Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERAN STRATEGIS LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN DENGAN MENJEMBATANI TRADISI INOVASI Vanya, Aprella Alivia; Fauzi, Nadhifa Azqia; Nova, Wanda Putri; Amrillah, Rizki
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Islamic educational institutions in the modern era is pivotal, acting as a bridge between tradition and innovation. Through a comprehensive literature review, this study sheds light on the strategic significance of these institutions in integrating technological advancements while preserving traditional Islamic teaching methodologies. Embracing e-learning platforms, digital applications, and social media, these institutions have facilitated remote learning, particularly during the COVID-19 pandemic. However, they also uphold traditional methods like halaqah and talaqqi, which foster deep and personal learning environments. Furthermore, the curriculum has evolved to incorporate modern sciences alongside religious studies, aiming to produce graduates equipped with both religious knowledge and relevant skills for the contemporary job market. Additionally, Islamic educational institutions address contemporary social issues such as radicalism and social injustice, fostering a holistic approach to education. The study emphasizes the importance of continuous professional development for educators, active community involvement, and dynamic curriculum evaluation to ensure relevance and effectiveness in preparing students for the challenges of the modern world.
Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Kerja Kansha Dianita Pramesti; Nur Indah Meisya; Rizki Amrillah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relevansi lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja menjadi isu krusial yang mendapat perhatian besar dari berbagai pihak. Lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, agar dapat terserap dengan baik. Namun, terdapat kesenjangan yang signifikan antara kompetensi yang dimiliki oleh lulusan dan kebutuhan pasar kerja saat ini. Penulisan artikel ini, menggunakan penelitian literatur. Evaluasi tentang sejauh mana lulusan perguruan tinggi siap menghadapi tuntutan dunia kerja, kurikulum perguruan tinggi merupakan elemen penting dalam menyiapkan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing di dunia kerja, perkembangan teknologi dan perubahan dinamika ekonomi global, tren karier dan peluang bagi lulusan perguruan tinggi mengalami transformasi teknologi dan digitalisasi telah mengubah dunia kerja secara signifikan. Dengan kerjasama dan komitmen yang kuat dari semua pihak, diharapkan kesenjangan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja dapat dipersempit, sehingga tercipta lulusan perguruan tinggi yang siap berkompetisi dan berkarya di era yang penuh tantangan ini.
Integrasi Ilmu-Ilmu Keislaman dalam Perspektif M. Amin Abdullah Yudha Maulidandi Saputra; Wildan, Ahmad Raihan; Amrillah, Rizki
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konflik antara pendidikan islam dan pendidikan umum dalam kehidupan umat beragama. Fenomena di mana umat beragama memandang kemajuan ilmu pengetahuan sebagai yang dapat menghancurkan monument keagamaan jika disatukan dalam pendidikan islam, juga berpendapat bahwa pendidikan islam hanya akan menghambat kemajuan. Atas dasar itulah M Amin Abdullah menjelaskan konsep mengenai pendekatan integrasi dan koneksi dalam konstruksi keilmuan. Ia menyimpulkan bahwa disiplin ilmu bukan hanya sekedar sikap satu kesatuan (kesombongan ilmiah : perasaan bahwa hanya satu yang benar ), suatu kesatuan yang terisolasi (disiplin ilmu yang berbeda mempunyai “isolasi” dan tidak terjangkau). Melainkan mencapai kesatuan jaringan (masing-masing disiplin ilmu saling bekerjasama dan bersedia.
Guru dalam Perspektif Islam Nurhuda Rizqia Hasanah Puteri; Farisah Shabrina; Rizki Amrillah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan Islam, guru tidak hanya dipandang sebagai pemberi ilmu pengetahuan tetapi juga sebagai teladan bagi anak didiknya. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan, tidak hanya dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan tetapi juga dalam membantu perkembangan moral dan spiritual anak didik. Dalam Islam, guru diharapkan memiliki kompetensi akademik, metodologis, dan kematangan pribadi yang memadai. Selain itu, guru juga diharapkan memiliki budaya kerja dan suasana kerja yang kondusif. Guru harus memiliki kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi yang memadai serta memiliki profesionalisme yang tinggi dan baik. Dengan demikian, guru dalam Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu anak didik mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas dan lebih dalam.
TANGGUNG JAWAB ILMUAN MUSLIM Muhammad Fahmil Kamal; Ridho Arifiansyah; Muhammad Salman; Rizki Amrillah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The responsibility of Muslim scientists in the development of knowledge is an obligation that must be carried out. In the context of scholarship, this responsibility encompasses several aspects, such as preserving and safeguarding knowledge, deepening and attaining its essence, practicing it, teaching it, and disseminating and publishing it. In preserving and safeguarding knowledge, Muslim scientists must ensure that this knowledge remains intact and is not lost. They must deepen and attain its essence so that the knowledge can be further enhanced. Additionally, they must practice it so that the knowledge bears fruit and becomes beneficial. In their teachings, Muslim scientists must convey it to those who seek it, ensuring that the knowledge remains pure and unambiguous. The broad responsibility of Muslim scientists in disseminating and publishing knowledge is crucial to maximizing its benefits. They must spread this knowledge through various media and platforms to make it accessible to a wide audience. By doing so, this knowledge can become a source of inspiration and consideration for society. Tanggung jawab ilmuan Muslim dalam mengembangkan ilmu adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan. Dalam konteks keilmuan, tanggung jawab ini meliputi beberapa aspek, seperti memelihara dan menjaga ilmu, memperdalam dan meraih hakekatnya, mengamalkannya, mengajarkannya, serta menyebarkanluaskan dan mempublikasikannya. Dalam memelihara dan menjaga ilmu, ilmuan Muslim harus memastikan bahwa ilmu tersebut tetap ada dan tidak hilang. Mereka harus memperdalam dan meraih hakekatnya agar ilmu tersebut menjadi lebih meningkat. Selain itu, mereka harus mengamalkannya agar ilmu tersebut berbuah dan bermanfaat. Dalam ajarannya, ilmuan Muslim harus mengajarkannya kepada orang yang mencarinya agar ilmu tersebut menjadi bersih dan tidak berbelit-belit. Luasnya tanggung jawab ilmuan Muslim dalam menyebarkan dan mempublikasikannya sangat penting agar manfaat ilmu tersebut semakin luas. Mereka harus menyebarkan ilmu tersebut melalui berbagai media dan platform agar dapat diakses oleh banyak orang. Dengan demikian, ilmu-ilmu tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan bahan pertimbangan bagi masyarakat.
Analisis Islamic Worldview Dalam Sudut Pandangan Syech Muhammad Naquib Al-Attas Muhammad Ilham Fadhlurrahman; Wiriastuti, Tata Oktaviani; Rizki Amrillah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural mengalami perubahan sosial dan budaya akibat westernisasi, yang mengarah pada sekularisme dan pemisahan agama dari kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, Islamic Worldview Dalam Sudut Pandangan Syech Muhammad Naquib Al-Attas, sangat penting untuk menghindari penyimpangan pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sebuah peristiwa atau fenomen. Melalui studi kepustakaan dari kumpulan buku dan jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 1995 hingga 2024 juga digunakan. Jurnal-jurnal ini diunduh melalui mesin pencari Google Scholar dan Harzing’s Publish or Perish. penelitian ini menyoroti perbedaan antara Western Worldview dan Islamic Worldview serta urgensi mengembalikan Islamic Worldview dalam kehidupan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Western Worldview mengutamakan empirisme dan rasionalisme, sedangkan Islamic Worldview menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran utama, dengan peran akal dan indera dalam memahaminya. Menurut Al-Attas, untuk mencapai keseimbangan dan kemajuan peradaban, umat Islam harus mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai wahyu, sehingga tidak terjerumus dalam pandangan sekuler yang merusak spiritualitas.
Harmonisasi Pengetahuan Keislaman : Pandangan M. Amin Abdullah tentang Integrasi Ilmu dalam Islam Amrillah, Rizki; Vionita, Deviyani; Rayhan, Muhammad
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v12i1.2708

Abstract

Integrasi ilmu-ilmu keislaman merupakan isu yang penting dalam pemikiran Islam kontemporer. Tujuan penelitian membahas perspektif M. Amin Abdullah mengenai integrasi ilmu-ilmu keislaman, termasuk definisi, landasan filosofis, dan aplikasi praktisnya dalam konteks kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi literature. Studi literatur pada penelitian ini adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola data penelitian secara obyektif, sistematis, analitis, dan kritis. Hasil dari penelitian menegaskan konsep integrasi ini tidak hanya menggabungkan ilmu-ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu dunia modern. Dengan landasan filosofis tauhid dan fitrah, M. Amin Abdullah menegaskan bahwa tidak ada konflik antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu dunia. Sebaliknya, integrasi ilmu-ilmu tersebut mencerminkan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran yang bersumber dari Sang Pencipta. Dalam konteks praktis, integrasi ilmu-ilmu keislaman memiliki berbagai aplikasi, termasuk dalam pendidikan, pengembangan masyarakat, riset dan inovasi, serta layanan kesehatan dan kesejahteraan. Pendekatan integratif ini membawa manfaat yang signifikan dalam menciptakan masyarakat Muslim yang berdaya dan mampu menjawab tantangan-tantangan kontemporer dengan bijaksana.
The Role of Mathematics In Improving The Quality of Education Based on Modern Islamic Civilization Fatahillah, Axl Ferrari; Dinanti, Shafa Desliana; Amrillah, Rizki
Al-Khawarizmi Vol 8 No 1 (2024): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v8i1.22971

Abstract

Mathematics is one of the fields of study that has a crucial role in improving the quality of education. Islamic society attaches importance to the understanding of mathematics because of efforts to create a modern society that is by the development of sophisticated times. This study aims to determine the role of mathematics in improving the quality of education based on Islamic civilization. This study used descriptive qualitative research with a literature research approach. Literature research is a form of study conducted to collect information and data by utilizing various types of material available in libraries. The research material used in this study was obtained from relevant journal documents. Through the literature study method, researchers collect references to previous articles then sort, select and combine them so that answers to research questions and conclusions are obtained The result of this study is that students can integrate education, especially the role of mathematics with Islamic values. The gap in this study is the role of mathematics in education. The novelty in this study is how mathematics in modern Islamic civilization
Pentingnya Menuntut Ilmu: Perspektif Islam dan Dampaknya pada Karakter Pembentukan Individu Arrumaisha Fasya Nuriy; Deshi Karunia Hajarwati; Desra Reifka Rhaudia; Elisya Laesya Tasya; Erna Widyastuti; Rizki Amrillah; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.561

Abstract

Education in Islam is not only about acquiring knowledge, but also forming good character and developing noble morals. Demanding knowledge is considered a practice in worship that will be rewarded by Allah Swt. In the Quran, Allah Swt repeatedly emphasizes the importance of seeking knowledge and gaining a deep understanding of religion. The research method used is a qualitative method with a literature study approach. Data were obtained from various literature sources such as books, journals, articles, and other documents relevant to the research topic. The results and discussion show that character education has a significant impact on the formation of individuals, helping them develop positive self-attitudes and qualities. The conclusion of this research is that studying in an Islamic perspective is a form of worship that needs to be done intensely and with dedication. By maintaining ethics and developing good morals, the knowledge gained will be useful and bring blessings in shaping individual character.
Co-Authors Abimubarok, Achmad Agustina, Fahimma Arra Ahmad Naufal, Ahmad Aliyah, Fi Jannatin Amalia, Nazwa Amelia, Destia Ana Lestari Anggun, Dewi Arrumaisha Fasya Nuriy Arsika, Intan Dihni Ayu azzahra, Sekar Ayu, Dyah Sekar Chusnan, Masyitoh Cici Sintia Dewi Damayanti, Nurmalita Deshi Karunia Hajarwati Desra Reifka Rhaudia Dinanti, Shafa Desliana Elisya Laesya Tasya Erna Widyastuti Farisah Shabrina Fatahillah, Axl Ferrari Fauzi, Nadhifa Azqia Fitria, Gina Handayani, Feby Lia Heni Ani Nuraeni Hutabarat, Rodesma Indra, Ghaida Jatri, Intan Safira Julyani, Tri Nadia Kansha Dianita Pramesti Lestari, Fani Dwi Limbangan, Nida Aulia Pangesti Lukmanul Hakim Manik, Fransiska Evayanti Maulina, Saskia Mayra Amanda Putri Miftahul Jannah, Rumaysah Mugiarti, Resmi Muhammad Fahmil Kamal Muhammad Ilham Fadhlurrahman Muhammad Rayhan Muhammad Salman Munbaits, Tika Bilqis Musafaah, Rizki Yahrulaji N. Oneng Nurul Bariyah Nabila, Husna Natasha, Devvi Nova, Wanda Putri Nur Indah Meisya Nurhuda Rizqia Hasanah Puteri Oktaviana, Arshya pengelola, pengelola Prasetya, Hendri Pratama, Friska Surya Pratama, Jessica Anisa Purwidianto Putri, Dini Aulia Apriansyah Rahayuningsih, Rista Tri Rahmatiya, Rizqa Ramadani, Bagas Prasetyo Rasyidah, Arifah Ressa, Ressa Ridhawati, Sarah Ridho Arifiansyah Rika Sepriani Safarudin Safarudin, Safarudin Salsabela, Itiya Salsabila, Aina Santi , Hilda Ayu Nur Sarlina, Siti Farida Setiawati, Titin Siti Rahmi, Siti Suliyanto, Salsabila Dewanty Suwarsih, Amelia Nia Pradipa Asih Syahidah, Hikmah Haula Syifa Maharani Larasati Tiara Sekar Harnum Tussoleha, Dhea Vanya, Aprella Alivia Vionita, Deviyani Wafiqotul Adibah Wildan, Ahmad Raihan Wiriastuti, Tata Oktaviani Yudha Maulidandi Saputra Yusriyyah Febriani Putri Zahrotun Nisa, Zahrotun