as Indomaret, Alfamart, and so on is very rapid in all regions in Indonesia. Modern stores such as Indomaret and Alfamart can almost be found in every region and certain areas are even squeezed together between companies that turn their backs. This study aims to identify potential hazards and risks of work accidents in minimarket environments, focusing on Indomaret on Jl. Golf Course, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The research method used is qualitative descriptive through direct observation and documentation. The observations showed the potential for physical, ergonomic, biological, chemical, and psychosocial hazards in the minimarket. Physical hazards are associated with piles of products on the floor that can cause accidents, while ergonomic hazards occur due to lack of rest while working which can lead to muscle disorders. Biological hazards arise from the lack of protection against microorganisms, while chemical hazards are associated with the use of ovens and wires adjacent to microwaves. Psychosocial hazards are linked to stress due to financial problems. Risk control can be done through elimination, substitution, design, administration, and use of personal protective equipment. The concept of occupational safety and health (K3) is important to protect employees and customers. Hazard identification and risk control are important steps to prevent accidents and protect welfare in the convenience store environment.
Co-Authors Abid Farhan Achyar Zein Afrida Dina Pratiwi Ahmad Fadil Rangkuti Ajeng Andini Al-Yusri Lubis Alditia AlfaReza Alfikri Syahtua Siregar Amar Khairi Ahmad Amira Arni Anggie Al-Qarana Savitri Annisa Aulia Rahmi Annisa Dwi Fahira Arini Fajriani Arrafi Insani Aulia Nazwa Ayu Permata Sari Azijah Nur Ismail Berutu Balqisthi Ega Wanda Bintang Rizki Angeli Chandra Wisnu Aji Pratama Devi Helma Fitri Hasibuan Dinda Fitriyani Dinda Mutiara Dinda Syahfitri Hasibuan Dwi Rizky Sidabalok Ella Asri Fauziah Esti Cahya Ningsih Fabi Ayyi Afnanin Fahriza Hasri Siregar Farah Fauziah Fina Firstika Nabilla Balqis Firza Audina Sirait Hafizah Hafni Siregar Herlia Nur Laspita Herwin Zega Hubban Fathani Manik Indah Syafitri Nasution Iqbal Fathur Rifqy Izmi Raditya Putri Jelita Nazwa Utami Joni Romaito Ritonga Keyla Harista Nasution Khopifah Andriani M. Dwi Setiawan Marwah Naila Maharani Mely Febriani Mifta Nurzannah Muhammad Ilham Sitompul Nabiila Annaufa Nabila Andini Nabila Athia Zulfa Nabila Fitri Nabila Wahyuni NADIA HENDRA PRATAMA HENDRA Nadiyah Suhailah Nasika Nurlaila Natasha Melfisyaira Putri Pasaribu Nazli Syahfitri Nazua Nabila Ni'matul Ulya Munthe Nikita Praramadhani Nofi Susanti Nurhalijah Munthe Nurhamidah Nurhamidah Nurhayati Nurhayati Nurita Oktapia Simanjuntak Nurul Fitri Isnaini Br. Matondang Pipi Agpina Priska Karina Nasution Putri Aisyah Siregar Putri Amanda Putri Ulandari Qory Adinda Siregar Rabiatul Chazali Rahmayani Rahmayani Rahmi Indah Syahrina Nasution Raisah Heliani Ray Syam Refi Mariska Ridmahsyah Widiya Sari Rika Halimah Safira Zahara Sahkira Nabila Utami Salsabila Zahri Sativa Selamat Ariady Tampubolon Septira Melati Shabina Aulia Shelly Medina Tasya Siti Adelia Arsita Siti Aisyah Sinaga Siti Rahma Rambe Suci Ramadhani Rangkuti Syafran Arrazy Tazla Nia Fareby Uswatun Hasanah Vivi Ridha Munawarah Wafida Tunnur Siregar Yenni Fitriani Yowanda Pasyah Dalimunthe Yulia Annisyah Siagian Yulia Khairina Ashar Zata Ismah