Claim Missing Document
Check
Articles

PENGAYAAN TANAMAN PAKAN LEBAH DENGAN POLA AGROFORESTRY HOME GARDEN UNTUK MENDUKUNG KELESTARIAN SUMBER PAKAN LEBAH MADU TRIGONA Endah Wahyuningsih; Andi Tri Lestari; Maiser Syaputra; Febriana Tri Wulandari; Hairil Anwar; Januardi Januardi; I Putu Angga Teja Maya; Dita Anggraini; GB Daril Rama Aditia; Abdul Muin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2021): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.338 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i4.3145

Abstract

Pengembangan budidaya lebah madu trigona yang dilakukan masyarakat Desa Pendua kebanyakan masih berskala rumah tangga. Sumber pakan trigona didapatkan dari tanaman pekarangan (home garden) di sekitar tempat tinggal. Peran home garden dalam mendukung ketersediaan sumber pakan lebah trigona sangat besar, karena sangat memengaruhi hasil produksi madu. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis tumbuhan yang potensi sebagai sumber pakan lebah trigona yaitu jenis tanaman yang menghasilkan nektar, polen dan resin, juga menjadi salah satu kendala pengembangan budidaya lebah trigona, sehingga belum memenuhi kecukupan sumber pakannya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu penyuluhan tentang upaya pelestarian pakan trigona melalui pengayaan jenis-jenis tanaman sumber pakan trigona, sehingga terjaminnya sumber pakan sepanjang musim dan penataan sumber pakan lebah trigona dengan pola agroforestri home garden yaitu mengkombinasikan tanaman buah-buahan, dan tanaman berbunga. Hasil kegiatan pengabdian adalah melakukan pengayaan jenis tanaman sumber pakan trigona, penghasil nektar, polen dan resin yang meliputi tanaman tahunan (buah-buahan) dan tanaman berbunga, sebanyak 10 jenis sumber pakan. Sebelum dilakukan pengayaan sumber pakan yang tersedia hanya 6 jenis tanaman buah-buahan yaitu pohon kelengkeng, rambutan, mangga, jambu air dan pohon anggur, sehingga belum memenuhi ketersediaan pakan sepanjang tahun. Jenis tanaman tahunan (buah-buahan) untuk pengayaan sumber pakan trigona penghasil nektar, polen dan resin yaitu mangga (Mangifera indica), durian (Durio zibethinus), jeruk (Citrus reticulata),  Delima (Punica granatum), Cempedak (Artocarpus integer) dan kelengkeng (Dimocarpus longan). Jenis anaman bunga untuk sumber pakan trigona penghasil nektar, dan polen yaitu air mata pengantin (Antigonon leptopus), sikat botol (Callistemon viminalis), bunga matahari (Helianthus annuus), dan widelia (Sphagneticola trilobata). Pengayaan sumber pakan trigona dengan pola agroforestri home garden telah memenuhi ketersediaan pakan trigona, karena jenis untuk pengayaan sebagai sumber pakan terpilih adalah tanaman potensial penghasil nektar, polen dan resin.
Mewujudkan Petani Ramah Lingkungan Melalui Pemanfaatan Pestisida Nabati Menggunakan Daun Mimba Di Desa Pendua, Lombok Utara Pande Komang Suparyana; Ni Wayan Sri Suliartini; Endah Wahyuningsih; Maiser Syaputra; Andi Tri Lestari; Karima Paspania; Amanda Dini Hidayah; Dian Safitri; Nurul Afriani Dewi; Khaliani Rahmatin; Rifany Ad’ha Handayani; Muhammad Vandika Trihartawan; Pahrur Rozi; Mahmud Mahmud; Febrilianto Kusuma Pratama
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 4 Vol. 2 April, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v4i2.109

Abstract

Penggunaan pestisida nabati di Desa Pendua masih belum optimal, masyarakat sekitar masih menggunakan pestisida kimia dalam usahataninya. Kegiatan pengabdian ini, dilakukan dengan mengadakan sosialisasi pembuatan pestisida nabati yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dan dampak lingkungannya sehingga usahatani akan menjadi lebih efisien. Program kegiatan sosialisasi pembuatan pestisida nabati dilaksanakan pada bulan Januari 2023 dengan peserta sebanyak 30 petani dari kelompok tani ternak Desa Pendua, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Pestisida nabati menggunakan bahan dasar Daun Mimba Azadiractha indica dan air yang dihaluskan secara bersamaan setelah itu dicampurkan dengan sedikit detergen. Penggunaan pestisida nabati memiliki banyak keuntungan, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar serta bahan baku dapat ditemukan dengan mudah dan biaya pembuatan pestisida yang digunakan relatif murah. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan serta keterampilan bagi petani dalam produksi pestisida nabati. Setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan pembuatan pestisida nabati, petani sudah bisa mengetahui metoe pembuatan dan aplikasi penggunaan pestisida pada tanaman
Pengembangan Potensi Wisata Desa Senaru Melalui Berbagai Kegiatan Optimalisasi Wisata Bersama Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram Ni Wayan Sri Suliartini; Pande Komang Suparyana; Maiser Syahputra; Abdul Muta Alli Anwar; Ahman Alfan Ansori; Dano Syahputra; Ihsan Itqanul Amal; Sarah Lehani Mitchell
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v5i2.338

Abstract

Senaru Village is a tourist village that has several tourism potentials. This tourism potential needs to be developed to increase the number of tourists to the area. This activity aims to develop tourism potential in Senaru Village through various work programs at the University of Mataram. The activity was carried out from 24 November 2022 until 10 February 2023 at several locations in Senaru Village. Tourism potential development activities in Senaru Village are carried out in several stages of activity, namely debriefing, surveys, preparation of work programs and implementation of work programs. The work program implemented consists of making information boards in coffee plantations including determining the design for information boards, determining the location of information boards, selecting materials, making information boards, and placing information boards in predetermined locations; Making promotional videos of coffee plantations, waterfalls, river tubing and traditional houses including: determining the concept of  a promotional video, surveying locations for making videos, shooting videos, editing videos; Tourism awareness village outreach includes preparatory activities, socialization at the village office, and discussion sessions. Activities to clean tourist attractions in Senaru Village are carried out in mutual cooperation with youth, Pokdarwis and the community to clean waterfall tourist attractions every Sunday; Making trash cans from ecobrick includes the following activity stages: collecting materials, making trash cans from ecobrick, and placing ecobrick trash cans in a predetermined location. The results of the activities are in the form of information boards that are installed at tourist sites and prayer rooms, virtual guiding videos, increasing public understanding of tourist villages and disaster mitigation at tourist sites and ecobrick bins. The conclusion that can be drawn is that all activities have been carried out and run smoothly.
Preferensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Di Kawasan Hutan Puncak Jeringo Blok Pemanfaatan KPH Rinjani Timur Apriandi; Maiser Syaputra; Diah Permata Sari
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.424

Abstract

Kawasan Hutan Puncak Jeringo Blok Pemanfaatan KPH Rinjani Timur memiliki potensi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, salah satunya adalah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Monyet Ekor Panjang adalah salah satu primata yang memiliki wilayah penyebaran yang sangat luas khususnya di Indonesia. Dalam daftar spesies Redlist menurut IUCN, status (Macaca fascicularis) masuk kedalam kategori Endangered atau terancam punah. Metode pencatatan pakan menggunakan kaidah Focal Animal Sampling. Preferensi pohon pakan menggunakan metode garis berpetak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komposisi pohon pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Hutan Puncak Jeringo Blok Pemanfaatan KPH Rinjani Timur berjumlah 7 jenis pohon, yaitu Ketimus (Protium javanicumburm), Ara (Ficus carica), Nangka (Artocarpus heterophyllu), Cermai (phyllanthusacidus), Mangga (Mangifera indica), Bune (Antidesmabunius), dan Goak (Ficus variegeta).
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA NURAKSA Syaputra, Maiser
Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan Vol. 22 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/wanamukti.v22i2.332

Abstract

Tahura is a nature conservation area with a purpose to collecting natural or non-native plants and or animals, native and or non-native species, which are utilized for research, science, education, supporting cultivation, culture, tourism and recreation. As a conservation area whose territory is directly adjacent to the community, Nuraksa Forest Park is a source of economy and life for the surrounding community so that it can be said that there is community dependence on land in the area. This is a challenge in managing the area. In an effort to provide management direction so that the functions and benefits that have been regulated in the legislation and the achievement of the goals that have been formulated can be achieved, the perceived need for activities to identify problems and management strategies of Nuraksa Forest Park. The research was carried out through a series of activities, which consisted of literature studies, interviews and field surveys. The results of the SWOT analysis of the management of Nuraksa Forest Park are in quadrant III. This shows that Nuraksa Forest Park faces enormous opportunities, but on the other hand faces several internal obstacles / weaknesses. The strategy that must be implemented is to minimize the internal problems of the institution so that it can seize better opportunities.
Pemetaan dan Analisis Pengelolaan Sampah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB: Mapping and Waste Management Analysis in The Special Economic Zone (SEZ) Mandalika, NTB lestari, andi tri; Anwar, Hairil; Syaputra, Maiser
PERENNIAL Vol 20 No 1 (2024): Vol. 20 No. 1, April 2024
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v20i1.32908

Abstract

One of the main tourist destinations in NTB Province currently is the Mandalika area, part of the Central Lombok region. This area is designated a Special Economic Zone (SEZ) based on PP Number 52 of 2014. Tourist visits increased drastically at the 2021 World Superbike (WSBK) event, and it is assumed that this will grow at the upcoming 2022 MotoGP event. An increase in the number of tourists has a positive and negative impact on the environment, along with increasing waste production. This research analyzed waste generation, composition, and effective waste management in the Mandalika SEZ. Analysis of waste production and composition will be carried out by referring to SNI 19-3964-1994 regarding methods for collecting and measuring samples of urban waste production and composition while analyzing waste management in the Mandalika SEZ, which was carried out by interview. The research results show that the average waste production in the Mandalika SEZ is 58.16 kg/Day. The most dominant waste composition is organic waste originating from food scraps, with an average of 39.56 kg/day, followed by the amount of plastic waste with an average of 16.41 kg/day. The smallest amount of waste at the research location is paper waste, with an average of 0.48 kg/day, and other waste is used diapers, with an average of 1.71 kg/day. The Waste Management Model shows that the average waste produced at the research location is 58.16 kg in one day. As a result of the indicators of waste production, in just one month, the waste production reached 1744.80 kg/day if it was not handled at all. Based on the research results, waste management modeling was produced by increasing public awareness, organic waste management using the Anaerobic Digestion Method and inorganic waste management using the recycling method. This modeling shows that the method applied can reduce waste production by up to 0.15%, namely 263.10 kg/day.
JENIS PAKAN DAN PERILAKU MAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI ZONA PEMANFAATAN PULAU SATONDA TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Chatami, Lalu Radinal Ihya; Syaputra, Maiser; Hadi, Islamul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.973

Abstract

Satonda Island, which is located in Dompu Regency, West Nusa Tenggara Province, is a habitat for long-tailed monkeys. This research aims to determine the type of food and eating behavior of long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island. The method used in this research isFocal animal sampling with the alpha long-tailed monkey as the research object. The results of the research show that there are 8 types of food sources for long-tailed monkeys in the utilization zone of Satonda Island, Moyo Satonda National Park, consisting of figs (fig tree), sour (Tamarindus indica), offerings (Lannea coromandelica), ivory coconut (Cocoa nuts), cherries (Muntingia calabura), ketapang (Terminalia catappa), lantana (Lantana montevidensis), and hibiscus (China rose). Acid is the most consumed feed with a percentage of 22.67%. The most eaten part is fruit with a percentage of 42%. Meanwhile, the eating behavior of long-tailed monkeys that appears most often is chewing with a percentage of 30.7%, and swallowing behavior is the least common eating behavior with a percentage of 20.4% in observations of eating behavior Keywords: Types of food, long-tailed monkeys, feeding behavior, Satonda Island.
KARAKTERISTIK HABITAT BURUNG JUNAI EMAS (Caloenas nicobarica) DI ZONA PEMANFAATAN PULAU SATONDA TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Awaludin, Didin; Hadi, Islamul; Syahputra, Maiser
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1050

Abstract

Pulau Satonda yang terletak di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu habitat bagi burung Junai Emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat burung Junai Emas dan menganalisis struktur vegetasi di habitat burung Junai Emas di zona pemanfaatan Pulau Satonda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Line Transek untuk pengamatan burung dan petak tunggal untuk analisis struktur vegetasi dengan parameter yang diamati meliputi tempat makan (feeding ground), pohon sarang, tempat bermain (playing ground) serta tempat berlindung (shelter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Feeding ground burung Junai Emas merupakan tempat yang relatif terbuka dimana disekelilingnya terdapat semak-semak serta beberapa pepohonan yang berbuah sebagai tempatnya untuk mencari makan. Burung Junai Emas bersarang pada pohon dengan ketinggian sekitar 8 m. Playing ground burung Junai Emas merupakan lantai hutan yang memiliki tutupan vegetasi cukup rapat dan tidak terdapat tumbuhan bawah. Shelter burung Junai Emas merupakan lantai hutan dengan tutupan vegetasi yang relatif rapat serta dipenuhi oleh semak-semak yang rimbun. Vegetasi yang memiliki peranan penting bagi burung Junai Emas adalah Ara (Ficus carica), Bidara (Ziziphus mauritiana), Kersen (Muntingia calabura), Tahi Ayam (Lantana camara) dan Turi (Sesbania grandiflora). Tingkat pertumbuhan vegetasi pada habitat burung Junai Emas (Cloenas nicobarica) tergolong kurang baik.
Preferensi Pakan dan Potensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Jalur Pendakian Kawinda To'i Taman Nasional Tambora Sari, Nila; Syaputra, Maiser; Webliana, Kornelia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.13194

Abstract

Jalur pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora menyimpan potensi sebagai habitat monyet ekor panjang. Menurut IUCN (2022) spesies monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dinilai masuk kedalam daftar merah yang terancam punah. Tujuan penelitian yaitu, pertama untuk mengetahui preferensi pakan monyet ekor panjang di Jalur Pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora, kedua menganalisis struktur vegetasi pohon pakan monyet ekor panjang di Jalur Pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora. Metode yang digunakan untuk mengetahui preferensi pakan yaitu metode line transect, untuk mengetahui potensi pohon pakannya digunakan metode garis berpetak dengan jumlah petak menggunakan kaidah minimum spesies area. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dan kuantitatif, data vegetasi dianalisis untuk mengetahui kerapatan, frekuensi, dominansi dan INP. Terdapat 2 jalur pengamatan dengan 9 jenis pohon pakan dengan jenis preferensi pakan yaitu jenis karau, dengan nilai kerapatan relatif vegetasi dari 0 hingga 65,79%, frekuensi relatif mulai dari 0 hingga 65,79%, dominansi relatif 0 hingga 70,93% dan INP mulai dari 0 hingga 202,51%.
PELATIHAN SELF MONITORING PENYU DI DUSUN KURANJI DALANG KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) KORIDOR PENYU KABUPATEN LOMBOK BARAT maiser syaputra
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 3 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v1i3.449

Abstract

Self monitoring merupakan sebuah program aplikasi berplatform Android yang dirancang untuk masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan pencatatan secara mandiri data kehadiran penyu di wilayahnya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah: (1). Menyediakan fasilitas berupa aplikasi self monitoring penyu kepada masyarakat (2). Memberikan penyuluhan mengenai metode self monitoring dalam mendukung upaya pelestarian penyu. Metode pengabdian terdiri dari tiga tahap yaitu pra kegiatan (persiapan, konsolidasi tim, observasi lapangan), tahap perancangan aplikasi, tahap praktik dan penyusunan laporan. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan ini adalah (1). Peserta mendapatkan alternatif baru dalam melakukan pencatatan aktivitas penyu bertelur menggunakan aplikasi Self monitoring. (2). Penyuluhan Self monitoring dalam mendukung upaya pelestarian penyu berjalan dengan baik sesuai tujuan yang ditetapkan.
Co-Authors ABDUL MUIN Abdul Muta Alli Anwar Adawi, Turmiya Fathal Agung Purnama Sakti Ahmad Jaelani Ahman Alfan Ansori Ainurrofiq Akram, Muhammad Zaki Ali Algifari Rozak Firdaus Amanda Dini Hidayah Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andriyani, Anis Octa Andy C Ichsan Andy C. Ichsan Anisa, Fiska Apriandi Ardian, Bahtiar Agung Asfiyantin, Saral Tri Awaludin, Didin B, Kornelia Webliana Baiq Mega Kurnia Berliana, Aprilia Ika Cahyani, Dina Fathia chairil ichsan, andi Chatami, Lalu Radinal Ihya Dano Syahputra Dea Aswani Delvi Eka Rahayu Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dian Safitri Dita Anggraini Dodi Julianto Doni Prasatya Dr Markum Dudi Septiadi Dwi Ayu Sunarti Dwi Sukma Rini Elwis, Khalid Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Fariq Azhar Fauzan Fahrussiam Fauzan, Ahmad Febrilianto Kusuma Pratama Ferdian Arya Kusuma Feri Bagus Wardani GB Daril Rama Aditia Gefire, Baiq Dean Gina Sonia Hairil Anwar Hasan, Andika Hidayati, Maulia Husnul Khadijah I Gede Gandi Arya Utama I Putu Angga Teja Maya I Putu Eka Indrawan Ihsan Itqanul Amal Imro’atul Hapizah indra wahyu Indrityatno, Indrityatno Indriyatno Indriyatno, Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji ISLAMUL HADI Januardi Januardi, Januardi Jurnal Pepadu Karima Paspania Khaliani Rahmatin Khofifa Ratomeci Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B. Kurniawan, Wa'il Lalu Anugrah Wira Anggardikzza Lazuardi Firdaus Lestari, Andi Tri Lina Farida M Rifky Tirta Mudhofir M. Fahed Ramadhan M. Nizar Hamdani Mahmud Mahmud Mahmudin, Ais Muharam Catur Mariun Markum Markum Marwati Maryam Shabrina Mei Nuri Chantika Mei Sukmawati Mizaji Tasnimia Mochammad Restu Julian Muammar Kadafi Muhajirin Muhajirin Muhamad Husni Idris Muhamad Rifky Tirta Mudhofir Muhammad Irham Muhammad Jaelani Muhammad Vandika Trihartawan Nelly Rosanty Safny Ni Luh Putu Yesy Anggreni Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nila Sari Nita Apriliana Nur Latifa Aini Nurdiansyah, Rizal Nurul Afriani Dewi Pahrur Rozi Pande Komang Suparyan Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Pranata, Dendy Ade Prasetyo, Dhimas Mardyanto Puspitasari, Fini Laelani Putri, A’anggina Pebrianti Putri, Regina Natasnya Putri, Regina Natasya Qashmal Dwi Harianto RAHAYU, WIDYA Raiymond Haris Ramadhan, Nuzul Rizki Rian Wahyuni Rifany Ad’ha Handayani Rima Vera Ningsih Rizky Nurvaningsih Rosidah, Umdatul Rusdianto Salsa Dwi Cahyani Sapitri, Baiq Anita Sarah Lehani Mitchell Seftira, Lora Agista Setiawan, Budhy Shela Hadri Dhuha Sofia Mutmainnah Sonia Wulandari Srimulyaningsih, Reni Sukartono Sulthanulmufti Suraya, Intang Syafaatullah, Lalu Muhammad Syauqi, Shofiyurrahman Tri Lestari Tuti Asmawati Uswatul Ulya Wafiq Laelatul Kodrianingsih Wayan Prabudi Sathya Hindu Sambawa Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windi Aulia Apriani Witari Elya Utami Wulandari, Febriana Tri Wulandari, Ni Putu Ayu Siva Yuni Fatmala