p-Index From 2021 - 2026
8.471
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

CYBER SEXISM DI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Alifiana Alifiana; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyber sexism merupakan bentuk pelecehan berbasis gender yang sering terjadi di media sosial, termasuk TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan dan persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta terhadap fenomena cyber sexism di TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 50 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah melihat maupun mengalami komentar seksis dan pelecehan berbasis gender di TikTok. Mahasiswa memandang cyber sexism sebagai permasalahan serius yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan dalam bermedia sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan literasi digital dan kesadaran gender untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan beretika.
SELF-DISCLOSURE DI KALANGAN MAHASISWA FISH UNJ MELALUI APLIKASI LINE PADA FITUR PEOPLE NEARBY Lutfia Hapsari; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena self-disclosure terjadi di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta melalui penggunaan fitur People Nearby pada aplikasi Line, serta memahami relasi sosial yang terbentuk sebagai dampak dari proses pengungkapan diri tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara dengan populasi sebanyak 50 mahasiswa FISH UNJ yang aktif menggunakan fitur People Nearby, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung melakukan self-disclosure secara bertahap, dimulai dari pengungkapan informasi umum hingga informasi yang lebih personal, seiring dengan meningkatnya rasa nyaman dan kepercayaan terhadap lawan bicara. Proses pengungkapan diri ini berperan penting dalam pembentukan relasi sosial, baik dalam bentuk pertemanan, relasi sosial informal, maupun hubungan yang lebih personal. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kesadaran mahasiswa dalam membatasi informasi pribadi yang dibagikan sebagai bentuk pengelolaan privasi agar terhindar dari resiko penggunaan media daring.
Doomscrolling Pada Kesehatan Mental Generasi Z Ariella Ester Sonya Natalia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan paparan informasi negatif yang memicu munculnya perilaku doomscrolling, khususnya pada Generasi Z sebagai kelompok digital native. Doomscrolling didefinisikan sebagai kebiasaan mengakses dan menggulir konten berita buruk secara berulang dan sulit dihentikan, meskipun menimbulkan dampak emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku doomscrolling pada Generasi Z serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang dilaksanakan di RW 016 Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi. Subjek penelitian berjumlah 78 responden Generasi Z berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik kategorisasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling pada Generasi Z terutama dipicu oleh dorongan internal berupa rasa ingin tahu, kebutuhan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi, serta ketertarikan emosional terhadap konten negatif. Mayoritas responden berada pada kategori sedang hingga tinggi. Selain itu, doomscrolling terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental, terutama dalam bentuk meningkatnya kecemasan dan stres, kelelahan mental, serta gangguan tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan informasi negatif secara berulang menciptakan beban kognitif dan emosional yang berkepanjangan, sebagaimana dijelaskan dalam Uses and Gratifications Theory dan Digital Fatigue Theory. Oleh karena itu, perilaku doomscrolling perlu mendapat perhatian serius sebagai faktor risiko penurunan kesehatan mental Generasi Z.
Perilaku Konsumtif Followers Akun @discountfess Pada Media Sosial X Rahma Mudhiyanti; Dian Alfia Purwandari; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.127

Abstract

Globalization brings many influences and changes in human life. The rapid dissemination of information obtained through social media can cause change. X account @discountfess as a forum that favolitates the dissemination of information quickly and widely can influence a person's behavior, one of wich is consumprive behavior. This study aims to describe the consumptive behavior of folllwers account @discountfess at social media X, using a descriptive method of quantitative approach. Sampling was accidental sampling with 96 followers @discountfess account. Data collection techniques include observation, questionnaire, documentation and literature study. The results show that the consumptive behavior of followers account @discountfess that causes impulsive purchases in the moderate category of 57%, irrational purchase in the moderate category with a percentage 60% and waste in the high category with a percentage 52%.
Kontribusi Pola Asuh Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 57 Jakarta Priska Dini Alfita; Budiaman Budiaman; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.154

Abstract

Prosocial Prosocial behavior needs to be owned by adolescents as a foundation for the development of their social skills. Parental parenting style is one of the factors that influences prosocial behavior itself. The aim of this research is to find out how parental parenting influences the prosocial behavior of class VIII students at SMPN 57 Jakarta. This research uses a correlational approach with a non-experimental quantitative approach. The sample consisted of 140 respondents, selected through a simple random sampling. The questionnaire distribution method was used to obtain data. The research results showed that parenting style had a significant influence of 14.4% on the prosocial behavior of class VIII students at SMPN 57 Jakarta, with a calculated t value (4.814) > t table (1.656) and a significance value (0.000) < 0.05.
Adaptasi Mahasiswa Dalam Mengatasi Culture Shock Dalam Perkuliahan Enti Agestia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.180

Abstract

The shift from a high school environment to a college environment brings greater demands. This condition can cause the emergence of the culture shock phenomenon. This phenomenon underscores the importance of students having the ability to adapt to all demands that arise during lectures. Lecture adaptation refers to student interaction with the lecture environment. Considering the fact that lecture adaptation is complex, the forms of lecture adaptation are divided into 4 including academic adaptation, social adaptation, emotional adaptation, and adaptation to the institution. The purpose of this study is to find out more deeply about the adaptation carried out by students who experience culture shock in lectures. This research uses a qualitative method, to find out more about the adaptation carried out by students. The results of the study found that 1 in 4 students had not reached the adjusment stage, due to the complexity of adaptation to lectures. The three students who succeeded in adapting were none other than their efforts by being open to change, learning to develop themselves, and social support from dominant friends to help students adapt.
Persepsi Generasi Z terhadap Efektivitas Aktivisme Digital sebagai Bentuk Partisipasi Sosial Indira Nazwa Fazrina; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i3.746

Abstract

The advancement of digital technology has transformed the nature of social participation, particularly among Generation Z, who were raised in a digital ecosystem. This study aims to examine Generation Z's perceptions of the effectiveness of digital activism as a form of contemporary social participation. Using a literature review method, the study analyzes various academic sources to explore the dynamics of digital activism within the context of digital natives. The findings reveal that Generation Z perceives digital activism as an effective tool to express opinions, raise public awareness, and foster solidarity. Digital activism offers accessibility, broad reach, and flexibility in conveying social aspirations. However, challenges such as slacktivism and misinformation remain significant barriers. These findings imply the need for strategic approaches to optimize digital activism as a sustainable instrument for social change.
Pendekatan Transdisipliner dalam Menganalisis Permasalahan Pengangguran di Indonesia Mariatul Qibtyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran di Indonesia merupakan permasalahan yang bersifat kompleks dan multidimensional karena tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial, pendidikan, dan kebijakan publik. Pendekatan sektoral yang selama ini digunakan dinilai belum mampu menangkap kompleksitas permasalahan secara menyeluruh. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pengangguran di Indonesia melalui pendekatan transdisipliner. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengangguran dipengaruhi oleh interaksi antara dinamika ekonomi makro, kualitas sumber daya manusia, ketimpangan sosial, serta ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini menegaskan bahwa penanganan pengangguran memerlukan integrasi lintas disiplin agar kebijakan yang dirumuskan lebih holistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
Pendekatan Transdisipliner terhadap Ketergantungan Gadget pada Remaja dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Sosial Annisa Anastasya Ramadhani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan gadget pada remaja semakin meningkat seiring intensitas penggunaan dalam kehidupan sehari-hari yang tidak hanya terbatas pada komunikasi, tetapi juga mencakup hiburan dan interaksi sosial. Kondisi ini berpengaruh terhadap perilaku sosial remaja, terutama dalam pola interaksi dan keterlibatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan gadget pada remaja serta pengaruhnya terhadap perilaku sosial melalui pendekatan transdisipliner. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) yang bersumber dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi, kemudian dianalisis dengan menghubungkan temuan dari berbagai literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketergantungan gadget ditandai dengan kesulitan mengontrol penggunaan dan pola penggunaan yang berulang. Dari perspektif sosiologi, penggunaan gadget berkaitan dengan berkurangnya interaksi langsung. Dari perspektif antropologi, penggunaan gadget membentuk kebiasaan dalam kelompok sebaya. Dari perspektif psikologi, ketergantungan gadget berkaitan dengan rendahnya kontrol diri. Kondisi ini berdampak pada perubahan perilaku sosial remaja, terutama dalam pola interaksi sehari-hari.
Pendidikan Karakter Humanisme: Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Di Tengah Ancaman Dehumanisasi Oleh Artificial Intelligence Dehya Al fathurizqiyah; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Maret : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v4i3.2775

Abstract

The advancement of Artificial Intelligence (AI) in education has brought significant transformation alongside a serious threat of dehumanization, namely the erosion of human values such as empathy, social interaction, and pedagogical relationships in the learning process. This study aims to analyze the role of humanistic character education in realizing quality education amid the threat of AI-driven dehumanization. The research employs a qualitative approach using a literature review technique through the examination of relevant, credible, and up-to-date scientific literature. The findings reveal that AI has the potential to create digital heteronomy that undermines students' learning autonomy and triggers a decline in character and morality, thereby hindering the achievement of quality education in accordance with SDGs 2030. Humanistic character education emerges as a solution that positions students as whole individuals to be developed cognitively, affectively, morally, and spiritually through a teacher-AI collaboration model grounded in Pancasila values. Its implementation requires an integrated strategy involving national policy, the role of teachers as facilitators and moral guides, as well as the active involvement of families and communities. This research implies the importance of balancing technological advancement with the strengthening of human values so that education can continue to produce generations that are intellectually competent, emotionally mature, and morally resilient.
Co-Authors Adhi Irianto Mastur Aisha Fadia Salsabilla Akhiruddin Akhiruddin Alifiana Alifiana Amirah Zahra Muthi Andri Sjahputra Anisa Aprilia Annisa Anastasya Ramadhani Annisa Dieni Lestari ANNY SULASWATTY Ardilla Septiawati Arief Ameir Rahman Setiawan Ariella Ester Sonya Natalia Arita Marini Audrey Afralia Awan Kunadi Ayu Atiyah Kulsum Ayu Hindayani Ayudhia Nur Luthfia Bambang Waluyo Bambang Waluyo Beni Halalludin Budiaman Budiaman Corree Nathalia Tarigan Dara Fitrah Dwi Deana Amelinda Kriswanto Dehya Al fathurizqiyah Dessy Safitri Desy Safitri Dian Alfia Purwandari Dian alfia Purwandari Dwi Retno Untari Edi Iswanto Wiloso Edi Poncolaksito Elsa Suci Ramadhanti Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Ersya Pricyliana Fa Akhbar Fahriyah Fahriyah Fitrotul Laili Fivi Najmushabah Gadis Eka Fitri Sibarani Hanny Astuti Humairoh Hasan Kusuma Wardhana Hendri Laiman Hilmi Tazkia Indira Nazwa Fazrina Ismawi Ismawi Izky Kusumaningrum Jihan Nafilah Khairuna Khairuna Lailati El Fithria Leila Fajrie Auddiena Nuriel Fath Albana Livana PH Livana PH Luh Putu Ratna Sundari Lutfia Hapsari Margono Margono Mariatul Qibtyah Mimi Rosadi Mohamad Firdaus Nasori Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Yakup Musril Zahari Muthia Syafika Haq Nabila Putri Wahiddiyah Nino Rinaldi Novi Indrayati Nuhfil Hanani Nur Baety Zahra Nuraida Rezeki Fadhilah NURUL ISTIQOMAH Nuryatini Nuryatini Nurzengky Ibrahim Nuzuliah Wahyu Berutu Priska Dini Alfita Putri Adinda Raraswati Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizkiantino, Rifky Rizky Nurisriyani Roro Ayu Sri Arimbi Rosihan Asmara Rubiyanto Widodo Haliman Salma Nava Pujiastuti Salman Al Farisi Sarayut Srisombat Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Siti Musyarofah SUGENG HARIANTO Suharta Suharta Sylvia Rozza Taqiyyatus Syakhsiyyah Teuku Beuna Bardant Tomoliyus Tristanti Tristanti Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Vika Maharani Vino Rika Novia Wening Nurul Laily Yoas Raditya Prasti Saputra Yosafat Waruwu Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zahra Ziadhatun Nisa