p-Index From 2021 - 2026
8.471
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Paparan Konten LGBT pada Orientasi Seksual Mahasiswa Audrey Afralia; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka akses luas terhadap berbagai jenis konten media, termasuk representasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak paparan konten LGBT terhadap orientasi seksual mahasiswa di salah satu universitas di Jakarta. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan intens dan berulang terhadap konten LGBT berkontribusi terhadap tiga dampak utama: perubahan pola pikir mengenai orientasi seksual, kebingungan identitas seksual, dan dalam beberapa kasus, perubahan orientasi seksual. Konten yang paling berpengaruh adalah yang bersifat naratif, emosional, dan relatable, seperti webtoon, fanfiction, serial drama, dan video pendek di platform digital. Temuan ini dipahami melalui teori kultivasi yang menekankan pengaruh media dalam membentuk persepsi sosial, serta teori pembentukan identitas Erikson yang menyoroti pentingnya eksplorasi identitas di masa remaja dan dewasa awal. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media dan dukungan sosial dalam mendampingi proses pencarian identitas mahasiswa agar tidak terlepas dari konteks budaya dan nilai lokal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VIII SMP NEGERI 14 JAKARTA Yuka Azahra Amelya; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 14 Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan pembelajaran di era digital yang menuntut inovasi dalam strategi pembelajaran serta rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dan pendekatan non-equivalent control group. Kelas VIII B ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan Flipped Classroom, sedangkan kelas VIII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes hasil belajar telah diuji validitas menggunakan korelasi point biserial dan reliabilitas dengan rumus KR-20. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata post-test kelas eksperimen (81,40) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (74,94). Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, penerapan model Flipped Classroom terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa.
Fenomena Self-Reward dalam Budaya Konsumerisme Digital : Studi Literatur tentang Tren Gen Z di Media Sosial Jihan Nafilah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, Generation Z is actively promoting the “self-reward” trend on social media. Self-reward is a form of self-recognition for achievements in the workplace or academic success. Examples of self-reward include vacations, dining out, watching movies, shopping, and more. Self-reward can serve as a reason for Generation Z to adopt a consumerist attitude when using social media. The purpose of this study is to investigate whether the phenomenon of self-reward can lead Generation Z to become consumerist on social media. The research method employed a qualitative approach using literature review. Self-reward can be seen as a reason for Generation Z to shop on social media, often without realizing they are engaging in excessive consumerism. Therefore, to prevent consumptive behavior, one must use social media wisely and prioritize needs over desires.
PERAN KELUARGA: PEMBENTUKAN LITERASI ANAK DALAM PEMBELAJARAN MODERN Ayu Atiyah Kulsum; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting keluarga dalam membangun literasi di era pembelajaran modern. Pembelajaran di abad ke-21 memerlukan kemampuan berpikir analitis, inovasi, komunikasi efektif, dan kerja sama, dengan teknologi sebagai alat utama. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada teknologi tanpa bimbingan yang tepat bisa menghambat perkembangan mental anak. Oleh karena itu, keluarga sebagai lingkungan awal anak memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan budaya literasi sejak usia dini. Kedekatan anak dan orang tua menjadi peran penting dalam menangkal dampak negatif dari perkemabangan teknologi Penelitian ini menerapkan metode studi literatur dengan mengevaluasi berbagai referensi akademik yang relevan dengan topik ini. Temuan studi menunjukkan bahwa pola asuh yang baik, hubungan emosional antara orang tua dan anak, serta kebiasaan membaca dan menulis di rumah memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan literasi anak. Selain itu, tantangan seperti kurangnya kepedulian terhadap literasi dan tingginya pemakaian perangkat digital dapat diatasi dengan pendekatan keluarga yang aktif, kreatif, dan edukatif. Dengan demikian, kolaborasi antara pendidikan modern dan pengasuhan yang tepat dalam keluarga menjadi kunci untuk menciptakan generasi cerdas, kompetitif, dan berkarakter kuat.
UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN DI PERGURUAN TINGGI Hasan Kusuma Wardhana; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan kesadaran lingkungan di kalangan civitas akademika, khususnya mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan di lingkungan kampus masih rendah, ditandai dengan perilaku seperti membuang sampah sembarangan, merokok di area kampus, dan kurangnya partisipasi dalam menjaga kebersihan. Faktor-faktor yang memengaruhi hal ini meliputi kurangnya pendidikan lingkungan, ketidaktahuan akan dampak negatif dari tindakan tersebut, serta minimnya penegakan peraturan terkait kebersihan. Perguruan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui beberapa strategi, antara lain: (1) mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum, (2) menerapkan konsep Green Campus, (3) memberikan edukasi pengelolaan sampah, (4) berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait, serta (5) memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan. Upaya-upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan.
PERILAKU IMPULSIVE BUYING DI PLATFORM TIKTOK PADA MAHASISWA FISH Hilmi Tazkia; Sujarwo Sujarwo; Nurul Istiqomah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perilaku pembelian impulsif di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui platform TikTok. Di era digital saat ini, TikTok telah berkembang dari sekadar media sosial berbasis video pendek menjadi media e-commerce yang sangat berpengaruh, khususnya bagi generasi Z. Dengan fitur seperti TikTok Shop, live streaming, dan algoritma personalisasi konten, pengguna kerap terpapar promosi produk yang persuasif sehingga memicu pembelian yang tidak direncanakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap mahasiswa FISH UNJ yang aktif menggunakan TikTok dan pernah melakukan pembelian secara impulsif. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat bentuk perilaku impulsif yang dialami responden, yaitu: pure impulsive buying, reminder impulsive buying, suggested impulsive buying, dan planned impulsive buying. Faktor-faktor pemicu perilaku ini meliputi faktor internal seperti emosi, suasana hati, dan kontrol diri, serta faktor eksternal seperti pengaruh sosial, rekomendasi dari influencer, urgensi promosi, dan kemudahan transaksi di dalam aplikasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa fitur dan cara penyajian konten TikTok berperan besar dalam mendorong perilaku impulsif di kalangan mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana platform digital memengaruhi perilaku konsumen muda dan menunjukkan pola konsumsi yang berkembang di era media sosial.
Analisis Pengaruh Kecanduan Game Gacha terhadap Pola Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Anak di Era Digital Rizki Maulana Ardiansyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara anak-anak mengakses hiburan, termasuk melalui game online dengan sistem gacha. Game ini menggunakan mekanisme undian acak yang memicu perilaku adiktif dan konsumtif, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan game gacha dengan pola konsumsi dan pengelolaan keuangan anak. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa kecanduan gacha berkaitan erat dengan pemborosan uang jajan, lemahnya kontrol diri, serta ketidakmampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Mekanisme psikologis seperti variable ratio reinforcement, dopamine release, dan FOMO menjadi pemicu utama perilaku konsumtif. Selain itu, rendahnya literasi keuangan dan kurangnya pengawasan orang tua turut memperparah dampak negatif game gacha. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi literasi keuangan sejak dini, regulasi terhadap desain game, serta pengawasan aktif dari orang tua dan pendidik sebagai upaya mitigasi.
FAKTOR PENYEBAB & KONSEKUENSI CYBERBULLYING PADA PELAJAR DI ERA DIGITAL Sephia Lahma Zuma Kelly; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena cyberbullying di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam era digital yang didominasi oleh interaksi daring. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab serta dampak yang ditimbulkan dari cyberbullying terhadap pelajar. Menggunakan pendekatan studi literatur, data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor penyebab cyberbullying meliputi aspek individu (rendahnya empati dan kontrol diri, gangguan kepribadian), sosial (tekanan teman sebaya, norma permisif terhadap kekerasan verbal), keluarga (minimnya pengawasan orang tua), sekolah (kurangnya kebijakan anti-bullying), serta teknologi (anonimitas dan akses tanpa batas). Konsekuensi dari cyberbullying meliputi gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi, penurunan prestasi akademik, serta dampak sosial dan hukum. Studi ini menekankan pentingnya literasi digital, pendampingan psikologis, dan sinergi antara sekolah, keluarga, serta komunitas dalam mencegah dan menangani cyberbullying secara komprehensif.
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Webtoon "Pupus Putus Sekolah" Karya Kurnia Harta Winata Fa Akhbar; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam webtoon “Pupus Putus Sekolah” karya Kurnia Harta Winata. Dalam era digital, media populer seperti webtoon menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai moral kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap episode-episode terpilih yang dianggap memuat nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa webtoon ini mengandung berbagai nilai pendidikan karakter yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama sesuai dengan rumusan Kemendikbud RI, yaitu nilai pribadi (seperti religius, jujur, dan tanggung jawab), nilai sosial (seperti empati, bersahabat, dan peduli sosial), dan nilai kebangsaan (yang tergambarkan melalui simbol visual seperti batik, kendi, dan produk lokal). Melalui alur cerita, dialog, serta simbol visual, webtoon Pupus Putus Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang dapat memperkuat pendidikan karakter remaja secara kontekstual dan menyenangkan.
Peran Media Sosial Dalam Pembentukan Pandangan Generasi Muda Tentang LGBT Dan Implikasinya Terhadap Moralitas Sosial Vika Maharani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital abad ke-21 telah memengaruhi cara generasi muda berinteraksi dan memaknai isu-isu sosial, termasuk LGBT. Media sosial kini berperan sebagai ruang diskusi yang membentuk kesadaran bersama dan cara pandang baru terhadap keberagaman seksual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji dampak media sosial terhadap konstruksi pemikiran generasi muda tentang LGBT serta implikasinya terhadap moralitas sosial di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi LGBT di media sosial mendorong pergeseran nilai moral dari yang sebelumnya konservatif menjadi lebih terbuka, namun juga menimbulkan ketegangan antara kebebasan berekspresi dan norma sosial-kultural yang masih kuat. Ketegangan ini menciptakan polarisasi, konflik identitas, dan perdebatan publik, sehingga dibutuhkan peran keluarga, pendidikan, dan kebijakan publik dalam memberikan literasi digital dan pendidikan karakter. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan informasi dan pelestarian nilai-nilai moral bangsa di tengah gempuran era digital.
Co-Authors Adhi Irianto Mastur Aisha Fadia Salsabilla Akhiruddin Akhiruddin Alifiana Alifiana Amirah Zahra Muthi Andri Sjahputra Anisa Aprilia Annisa Anastasya Ramadhani Annisa Dieni Lestari ANNY SULASWATTY Ardilla Septiawati Arief Ameir Rahman Setiawan Ariella Ester Sonya Natalia Arita Marini Audrey Afralia Awan Kunadi Ayu Atiyah Kulsum Ayu Hindayani Ayudhia Nur Luthfia Bambang Waluyo Bambang Waluyo Beni Halalludin Budiaman Budiaman Corree Nathalia Tarigan Dara Fitrah Dwi Deana Amelinda Kriswanto Dehya Al fathurizqiyah Dessy Safitri Desy Safitri Dian Alfia Purwandari Dian alfia Purwandari Dwi Retno Untari Edi Iswanto Wiloso Edi Poncolaksito Elsa Suci Ramadhanti Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Ersya Pricyliana Fa Akhbar Fahriyah Fahriyah Fitrotul Laili Fivi Najmushabah Gadis Eka Fitri Sibarani Hanny Astuti Humairoh Hasan Kusuma Wardhana Hendri Laiman Hilmi Tazkia Indira Nazwa Fazrina Ismawi Ismawi Izky Kusumaningrum Jihan Nafilah Khairuna Khairuna Lailati El Fithria Leila Fajrie Auddiena Nuriel Fath Albana Livana PH Livana PH Luh Putu Ratna Sundari Lutfia Hapsari Margono Margono Mariatul Qibtyah Mimi Rosadi Mohamad Firdaus Nasori Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Yakup Musril Zahari Muthia Syafika Haq Nabila Putri Wahiddiyah Nino Rinaldi Novi Indrayati Nuhfil Hanani Nur Baety Zahra Nuraida Rezeki Fadhilah NURUL ISTIQOMAH Nuryatini Nuryatini Nurzengky Ibrahim Nuzuliah Wahyu Berutu Priska Dini Alfita Putri Adinda Raraswati Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizkiantino, Rifky Rizky Nurisriyani Roro Ayu Sri Arimbi Rosihan Asmara Rubiyanto Widodo Haliman Salma Nava Pujiastuti Salman Al Farisi Sarayut Srisombat Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Siti Musyarofah SUGENG HARIANTO Suharta Suharta Sylvia Rozza Taqiyyatus Syakhsiyyah Teuku Beuna Bardant Tomoliyus Tristanti Tristanti Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Vika Maharani Vino Rika Novia Wening Nurul Laily Yoas Raditya Prasti Saputra Yosafat Waruwu Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zahra Ziadhatun Nisa