p-Index From 2021 - 2026
7.961
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PELESTARIAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Najwa Sabila; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek terhadap nilai-nilai budaya lokal, mengakibatkan erosi identitas kultural, penurunan penggunaan bahasa daerah, dan pergeseran preferensi generasi muda terhadap budaya asing. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan, baik formal maupun nonformal, dalam menjaga eksistensi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi mengancam keberlangsungan budaya lokal melalui homogenisasi nilai, komersialisasi budaya, dan marginalisasi tradisi. Pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi solusi efektif untuk melestarikan jati diri bangsa. Dengan pendekatan pendidikan berbasis budaya yang adaptif terhadap teknologi dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga identitas kultural di tengah arus globalisasi serta pelestarian budaya dapat dijadikan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang cinta terhadap tanah air dan budayanya.
MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM SISTEM PATRIARKI Ustutifa Qorry; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marginalisasi perempuan dalam sistem patriarki merupakan isu yang masih relevan hingga saat ini karena terus hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Patriarki sebagai sistem sosial dan budaya menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan, yang menyebabkan perempuan mengalami keterpinggiran dalam akses pendidikan, pekerjaan, politik, hingga kehidupan sosial. Melalui pendekatan literatur review terhadap berbagai jurnal ilmiah dan teori relevan, ditemukan bahwa perempuan mengalami ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, budaya, media, dan ranah domestik. Nilai dan norma yang diwariskan oleh tradisi, adat, dan bahkan tafsir agama memperkuat dominasi laki-laki dan menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Hal ini menciptakan ketimpangan struktural yang membatasi perempuan dalam mengembangkan potensi diri secara individu maupun kolektif. Marginalisasi tersebut tidak hanya terjadi secara kasat mata, namun juga bersifat simbolik dan sistemik, yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap peran gender. Ketimpangan ini berdampak luas terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian komprehensif untuk mengungkap pola marginalisasi yang dialami perempuan agar dapat mendorong perubahan nilai sosial dan menciptakan keadilan gender secara menyeluruh. Penelitian ini menekankan pentingnya transformasi nilai sosial dan budaya serta keterlibatan laki-laki sebagai bagian dari solusi untuk mencapai kesetaraan gender yang berkelanjutan.
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tsania Luthfiani Salma; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan di Indoensia merupakan warisan yang harus dilestarikan. Dimana keberagaman yang ada terdiri atas budaya, suku, etnis, bahasa, agama, dan ras yang seringkali menimbulkan konflik di masyarakat akibat beberapa faktor salah satunya prasangkan terhadap kelompok lain dan masuknya budaya asing ke Indonesia. Hal tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang dinamis namun harmonis, oleh karena itu diperlukan pendekatan sistematis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini menngunakan metode studi literatur dengan menggunakan referensi penelitian-penelitian terdahulu. Pendidikan multikultural adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan sebagai upaya menumbuhkan sikap toleransi dan saling merhargai sejak dini khusunya integrasinya dalam Pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS dipilih karena merupakan ilmu terpadu yang menggabungkan berbagai ilmu sosial seperti sosiologi, geografi, antropologi, humaniora, sejarah dan ekonomi. Dimana kita ketahui bahwa ilmu-ilmu tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari terutama mengenai nilai-nilai kebudayaan, sehingga mudah untuk diimplementasikan dan sesuai dengan prinsipnya yaitu kontekstual. Tulisan ini mengungkapkan tentang bagaimana integrasi nilai-nilai multikultural dalam Pembelajaran IPS dan tantangan yang terjadi dalam implementasinya.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI TINGKAT SMP Salman Al Farisi; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program dari kurikulum merdeka, program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melasanakan kegiatan yang dilakukan dalam meneliti sebuah topik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu dengan menyesuaikan nilai-nilai pancasila. Tujuan dari P5 ialah agar peserta didik mendapatkan pengetahuan serta keterampilan diluar pembelajaran dan menyesuaikan dengan isu penting di lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, peneliti mengumpulkan jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu di internet dengan menyesuaikan topik penelitian, peneliti meneliti penelitian sebelumnya mengenai hambatan serta kendala dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Hasil penelitian menemukan beberapa hambatan yang seringkali terjadi di beberapa sekolah terutama sekolah menengah pertama (SMP) antara lain: kurangnya keterlibatan aktif peserta didik, kurangnya sosialisasi mengenai P5, keterbatasan fasilitas, keterbatasan anggaran, keterbatasan alokasi waktu penerapan P5. Temuan ini memberikan informasi mengenai hambatan yang seringkali terjadi sehingga kedepannya sekolah dapat melakukan evaluasi agar mendapatkan solusi dari hambatan-hambatan tersebut, upayanya agar hambatan-hambatan tersebut tahun berikutnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari berbagai hambatan.
Intervensi Media Sosial Dalam Pembentukan Gaya Hidup Konsumtif Remaja: Fenomena Celebrity Endorsement Di Tiktok Elsa Suci Ramadhanti; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menjadi elemen penting dalam kehidupan anak remaja, khususnya melalui platform TikTok yang menyediakan hiburan sekaligus berfungsi sebagai saluran pemasaran suatu produk yang terkadang menggunakan selebriti sebagai endorser untuk mengiklankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fenomena celebrity endorsement di TikTok berkontribusi pada terbentuknya gaya hidup konsumtif di kalangan remaja. Dengan menerapkan metode studi pustaka, penulis meneliti berbagai sumber literatur yang relevan guna memahami cara pengaruh selebriti dalam keputusan belanja remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap konten celebrity endorsement mendorong perilaku konsumsi yang impulsif, yang dipicu oleh daya tarik simbolis, penawaran diskon, kemudahan akses, dan keinginan untuk mendapat pengakuan sosial. Dalam jangka panjang, ini berkontribusi pada pola pikir konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi edukasi, regulasi, dan partisipatif seperti literasi media, literasi finansial, pengawasan orang tua, dan pengaturan konten iklan sebagai langkah pencegahan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam memahami dan menangani efek negatif media sosial terhadap perilaku konsumsi anak remaja.
Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Budaya Lokal pada Masyarakat Taqiyyatus Syakhsiyyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi sebagai fenomena multidimensional telah memberikan dampak signifikan terhadap budaya lokal di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan nilai, identitas, dan praktik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap budaya lokal dengan fokus pada pergeseran pola pikir generasi muda, homogenisasi budaya, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik terkait globalisasi dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah menggeser nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kekeluargaan ke arah individualisme dan konsumerisme. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya global daripada budaya lokal, mengakibatkan penurunan minat terhadap bahasa daerah, tradisi, dan seni lokal. Selain itu, dominasi budaya asing melalui media digital mempercepat homogenisasi budaya, mengancam keberagaman budaya Indonesia. Namun, globalisasi juga membuka peluang revitalisasi budaya lokal melalui teknologi dan promosi internasional. Kesimpulannya globalisasi menuntut strategi adaptasi yang bijak, melibatkan peran pemerintah, pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya lokal. Pendidikan berbasis budaya, perlindungan kekayaan intelektual, dan inovasi dalam pelestarian budaya menjadi kunci untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia di tengah arus globalisasi
Distance Learning Environment and Intrinsic Motivation of Students of Social Science Education, State University of Jakarta Rizky Nurisriyani; Dian Alfia Purwandari; Sujarwo Sujarwo
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.1781

Abstract

Distance Learning in the Covid-19 pandemic era has become an alternative used by every university so that the learning process activities continue even though it is only face-to-face so that educational goals are achieved effectively and efficiently. This study aims to analyze the effect of the Distance Learning Environment on Intrinsic Motivation in learning for students of the Social Sciences Education study program. The method used in this research is quantitative research method with the sampling technique used is cluster sampling. The population used in this study were 252 social studies education students batch 2018-2020, while the sample used was 155 respondents. Based on the results of the t-test, the results obtained are t-count 8.384 > t-table 1.975, which means that there is an influence of the Distance Learning Environment variable on Intrinsic Motivation in learning in students of the Social Sciences Education study program. This is reinforced by the acquisition of the coefficient of determination test results of 31.3%.
CYBER SEXISM DI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Alifiana Alifiana; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyber sexism merupakan bentuk pelecehan berbasis gender yang sering terjadi di media sosial, termasuk TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan dan persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta terhadap fenomena cyber sexism di TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 50 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah melihat maupun mengalami komentar seksis dan pelecehan berbasis gender di TikTok. Mahasiswa memandang cyber sexism sebagai permasalahan serius yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan dalam bermedia sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan literasi digital dan kesadaran gender untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan beretika.
SELF-DISCLOSURE DI KALANGAN MAHASISWA FISH UNJ MELALUI APLIKASI LINE PADA FITUR PEOPLE NEARBY Lutfia Hapsari; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena self-disclosure terjadi di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta melalui penggunaan fitur People Nearby pada aplikasi Line, serta memahami relasi sosial yang terbentuk sebagai dampak dari proses pengungkapan diri tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara dengan populasi sebanyak 50 mahasiswa FISH UNJ yang aktif menggunakan fitur People Nearby, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung melakukan self-disclosure secara bertahap, dimulai dari pengungkapan informasi umum hingga informasi yang lebih personal, seiring dengan meningkatnya rasa nyaman dan kepercayaan terhadap lawan bicara. Proses pengungkapan diri ini berperan penting dalam pembentukan relasi sosial, baik dalam bentuk pertemanan, relasi sosial informal, maupun hubungan yang lebih personal. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kesadaran mahasiswa dalam membatasi informasi pribadi yang dibagikan sebagai bentuk pengelolaan privasi agar terhindar dari resiko penggunaan media daring.
Doomscrolling Pada Kesehatan Mental Generasi Z Ariella Ester Sonya Natalia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan paparan informasi negatif yang memicu munculnya perilaku doomscrolling, khususnya pada Generasi Z sebagai kelompok digital native. Doomscrolling didefinisikan sebagai kebiasaan mengakses dan menggulir konten berita buruk secara berulang dan sulit dihentikan, meskipun menimbulkan dampak emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku doomscrolling pada Generasi Z serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang dilaksanakan di RW 016 Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi. Subjek penelitian berjumlah 78 responden Generasi Z berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik kategorisasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling pada Generasi Z terutama dipicu oleh dorongan internal berupa rasa ingin tahu, kebutuhan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi, serta ketertarikan emosional terhadap konten negatif. Mayoritas responden berada pada kategori sedang hingga tinggi. Selain itu, doomscrolling terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental, terutama dalam bentuk meningkatnya kecemasan dan stres, kelelahan mental, serta gangguan tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan informasi negatif secara berulang menciptakan beban kognitif dan emosional yang berkepanjangan, sebagaimana dijelaskan dalam Uses and Gratifications Theory dan Digital Fatigue Theory. Oleh karena itu, perilaku doomscrolling perlu mendapat perhatian serius sebagai faktor risiko penurunan kesehatan mental Generasi Z.
Co-Authors Adhi Irianto Mastur Akhiruddin Akhiruddin Alifiana Alifiana Amirah Zahra Muthi Andri Sjahputra Anisa Aprilia Annisa Dieni Lestari ANNY SULASWATTY Aprilia Dwi Cahyanti Ardilla Septiawati Arief Ameir Rahman Setiawan Ariella Ester Sonya Natalia Arita Marini Audrey Afralia Awan Kunadi Ayu Atiyah Kulsum Ayu Hindayani Ayudhia Nur Luthfia Bambang Waluyo Bambang Waluyo Beni Halalludin Budiaman Budiaman Dara Fitrah Dwi Dessy Safitri Desy Safitri Dian alfia Purwandari Dian Alfia Purwandari Dwi Retno Untari Edi Iswanto Wiloso Edi Poncolaksito Elsa Suci Ramadhanti Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Ersya Pricyliana Evant Anwar fahrezi Fa Akhbar Fahriyah Fahriyah Fitrotul Laili Fivi Najmushabah Hanny Astuti Humairoh Hasan Kusuma Wardhana Hendri Laiman Hilmi Tazkia Indira Nazwa Fazrina Ismawi Ismawi Izky Kusumaningrum Jihan Nafilah Khairuna Khairuna Lailati El Fithria Leila Fajrie Auddiena Nuriel Fath Albana Livana PH Livana PH Luh Putu Ratna Sundari Lutfia Hapsari Margono Margono Mimi Rosadi Mohamad Firdaus Nasori Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Yakup Musril Zahari Muthia Syafika Haq Nabila Putri Wahiddiyah Najwa Sabila Nino Rinaldi Novi Indrayati Nuhfil Hanani Nur Baety Zahra Nuraida Rezeki Fadhilah NURUL ISTIQOMAH Nuryatini Nuryatini Nurzengky Ibrahim Nuzuliah Wahyu Berutu Priska Dini Alfita Putri Adinda Raraswati Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rangga Trilaksana Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizkiantino, Rifky Rizky Nurisriyani Roro Ayu Sri Arimbi Rosihan Asmara Rubiyanto Widodo Haliman Salma Nava Pujiastuti Salman Al Farisi Sarayut Srisombat Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Siti Musyarofah SUGENG HARIANTO Suharta Suharta Sylvia Rozza Taqiyyatus Syakhsiyyah Teuku Beuna Bardant Tomoliyus Tristanti Tristanti Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Vika Maharani Vino Rika Novia Wening Nurul Laily Wildan Taqiyudin Windi Tri Andini Yoas Raditya Prasti Saputra Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zahra Ziadhatun Nisa