Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Solid Snedds (Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System) Furosemid Dengan Pengering Aerosil Dan Aktivitas Diuretiknya Pelita, Putri Dina; Wahyuningsih, Iis; Yuliani, Sapto
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1745

Abstract

Furosemid adalah obat golongan diuretika yang umum digunakan dalam terapi edema yang terkait dengan penyakit heart failure dan pada pengobatan hipertensi. Furosemid termasuk dalam Biopharmaceutical Class System (BCS) IV yang diketahui memiliki kelarutan dan permeabilitas yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sediaan Self-Nano Emusifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS memiliki keterbatasan dalam hal stabilitas sehingga dilakukan penelitian lanjutan dengan membuat sediaan SNEDDS dalam bentuk padatan atau Solid SNEDDS (S-SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah memformulasi SNEDDS furosemid menjadi S-SNEDDS furosemid dan menentukan pengaruh S-SNEDDS furosemid terhadap aktivitas diuretikapada tikus dibandingkan dengan SNEDDS furosemid maupun furosemid saja tanpa modifikasi. Metode pembuatan S-SNEDDSfurosemid pengering aerosil dilakukan dengan metode absorbtion to solid carrier kemudian dilanjutkan pengujian karakterisasi kejernihan, waktu emulsifikasi, sifat alir, bulk density dan tapped density. Selanjutnya dilanjutkan uji aktivitas diuretika pada 25 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol negatif diberi pembawa S-SNEDDS, perlakuan 1 diberi suspensi furosemid, perlakuan 2 diberi SNEDDS furosemid, perlakuan 3 diberi S-SNEDDSfurosemid dengan dosis 5,04 mg/KgBB. Seluruh kelompok diberikan perlakuan secara peroral lalu diperiksa volume urin yang dikeluarkan tikus pada jam ke 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 setelah pemberian. Volume urin yang diperoleh di masing-masing kelompok dihitung rata-rata dan standar deviasinya kemudian dianalisis statistik dengan LSD dengan IBM SPSS (Statistical Product and Service Solution) 25 for Windows. S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil memiliki karakteristik persen transmitan 96,94 ± 0,13 %, waktu emulsifikasi 7,40 ± 1,14 detik, sudut diam 31,71 ± 2,24, carr’s index 8,74 ± 0,49 dan hausner ratio 0,99 ± 0,10 dan dinyatakan memenuhi persyaratan. Hasil pengujian secara in vivo S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil dapat meningkatkan volume urin kumulatif yang berbeda bermakna dengan kelompok kontrol negative pada dengan signifikansi lebih dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil memiliki karakter dan aktivitas diuretika lebih baik dibandingkan dengan SNEDDS furosemid dan furosemid tanpa modifikasi.
KAJIAN IN SILICO SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.) SEBAGAI ANTI PARKINSON MELALUI HAMBATAN ENZIM MAO Hartati, Meity; Yuliani, Sapto; Utami, Dwi
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1668

Abstract

Penyakit parkinson adalah gangguan pada neurodegeneratif yang ditandai dengan hilangnya progresif neuron dopaminergik otak tengah di Substansia Nigra Pars compacta (SNpc). Pencegahan penyakit Parkinson dapat dilakukan dengan enzim inhibitor MAO-B. Senyawa flavonoid dan polifenolik telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antiparkinson melalui penghambatan MAO-B. Salah satu tanaman endemik Indonesia, Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) diketahui memiliki komponen senyawa flavonoid dan polifenolik. Tujuan: Untuk mengeksplorasi potensi ekstrak etanol Bajakah Tampala yang kaya flavonoid dan polifenolik sebagai inhibitor MAO melalui studi in silico. Metode: Uji in silico terdiri dari evaluasi Lipinski dan studi farmakokinetik (ADMET) menggunakan program pkCSM, dan uji molekular docking terhadap 15 senyawa flavonoid dan polifenolik dari data HRMS ekstrak etanol kayu Bajakah Tampala pada enzim inhibitor MAO-B (kode PDB: 2V5Z) menggunakan Software Autodock 4.2. Hasil: Berdasarkan prediksi studi profil farmakokinetik maupun hasil evaluasi Lipinski Rule of Five senyawa yang terkandung didalam tanaman Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) memiliki profil farmakokinetik yang cukup baik dan memenuhi kriteria dari evaluasi Lipinski Rule of Five, dan memiliki afinitas yang baik untuk validasi docking molekuler. Lima belas senyawa aktif flavonoid ekstrak etanol 70% memiliki potensi menghambat enzim MAO-B dengan binding energy berkisar antara -8,34 hingga -10,28 kcal/mol. Sedangkan native ligan safinamide memiliki binding energi -9,78 Kcal/mol. Kesimpulan: Senyawa tanaman Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi senyawa obat, dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut secara in vitro dan in vivo sebagai obat antiparkinson. 
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Baby (Citrus sinensis L. Osbeck) Selama 28 hari terhadap Kadar SGOT dan SGPT Sofia, Vivi; Widyaningsih, Wahyu; Yuliani, Sapto; Bachri, Moch Saiful
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.71513

Abstract

One of the plants used as natural medicine is baby orange (Citrus sinensis L. Osbeck). Baby oranges contain hesperidin, hesperetin, narirutin and nobiletin compounds. The purpose of this study was to determine the effect of giving ethanol extract of baby orange peel for 28 days on liver function as seen from the increase in SGOT and SGPT levels. This research is a pure experimental study with a completely randomized design (CRD) with a unidirectional pattern, namely the method used to observe the relationship of independent variables (including: normal control, negative control, ethanol extract of baby orange peel (EEKBJB) doses of 50, 100, 200 and 400 mg/kg BW) with the dependent variable (SGOT and SGPT levels). The test animals used in this study were 30 male Wistar rats which were divided into 6 treatment groups which were treated for 28 consecutive days. On day 29, blood samples were taken from the orbital sinus of the eye and the levels of SGOT and SGPT were measured. There was a significant difference in the levels of SGOT and SGPT as indicated by the results of the One Way ANOVA test (p<0.05). The results of the Post Hoc-Tukey test for SGOT levels showed a significant difference between the control group and the 50 mg/kg BW dose group, while the 100, 200 and 400 mg/kg BW doses did not show a significant difference. The results of the Post Hoc-Tukey, s-HSD test for SGPT levels did not show a significant difference between the control group and the 50, 100, 200 and 400 mg/kg BW dose groups. Significant differences were shown by doses of 50 and 400 mg/kg BW. Giving EEKBJB for 28 days did not cause toxic effects on liver function, seen from the absence of an increase in SGOT and SGPT levels.
Edukasi Kehalalan dan Keamanan Produk Berbasis Literasi Komunikasi Digital di Gilangharjo Pandak Bantul Azali, Aulia Syafadilla; Nuh, Muhammad; Rahmawati, Dhea; Saraswati, Yasti Rizkandar; Yuliani, Sapto; Sari, Eka Anisa
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20962

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar pada penyebaran informasi, termasuk terkait kehalalan dan keamanan produk. Namun, literasi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih terbatas dalam memahami standar halal-thayyib dan keamanan pangan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Gilangharjo, Bantul melalui edukasi berbasis literasi komunikasi digital. Metode: Sosialisasi, pelatihan interaktif, simulasi penggunaan laman halal resmi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat dengan skor rata-rata pretest 41,53 meningkat menjadi 45,69 pada postest (p=0,000). Edukasi ini memberikan dampak positif yang merata tanpa dipengaruhi faktor usia maupun jenis kelamin. Kesimpulan: Edukasi kehalalan dan keamanan produk berbasis literasi digital efektif meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong perilaku konsumsi kritis, serta memperkuat kesiapan UMKM menghadapi sertifikasi halal nasional.
Analysis of Characteristics, Fatty Acid Composition, Antioxidant Activity, and Beta-sitosterol of Moringa (Moringa oleifera Lam) Oil from Three Different Regions in Indonesia Chasanah, Uswatun; Yuliani, Sapto; Sugihartini, Nining
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 2, JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa oil offers a range of health, nutritional, and cosmetic benefits. However, its characteristics can vary greatly depending on its geographical origin. This study aimed to compare the physicochemical properties, fatty acid composition, antioxidant activity, and beta-sitosterol content of moringa oil obtained from three regions in Indonesia: Central Java, Central Sulawesi, and East Nusa Tenggara. The physicochemical properties examined include organoleptic, specific gravity, viscosity, refractive index, iodine value, acid value, saponification value, and peroxide value. Furthermore, the fatty acid composition was analyzed using gas chromatography with flame ionization detection (GC-FID), antioxidant activity was evaluated by the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method, and beta-sitosterol content was measured by thin-layer chromatography (TLC). Physical attributes, such as viscosity and specific gravity, do not exhibit significant differences between the regions. At the same time, chemical parameters, which include iodine value, acid value, and saponification value, show considerable variations. Fatty acid profiles revealed that oils from Central Sulawesi and East Nusa Tenggara have high oleic acid and low polyunsaturated fat content, providing better oxidative stability and longer shelf life. In contrast, Central Java oil showed higher levels of linoleic and behenic acids, making it more suitable for sensitive skin and hair care applications. Central Java oil exhibits the highest antioxidant activity, whereas Central Sulawesi oil contains the highest concentration of beta-sitosterol, suggesting a more significant potential as an anti-inflammatory agent. These findings highlight the influence of regional origin on the quality of moringa oil, presenting exciting opportunities for further research in this field.
Ethnopharmacology, LC-MS profiling, and molecular docking of diarrheal-healing plants by the Osing tribe Cendekiawan, Khrisna Agung; Kintoko; Yuliani, Sapto; Wardhani, Firdha Aprillia
Pharmaciana Vol. 15 No. 3 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i3.31315

Abstract

Indonesia has a long history of using medicinal plants, but much of this knowledge, especially among groups like the Osing people in East Java, is not well-documented. This study looks at the plants used by the Osing community to treat diarrhea. This research was conducted through interviews with residents of Banjar and Licin Villages in Banyuwangi Regency. The significance and perceived efficacy of each medicinal plant were evaluated using the ethnobotanical indices Use Value (UV) and Fidelity Level (FL). They also did tests to find the active chemicals in the plants. The most common plants for treating diarrhea were Psidium guajava (UV = 2.44) and Piper betle (UV = 1.11). Psidium guajava had the highest FL value (64.7%). Tests have shown that these plants contain essential chemicals. Further analysis confirmed the presence of quercetin and kaempferol, which are known to help alleviate stomach problems. To support these findings, computer-based tests were done, including Lipinski rule prediction, ADMET profiling, and molecular docking. The results showed quercetin binds well (ΔG = -9.72) and has a good RMSD value (1.83 Å). This suggests quercetin could be a good starting point for making antidiarrheal drugs. Overall, the study underscores the significance of traditional knowledge and recommends further research on plant-based treatments for stomach issues.
Antidiarrhoeal Potential of Secondary Metabolites in Betel Leaf (Piper betle): A Systematic Review with Radar Chart Analysis and AUC Evaluation. Cendekiawan, Khrisna Agung; Kintoko, Kintoko; Yuliani, Sapto; Anggraeni, Linda Suci; Wardhani, Firdha Aprillia; Poerwahyuningrum, Neny
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.594

Abstract

Diarrhoea is a widespread gastrointestinal disorder commonly caused by microbial infection, inflammation, or impaired intestinal function. While synthetic antidiarrhoeal drugs are available, their use is often limited by adverse effects and antimicrobial resistance, prompting increasing interest in medicinal plants such as Piper betle (betel leaf). This study systematically reviewed the literature to identify secondary metabolite compounds in Piper betle with antidiarrhoeal potential and to evaluate their biological activities using Radar Chart Analysis (RCA) and Area Under Curve (AUC) methods. A systematic search was performed across PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar using predefined keywords. Inclusion criteria comprised studies that investigated Piper betle or its secondary metabolites, reported antidiarrhoeal or related bioactivity, and provided quantitative data suitable for comparison. Studies were excluded if they focused solely on synthetic drugs, were not available in full text, or did not report measurable metabolite data. A total of 35 eligible studies were included after screening 176 records. The findings indicate that flavonoids, polyphenols, tannins, saponins, and catechins in Piper betle contribute to antidiarrhoeal effects through mechanisms that modulate intestinal motility, reduce fluid secretion, activate anti-inflammatory pathways, and exhibit antimicrobial activity. RCA and AUC analyses further demonstrated substantial variability in metabolite composition and antioxidant capacity across studies. Overall, Piper betle exhibits promising therapeutic potential as a natural antidiarrhoeal agent, although further mechanistic and clinical research is warranted.
In Silico Study of Compounds Bioactive Guava (Psidium guajava) as Antidiarrheal Assisted Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy Cendekiawan, Khrisna Agung; Kintoko, Kintoko; Yuliani, Sapto; Anggraeni, Linda Suci; Ningrum, Lailatul Fitria; Hasana, Siti Nur; Wardhani, Firdha Aprillia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.876

Abstract

Guava leaves seeds (Psidium guajava) are known contain various compound potential bioactives? as antidiarrheal, such as quercetin and tannins, which work with method hinder intestinal contractions and disrupts permeability membrane cell bacteria. Research This aim for explore potential antidiarrheal from compound in leaf guava seed through identification compound using LC-MS and simulation molecular docking to six human protein target receptors, namely Cytochrome P450 1A1, Ephrin Type-B Receptor 4, Multidrug Resistance Protein 1, Dihydrofolate Reductase, Extracellular Calcium-Sensing Receptor, and Rap Guanine Nucleotide Exchange Factor 4. Extraction done with method maceration use solvent methanol, then compound analyzed using Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). A total of eleven compound main chosen foranalyzed in silico using device soft AutoDockTools, PyRx, and Discovery Studio. Validation was performed through redocking of native ligands with RMSD value ? 2 Å. The results show some ligands such as Kaempferol, Cathecin, and Quercetin own affinity strong bond, with? Kaempferol show lowest binding energy of -9.72 kcal /mol against BHF receptor. Drug-likeness test based on Lipinski's rule also shows that part big compound fullfil criteria compound drug analysis? interaction amino acids show existence bond hydrogen and hydrophobic support? stability bond. This result show that compound leaf guava seeds, especially Kaempferol and Cathecin, potentially as candidate agent antidiarrheal natural. Further studies in vitro and in vivo are recommended for support findings.
Analisis Bibliometrik dan Penambangan Teks terhadap Penelitian Obat Herbal dengan Aktivitas Anti-Inflamasi Wawasan dari Data PubMed (2015–2025) Daipadli, Daipadli; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Yuliani, Sapto
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.921

Abstract

Pendahuluan: Inflamasi kronis yang tidak terkontrol berkontribusi signifikan terhadap patogenesis berbagai penyakit degeneratif, seperti artritis dan gangguan kardiovaskular. Meskipun efektif, penggunaan jangka panjang obat anti-inflamasi konvensional (NSAID dan kortikosteroid) sering menimbulkan efek samping serius, seperti iritasi gastrointestinal dan nefrotoksisitas. Obat herbal, dengan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan terpenoid, menawarkan alternatif terapi yang menjanjikan dengan menekan mediator proinflamasi (TNF-α, IL-6, NF-κB) serta memodulasi stres oksidatif dengan profil keamanan yang lebih baik. Mengingat pesatnya pertumbuhan literatur di bidang ini, analisis bibliometrik diperlukan untuk memetakan arah penelitian global. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan dan menginterpretasikan lanskap penelitian obat herbal terkait aktivitas anti-inflamasi menggunakan perangkat lunak VOSviewer, guna mengidentifikasi tren utama, evolusi topik, dan kesenjangan penelitian. Metode: Data bibliometrik dikumpulkan dari basis data PubMed dengan kata kunci “herbal medicine” AND “anti-inflammation” untuk periode publikasi tahun 2015 hingga 2025. Data diproses menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 dengan metode full counting berdasarkan co-occurrence kata kunci, dengan ambang batas minimal kemunculan lima kali untuk menyaring istilah yang relevan. Hasil: Analisis memetakan lima klaster tematik utama: (1) suplementasi dan intervensi gaya hidup; (2) efikasi klinis pada pasien; (3) mekanisme molekuler dan penyakit modern (termasuk COVID-19); (4) jalur sitokin dan sinyal seluler; serta (5) formulasi sediaan lokal. Visualisasi overlay menunjukkan evolusi tren dari fokus awal pada biomarker klinis (seperti CRP) menuju pemahaman mekanisme molekuler yang lebih dalam dan imunomodulasi. Visualisasi densitas menegaskan bahwa topik seputar pasien dan pengobatan merupakan area riset yang paling padat. Kesimpulan: Terdapat peningkatan minat global terhadap pengembangan obat herbal sebagai agen anti-inflamasi yang bergerak dari studi empiris menuju validasi mekanistik molekuler dan integrasi klinis. Penelitian ini menyoroti potensi besar obat herbal sebagai terapi komplementer yang aman, sekaligus menekankan perlunya standardisasi dan uji klinis berkelanjutan.
Effect of Avocado Leaf Ethanol Extract Gel (Persea americana Mill) on Healing Diabetic Wounds Wahyu Widyaningsih; Sapto Yuliani; Fairuz Khairunnisa Anasyua; Tasya Bahagia; Risma Yuliawanti
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 14, No 2 (2026): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.25562

Abstract

Diabetic wounds are a major clinical challenge due to delayed healing and increased complication risks. Ethanol extract of avocado leaves (Persea americana Mill.) has previously shown promise in enhancing tissue regeneration in diabetic wounds, but its potential in gel form remains untested. This study aimed to develop an avocado leaf ethanol extract-based gel and evaluate its woundhealing potential in diabetic mice. Avocado leaves were extracted using 70% ethanol and formulated into a gel, which was evaluated for physical properties and topical suitability. Diabetic mice were divided into five groups: normal control, negative control (gel base), positive control (bioplacenton), and two treatment groups (5% and 10% gel). Diabetes was induced using alloxan (150 mg/kg BW), followed by wound induction and treatment. Wound healing was assessed through visual assessment, wound diameter reduction, and healing duration. Statistical analysis was performed using one-way ANOVA with a 95% confidence level. Results showed the gel meets physical properties (pH test, organoleptic test, homogeneity test, spreadability test) and significantly improved wound healing in diabetic mice. The 5% gel demonstrated wound-healing activity due to bioactive compounds such as saponins, tannins, alkaloids, and flavonoids. Further analysis is needed to identify the specific components responsible for the healing effects, highlighting the gel’s potential for diabetic wound treatment.
Co-Authors Adhi Gunawan Adi Permadi Adi Permadi, Adi Ainiyah, Nadia Putri Aisha Raihana Anggraeni, Linda Suci Arif Budi Setianto Arsyannur Pratiwi Aspamufita, Nuroh Ayu Shabrina Ayu Wulandari Azali, Aulia Syafadilla Bachri, Mochammad Saiful Botutihe, Lisa Agustina Daffara Kinanthi Lustikaiswi Daipadli Daipadli Danang Prasetyaning Amukti Dandy Annas Muttaqien Daru Estiningsih Davit Nugraha Desi Ambarwati Desi Iswahyuni Dian Prasasti Didik Yuni Prasetya Dwi Utami Elmi Rahmadani Enti Rikomah, Setya Fairuz Khairunnisa Anasyua Fitri Rahmawanti Galuh Rista Putri Gina Lestari Gina Lestari, Gina Gunawan, Adhi Handayani, Tiara Rizki Handayani, Tiara Rizki Hartati, Meity Hasana, Siti Nur Ibdal Satar Iis Wahyuningsih Intan Dwi Rahmita Khozanatul Ulwy Khrisna Agung Cendekiawan Kintoko Kintoko Kintoko Kintoko, Kintoko Laela Hayu Nurani Lasanudin, Rindi Ibrahim Leni Setiani Lily Noor Falah Lily Noor Falah Ma'ruf, Muhammad Magfirah Septiani Yusuf Maghfirah, Rahmayani Maysara, Risha Moch Saiful Bachri Moch Saiful Bachri Moch. Saiful Bachri Muhammad Alfian, Muhammad Muhammad Ma'ruf Muhammad Ma'ruf Muhammad Marwan Ramadhan Muhammad Nuh Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Nadia Putri Ainiyah Nadia Selvia Najini, Robby Ningrum, Lailatul Fitria Nining Sugihartini Nur Mahdi Nurkhasanah Nurkhasanah Mahfudh Nurkhasanah Nurkhasanah Nuroh Aspamufita Pelita, Putri Dina Poerwahyuningrum, Neny Putri Dina Pelita Rabiatul Adawiyah Rahmah Annura Rahmah Niar Ulfah Rahmawati, Dhea Ramadhan, Muhammad Marwan Ratih Saridewi Reka Rukmiati Rifka Salsabila Rikadyanti Rikadyanti Rindi Ibrahim Lasanudin Risha Maysara Risha Maysara Risma Yuliawanti Robby Najini Safira, Rizka Safwan Safwan Saraswati, Yasti Rizkandar Sari, Eka Anisa Satar, Ibdal Sofina Rahmadita Sri Mulyaningsih Suci Kurniati Suwidjiyo Pramono Tasya Bahagia Tiara Rizki Handayani Ulfa Ramdhani M Uswatun Chasanah Vivi Sofia Vivi Sophia Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wardhani, Firdha Aprillia