Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANTUL DAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SLEMAN Fifit Firmadani; Wiwik Wijayanti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.625 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses need assessment dalam pengembangan pegawai dan strategi pengembangan pegawai yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala dinas, kepala sub bagian kepegawaian, dan staf. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pegawai baik di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman tidak terlepas dari peran Badan Kepegawaian Daerah (BKD): (1) proses need assessment dilakukan secara top down dan bottom up, dengan menggunakan tiga analisis yaitu analisis organisasi, analisis tugas, dan analisis individu dan (2) strategi pengembangan pegawai yang dilakukan baik di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman meliputi pendidikan dan pelatihan yang dapat berupa bimbingan teknis, workshop, tugas belajar, dan izin belajar; promosi atau kenaikan pangkat; mutasi atau perpindahan jabatan; dan pembinaan. Kata kunci: need assessment, strategi pengembangan pegawai THE EMPLOYEE DEVELOPMENT STRATEGY OF EDUCATION DEPARTMENT OF BANTUL DISTRICT AND EDUCATION DEPARTMENT OF SLEMAN DISTRICT Abstract This study aims to know the process of need assessment in the employee development and the employee development strategy which was applied in Education Department of Bantul District and Education, Youth, and Sport Department of Sleman District. The study carried out through a qualitative phenomenological approach. The key informants of this study were the head of department, the head of the sub-section of personnel, and the staff. The techniques of data collecting were in-depth interview and document review. The data analysis technique applied was related to Miles Huberman interactive model whose major phases were data collection, data reduction, data display, and conclusion.The results show that the employee development in Education Department of Bantul District and Education, Youth and Sport Department of Sleman District was influenced by Local Employment Agency (BKD): (1) need assessment process is done through top down and bottom up by applying three kinds of analysis, namely organisation analysis, tasks analysis, and individual analysis and (2) employee development strategy done in both Education Office of Bantul District and Education, Youth, and Sport Department of Sleman District includes education and training such as technique guidance (bimtek), workshop, study assignment, study permission, job promotion, job assignment, job transfer, and choaching. Keywords: need assessment, employee development strategy
Strategi implementasi pendidikan berbasis budaya dinas pendidikan dasar Kabupaten Bantul Khafidhatul Khasanah; Wiwik Wijayanti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v5i2.8228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan strategi implementasi pendidikan berbasis budaya Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, dengan pendekatan kualitatif dan jenis fenomenologi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dari Miles Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah, pertama: Konsep pendidikan berbasis budaya adalah seluruh pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan sistem pendidikan nasional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya dan menjadikan kearifan lokal sebagai raw input,  media, sekaligus orientasi pendidikan dalam rangka menggali nilai-nilai luhur budaya yang telah hidup dan tumbuh secara turun temurun untuk diaktualisasikan kembali dalam pendidikan.  Kedua: Strategi implementasi pendidikan berbasis budaya Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul terdiri atas: (a) merumuskan rencana program, (b) melibatkan stakeholders dalam proses penyusunan rencana implementasi, (c) menetapkan rencana strategis dan operasional, (d) menyusun strategi implementasi untuk Tingkat Satuan Pendidikan, (e) melakukan sosialisasi, (f) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan (g) mempersiapkan sarana prasarana untuk menunjang implementasi pendidikan berbasis budaya.Kata kunci: strategi implementasi, pendidikan berbasis budaya IMPLEMENTATION STRATEGY OF CULTURE-BASED EDUCATION IN BANTUL DISTRICT PRIMARY EDUCATION OFFICEAbstractThis study aims to determine the concept and implementation strategy based education culture Bantul District Department of Basic Education, with a qualitative approach and type of phenomenology. The research data was collected by using in-depth interviews and documentation study. Data analysis technique used is the technique of interactive analysis of Miles Huberman, which includes data reduction, data display, conclusion drawing and verification. This study shows two findings. First: The concept of education-based culture is the whole management and delivery of education implemented by the national education system to uphold the noble values of culture and make local wisdom as raw input, media, as well as the orientation of education in order to explore the noble values of the culture that has lived and grown for generations to be rebuild in education. Second: implementation strategy based education culture Basic Education Department Bantul consists of: (a) formulate plans based education programs of culture, (b) involve stakeholders in the process of drafting an implementation plan based education culture, (c) establish strategic and operational plans, (d ) strategize the implementation of culture-based education for the Education Unit, (e) to disseminate culture-based education, (f) increasing the capacity of human resources, and (g) prepare the infrastructure to support the implementation of culture-based education.Keywords: implementation strategy, culture-based education.
Pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah pendidikan menengah negeri Hendrikus Nai; Wiwik Wijayanti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.972 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i2.10182

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah dalam hal pengarahan, pengambilan keputusan, dan pendelegasian wewenang serta pengembangan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles Huberman untuk mendeskripsikan dan menganalisis empat aspek pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah yang dijalankan pada kedua sekolah tersebut. Penelitian ini menghasilkan empat temuan utama. Pertama,pengarahan dan pemberian motivasi oleh kepala sekolah pada umumnya dilakukan pada saat upacara bendera dan rapat bersama dewan guru. Kedua, pengambilan keputusan oleh kepala sekolah dilakukan melalui rapat dewan guru dan karyawan sekolah. Ketiga, Pendelegasian wewenang kepala sekolah menengah negeri di Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel Papua dilakukan secara formal, non formal dan pendelegasian otomatis.. Keempat, program pengembangan sekolah belum dilakukan secara maksimal oleh kepala sekolah.Kata kunci:tugas dan fungsi, kepala sekolah, sekolah menengah negeri THE IMPLEMENTATION OF DUTIES AND FUNCTIONS OF STATE HIGH SCHOOL PRINCIPALSAbstractThe purpose of this study was to determine the school principal implementation of duties and functions: directing done by the principal, the decision made by the principal, the delegation of authority made by the principal, and the development of schools. This was a qualitative study using phenomenology approach.. Data collection technique used observation, interview and document study. Analysis of the data used was an interactive model Miles Huberman to describe and analyze four aspects of leadership that run on two schools. This research results in four major findings. First, guidance and motivation by principals are generally performed at a flag raising ceremony and meeting with the teachers. Second, the decision made by the school’s principal was done through meetings by teachers and school employees. Third, the delegation of authority from school principal in the state high schools in Tanah Merah District Digoel Papua is done formally, non formally and automatically. Fourth, school development has not been done maximally yet by the school’s principal.Keywords: Duties and function, school principal, high school
PERAN KEPALA SEKOLAH DAN PUSTAKAWAN DALAM PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SD MUHAMMADIYAH SAPEN DAN SD NEGERI GIWANGAN Widya Setyaningrum Bagyoastuti; Wiwik Wijayanti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.503 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i1.8199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peran kepala sekolah dalam memberdayakan perpustakaan sekolah dasar, dan (2) peran pustakawan dalam memberdayakan perpustakaan sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menjadikan perpustakaan SD Muhammadiyah Sapen dan SD Negeri Giwangan sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan mengacu pada model interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perpustakaan sekolah dasar dimulai manakala terdapat dukungan kepala sekolah dan hadirnya pustakawan penuh waktu yang profesional. Kepala sekolah berperan sebagai (1) manajer sekolah, (2) pemimpin instruksional, dan (3) agen perubahan. Pustakawan berperan sebagai (1) manajer perpustakaan, (2) ahli informasi dan penggiat literasi informasi, (3) pelaku instruksional, dan (4) kolaborator. Pemberdayaan perpustakaan dapat dilakukan dengan (1) meningkatkan partisipasi warga sekolah dalam pengembangan koleksi pustaka, (2) meningkatkan kolaborasi antara pustakawan dengan guru dalam pembelajaran, dan (3) pengembangan literasi informasi yang terintegrasi ke dalam pembelajaran.
The role of the community in the implementation of one roof school Wiwik Wijayanti
Jurnal Prima Edukasia Vol 8, No 1: January 2020
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v8i1.30134

Abstract

This study aims to describe the role of the community in the implementation of a one-roof school. To discover the role of the community, a multisite qualitative approach was employed by using the constant comparative type in order to explore data in depth. The data validity was obtained by testing the credibility, transferability, dependability, and confirmability. Then the data were analyzed using the comparative constant technique. The results of this study indicate that all policies and decisions made were joint policies and decisions. These were formulated to achieve mutual success through a mechanism known as the conception of total football by emphasizing the synergistic mobilization of forces that lead to one goal, which was improving the quality and suitability of education with the community development.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SDN DI GUGUS III KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN DIY Bayu Purbha Sakti; Wiwik Wijayanti
Jurnal Prima Edukasia Vol 2, No 1: January 2014
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.824 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v2i1.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaknai implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar negeri di Gugus III Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah para guru kelas I, II, dan III. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi serta dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Guru sudah memahami pembelajaran tematik, tetapi masih ada 2 guru yang belum memahaminya. (2) Guru sudah merencana-kan pembelajaran tematik dengan menggunakan silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang memiliki tema, tetapi masih ada 8 guru yang tidak menggunakannya. (3) Metode mengajar yang diterapkan para guru dalam implementasi pembelajaran tematik yaitu metode ceramah, ko-operatif, dan peragaan. (4) Hambatan yang dihadapi adalah: (a) Minimnya pengetahuan orangtua dan siswa. (b) Lingkungan masyarakat yang tidak kondusif. (c) Keterbatasan alat peraga, buku, dan sosial-isasi dinas. d) Minimnya pengetahuan guru. (5) Upaya guru mengatasi hambatan dengan: (a) Menjelaskan pembelajaran tematik kepada orangtua dan memilih media dan metode yang sesuai untuk siswa. (b) Menyelenggarakan bimbingan belajar di lingkungan masyarakat. (c) Mencari informasi di buku, internet, dan seminar supaya guru memiliki inovasi untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran tematik. (d) Berbagi informasi dengan guru tematik yang lain untuk menambah pengetahuan. Kata kunci: pembelajaran tematik, implementasi pembelajaran
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN SPARE PART PT ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA Wiwik Wijayanti; Shinta Riana; Tantriana Puspitasari
Technologic Vol 3, No 2 (2012): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v3i2.45

Abstract

Jurnal ini merupakan hasil rangkuman dari tugas akhir mahasiswa diploma tiga yang berjudul Sistem Informasi Manajemen Persediaan Spare Part PT Isuzu Astra Motor Indonesia. Berdasarkan kebutuhan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (PT IAMI) untuk mendukung pelayanan penjualan dan penyediaan spare part, PT IAMI membutuhkan sistem informasi yang dapat menangani kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam proses penjualan dan penyediaan spare part, terutama dalam pengelolaan purchase order(PO) dan stok spare part. Sistem yang dikembangkan tersebut adalah Sistem Informasi Manajemen Persediaan (SIMP) spare part PT IAMI. SIMP spare part PT Isuzu Astra Motor Indonesia (PT IAMI) merupakan sistem yang menangani pengelolaan PO dan pengelolaan stok spare part pada PT IAMI. SIMP spare part PT IAMI dikembangkan dengan bahasa pemrograman C# dan framework ASP .NET 4.0 serta database Management System (DBMS) yang digunakan adalah Microsoft SQL Server 2008 R2. SIMP spare part menggunakan teori Mike O’ Docherty, Object Oriented Analysis and Design : Understanding System Development with UML 2.0 tahun 2005 sebagai landasan teori dan metodologi iterative sampai pada tahapan testing. Dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah pengguna dalam melakukan pencatatan data-data pengelolaan PO dan stok spare part, memperkecil kesalahan dalam pengisian data, dan mempermudah dalam membuat laporan. Aplikasi ini juga dapat memberikan notifikasi berupa e-mail kepada customer atau user mengenai informasi PO dan stok yang diperlukan.
DATABASE COPY TOOL FOR ASTRA DEALER MANAGEMENT SYSTEM (ADMS) PROJECT PT. ASTRA GRAPHIA INFORMATION TECHNOLOGY Wiwik Wijayanti; Andy Chiarwanto Pranata
Technologic Vol 4, No 2 (2013): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v4i2.51

Abstract

Makalah ini merupakan hasil ekstraksi dari tugas akhir mahasiswa diploma tiga yang bertema Database Copy Tool For Astra Dealer Management System (ADMS) Project PT. Astra Graphia Information Technology[1]. PT. Astra Graphia Information Technology (AGIT) merupakan anak perusahaan dari PT. Astra Graphia Tbk - bagian dari keluarga ASTRA - di bidang teknologi informasi. PT. AGIT banyak mendukung aspek industri Astra dalam pengembangan teknologi informasi dengan menyediakan sumber daya IT berkualitas dan melaksanakan proyek berbasis IT di perusahaan. Salah satu project yang sedang dilaksanakan oleh PT. AGIT adalah Astra Dealer Management System (ADMS) Project, yang merupakan implementasi aplikasi ADMS untuk dealer dari Daihatsu. Aplikasi ini merupakan aplikasi terpusat yang dibuat untuk mengatur seluruh kegiatan transaksi dealer otomotif roda empat. Selama implementasi, setiap dealer membutuhkan basis data baru untuk menampung data master dan transaksi masing-masing. Dalam proses persiapan basis data tersebut, waktu yang dibutuhkan Database Administrator untuk membuat sebuah basis data membutuhkan waktu yang cukup lama, dan sering terjadi kesalahan ketika mamasukkan data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibuat Database Copy Tool for ADMS Project yang merupakan desktop application dan digunakan untuk melakukan migrasi data untuk basis data dealer baru yang akan menggunakan ADMS dengan mengeksekusi package SSIS (SQL Server Integration Services). Data yang akan dimigrasi diambil dari basis data dealer pengguna ADMS yang sudah Go Live, yang kemudian diubah data utama perusahaan dan cabangnya sesuai dengan data dealer yang akan dimasukkan. Aplikasi Database Copy Tool for ADMS Project ini dikembangkan dengan menggunakan tahapan Structured Project Life Cyle menurut Edward Yourdon, bahasa pemrograman .NET dengan Framework 4.0, dan fitur SQL Server Integration Services milik Microsoft SQL Server 2008 R2. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah Database Administrator dalam mengotomatisasi konversi basis data untuk dealer baru yang selama ini menggunakan cara manual melalui Microsoft Excel, mengurangi resiko human error dalam persiapan data, mengurangi effort Data Preparation dalam menyiapkan Master Data untuk dealer baru, dan mengurangi effort Database Administrator (DBA) dalam meng-upload data untuk basis data dealer baru. Aplikasi ini juga dapat mengurangi waktu pengerjaan migrasi data (mulai dari persiapan oleh Data Preparation sampai migrasi data oleh Database Administrator) yang memakan waktu ± 2 hari kerja (16 jam) menjadi ± 5 menit.
INCOMING LOGISTIC INFORMATION SYSTEM PT. KOMATSU MARKETING AND SUPPORT INDONESIA Wiwik Wijayanti; Imam Khamami; Rangga Fadillah
Technologic Vol 4, No 2 (2013): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v4i2.32

Abstract

PT. KMSI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan spare part alat berat Komatsu yang diperjualbelikan di Indonesia. PT.KMSI memiliki banyak Master Parts Distribution Center (MPDC) atau vendor yang tersebar di seluruh dunia. PT.KMSI bekerjasama dengan forwarder dalam bidang logistik pengiriman spare part. Monitoring logistic berguna untuk memantau kedatangan part yang telah dibeli dari vendor ke PT.KMSI. Selain untuk memantau incoming logistic, PT.KMSI menggunakan data pengiriman part sebagai report dan penilaian terhadap kinerja forwader. Selama ini PT.KMSI melakukan monitoring secara manual dan belum adanya integrasi antar bagian di parts department. Dengan semakin bertambahnya data pengiriman, maka semakin sulit dalam melakukan monitoring pengiriman. Untuk mengatasi masalah ini, parts department PT.KMSI membuat sistem informasi incoming logistic dengan tujuan memudahkan dalam monitoring shipment, mengintegrasikan sistem monitoring parts di parts department dan automatisasi report shipment. Sistem ini dibuat menggunakan metode Object Oriented Analysis and Design (OOAD). Metodologi yang digunakan adalah Extreme Programming (XP) dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basisdata Mysql 5.5.8, web server Apache 2.2.17 dan arsitektur yang digunakan adalah client–server. Dengan adanya sistem informasi incoming logistic, karyawan di parts department semakin mudah dalam melihat data shipment dan memudahkan bagian PDC & Logistics dalam membuat report shipment setiap bulan.
The Key Determinants of Social Media Use in Teaching during the Covid-19 Outbreak: Indonesia Case Lia Yuliana; Lantip Diat Prasojo; Wiwik Wijayanti; Widia Murni Wijaya
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 4, No. 2, Dec 2020
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.989 KB) | DOI: 10.22437/irje.v4i2.11265

Abstract

This study aims to provide empirical evidence on how higher education institutions (HEIs) teacher educators use SM in teaching during the Corona Virus Disease (Covid-19) outbreak. Evaluation of the factors that are the key to implementing the use of SM in education during the Covid-19 outbreak is essential. We used a survey aiming to answer the research questions of the study. The study participants are 297 faculty members from all over the Indonesian faculty of education and teacher training. The findings of the study reported that all hypotheses are significant. Facilitating Condition (FC) significantly predicts Perceived Ease of Use (PEU) and Perceived Usefulness (PU). Similarly, PEU is positively related to PU and Intention to Use (IU). PU also significantly determines IU. In addition,  IU is significantly correlated with Actual Use (AU). The highest path coefficient is achieved by the relationship between the FC and PU. PEU and PU are the lowest relationship. Suggestions and recommendations are offered for the betterment of teaching and learning processes during the Covid-19 outbreak.