Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRISE

Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Partisipasi Petani Dalam Program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (Slpht) Padi Hamid Hidayat; Keppi Sukesi; Isromi Kusumawarni
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.186 KB)

Abstract

Keberhasilan program SLPHT sangat ditentukan oleh adanya partisipasi dari petani, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan menikmati hasil. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi, antara lain tingkat pendidikan, luas lahan, status sosial (pendapatan), motivasi mengikuti SLPHT, keberanian menanggung resiko dan intensitas kontak dengan penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk : mendeskripsikan faktor sosial ekonomi petani peserta program SLPHT padi di tempat penelitian, mendeskripsikan tingkat partisipasi petani dalam program SLPHT padi di tempat penelitian, dan menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi petani dalam program SLPHT padi di tempat penelitian. Lokasi ditentukan secara purposive dan responden ditentukan secara sensus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis Chi-Square Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Karakteristik sosial ekonomi responden adalah tingkat pendidikan masih rendah, luas lahan yang diusahakan relatif sedang, status sosial (pendapatan) relatif sedang, motivasi mengikuti SLPHT adalah untuk meningkatkan produksi, keberanian menanggung resiko tergolojng tinggi, dan intensitas kontak dengan penyuluh sedang/jarang dilakukan; 2) Tingkat partisipasi petani dalam program SLPHT padi mencapai 87,19% dan termasuk dalam kategori tinggi; 3) Secara keseluruhan, tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi petani dalam program SLPHT padi. Kata Kunci : faktor sosial ekonomi, partisipasi, SLPHT padi
Dampak Lembaga Keuangan Mikro (Lkm) Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Petani Reza Safitri; Keppi Sukesi; Mufidatul Mila
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.18 KB)

Abstract

Setiap masyarakat hidup dalam bentuk dan dikuasai oleh lembaga-lembaga tertentu. Yang dimaksud lembaga adalah organisasi atau kaidah-kaidah, baik formal maupun informal, yang mengatur perilaku dan tindakan anggota masyarakat. (Mubyarto,1989).Kondisi para petani dan pengusaha pedesaan pada umumnya tidak bisa memenuhi ketentuan-ketentuan Bank Indonesia.Keberadaan keuangan mikro tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan.  Bahkan perhatian dan usaha untuk mengembangkan keuangan mikro terutama didasarkan pada motivasi untuk mempercepat usaha penanggulangan Pembangunan pertanian termasuk pula dengan adanya LKM (Lembaga Keuangan Mikro). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) “Sahabat Tani”.(2).   Mendeskripsikan dampak  LKM “Sahabat Tani” terhadap perubahan sosial ekonomi petani Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah:1).Pelaksanaan kegiatan Simpan Pinjam Lembaga Keuangan Mikro LKM Sahabat Tani desa Bedali yang didirikan pada bulan September 2005 adalah organisasi lembaga keuangan yang didirikan untuk kepentingan petani/anggota dengan kegiatan utama yaitu kegiatan simpan pinjam. 2). Dengan demikian kehidupan sosial petani sebelum menjadi anggota LKM Sahabat Tani di desa Bedali yang terdiri dari nilai/norma, interaksi sosial,  sikap, pengetahuan dan ketrampilan adalah rendah. Setelah menjadi anggota LKM Sahabat Tani perubahan terhadap nilai/norma beradap pada skor 2,55 dengan presentase sebesar 85% dan kategori sedang, interaksi sosial mempunyai skor 2,45 dengan presentase sebesar 81,67% dan kategori sedang, sikap mempunyai skor 2,60 dengan presentse sebesar 86,67% beradap pada kategori sedang, pengetahuan mempunyai skor 2,70 dengan presentase sebesar 90% dan kategori sedang, untuk ketrampilan mempunyai skor 2,50 dengan presentase sebesar 83,33% dan kategori sedang. Perubahan ekonomi didapatkan sebelum menjadi anggota LKM Sahabat Tani indikator rata-rata skor jawaban  dengan presentse sebesar 66,66% dan kategori rendah. Setelah menjadi anggota LKM Sahabat Tani kehidupan ekonomi mempunyai rata-rata skor jawaban 2,57 dengan presentase sebesar 85,33% dan kategori tinggi.   Kata kunci: Dampak,Perubahan Sosial ekonomi, Petani
ANALYSIS THE FACTORS AFFECTING THE ROLE OF COASTAL WOMEN’S IN FOOD SECURITY AND PREVENTING BEACH ABRASION IN INDONESIA Pintakami, Lintar Brillian; Sugiyanto; Sukesi, Keppi; Yuliati, Yayuk
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 24 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2024.024.2.1

Abstract

The aims of this research delve into the identification and analysis of key factors that influence the role of coastal women in ensuring family food security and preventing beach abrasion in Indonesia, from an ecofeminist perspective. Structural equation modeling is used to identify and analyze the influence of factors such as Role Identification (X1), Involvement and Control (X2), Coastal Women Contribution (X3), and the Influence of the Impact of the Adaptation Era (X4) on the Factors that influence the role of coastal women (Y), in food security and preventing beach abrasion in Indonesia. The research results show that coastal women farmers earn 58% more income than men. The role of coastal women in preventing beach abrasion is by 4 social movements, are Pokdarwis, Reforestation, Education, and against mangrove logging. There are 3 factors that influence the role of coastal women in food security and abrasion prevention (Y), involvement and control (X2), the contribution (X3), and the impact of the Adaptation Era (X4), with P values < alpha value (?) 0.05. The implications of this research extend beyond the Indonesian coasts, offering insights into global initiatives aimed at promoting gender equality, sustainable development, and climate change mitigation.