Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN PRAKTIS: PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBASIS BAHAN SEDERHANA DI SD NEGERI 032 BALIKPAPAN UTARA Eka Megawati; Meita Rezki Vegatama; Debora Ariyani; I Ketut Warsa; Junety Monde; Yuniarti; Amirul Mukminin; Adnan Mufti Naufal; Elya Rahmadany; Gabriel Pamasi; Nixie Naiya Althea; Muhammat Rahmat Ilham; Muhammad Aditya Arisma; Cantika; Rahmadani
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6259

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya kebersihan tangan melalui pelatihan praktis pembuatan hand sanitizer alami berbasis bahan sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 032 Balikpapan Utara oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pengolahan Migas sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh peserta, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak ±91 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar kebersihan tangan serta mempraktikkan pembuatan hand sanitizer alami secara mandiri dengan bimbingan tim pelaksana. Produk hand sanitizer yang dihasilkan memiliki karakteristik yang layak untuk penggunaan harian dan aman digunakan. Selain memberikan manfaat edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial mahasiswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan dan sains aplikatif bagi siswa sekolah dasar.
Foreign Tourists' Perception On the Cultural Value and Attraction of Pacu Jalur Festival Sri Chairani; Rahmah Fitriani; Amirul Mukminin; Saiful Anwar Matondang; Devi Pratiwy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7956

Abstract

This study explores foreign tourists’ perceptions of the cultural value and attractions of the Pacu Jalur Festival in Kuantan Singingi, Riau, within the context of global visibility generated by digital virality. Addressing a gap in longitudinal visitor analysis, this research employs a mixed-methods approach combining a qualitative case study with descriptive quantitative analysis. Purposive sampling was applied to select international and non local visitors (N=15) attending the August 2025 festival. Data were collected through structured questionnaires and participatory observation. Quantitative data were processed by using descriptive statistics to measure satisfaction levels, while qualitative insights were synthesized through thematic analysis to capture the nuance of on site experiences. Findings indicate that 86% of travel motivations were driven by viral “aura farming” content on social media, underscoring the conversion power of digital platforms. However, on site experiences significantly exceeded expectations, affirming the festival’s intrinsic appeal. Importantly, digital curiosity was transformed into deeper cultural appreciation as tourists developed an understanding of the tradition’s historical and philosophical values through immersive engagement with local communities. While infrastructural challenges such as limited accommodation and language barriers were identified, these were largely mitigated by strong local social capital, particularly community hospitality and informal homestays. In conclusion, Pacu Jalur Festival’s success as a global phenomenon rests on the synergy between digital media as a catalyst and cultural authenticity as the sustaining core. Positive visitor experiences fostered strong repeat visit intentions and effective Word-of-Mouth (WoM) promotion, highlighting the importance of integrating digital promotion with authentic cultural delivery for sustainable tourism growth.