Claim Missing Document
Check
Articles

Saung Cave characteristics at Pengembur Village, Pujut District, Central Lombok, as a bats (Chiroptera) Habitat Akram, Muhammad Zaki Ali; Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8356

Abstract

The Saung Cave is located in Pengembur Village, Pujut District, Central Lombok, and serves as a natural habitat for bats. This study aims to determine the characteristics of Saung Cave as a habitat for bats (Chiroptera), which includes the cave's dimensions, environmental conditions, surrounding vegetation, guano thickness, and other wildlife present in the cave. The methods used in this research involve observation, measurement, and field recording to assess the characteristics of Saung Cave as a bat habitat. The results indicate that the cave dimensions are 11.2 m wide, 13.2 m high, and 64.13 m deep. Saung Cave has a daily temperature ranging from 25.5ºC, humidity of 59.7%, and light intensity of 95 lx. The surrounding vegetation includes large-leaved mahogany (Swietenia macrophylla), small-leaved mahogany (Swietenia mahagoni), and gamal (Gliricidia sepium). Other wildlife found in the cave includes house centipedes (Scutigera coleoptrata), barn owls (Tyto alba), Nusa Tenggara rat snakes (Coelognathus subradiatus), curved-toed geckos (Cyrtodactylus marmoratus), and brown recluse spiders (Loxosceles reclusa). The thickness of guano in Saung Cave is 19 cm.
Species Abundance and Food Preferences of Butterflies Imago (Lepidoptera: Nymphalidae) at Utilization Block, Kerandangan Nature Tourism Park Seftira, Lora Agista; Syaputra, Maiser; Indriyatno, Indriyatno
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10424

Abstract

This research was conducted in the Utilization Block of the Kerandangan Nature Tourism Park, West Lombok, to analyze the abundance and feeding preferences of butterflies of the family Nymphalidae. The background of the study is based on the important role of butterflies as pollinators as well as bioindicators of ecosystem health, and the limited recent data regarding their diversity in this area. The methods used include species identification using the time search technique and vegetation analysis using double-square plots to determine the types of host plants. The data were analyzed descriptively and quantitatively through diversity, evenness, species richness, similarity, dominance indices, as well as feeding preferences and importance value indices. The study recorded 112 individuals from 28 butterfly species. The habitat with the highest abundance was Open Spaces (35 individuals, 17 species), while the lowest was in Secondary Forest (12 individuals, 8 species). The highest Shannon-Wiener diversity index was recorded in Open Areas (H’=2.73; moderate category). Butterfly feeding preferences were dominated by flowers from the families Asteraceae, Acanthaceae, Fabaceae, Moraceae, and Apocynaceae, with Ageratum conyzoides being the most preferred nectar source. Around 90% of butterflies used flowers as an energy source, while 10% consumed decaying fruit. In conclusion, the Kerandangan Nature Reserve has a fairly high diversity of Nymphalidae butterflies, with the availability of flowering vegetation being a key factor in species abundance and distribution.
Analysis of the Daily Behavior of Javan Gibbons (Hylobates moloch) at the Lombok Wildlife Park Ex-Situ Conservation Institute Rahayu, Widya; Ichsan, Andi Chairil; Syaputra, Maiser
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10449

Abstract

The Javan gibbon (Hylobates moloch) is a primate endemic to Java Island that plays a crucial ecological role as a seed disperser and indicator of rainforest health. This study aims to analyze the daily behavioral patterns of the Javan gibbon (Hylobates moloch) at the ex-situ conservation site Lombok Wildlife Park to assess its expression of natural behaviors and welfare conditions. The research was conducted from September 2024 to January 2025 using the ad libitum observation method on a single male individual. Observations were carried out once daily from 09:00 to 17:00 for seven consecutive days each week. Data were analyzed descriptively and quantitatively through ethogram presentation and frequency percentage calculations of behavioral occurrences. The results showed a dominance of arboreal locomotion behaviors: brachiation occurred 126 times (38.77%), climbing 47 times (14.46%), and descending 43 times (13.23%). Foraging and social behaviors were moderately observed feeding 27 times (8.31%) and playing 26 times (8.00%) while self-maintenance (grooming) occurred 13 times (4.00%) and resting 15 times (4.62%). Excretion frequency was low: urination 6 times (1.85%) and defecation 2 times (0.62%). These findings indicate that the enclosure structure supports natural arboreal behavior, but additional foraging stimulation and enrichment are needed to prevent boredom and enhance long-term welfare. Recommendations include improving environmental enrichment complexity, regular evaluation of vertical structures, and further research on Javan gibbon welfare standards in ex-situ conservation facilities.
SOSIALISASI PENDIDIKAN KONSERVASI GUNA MENINGKATKAN WAWASAN MENGENAI PENTINGNYA MENJAGA HUTAN DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN Putri, A’anggina Pebrianti; Hasan, Andika; Berliana, Aprilia Ika; Seftira, Lora Agista; Ramadhan, Nuzul Rizki; Putri, Regina Natasnya; Sulthanulmufti; Syahputra, Maiser
Jurnal Wicara Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i3.4067

Abstract

Pendidikan Konservasi merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangun spirit kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kurangnya kesadaran masyarakat akan keberadaan kawasan konservasi menyebabkan rasa kurang peduli masyarakat akan menjaga kawasan konservasi. Prinsip konservasi sangat penting untuk dipahami oleh masyarakat yang berada di daerah sekitar kawasan konservasi. Sebagai contoh adalah masyarakat di Dusun Kerandangan yang berada di sekitar taman Wisata Alam Kerandangan. Berdasarkan permasalahan di atas dibutuhkan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang pentingnya konservasi. Salah satunya dengan sosialisasi mengenai Pendidikan konservasi di madrasah di sekitar Kawasan hutan (TWA Kerandangan) yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran konservasi sejak dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pra kegiatan, kegiatan sosialisasi, mengajar di sekolah dan evaluasi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Riyadhul Wardiyah. MI Rayadhul Wardiyah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh siswa dan guru Mi Riyadhul Wardiah sebanyak 15 siswa kelas 4 dan 5 serta 3 orang guru. Pendidikan dan penyuluhan konservasi ini dapat meingkatkan pengetahuan siswa dan guru mengenai pentingnya pendidikan konservasi.
Mikrohabitat sarang burung gosong kaki merah (Megapodius reinwardt) di zona pemanfaatan Pulau Satonda Taman Nasional Moyo Satonda Puspitasari, Fini Laelani; Syaputra, Maiser; Hadi, Islamul
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12668

Abstract

Satwa pembohong yang memiliki peranan penting di Pulau Satonda adalah burung gosong kaki merah ( Megapodius reinwardt ). Keunikan burung gosong kaki merah tidak mengerami telurnya sendiri, melainkan membangun sarang gundukan seperti bukit kecil yang berfungsi sebagai tempat menetaskan telurnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran mikrohabitat dan mengetahui pola sebaran sarang burung gosong kaki merah ( Megapodius reinwardt ) di Zona Pemanfaatan Pulau Satonda Taman Nasional Moyo Satonda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis vegetasi menggunakan peta tunggal dan jalur observasi menggunakan reconnaissance rurvey.Terdapat 15 sarang burung gososng kaki merah. Suhu udara di dalam 27,1-30,8 °C dan kelembaban di dalam sarang 68%-90%, suhu di luar 27,6°C-29,7°C dan kelembaban di luar sarang 69%-89%, dan Intensitas cahaya 81-6.189 lux. C-Organik 0,99%-4,69%, kadar udara 4,76-22,22%, pH tanah 7,31-8,69, dan tekstur tanah pada setiap sarang di dominasi pasir. Kepadatan vegetasi tertinggi pada tingkat pohon di sarang ke-6 sebesar 475 pohon/Ha, sedangkan kerapatan vegetasi terendah di sarang ke-12 yaitu 125 pohon/Ha. Pohon asosiasi burung gosong yaitu Asam (Tamarindus indica) INP 45,13 % dan Banten (Lannea coromandelica) INP 54,09%. Pola sebaran sarang burung gosong di Pulau Satonda termasuk kategori seragam (Uniform) dengan nilai indeks derajat morisita yaitu -0.54.
Pendampingan Kelompok Pelestari Penyu Nipah Melalui Pembangunan Sistem Informasi Spasial Hutan Pantai Berbasis Pemetaan Partisipatif Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah; Suparyana, Pande Komang; Lestari, Andi Tri; Ichsan, Andi Chairil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2018 secara swadaya masyarakat Desa Malaka mendirikan kelompok pelestari penyu bernama Turtle Conservation Community atau TCC dan Desa Malaka ditetapkan oleh Bupati Lombok Utara sebagai Kawasan Ekosistem Esesnsial koridor penyu. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan oleh kelompok Turtle Conservation Community adalah pendataan kehadiran penyu. Namun data yang dimiliki oleh kelompok pelestari saat ini sifatnya masih berupa Log Book atau kumpulan data mentah yang tersimpan dan belum dianalisis sehingga data tersebut saat ini dinilai belum mampu menyimpulkan, memproyeksikan trend/model, atau memunculkan karakteristik wilayah habitat penyu sebagaimana yang diharapkan. Melalui kegiatan pengabdian ini, kesadartahuan kelompok pelestari penyu Nipah akan pentingnya pembangunan database spasial ditingkatkan melalui pemanfaatan sistem informasi geografis untuk pengenalan karakteristik wilayah habitat penyu. Tahapan kegiatan pengambdaian meliputi: pra kegiatan, penyuluhan, dan pembangunan data spasial secara partisipatif. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan pendekatan partisipatif menggunakan metode FGD sedangkan peta spasial dirancang menggunakan software komputer. Kesimpulan dari kegiatan ini antara lain: 1). Peserta penyuluhan dalam hal ini Kelompok Pelestari Penyu TCC Nipah mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya peran data dan informasi dalam pengelolaan, sehingga kelompok dapat mengambil keputusan, melakukan monitoring, evaluasi dan menentukan arah kebijakan kedepannya secara lebih baik. 2). Kelompok TCC Nipah mendapatkan informasi dan mampu mengenal lebih dalam karakteristik habitat penyu di pantai Nipah berdasarkan hasil kegiatan pemetaan partisipatif.
Peningkatan Kapasitas Produksi Budidaya Trigona Melalui Pengembangan Inovasi Stup Bersekat, Di Desa Pendua, KLU Wahyuningsih, Endah; Syaputra, Maiser; Lestari, Andi Tri; Markum; Anwar, Hairil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6565

Abstract

Komoditas HHBK yang sangat potensial untuk dikembangkan di NTB adalah madu. Madu merupakan salah satu jenis pangan yang sangat baik bagi kesehatan, produk perlebahan mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya pelestarian sumberdaya alam yang berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman. Pada Pulau Lombok banyak dikembangkan usaha budidaya lebah madu jenis Apis cerena dan Trigona sp. Pengembangan budidaya lebah madu trigona sudah banyak dilakukan khususnya pada masyarakat pedesaan. Akan tetapi, dalam upaya pengembangan budidaya trigona masih dalam skala Rumah tangga dan masih tradisional, sehingga mempengaruhi hasil produksi madunya. Keberhasilan usaha budidaya trigona dipengaruhi pada beberapa faktor antara lain: ketersediaan sumber pakan sepanjang musim, perkembangan koloni yang baik, serta stup yang digunakan, Bahan baku pembuatan kotak lebah atau stup memberikan pengaruh terhadap produksi madu baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Jenis kayu sebagai bahan baku stup berpengaruh, serta model stup terhadap produksi madu yang dihasilkan lebah madu trigona. Oleh karena itu, penyuluhan tentang peningkatan produktivitas lebah madu Trigona sp dengan menggunakan bahan kayu Dao (Dracontomelon dao) yang sesuai standard dan penggunaan inovasi stup bersekat sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madu, polen dan propolis. Dengan demikian budidaya lebah madu trigona selain bermanfaat secara ekonomi dan ekologi juga dapat digunakan sebagai penunjang ketahanan pangan desa.
Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Menggunakan Media Tanam Kardus di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Cahyani, Dina Fathia; Suraya, Intang; Mahmudin, Ais Muharam Catur; Syaputra, Maiser
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7219

Abstract

Saat ini pengembangan sektor pertanian di masyarakat Desa Kuta masih terbatas pada pertanian berbasis lahan, dan belum banyak mengembangkan pertanian berbasis pekarangan rumah. Pertanian berbasis pekarangan merupakan upaya pemanfaatan tanah kosong di halaman rumah untuk mengembangkan komoditas – komoditas sederhana guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.Salah satu komoditas potensial untuk pertanian berbasis pekarangan adalah jamur tiram, karena tanaman ini cukup adaptif dikembangkan pada berbagai kondisi wilayah, praktis dan relatif mudah diterapkan. Jamur tiram telah banyak dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia dan umumnya dikembangkan dengan menggunakan media tanam (substrat) serbuk gergaji (baglog), namun terkadang di wilayah perkotaan ataupun di desa yang maju seperti Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah serbuk gergaji sulit untuk dicari dan tidak tersedia dengan bebas di pasaran sehingga serbuk geraji perlu dicari penggantinya dengan bahan yang lebih mudah diperoleh. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah penggunaan kardus bekas. Kardus bekas merupakan salah satu pilihan media yang tepat untuk menggantikan serbuk gergaji karena sifat materialnya yang cukup serupa, kardus bekas mampu menahan kelembaban selain itu penggunaan kardus bekas akan mengurangi timbunan sampah di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan KKN Universias Mataram yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Kuta agar dapat meningkatkan penghasilan keluarga dengan budidaya jamur tiram skala rumah tangga menggnakan media kardus yang telas melaului pemrosesan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode FGD dalam penyuluhannya diikuti serangkaian pertemuan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memperolah pengetahuan dan pemahaman tentang teknik pengembangan jamur tiram menggunakan media tanam kardus bekas mulai dari tahap budidaya hingga pemasarannya.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Aroma Terapi untuk Mendukung Perekonomian Masyarakat Desa Bangket Parak Ardian, Bahtiar Agung; Sapitri, Baiq Anita; Asfiyantin, Saral Tri; Syaputra, Maiser
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8964

Abstract

Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah sekam padi yang melimpah. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, menghasilkan limbah sekam padi yang belum termanfaatkan dengan baik. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengolah limbah sekam padi menjadi briket sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Dalam kegiatan ini, penulis menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Dengan dukungan yang terus berlanjut, diharapkan produksi briket dari sekam padi dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat desa serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Zonation of Nipah Beach Ecosystem in North Lombok District to Support Sea Turtle Conservation Efforts Maiser Syaputra; Endah Wahyuningsih; Kornelia Webliana; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Pande Komang Suparyana; Andi Tri Lestari
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 5 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i5.4094

Abstract

Nipah Beach is facing challenges of development, economic growth, and high community demand for land, which may negatively impact the sustainability of sea turtles. To mitigate this issue, the ecosystem of Nipah Beach must be appropriately zoned. The goal of beach ecosystem zonation is to allocate areas around the coast to the community and stakeholders based on the sensitivity of sea turtle habitats. This research aims to 1. Analyze the suitability of Nipah Beach in North Lombok Regency as a sea turtle habitat. 2. Design the zonation of the sea turtle conservation area in Nipah Beach, North Lombok Regency. The study uses an observation method, namely collecting data through direct inspection or careful inspection in the field or research location by dividing Nipah Beach into several observation stations. The results are analyzed using scoring techniques and spatial modeling, resulting in a map. Research results show that the suitability level of Nipah Beach as a sea turtle habitat ranges from 15-46 points, with station two having the highest score and station six having the lowest. Stations two and three, and part of station five are prioritized as protection zone areas, station four and part of station five and one as a captive zone area, and the rest as limited-use zones
Co-Authors ABDUL MUIN Abdul Muta Alli Anwar Adawi, Turmiya Fathal Agung Purnama Sakti Ahmad Jaelani Ahman Alfan Ansori Ainurrofiq Akram, Muhammad Zaki Ali Algifari Rozak Firdaus Amanda Dini Hidayah Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andriyani, Anis Octa Andy C Ichsan Andy C. Ichsan Anisa, Fiska Apriandi Ardian, Bahtiar Agung Asfiyantin, Saral Tri Awaludin, Didin B, Kornelia Webliana Baiq Mega Kurnia Berliana, Aprilia Ika Cahyani, Dina Fathia chairil ichsan, andi Chatami, Lalu Radinal Ihya Dano Syahputra Dea Aswani Delvi Eka Rahayu Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Dian Safitri Dita Anggraini Dodi Julianto Doni Prasatya Dr Markum Dudi Septiadi Dwi Ayu Sunarti Dwi Sukma Rini Elwis, Khalid Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Fariq Azhar Fauzan Fahrussiam Fauzan, Ahmad Febrilianto Kusuma Pratama Ferdian Arya Kusuma Feri Bagus Wardani GB Daril Rama Aditia Gefire, Baiq Dean Gina Sonia Hairil Anwar Hasan, Andika Hidayati, Maulia Husnul Khadijah I Gede Gandi Arya Utama I Putu Angga Teja Maya I Putu Eka Indrawan Ihsan Itqanul Amal Imro’atul Hapizah indra wahyu Indrityatno, Indrityatno Indriyatno Indriyatno, Indriyatno Irwan Mahakam Lesmono Aji ISLAMUL HADI Januardi Januardi, Januardi Jurnal Pepadu Karima Paspania Khaliani Rahmatin Khofifa Ratomeci Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B. Kurniawan, Wa'il Lalu Anugrah Wira Anggardikzza Lazuardi Firdaus Lestari, Andi Tri Lina Farida M Rifky Tirta Mudhofir M. Fahed Ramadhan M. Nizar Hamdani Mahmud Mahmud Mahmudin, Ais Muharam Catur Mariun Markum Markum Marwati Maryam Shabrina Mei Nuri Chantika Mei Sukmawati Mizaji Tasnimia Mochammad Restu Julian Muammar Kadafi Muhajirin Muhajirin Muhamad Husni Idris Muhamad Rifky Tirta Mudhofir Muhammad Irham Muhammad Jaelani Muhammad Vandika Trihartawan Nelly Rosanty Safny Ni Luh Putu Yesy Anggreni Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nila Sari Nita Apriliana Nur Latifa Aini Nurdiansyah, Rizal Nurul Afriani Dewi Pahrur Rozi Pande Komang Suparyan Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Pranata, Dendy Ade Prasetyo, Dhimas Mardyanto Puspitasari, Fini Laelani Putri, A’anggina Pebrianti Putri, Regina Natasnya Putri, Regina Natasya Qashmal Dwi Harianto RAHAYU, WIDYA Raiymond Haris Ramadhan, Nuzul Rizki Rian Wahyuni Rifany Ad’ha Handayani Rima Vera Ningsih Rizky Nurvaningsih Rosidah, Umdatul Rusdianto Salsa Dwi Cahyani Sapitri, Baiq Anita Sarah Lehani Mitchell Seftira, Lora Agista Setiawan, Budhy Shela Hadri Dhuha Sofia Mutmainnah Sonia Wulandari Srimulyaningsih, Reni Sukartono Sulthanulmufti Suraya, Intang Syafaatullah, Lalu Muhammad Syauqi, Shofiyurrahman Tri Lestari Tuti Asmawati Uswatul Ulya Wafiq Laelatul Kodrianingsih Wayan Prabudi Sathya Hindu Sambawa Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windi Aulia Apriani Witari Elya Utami Wulandari, Febriana Tri Wulandari, Ni Putu Ayu Siva Yuni Fatmala