Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh penambahan kacang tunggak (Vigna unguiculata) dan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap sifat kimia dan organoleptik biskuit gluten free Chuardy, Valentino Adrian; Handarini, Kejora; Yuniati, Yuyun; Devianti, Rachma Nur; Wulandari, Imania Ayu
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/anq3fs88

Abstract

Biskuit adalah kudapan yang digemari dan mudah diterima di Indonesia. Pemanfaatan kacang tunggak dan daun kelor pada biskuit gluten free berbahan tepung mocaf perlu dikaji sehingga dapat menghasilkan sifat kimia dan organoleptik yang serupa dengan biskuit berbahan tepung terigu. Kacang tunggak dan daun kelor merupakan sumber pangan lokal kaya protein yang bermanfaat sebagai bahan fortifikasi tepung mocaf dalam upaya pengurangan penggunaan tepung terigu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh dan  perlakuan terbaik dari konsentrasi penambahan kacang tunggak (Vigna unguiculata) dan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap sifat kimia dan organoleptik biskuit gluten free. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratoris dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 level perlakuan yakni perbandingan konsentrasi tepung kacang tunggak dan bubuk daun kelor yang terdiri dari perlakuan P1 (96% : 4%), P2 (92% : 8%), P3 (88% : 12%), P4 (84% : 16%). Penelitian ini dilakukan 3 kali ulangan. Parameter uji yang dilakukan adalah sifat kimia yang terdiri dari kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar serat kasar. Sifat organoleptik terdiri dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Hasil penelitian menyatakan perlakuan terbaik adalah biskuit gluten free dengan perbandingan tepung kacang tunggak 92% dan bubuk daun kelor 8% (P2) dengan hasil kadar air 3,81%, kadar abu 2,35%, kadar protein 14,11%, kadar serat kasar 2,62%, dan rerata organoleptik dengan nilai 3 (Netral). Hal ini menunjukkan bahwa tepung kacang tunggak dan bubuk daun kelor dengan formula yang tepat memiliki potensi besar sebagai bahan fortifikan dalam pembuatan biskuit gluten free dalam mendukung pemanfaatan pangan lokal dan substitusi terigu.
Karakterisasi Pektin yang Diekstraksi dari Kulit Pisang Ambon Hijau (Musa acuminata Colla) dengan Spektroskopi FT-IR dan Analisis Kemometrik Indrawati, Renny; Nitte, Olivia Laura; Yuniati, Yuyun
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 1 (2024): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.1.70208.1-11

Abstract

Limbah kulit buah pisang ambon hijau (Musa acuminata Colla) merupakan salah satu kandidat bahan baku pektin yang murah dan mudah ditemukan. Ekstraksi pektin dapat dilakukan dengan berbagai metode dan pelarut asam, namun akan mempengaruhi rendemen serta karakteristik pektin yang dihasilkan. Di sisi lain, spektroskopi FTIR dapat digunakan untuk karakterisasi pektin secara cepat, mudah, dengan sejumlah kecil sampel, tetapi data spektrum vibrasi pada rentang bilangan gelombang yang cukup luas seringkali tidak mudah dibedakan antar sampel. Analisis kemometrik multivariat dapat diterapkan untuk memudahkan analisis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik pektin yang diekstraksi dari kulit pisang dengan variasi pelarut (asam klorida dan asam sitrat) dan waktu ekstraksi (5, 10, dan 15 menit) menggunakan metode microwave, serta melakukan komparasi pektin hasil ekstraksi terhadap pektin komersial dengan metode analisis FTIR dan kemometrik. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan ekstraksi pektin yang dikonfirmasi dengan adanya vibrasi gugus fungsi pektin pada spektrum FTIR. Analisis semi-kuantitatif dengan perbandingan data serapan gugus karboksil teresterifikasi dan karboksil bebas menunjukkan pektin hasil ekstraksi dengan pelarut asam sitrat memiliki derajat esterifikasi lebih tinggi dibandingkan hasil ekstraksi dengan asam klorida. Analisis komponen utama mengonfirmasi kedekatan spektrum pektin hasil ekstraksi dengan asam sitrat ataupun asam klorida selama 10 menit dengan spektrum pektin komersial.Characterization of Pectin Extracted from Banana Peels (Musa acuminata Colla) using FTIR Spectroscopy and Chemometric Analysis. The peel of green banana Musa acuminata Colla is a potential source of pectin. Pectin extraction can be performed using various methods and solvents, but it might influence the characteristics of the result. On the other hand, FTIR spectroscopy can be used to rapidly and simply characterize pectin, but the vibrational data over a wide range of wavenumbers is not easily distinguished between samples. Multivariate chemometric analysis can be applied to ease data analysis. This study aimed to compare the characteristics of pectin obtained after microwave-assisted extraction of the banana peels using different solvents (hydrochloric acid and citric acid) and extraction time (5, 10, and 15 minutes), as well as to compare those pectins toward its commercial grade using chemometric analysis. The result showed successful pectin extraction, as revealed by particular vibrations of functional groups in the pectin structure. Based on semi-quantitative analysis, the absorption band ratio between esterified carboxyl groups and free carboxyl groups revealed that the pectin extracted using citric acid had a higher degree of esterification than that extracted using hydrochloric acid. Principal component analysis confirmed the closeness of pectin obtained after 10 minutes of extraction using citric acid or hydrochloric acid to that of commercial pectin.
Co-Authors Achmad Qodim Syafa'atullah Adelia, Kezia Agung Rasmito Alfanaar, Rokiy Anitarakhmi Handaratri Aziza, S. Alfiyah Nur Bambang Sigit Sucahyo Bambang Sutejo Bambang Sutejo, Bambang Cahyani, Maulidya D. Christa, Amadea Chuardy, Valentino Adrian Dedy Kunhadi Devianti, Rachma Nur Dhiya Dini Azmi Donny Satria Bhuana Eric Nurandriea Fadjar Kurnia Hartati Fadjar Kurnia Hartati, Fadjar Kurnia Fahilah, Khoiriyah Farrell Ricardo Tirtasatya Febriana Kesuma, Ruth Heriyanto Heriyanto Jannah, Jumrotul Kejora Handarini Kestrilia Rega Prilianti Kusyairi, Achmad Lailatul Qadariyah Leny Yuliati M. Yogi Riyantama Isjoni Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Maria Agustini Melany Melany Melinda, Anna Moh. Ainul Fais Monica, Eva Natanael Anugerah Tuuk Natan Ningrum, Cicik Agustia Ningtyas, Rosidah Wahyu Nirmala Siregar, Rena Nitte, Olivia Laura Novidayasa, Ifra Nunuk Hariani Nunuk Hariyani Nur Aziza, S. Alfisyah NURUL HAYATI Pamela Felita Tjendra Pantjawarni Prihatini Perwirani, Nindya Ayu Leonita Pradipta Risang Ratna Sambawa Pramitha, Asti Rizkiana Prasiska, Revina Lusy Putra Siswoyo , Deddy Kurniawan Rahmiati, Retnani Ramadhani, Mirza Renny Indrawati, Renny Rollando, Rollando Ruth Febriana Kesuma S. Alfisyah Nur Aziza Sandra Dewi Tansil Saras Nurani Putri Saraswati, Exist Selfina Gala Shafitri, Virginia Sholihah, Dewi Deniaty Silvana Mohamad Sri Rahajoe, Endang Sucahyo, Bambang Sigit Sultan Arif Rahmadianto Sultan Arif Rahmadianto Sumarno . Sumaryam Syafa’atullah, Achmad Qodim Tahir, Faleria Christin Tajuddin Noor, M. Trisbiantoro, Didik Widodo, Evan Krisdian Wilujeng, Lilis Lestari Wulandari, Imania Ayu Zuri Rismiarti Zuri Rismiarti