Pengembangan pangan berbasis nabati semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi sehat dan berkelanjutan. Patty nabati menjadi salah satu alternatif pengganti daging yang potensial, namun masih menghadapi tantangan dalam hal tekstur, rasa, dan nilai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio jantung pisang, jamur kuping, dan tepung edamame terhadap mutu kimia dan organoleptik patty nabati serta menentukan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Analisis meliputi uji kimia (protein, serat, karbohidrat, dan abu) serta uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan aroma). Data dianalisis menggunakan ANOVA, uji Kruskal-Wallis, dan uji efektivitas De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio bahan berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, karbohidrat, abu, serta atribut tekstur dan aroma, namun tidak berpengaruh terhadap kadar serat, warna, dan rasa. Formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan A1 dengan nilai efektivitas tertinggi sebesar 0,646 yang menunjukkan keseimbangan antara nilai gizi dan penerimaan sensoris. Kesimpulannya, kombinasi bahan lokal ini berpotensi menghasilkan patty nabati sebagai pangan fungsional yang sehat, bergizi, dan memiliki daya terima yang baik.