p-Index From 2021 - 2026
12.579
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Equilibrium: Jurnal Pendidikan FamilyEdu Jurnal Analisa Sosiologi Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan) SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Somasi (Sosial Humaniora Komunikasi) JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat International Journal of Social Learning (IJSL) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Pahlawan : Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Penelitian Inovatif Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Innovative: Journal Of Social Science Research SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Journal of Social and Humanities Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Circle Pertemanan terhadap Efektivitas Kelompok Belajar Mahasiswa Aeni, Siti Nur; Abdullah, Mirna Nur Alia; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi
Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.695 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circle pertemanan terhadap efektivitas kelompok belajar di kalangan mahasiswa. Circle pertemanan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk dinamika kerja kelompok, baik dari segi pencapaian akademik, kenyamanan dalam berdiskusi, hingga dukungan sosial yang diberikan antar anggota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa mahasiswa dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok belajar yang terdiri dari circle pertemanan cenderung lebih efektif dalam menciptakan suasana yang suportif, komunikatif, dan penuh toleransi. Mahasiswa merasa lebih nyaman dalam menyampaikan ide dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti tekanan teman sebaya dan konformitas sosial yang dapat mengganggu fokus belajar, misalnya kecenderungan untuk mengobrol atau menunda tugas. Dengan demikian, circle pertemanan dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat efektivitas kelompok belajar, tergantung pada dinamika hubungan dan kedewasaan masing-masing individu dalam kelompok. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran kolaboratif.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Program Pelatihan Wirausaha Baru di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Nuraini, Isyfi; Komariah, Siti; Abdullah, Mirna Nur Alia
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v11i1.3530

Abstract

Rapid social and economic changes in urban areas have created employment challenges, particularly rising unemployment and limited absorption of labor in the formal sector. This study aims to analyze the community empowerment process through the New Entrepreneur Training Program organized by the Bandung City Manpower Office. A qualitative approach was used with data collected through interviews, observations, and documentation involving organizers, instructors, and participants. The findings show that the training improves participants’ capacity through entrepreneurial knowledge and skills, encourages active participation, fosters awareness of business opportunities, and expands access to information and institutional support. The program also encourages participants’ independence in starting small businesses, although wider information dissemination and stronger post-training assistance are still needed.
Dinamika Teknologi dan Gaya Hidup dalam Pembentukan Habitus Generasional Baby Boomers hingga Gen Alpha Leswidyanti, Juwita Salwa; Ayswara, Annisa Tri; Abdullah, Mirna Nur Alia; Febriyanti, Vita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16318

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi digital telah mengakselerasi perubahan yang sangat signifikan dalam aspek sosial, terutama dalam cara orang berinteraksi, mengembangkan nilai-nilai, dan menjalani kehidupan. Perbedaan pengalaman dengan teknologi pada setiap generasi, dari Baby Boomers sampai Generasi Alpha, mencerminkan adanya variasi dalam pola penyesuaian terhadap perubahan sosial yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dinamika perkembangan teknologi dan pergeseran gaya hidup dalam pembentukan habitus generasional di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian pustaka (library research), melalui analisis berbagai sumber ilmiah terkait untuk mengkaji hubungan antara teknologi, gaya hidup, dan karakteristik sosial antar generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari struktur sosial yang membangun habitus melalui praktik sosial, pola komunikasi, serta kebiasaan digital yang berbeda di setiap generasi. Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha menunjukkan tingkat adaptasi teknologi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga muncul kesenjangan digital dan dinamika sosial antar generasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman tentang peran teknologi dalam membentuk habitus generasional sebagai cara untuk menjembatani perbedaan sosial di era digital.
Ritual Sakral Ke Identitas Budaya Dalam Tradisi Ruat Laut Di Desa Blanakan Inka Mariana; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15061

Abstract

Tradisi Ruat Laut di Desa Blanakan merupakan praktik budaya masyarakat nelayan yang mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi. Tradisi yang sebelumnya dimaknai sebagai ritual sakral bernuansa mistis kini mengalami pergeseran makna dan fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pelaksanaan tradisi Ruat Laut di KUD Mina Fajar Sidik Desa Blanakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pengurus KUD, nelayan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tradisi Ruat Laut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, meliputi perubahan pola pikir masyarakat nelayan, peran kelembagaan KUD Mina Fajar Sidik, modernisasi teknologi, pengaruh agama, serta perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Perubahan tersebut bersifat evolusioner dan fungsional, di mana nilai inti tradisi tetap dipertahankan dan berperan dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat nelayan Desa Blanakan.
Pengangguran Lulusan Sma, Smk, dan Perguruan Tinggi di Indonesia dalam Era Bonus Demografi: Peluang yang Terabaikan Atau Beban Demografi Baru? Ramdani, Hari; Fauziah, Rafa Annisa; Nur Aeni, Siti; Abdullah, Mirna Nur Alia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2412

Abstract

Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, tingginya tingkat pengangguran di kalangan terdidik menjadi tantangan serius yang dapat mengubah peluang tersebut menjadi beban demografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pengangguran terdidik di indonesia dalam konteks bonus demografi, serta menilai apakah kondisi ini merupakan peluang yang belum dimanfaatkan atau justru indikasi munculnya beban demografi baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan pengumpulan data primer berupa kuesioner daring terhadap 15 responden, yang terdiri dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang sedang berada dalam masa transisi menuju dunia kerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi, faktor penyebab, dampak, serta persepsi terkait pengangguran terdidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran terdidik didominasi oleh lulusan pendidikan menengah dan tinggi, dengan proporsi tertinggi berasal dari lulusan SMK. Faktor utama penyebabnya antara lain ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja (skills mismatch), kurikulum yang cenderung teoritis, kurangnya pengalaman magang, terbatasnya ketersediaan lapangan kerja formal, serta tingginya tingkat persaingan. Dampak yang muncul meliputi aspek ekonomi, seperti ketergantungan finansial dan rendahnya produktivitas, serta aspek sosial dan psikologis, termasuk stres dan menurunya kepercayaan diri. Persepsi responden terhadap fenomena ini beragam, sebagian memandangnya sebagai peluang yang belum dimaksimalkan, sebagian lain melihatnya sebagai potensi beban demografi baru, sementara sisanya menganggapnya sebagai kondisi yang bergantung pada kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengangguran terdidik merupakan masalah multidimensional yang membutuhkan penanganan komprehensif, seperti reformasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, penguatan program magang berkualitas, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, serta penciptaan lapangan kerja berbasis inovasi dan ekonomi digital. Tanpa langkah strategis tersebut, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban sosial ekonomi di masa depan.
BEHIND-THE-SCENES MASKS: FACTORS WHICH ENCOURAGES USERS TO FAKE ACCOUNTS ON SOCIAL MEDIA X Naisya Insani Ramadani; Salwa Laila Ayu Budiman; Ririn Maesaroh; Mirna Nur Alia Abdullah
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i2.2783

Abstract

This study aims to analyze the factors that encourage the use of fake accounts on social media X (Twitter) as part of digital social interaction practices. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected through a Likert-scale questionnaire distributed to active users who have used anonymous accounts. The results indicate that fake account usage is influenced by the need for security, the desire for freer self-expression, and the influence of digital environments where such practices are considered normal. Anonymous accounts are utilized to avoid social judgment, maintain real-life relationships, and provide alternative spaces for sharing personal experiences. These findings suggest that anonymity is not merely a technical condition but a social strategy for managing digital identity and adapting to the dynamics of online interaction
Fenomena SEABlings dalam Solidaritas Digital Generasi Z di Tengah Konflik Netizen Asia Tenggara dan KNETZ Raihan, Marsya; Hurul Aini, Mutiara; Hasan, Tholhah; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3169

Abstract

Artikel ini membahas munculnya solidaritas digital di kalangan netizen Asia Tenggara (SEAblings) dalam dinamika interaksi lintas negara di media sosial, yang sekaligus memperlihatkan bagaimana Generasi Z membentuk budaya komunikasi digital yang baru. Permasalahan penelitian berfokus pada penyebab terbentuknya solidaritas tersebut, bagaimana ia mencerminkan karakter budaya digital Gen Z, serta implikasi sosial budaya yang muncul dari konflik dengan komunitas lain seperti K-Netz. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna solidaritas digital lintas negara sekaligus membaca dinamika interaksi dan potensi konflik yang menyertainya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital non-partisipatif di platform X dan TikTok, serta didukung wawancara mendalam dengan informan yang memahami fenomena tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, narasi kolektif, dan bentuk solidaritas yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas digital muncul dari rasa kesamaan regional, pengalaman kolektif, dan respons terhadap stereotip eksternal, yang diperkuat oleh logika algoritma media sosial. Di sisi lain, solidaritas ini mencerminkan budaya digital Gen Z yang cepat, ekspresif, dan kreatif, namun juga berpotensi memicu konflik, polarisasi, dan reproduksi stereotip di ruang daring. Dengan demikian, solidaritas digital memiliki peran ganda sebagai penguat kohesi sosial sekaligus sumber ketegangan lintas budaya. Kata Kunci Solidaritas digital, Generasi Z, media sosial, budaya digital, konflik online
Fenomena Sosial Married is Scary sebagai Faktor Penguat dalam Penurunan Nuptialitas dan Fertilitas di Indonesia Agustin, Alifa Sahara; Anggrayani, Sista; Hasya, Vila; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3174

Abstract

Fenomena married is scary mencerminkan perubahan persepsi generasi muda terhadap pernikahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fenomena tersebut sebagai faktor yang memperkuat penurunan nuptialitas dan fertilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk memahami pertimbangan individu dalam mengambil keputusan terkait pernikahan dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap pernikahan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, paparan media sosial, dan perubahan nilai. Ketidakstabilan finansial mendorong individu menunda pernikahan, sementara media sosial membentuk persepsi yang menekankan risiko dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, generasi muda cenderung memprioritaskan kesiapan diri serta kualitas hidup sebelum menikah. Kondisi ini meningkatkan kecenderungan penundaan pernikahan yang berdampak pada menurunnya angka kelahiran. Dengan demikian, fenomena married is scary tidak menjadi penyebab utama, tetapi berperan sebagai faktor yang memperkuat tren penurunan nuptialitas dan fertilitas di Indonesia.
Implementing Sunda Local Wisdom-Based Education to Enhance Collaborative Learning in Ciptagelar Traditional Village, Sukabumi, Indonesia Abdullah, Mirna Nur Alia; Fadhilah, Annisa
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i2.515

Abstract

This research examines the integration of Sundanese local wisdom as a culturally grounded framework for collaborative learning in the Indigenous Village of Ciptagelar, Sukabumi. Using a qualitative approach and a systematic literature review to explore core cultural values, including sabilulungan (cooperation), ecological reverence, and customary practices. The findings show that incorporating these values can improve student engagement, socio-emotional development, and ecological awareness. The implementation is constrained by limited teacher training, a lack of contextual learning resources, and insufficient policy support. The study proposes a hybrid collaborative learning model that systematically involves indigenous community members as co-educators and employs contextualized learning modules grounded in Ciptagelar epistemologies. This model offers a structured way to bridge formal education with local knowledge systems and provides practical implications for educators and policymakers seeking sustainable, identity-affirming education rooted in local wisdom.
Demografi Digital Dan Budaya Anonimitas: Studi Kualitatif Tentang Perubahan Interaksi Sosial Hermawati, Lulu; Rasnadipoetra, Ilman Diansyah; Aini, Naila Noerita; Abdullah, Mirna Nur Alia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5120

Abstract

  Perkembangan teknologi digital di Indonesia yang pesat telah menggeser pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menuju ranah digital yang didominasi oleh budaya anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola interaksi sosial dalam konteks demografi digital serta mengkaji proses pembentukan dan implikasi budaya anonimitas terhadap norma dan kontrol sosial di masyarakat digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei daring dengan pertanyaan terbuka dan analisis tematik yang didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demografi digital yang didominasi generasi muda telah mendorong peralihan ke interaksi digital yang lebih selektif dan terkontrol, di mana anonimitas dimanfaatkan untuk mencari rasa aman psikologis dan kebebasan berekspresi. Meskipun anonimitas memfasilitasi keterbukaan diri dan inklusivitas, fenomena ini juga menyebabkan rendahnya kehadiran sosial, melemahnya kontrol sosial informal, serta peningkatan perilaku agresif seperti cyberbullying. Sebagai kesimpulan, budaya anonimitas dalam masyarakat digital memiliki dua sisi yang memberikan kebebasan berekspresi namun menantang kualitas relasi sosial serta keberlangsungan norma konvensional
Co-Authors a, Ahmed Dipa Suparwanto Afra Aldilawulandari Annika Bharata Agiva Early Wulandari Agustin, Alifa Sahara Aini, Mutiara Hurul Aini, Naila Noerita Aisyah Nur Fadhilah Alifa Izzatun NIsa Amalia Amalia Angelina, Tiara Anggiraksa, Nailah Anggrayani, Sista ANNISA FAUZIYYAH Apvianti, Fathania Asti Lestari Asyila Lukman Thalib Aulia Marthasya Aulia, Nevia Aulya Arzuliany Avina Linda Setyowati Avvyat Anantya Ayswara, Annisa Tri Azizah, Sarah Nur Azka Safarah Ludisti Mauliani Azzahra, Fatma bagja waluya, bagja Baity, Salsabila Nur Carmelia Puteri Hendarsyah Detia Adzra Athifah Dewi, Nikita Shinta Difa, Taj Cyrila Aprila Syahda Dinda Arviana Puspitasari Elly Malihah Fadhilah, Annisa Fadhilah, Nabila Lana Faiza Conita Chairiya Harahap Faiza, Naila Fatimah Syawalia Noptiani Fauziah, Rafa Annisa Febriyanti, Vita Frida Nurmarliana Handi, Ginar Zsalsabila Hari Ramdani Haryadi, Rahma Nur Isnaini Hasan, Tholhah Hasuna, Asma Nadia Hasya, Vila Hermawati, Lulu Hurul Aini, Mutiara Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indra Abdul Majid Inka Mariana Irvan, Mohammad Isnaini Nurdiah Istiqomah Dzikrullah Ivana Shirley Lafayette Siregar Joane Louis Lahasen Malau Junaheni Afifah Juwita Salwa Leswidyanti Kenny Syalwatyarsa Khairunnisa, Firda Salsabila Khofifah, Winda Leo Farid Ruhiana Leo Farid Ruhiana Lestari, Asti Leswidyanti, Juwita Salwa Lidya Fadila Majid, Indra Abdul Masyudi, Ayudia Rostiara Meiziya Asira Deliyanti Morimoto, Elisabeth Mughni Nafia Nadhif Muhamad Retza Rizaldi Mujayapura Muhammad Firdhi Al Ghifary Muhammad Rafi Fauzi Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi Mutia Lestari Abidin Muyajapura, Muhammad Retsa Rizaldi Nabila Annisa Fitri Ramadhani Nabila Siti Nurhasanah Nabila, Fadia Marsya Nada Salsabila Isafitri Nadila Putri Budi Sugiarti Nadya Meisya Adibrata Naila Noerita Aini Nailah Anggiraksa Naisya Insani Ramadani Naylla Rachma Edhisty Nazwa Fatin Oktariani Nazwa Naisniatunnisa Sholihah Nazwa Wafiq Nur Azizah Nisrina Aulia Rahmani Nur Aeni, Siti Nuraini, Isyfi Nurjamillah Nurjamillah Nurkhurairokh, Azzahra Nurmala, Sri Devi Poernama, Sandra Aulia Prhita Shintiya Qonitah Zalikhah Yuselly Rahmadiani, Adisti Putri Rahmania, Shecha Raihan, Marsya Raisya Anjani Putri Syawalia Ramadani, Naisya Insani Ramdani, Hari Rasnadipoetra, Ilman Diansyah Raya Elvaretta Maulana Ririn Maesaroh Rizal Ahmad Rasyad Rizaldi, Muhammad Retsa Rizqiyah, Kivi Anni ROHIMAH, IMA Saeful R, Dadan Salsa, Salsa Bila Az Zahra Salsabila Afida Putri Salwa Laila Ayu Budiman Sekar Kirana Wulandari Shaffa, Salsa Zahira Shania Aulia Rahmania Anshary Shinthia, Devi Siallagan, Deasy Gita Amelia Siswahyudianto Siti Komariah Siti Komariah Siti Nur Aeni, Siti Nur Siti Nurbayani Sukma, Nony Nuryani Sumayya, Siti Azzahra Susan Agustina Putri Syahbila Zalva Tri Utami Febriyani Ulwan Naezi Rabbani M Noer Vita Febriyanti Wilodati Wulan Asmi Nurapipah Yani Achdiani Yupi Anesti Zacky Akbar Saputro