Claim Missing Document
Check
Articles

Implementing Sunda Local Wisdom-Based Education to Enhance Collaborative Learning in Ciptagelar Traditional Village, Sukabumi, Indonesia Abdullah, Mirna Nur Alia; Fadhilah, Annisa
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i2.515

Abstract

This research examines the integration of Sundanese local wisdom as a culturally grounded framework for collaborative learning in the Indigenous Village of Ciptagelar, Sukabumi. Using a qualitative approach and a systematic literature review to explore core cultural values, including sabilulungan (cooperation), ecological reverence, and customary practices. The findings show that incorporating these values can improve student engagement, socio-emotional development, and ecological awareness. The implementation is constrained by limited teacher training, a lack of contextual learning resources, and insufficient policy support. The study proposes a hybrid collaborative learning model that systematically involves indigenous community members as co-educators and employs contextualized learning modules grounded in Ciptagelar epistemologies. This model offers a structured way to bridge formal education with local knowledge systems and provides practical implications for educators and policymakers seeking sustainable, identity-affirming education rooted in local wisdom.
Demografi Digital Dan Budaya Anonimitas: Studi Kualitatif Tentang Perubahan Interaksi Sosial Hermawati, Lulu; Rasnadipoetra, Ilman Diansyah; Aini, Naila Noerita; Abdullah, Mirna Nur Alia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5120

Abstract

  Perkembangan teknologi digital di Indonesia yang pesat telah menggeser pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menuju ranah digital yang didominasi oleh budaya anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola interaksi sosial dalam konteks demografi digital serta mengkaji proses pembentukan dan implikasi budaya anonimitas terhadap norma dan kontrol sosial di masyarakat digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei daring dengan pertanyaan terbuka dan analisis tematik yang didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demografi digital yang didominasi generasi muda telah mendorong peralihan ke interaksi digital yang lebih selektif dan terkontrol, di mana anonimitas dimanfaatkan untuk mencari rasa aman psikologis dan kebebasan berekspresi. Meskipun anonimitas memfasilitasi keterbukaan diri dan inklusivitas, fenomena ini juga menyebabkan rendahnya kehadiran sosial, melemahnya kontrol sosial informal, serta peningkatan perilaku agresif seperti cyberbullying. Sebagai kesimpulan, budaya anonimitas dalam masyarakat digital memiliki dua sisi yang memberikan kebebasan berekspresi namun menantang kualitas relasi sosial serta keberlangsungan norma konvensional
Peran Generasi Z dalam Membangun Modal Sosial Digital: Upaya Menjembatani Kesenjangan Lansia di Era Digital Nurkhurairokh, Azzahra; Angelina, Tiara; Mirna Nur Alia Abdullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesenjangan digital yang dialami oleh lansia serta mengkaji peran Generasi Z dalam membentuk modal sosial baru dalam relasi antar generasi di era transformasi digital. Ruang lingkup kajian difokuskan pada fenomena digital exclusion pada lansia dan bagaimana interaksi lintas generasi berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya melihat kesenjangan digital tidak hanya sebagai persoalan keterbatasan akses teknologi, tetapi juga sebagai proses sosial yang berpotensi membentuk modal sosial melalui interaksi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data akademik seperti Google Scholar dan portal jurnal nasional menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Dari proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 10 artikel ilmiah yang kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesenjangan digital pada lansia bersifat multidimensional, meliputi keterbatasan literasi digital, keterampilan teknis, serta hambatan psikologis dan struktural dalam mengakses layanan berbasis teknologi. Kondisi ini mendorong munculnya ketergantungan lansia terhadap Generasi Z sebagai fasilitator dalam penggunaan teknologi digital. Namun, interaksi tersebut tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga berkembang menjadi relasi sosial yang membentuk pertukaran pengetahuan, kepercayaan, dan kerja sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital tidak hanya menghasilkan kesenjangan akses teknologi, tetapi juga membuka peluang terbentuknya modal sosial baru melalui interaksi lintas generasi yang dapat memperkuat solidaritas sosial serta mendorong terciptanya masyarakat digital yang lebih inklusif.
DARI DAERAH KE KAMPUS: NEGOSIASI IDENTITAS MAHASISWA Agiva Early Wulandari; Nabila Annisa Fitri Ramadhani; Nailah Anggiraksa; Mirna Nur Alia Abdullah
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i1.7840

Abstract

Educational migration, where by students leave their home regions to pursue higher education, is a phenomenon of social mobility that involves not only geographical displacement but also social and cultural change. Migrant students often face a heterogeneous social environment with values, norms, and communication patterns that differ from those in their hometowns. This condition requires migrant students to undergo a process of cultural identity negotiation to interact and adapt. This study aims to understand how migrant students negotiate their identities and strategies in the face of a new social and cultural environment. This study uses a qualitative descriptive approach, collecting data through narrative questionnaires distributed online to respondents who meet the research criteria. The data obtained are analyzed descriptively and inductively by identifying similarities and differences in the respondents' experiences, then interpreting the patterns that emerge. The results of the study show that migrant students still carry their original cultural identity, which is reflected in their use of language, values of politeness, and patterns of interaction. Even so, migrant students still need to make adjustments, especially in the way they communicate, such as their choice of words, speech accents, and interaction styles. The adaptation strategies employed by migrant students include active involvement in organizations, building social relationships with peers, and maintaining support from family and religious values. This process then results in a more flexible and contextual form of identity in the form of a hybrid identity, a combination of the original cultural identity and the identity developed through interaction. 
Digital Exclusion of Older People in the Era of Digital Transformation: The Role of Generation Z as Mediators of Technology Access Fauziyyah, Annisa; Rohimah, Ima; Azzahra, Fatma; Abdullah, Mirna Nur Alia
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 23 No. 1 (2026): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v23i1.96565

Abstract

Digital transformation has transformed various aspects of people’s lives, yet not all groups have been able to adapt effectively, particularly older adults who are vulnerable to digital exclusion. This study aims to examine the forms of the digital divide among older adults and the role of Generation Z as mediators in bridging access to digital services. The method employed is a descriptive qualitative approach through a literature review, analysing various relevant academic sources. The findings indicate that the digital divide among the elderly is multidimensional, encompassing limited access to technology, low digital literacy, limited technical skills, information gaps, psychological factors, and digital service designs that are not yet inclusive. Furthermore, social factors such as limited social networks also reinforce digital exclusion among older adults. In this context, Generation Z plays a crucial role as mediators who not only provide technical assistance but also act as technology interpreters, facilitators of informal learning, and providers of psychological support. Interactions between older adults and Generation Z reflect the role of social capital in enhancing digital inclusion through trust and interpersonal relationships. Therefore, intergenerational collaboration is a key strategy in creating an inclusive digital transformation and empowering older adults to adapt independently in the digital age.
Co-Authors a, Ahmed Dipa Suparwanto Afra Aldilawulandari Annika Bharata Agiva Early Wulandari Agustin, Alifa Sahara Aini, Mutiara Hurul Aini, Naila Noerita Aisyah Nur Fadhilah Alifa Izzatun NIsa Amalia Amalia Angelina, Tiara Anggiraksa, Nailah Anggrayani, Sista ANNISA FAUZIYYAH Asti Lestari Asyila Lukman Thalib Aulia Marthasya Aulia, Nevia Aulya Arzuliany Avina Linda Setyowati Avvyat Anantya Ayswara, Annisa Tri Azka Safarah Ludisti Mauliani Azzahra, Fatma bagja waluya, bagja Baity, Salsabila Nur Carmelia Puteri Hendarsyah Detia Adzra Athifah Dewi, Nikita Shinta Difa, Taj Cyrila Aprila Syahda Dinda Arviana Puspitasari Fadhilah, Aisyah Nur Fadhilah, Annisa Fadhilah, Nabila Lana Faiza Conita Chairiya Harahap Faiza, Naila Fauziah, Rafa Annisa Febriyanti, Vita Frida Nurmarliana Handi, Ginar Zsalsabila Hari Ramdani Haryadi, Rahma Nur Isnaini Hasan, Tholhah Hasya, Vila Hermawati, Lulu Hurul Aini, Mutiara Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indra Abdul Majid Inka Mariana Irvan, Mohammad Isnaini Nurdiah Istiqomah Dzikrullah Ivana Shirley Lafayette Siregar Joane Louis Lahasen Malau Junaheni Afifah Juwita Salwa Leswidyanti Kenny Syalwatyarsa Khairunnisa, Firda Salsabila Khofifah, Winda Leo Farid Ruhiana Lestari, Asti Leswidyanti, Juwita Salwa Lidya Fadila Majid, Indra Abdul Masyudi, Ayudia Rostiara Meiziya Asira Deliyanti Morimoto, Elisabeth Muhamad Retza Rizaldi Mujayapura Muhammad Rafi Fauzi Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi Mutia Lestari Abidin Muyajapura, Muhammad Retsa Rizaldi Nabila Annisa Fitri Ramadhani Nabila Siti Nurhasanah Nabila, Fadia Marsya Nada Salsabila Isafitri Nadila Putri Budi Sugiarti Nadya Meisya Adibrata Naila Noerita Aini Nailah Anggiraksa Naisya Insani Ramadani Naylla Rachma Edhisty Nazwa Fatin Oktariani Nazwa Naisniatunnisa Sholihah Nazwa Wafiq Nur Azizah Nisrina Aulia Rahmani Nur Aeni, Siti Nuraini, Isyfi Nurbaity, Salsabila Nurjamillah Nurjamillah Nurkhurairokh, Azzahra Nurmala, Sri Devi Poernama, Sandra Aulia Prhita Shintiya Qonitah Zalikhah Yuselly Rahmania, Shecha Raihan, Marsya Raisya Anjani Putri Syawalia Ramadani, Naisya Insani Ramdani, Hari Ramdhani, Kiagus Muhammad Laudy Rasnadipoetra, Ilman Diansyah Raya Elvaretta Maulana Ririn Maesaroh Rizal Ahmad Rasyad Rizaldi, Muhammad Retsa Rizqiyah, Kivi Anni ROHIMAH, IMA Saeful R, Dadan Salsa, Salsa Bila Az Zahra Salsabila Afida Putri Salwa Laila Ayu Budiman Sekar Kirana Wulandari Setiadi, Elly Malihah Shaffa, Salsa Zahira Shania Aulia Rahmania Anshary Shinthia, Devi Siallagan, Deasy Gita Amelia Siswahyudianto Siti Komariah Siti Komariah Siti Nur Aeni, Siti Nur Siti Nurbayani Sukma, Nony Nuryani Sumayya, Siti Azzahra Susan Agustina Putri Syahbila Zalva Tri Utami Febriyani Vita Febriyanti Wilodati Wulan Asmi Nurapipah Yani Achdiani Yupi Anesti