Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KAPASITAS PENGURUS BUMDES GRAND RINJANI DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA DI DESA AIK BERIK KABUPATEN LOMBOK TENGAH Maiser Syaputra; Dr Markum; Andi Chairil Ichsan; Muhamad Rifky Tirta Mudhofir
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 2 No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v2i1.518

Abstract

Desa Aik Berik memiliki beberapa lokasi obyek wisata antara lain, Air Terjun Benang Stukel dan Air Terjun Benang Kelambu. Selain itu, kawasan hutan di Desa Aik Berik juga menyajikan landscape yang menawan, dan sungai yang mengalir sepanjang tahun. BUMDes Grand Rinjani dibentuk tahun 2016. Selain beberapa faktor pendukung dan potensi yang dimiliki, saat ini ditemui beberapa permasalahan dalam mewujudkan tata kelola BUMDes yang baik. Tujuan kegiatan adalah melakukan penguatan kelembagaan BUMDes untuk meningkatkan tata kelola ekowisata dalam mendayagunakan potensi ekowisata lebih bernilai, secara sosial, ekonomi dan lingkungan melalui: 1) Memfasilitasi pengurus BUMDes Grand Rinjani untuk menerapkan sistem pengelolaan ekowisata dengan mendasarkan prinsip kolaboratif dan akuntabel, 2). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDes dalam menerapkan pengelolaan ekowisata secara lestari dan berkelanjutan. Pendekatan kegiatan menggunakan metode partisipasi aktif, yaitu melibatkan pengurus BUMDes Grand Rinjani, dalam proses-proses kegiatan yang diselenggarakan oleh tim pengabdian. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 di Café BUMDes, dan diikuti oleh 17 orang peserta. Hasil pertemuan dapat disimpulkan bahwa, pengurus BUMDes merencanakan untuk menerapkan sistem manajemen yang terintegrasi antara BUMDes – Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam pembagian peran untuk mengelola obyek-obyek wisata seperti pengelolaan akomodasi dan penyediaan pemandu wisata. Pengurus BUMDes akan menindaklanjuti rumusan perencanaan yang lebih kongkrit dengan melakukan pertemuan antara pengurus dengan masyarakat dan perangkat desa dalam merumuskan perencanaan sebagaimana dimaksud.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI PENYUSUN HABITAT YANG DIGUNAKAN OLEH KANGKARENG PERUT-PUTIH (Anthracoceros albirostris) DI ZONA PEMANFAATAN RESORT BAMA TAMAN NASIONAL BALURAN Nurdiansyah, Rizal; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Syaputra, Maiser
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i2.2439

Abstract

Abstract Oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) is a protected species based on Law No. 5 of 1990 on Conservation of Natural Resources and Ecosystems and Government Regulation No. 7 of 1999 concerning Preservation Plants and Animals. One area that is identified as habitat of oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) in Java is in Utilization Zone of Bama Resort Baluran National Park. This study aims to determine the structure and composition of the constituent elements of habitat used by oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) in Utilization Zone of Bama Resort Baluran National Park. Data collection methods include, literature review, interviews and observation. Data collected coversbiotic and abiotic components and vegetation. The method employed in this research is IPA method (Indeces Ponctuele del'Abondance) for the determination of the existence of Oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris), and employed a single plot method to observe the vegetation. The results show that the total trees used by oriental pied hornbill (Anthracoceros albirostris) is 14 species, consisting of ten species for cover, six species for food, two species for perches, one species for rest, and no trees were found for nesting. Trees with the highest usage frequency is gondang (Ficus variegata) usedas feed tree with adiameter of 92 cm, height of 25 m, and crown cover of 18,80 m2, with daily temperatures ranged from 29,48°C to 29,79°C, average daily humidity from 84,57% to 85,10% and light intensity from 0,7 lux to 4.460 lux. The species with the highest Importance Value Index is gebang (Corypha utans) witha value of 157,70.
KARAKTERISTIK, STRUKTUR DAN KOMPOSISI SUMBER PAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI SEPANJANG JALUR WISATA OI MARAI KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA Rosidah, Umdatul; Syahputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1181

Abstract

Wisata Oi Marai terletak di desa kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat yang merupakan habitat bagi monyet ekor panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pakan monyet ekor panjang dan mengetahui struktur dan komposisi sumber pakan monyet ekor panjang di jalur wisata Oi Marai, Kecamatan Tambora. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Line transec untuk mendeteksi keberadaan monyet ekor panjang, ad libitum sampling untuk mengetahui karakteristik tumbuhan pakan dan petak tunggal untuk mengetahu struktur dan komposisi pakan, monyet ekor panjang sebagai objek dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 jenis sumber pakan monyet ekor panjang di lokasi penelitian yang terdiri dari Ara (Ficus racemose), Beringin (Ficus Benjamina), Kesemek (Diospyros maritima), Rino (Grewia eriocarpa), Mangga (Mangifera indica), Tembelekan (Lantana camara), Loka (Cyathostemma viridiflorum), Terisi (Albizia lebbeckoides), Kamala (Mallotus philipinensis), dan Rayutan tuba (Derris scandens). Ara menjadi pakan utama yang sering dikonsumsi oleh monyet ekor panjang dengan persentase 25%. Bagian yang paling banyak dimakan adalah buah dengan persentase 95%. INP tertinggi pada tumbuhan Ara yaitu 105,84%. Indeks keanekaragaman shannon-wiener yaitu 1,99.
STUDI KOHABITASI LUTUNG (Trachypithecus auratus) DENGAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Wulandari, Ni Putu Ayu Siva; Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1199

Abstract

Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey are species of wild animals that have special characteristics, namely having mammary glands, reproducing by giving birth, their bodies covered with fur or hair, and breathing with their lungs. The IUCN has designated the Spangled Ebony Langur species as vulnerable and the Long-tailed Monkey as an endangered species. To prevent this shortage, important and urgent conservation efforts are needed to save these two species. These two primate species were detected using the same habitat in Kerandangan Nature Tourism Park so there is overlap (cohabitation) in this area. This research aims to analyze patterns of habitat use and space use in Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey as well as analyzing cohabitation between Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey in Kerandangan Nature Tourism Park. This research uses the roaming method for habitat use and minimum convex polygon for space use. The results of the research show that there is cohabitation between Spangled Ebony Langur and Long-tailed Monkey, the use pattern for food trees has an association value of 0.12, sleeping trees 0.07, and resting trees 0.08. With an overlap in home ranges in the first and second areas of 0.07 and 0.06, in territorial areas in the first and second areas of 0.08, and in core areas in the first and second areas of 0.1 and 0.09. Using vertical space, the results obtained were 0.22. It can be concluded that habitat use and space use as well as cohabitation between the two primates in Kerandangan Nature Tourism Park are low.
PERILAKU HARIAN, SOSIAL DAN HIERARKI ALPHA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI SEPANJANG JALUR WISATA OI MARAI TAMAN NASIONAL TAMBORA Anisa, Fiska; Syahputra, Maiser; Webliana, Kornelia
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1185

Abstract

Monyet ekor panjang adalah salah satu jenis satwa liar yang dapat ditemukan di kawasan hutan sekunder, hutan mangrove, pesisir pantai dan hutan di pinggiran sungai dengan ketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. Salah Satu kawasan hutan di Indonesia yang menjadi habitat bagi monyet ekor panjang yaitu Taman Nasional Tambora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian, sosial dan hierarki monyet ekor panjang di kawasan wisata Oi Marai Taman Nasional Tambora. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitaif dan mengguunakan metode focal animal sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku alpha monyet ekor panjang di sepanjang jalur wisata Oi Marai terdiri dari perilaku harian yaitu perilaku foreging 22%, perilaku istirahat 34%, perilaku bergerak 24%, perilaku investigatif 2%, perilaku autogrooming 3%, perilaku sosial alpha monyet ekor panjang terdiri dari allogrooming sebesar 1% dan interaksi 0% dan perilaku hierarki alpha monyet ekor panjang terdiri dari agonistik 5%, perilaku seksual 5% dan perilaku calling 4%. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan upaya pelestarian dan konservasi monyet ekor panjang di wilayah Taman Nasional Tambora dan menambah literasi data terkait monyet ekor panjang.
EDUKASI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE BERKELANJUTAN BAGI MASYARAKAT PESISIR PANTAI GERUPUK, DESA SENGKOL, LOMBOK TENGAH. Wahyuningsih, Endah; Sukartono; Maiser Syaputra; Andi Tri Lestari; Pande Komang Suparyana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9932

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di desa Gerupuk karena Kondisi eksisting ekosistem mangrove di Pulau Lombok Tengah, khususnya di Teluk Gerupuk mengalami rusak berat (>80% rusak), akibat aktivitas manusia di kawasan mangrove (Rahman, 2022). Perlu dilakukan edukasi masyarakat pesisir dan aksi penanaman mangrove untuk menjaga keberadaan kawasan mangrove secara berkelanjutan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah Edukasi pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan dan peningkatan kesadaran masyarakat pesisir pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan juga untuk melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Gerupuk, Desa Sengkol. Metode pelaksanaan PKM yaitu partisipatif melalui Penyuluhan dan aksi Penanaman Mangrove di Pantai Gerupuk, Desa Sengkol. Kegiatan aksi penanaman mangrove dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2024, dan juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Pertanian yang ke 57. Penanaman Bibit Mangrove sejumlah 1000 Bibit. Aksi penanaman bibit Mangrove dihadiri kurang lebih 200 orang antara lain Bapak Rektor Unram, Kapolda NTB dan jajarannya, Pejabat setempat, Civitas akademika Fakultas Pertanian Unram, mahasiswa KKN PMD Unram dan masyarakat Desa Sengkol. Persentase keberhasilan penanaman mangrove sebesar 80%, hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat pesisir khususnya di Desa Sengkol tinggi karena tetap menjaga kelestarian kawasan mangrove di pesisir pantai Gerupuk.
Penyusunan Buku Saku Edukasi Dan Penanganan Penyu Di Penangkaran Nipah Kabupaten Lombok Utara Maiser Syaputra; Endah Wahyuningsih; Andi Tri Lestari; Muhamad Husni Idris; Budhy Setiawan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10027

Abstract

Secara swadaya masyarakat Desa Malaka mendirikan kelompok pelestari penyu bernama Turtle Conservation Community atau TCC pada tahun 2018, kelompok TCC membangun unit penangkaran sebagai sarana pelestarian Penyu serta edukasi kepada masyarakat serta pengunjung wisata. Kegiatan edukasi dan penanganan Penyu di penangkaran akan lebih efektif apabila didukung oleh sarana (media) yang memadai. Permasalahan saat ini, media edukasi yang dimiliki oleh kelompok TCC sifatnya terbatas, fasilitas yang ada saat ini masih tergolong minim, berupa papan-papan informasi yang dipasang disekitar lingkungan penangkaran. Salah satu media interpretasi yang memiliki fungsi dan manfaat besar dalam mendukung kegiatan edukasi adalah buku saku. Buku saku merupakan buku ringkas dan informatif yang disajikan dengan prinsip singkat, padat dan jelas. Melalui kegiatan pengabdian ini, media edukasi milik kelompok pelestari penyu Nipah akan ditingkatkan dengan menghadirkan buku saku edukasi dan penanganan Penyu di penangkaran yang berguna untuk pengenalan karakteristik Penyu, ekologi dan kehidupannya serta upaya penanganan Penyu di penangkaran. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode 1). Pra kegiatan: persiapan dan konsolidasi tim, 2). Penyusunan buku: perancangan, pengembangan buku, sosialisasi dan evaluasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah peserta penyuluhan dalam hal ini Kelompok Pelestari Penyu TCC (turtle conservation community) Nipah mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya peran media informasi berupa buku saku bertema edukasi dan penanganan Penyu di penangkaran, sehingga kelompok dapat memahami, melakukan monitoring, evaluasi dan menentukan arah pengelolaan penangakaran kedepannya secara lebih baik
Pendampingan Budidaya Maggot untuk Penangangan Sampah Organik di Desa Tampo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Syafaatullah, Lalu Muhammad; Wayan Prabudi Sathya Hindu Sambawa; I Gede Gandi Arya Utama; Nelly Rosanty Safny; Maiser Syaputra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10144

Abstract

The Tampo Village community, Cluring District, Banyuwangi, East Java is located in an area with residential areas, rice fields and fruit plantations. Organic waste is one of the most important problems if not prevented and also the lack of public knowledge regarding how to process organic waste makes it a problem in itself. Maggots or black soldier fly larvae (Hermetia illicens) are rotting organisms because they have the habit of eating organic materials and maggots have high protein. In this community service activity, the KKN-MBKM group of Mataram University invited the Tampo Village community to participate in the socialization, training and mentoring of organic waste processing based on maggot cultivation which aims to provide understanding and skills about maggot cultivation. Thus, the Tampo Village community can have new business opportunities, namely maggot cultivation and contribute to environmental sustainability.
Mechanical Properties of Modification 5 Commercial Wood in NTB with Japanese Traditional Method – Yakisugi Lestari, Andi Tri; Wahyuningsih, Endah; Suparyana, Pande Komang; Syaputra, Maiser; Fahrussiam, Fauzan
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 5 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v5i1.13532

Abstract

Wood has hygroscopic properties so that the dimensional balance is unstable and favored by destructive organisms. In addition, wood exposed outdoors will easily undergo photodegradation by UV rays. One of the methods to improve the quality of wood is the Yakisugi method. This method is a traditional Japanese method that is environmentally friendly, more efficient, and economical. The application of the Yakisugi method can improve the quality of fast-growing wood that has low quality. This study was conducted to evaluate the mechanical properties of Yakisugi method on 5 commercial wood in NTB. The results of this research indicate the best charring time of yakisugi method is only 40 seconds charring, while the worst is 60 seconds charring and it is decrease the mechanical properties of all types of wood.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN GAJAH SUMATERA SECARA EKSITU DI LOMBOK WILDLIFE PARK UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SATWA Kurniawan, Wa'il; Syaputra, Maiser; Ichsan, Andi Chairil
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i3.1743

Abstract

Konservasi satwa liar secara eksitu, terutama bagi Gajah Sumatera, merupakan upaya penting dalam menjaga kelangsungan spesies yang terancam punah di Indonesia. Meskipun berbagai lembaga konservasi di Indonesia telah menerapkan teknik pemeliharaan eksitu, tantangan dalam meniru habitat alami dan memenuhi kebutuhan fisiologis serta psikologis gajah masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen teknik pemeliharaan Gajah Sumatera di Lombok Wildlife Park dan mengukur tingkat kesejahteraan satwa berdasarkan lima indikator utama kesejahteraan satwa yang ditetapkan oleh Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Metodologi yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur, dengan analisis data untuk menilai pengelolaan kandang, pakan, kesehatan, dan reproduksi gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan Gajah Sumatera di Lombok Wildlife Park berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 75,14, meskipun terdapat aspek yang perlu diperbaiki, seperti pengayaan kandang dan peningkatan fasilitas medis. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perbaikan dalam fasilitas medis dan pengelolaan lingkungan kandang untuk meningkatkan kesejahteraan satwa, yang akan mendukung keberlanjutan program konservasi eksitu di Indonesia.
Co-Authors ABDUL MUIN Abdul Muta Alli Anwar Adawi, Turmiya Fathal Agung Purnama Sakti Ahmad Jaelani Ahman Alfan Ansori Ainurrofiq Akram, Muhammad Zaki Ali Algifari Rozak Firdaus Amanda Dini Hidayah Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andriyani, Anis Octa Andy C Ichsan Andy C. Ichsan Anisa, Fiska Apriandi Ardian, Bahtiar Agung Asfiyantin, Saral Tri Awaludin, Didin B, Kornelia Webliana Baiq Mega Kurnia Berliana, Aprilia Ika Cahyani, Dina Fathia chairil ichsan, andi Chatami, Lalu Radinal Ihya Dano Syahputra Dea Aswani Delvi Eka Rahayu Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dian Safitri Dita Anggraini Dodi Julianto Doni Prasatya Dr Markum Dudi Septiadi Dwi Ayu Sunarti Dwi Sukma Rini Elwis, Khalid Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Fariq Azhar Fauzan Fahrussiam Fauzan, Ahmad Febrilianto Kusuma Pratama Ferdian Arya Kusuma Feri Bagus Wardani GB Daril Rama Aditia Gefire, Baiq Dean Gina Sonia Hairil Anwar Hasan, Andika Hidayati, Maulia Husnul Khadijah I Gede Gandi Arya Utama I Putu Angga Teja Maya I Putu Eka Indrawan Ihsan Itqanul Amal Imro’atul Hapizah indra wahyu Indrityatno, Indrityatno Indriyatno Indriyatno, Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji ISLAMUL HADI Januardi Januardi, Januardi Jurnal Pepadu Karima Paspania Khaliani Rahmatin Khofifa Ratomeci Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B. Kurniawan, Wa'il Lalu Anugrah Wira Anggardikzza Lazuardi Firdaus Lestari, Andi Tri Lina Farida M Rifky Tirta Mudhofir M. Fahed Ramadhan M. Nizar Hamdani Mahmud Mahmud Mahmudin, Ais Muharam Catur Mariun Markum Markum Marwati Maryam Shabrina Mei Nuri Chantika Mei Sukmawati Mizaji Tasnimia Mochammad Restu Julian Muammar Kadafi Muhajirin Muhajirin Muhamad Husni Idris Muhamad Rifky Tirta Mudhofir Muhammad Irham Muhammad Jaelani Muhammad Vandika Trihartawan Nelly Rosanty Safny Ni Luh Putu Yesy Anggreni Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nila Sari Nita Apriliana Nur Latifa Aini Nurdiansyah, Rizal Nurul Afriani Dewi Pahrur Rozi Pande Komang Suparyan Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Pranata, Dendy Ade Prasetyo, Dhimas Mardyanto Puspitasari, Fini Laelani Putri, A’anggina Pebrianti Putri, Regina Natasnya Putri, Regina Natasya Qashmal Dwi Harianto RAHAYU, WIDYA Raiymond Haris Ramadhan, Nuzul Rizki Rian Wahyuni Rifany Ad’ha Handayani Rima Vera Ningsih Rizky Nurvaningsih Rosidah, Umdatul Rusdianto Salsa Dwi Cahyani Sapitri, Baiq Anita Sarah Lehani Mitchell Seftira, Lora Agista Setiawan, Budhy Shela Hadri Dhuha Sofia Mutmainnah Sonia Wulandari Srimulyaningsih, Reni Sukartono Sulthanulmufti Suraya, Intang Syafaatullah, Lalu Muhammad Syauqi, Shofiyurrahman Tri Lestari Tuti Asmawati Uswatul Ulya Wafiq Laelatul Kodrianingsih Wayan Prabudi Sathya Hindu Sambawa Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windi Aulia Apriani Witari Elya Utami Wulandari, Febriana Tri Wulandari, Ni Putu Ayu Siva Yuni Fatmala