Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dispersi Padat Irbesartan-Poloxamer 188 Terhadap Tekanan Darah dan Kadar Nitric Oxide (NO) Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi Fifi Harmely; Ellyza Nasrul; Salman Umar; Erizal Zaini; Yufri Aldi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.006 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.5.2.88-93.2018

Abstract

A research on formulation of edible film from basil leaves extract as mouth freshener has been done. The extract of basil leaves were used in various concentrations which are 2.5%, 5% and 7.5%. The products were evaluated for some parameters such as organoleptic, friability, drying shrinkage, pH, thickness, flavonoid contents and respondents preference. The results of evaluation showed that edible filmsfrom basil leaves extract meet requirements as required by Standard Nasional Indonesia (SNI) and have such quality as product in the market. Statistical analysis using Kruskal Wallis test showed that respondents preferred for the F0 formulation in term of their appearance and taste while as mouth freshener, respondents preferred the F3 formulation.
Kajian Pengawasan Peredaran Obat Keras di Sumatera Barat oleh BBPOM di Padang Firdaus Thantawi; Erizal Erizal; Elfi Sahlan Ben
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.874 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.221-227.2021

Abstract

Kemajuan di bidang teknologi dan transportasi menyebabkan produk farmasi dengan cepat menyebar. Tingginya kebutuhan obat keras oleh masyarakat, murahnya harga obat di sarana tidak berwenang, masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan keamanan, kemanfaat dan mutu obat yang disediakan sarana yang berwenang mengakibatkan fenomena tingginya peredaran obat keras di sarana yang tidak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BBPOM di Padang, tingkat keberhasilan penegakan hukum dan tingkat keberhasilan peningkatan kesadaran masyarakat. Penelitian bersifat evaluatif dengan pendekatan triangulasi. Responden kuesioner sejumlah 70 orang yang berasal dari 7 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Responden wawancara terstruktur sejumlah 10 orang yang berasal dari pejabat struktural BBPOM di Padang dan Jayapura. Sebanyak 5 jenis kuesioner divalidasi dengan nilai reliabilitas 0.8427; 0.8507; 0.7493; 0.7399 dan 0.8272. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan peredaran obat keras di TOB sebesar 24%; 45% dan 49%, sedang di swalayan terjadi penurunan sebesar 17%, 17% dan 8%. Penegakan hukum di bidang obat terjadi peningkatan sebesar 33.3%; 70.0% dan penurunan 18.2%. Pemberdayaan konsumen melalui peningkatan pemahaman obat keras (92.9% dan 100.0%). Kesimpulan penelitian ini adalah kinerja BBPOM di Padang telah cukup optimal dengan strategi pengawasan rutin, pemberdayaan konsumen, penegakan hukum dan sinergitas dengan stakeholder terkait
Pembentukan Kokristal Asam Usnat – N-Methyl-DGlucamine dengan Metode Penguapan Pelarut dan Pengaruhnya terhadap Penurunan Interleukin-8 pada Tikus Inflamasi Muthia Fadhila; Salman Umar; Erizal Zaini
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.74 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.23-30.2020

Abstract

Pada penetitian ini pembentukan kokristal asam usnat-N-methyl-D-glucamine bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi asam usnat serta uji efektivitasnya dalam kadar IL-8 pada tikus inflamasi. Kokristal asam usnat–N-methyl-D-glucamine dibuat dengan perbandingan 1:1 ekuimola dengan metode penguapan pelarut menggunakan etanol. Karakterisasi sampel dilakukan dengan difraksi sinar-X, Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Evaluasi kokristal yang dilakukan mencakup uji kelarutan, uji laju disolusi, dan penentuan kadar interleukin-8 (IL-8) pada tikus inflamasi. Uji kelarutan dilakukan menggunakan pelarut air suling bebas CO2 sedangkan uji laju disolusi menggunakan media air suling bebas CO2 0.25% (b/v) sodium lauril sulfat (SLS), kedua larutan uji dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pemeriksaan IL-8 tikus inflamasi menggunakan metode ELISA. Hasil karakterisasi difraksi sinar-X menunjukkan profil difraktogram yang berbeda dari komponen penyusun yang mengindikasikan terbentuknya fase kokristal. Hasil termogram DSC menunjukkan adanya puncak endotermik baru yang berbeda dengan kedua komponen penyusun. Spektrum FT-IR menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang pada spektrum kokristal dibandingkan spektrum asam usnat dan N-methyl-D-glucamine. Analisis SEM menunjukkan perubahan morfologi partikel. Kelarutan dan laju disolusi kokristal meningkat secara signifikan (P<0,05) sebanyak 24 kali dan 23 kali dibandingkan dengan senyawa asam usnat murni. Kokristal dapat menurunkan kadar IL-8 pada tikus inflamasi yang setara dengan aktivitas antiinflamasi asetosal (P<0,05). Disimpulkan bahwa koristal asam usnat - N-methyl-D-glucamine dapat meningkatkan kelarutan, laju disolusi, dan menurunkan kadar IL-8 tikus inflamasi.
Crystal Engineering Approach in Physicochemical Properties Modifications of Phytochemical Dhea Sultana Lutfiyah; Lili Fitriani; Muhammad Taher; Erizal Zaini
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 3 (2022): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1878.126 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.3.353-371

Abstract

Phytochemicals have been used to reduce the risk of diseases and maintain good health and well-being. However, most phytochemicals have a limitation in their physicochemical properties, which can be modified by reforming the shape of the crystals. Therefore, crystal engineering is a promising approach to optimize physicochemical characteristics of the active pharmaceutical ingredients (APIs) in a phytochemical without altering its pharmacological efficacy. Hence, this paper reviews current strategies for the use of crystal engineering to optimize physicochemical properties of phytochemicals, which is followed by the design of the synthesis and characterization of particular phytochemicals, including piperine (PIP), quercetin (QUE), curcumin (CUR), genistein (GEN), and myricetin (MYR). The literature indicates that crystal engineering of multicomponent crystals (MCCs) enhances phytochemical physicochemical properties, including solubility, dissolution rate, stability, and permeability. The MCCs provide a lower lattice energy and noncovalent bonding, which translate into lower melting points and weak intermolecular interactions that generate greater solubility, higher dissolution rate, and better stability of the APIs. Nevertheless, the absence of reported studies of phytochemical crystal engineering leads to a lack of variation in the selection of coformers, methods of preparation, and improvement of physicochemical properties. Therefore, more extensive evaluation of the design and physicochemical characteristics of phytochemicals using MCCs is necessary and manifests the opportunity to enhance the application of phytochemicals in the pharmaceutical industry.
Preparation and Characterization of a Eutectic Mixture of Fenofibric Acid and Nicotinic Acid and Evaluatuion of In Vivo Antihyperlipidemic Activity Deni Anggraini; Hulwa Salsabila; Salman Umar; Yufri Aldi; Erizal Zaini
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 4 (2022): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.036 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.4.514-521

Abstract

Fenofibric Acid (FA) is classified under Biopharmaceutical Classification System (BCS) class II due to its poorly soluble in water and high permeability. The present study aimed to prepare the eutectic mixture of FA with nicotinic acid (NA) and characterize its solid state properties and in vitro dissolution rate, along with its in vivo antihyperlipidemic activity. Solvent drop grinding was the method chosen to prepare the eutectic mixture of FA and NA. Solid-state properties were evaluated using thermal analysis Differential Scanning Calorimetry (DSC), crystallographic analysis Powder X-Ray Diffraction (PXRD), FT-IR spectroscopic analysis, and Scanning Electron Microscopy (SEM). To examine in vivo antihyperlipidemic activity, 16 male Swiss Webster rats were injected with 1% hyperlipidemia-inducing solution, followed by the oral administration of 9.45 mg/kg FA and NA (equivalent to 9.45 mg/kg FA), after which the decrease in cholesterol levels was measured. Two-way ANOVA was used to evaluate the data, followed by Duncan’s multiple range test (95% confidence interval). The results proved that FA formed the eutectic mixture with NA at a molar ratio of 6:4. The eutectic mixture of FA-NA had a better solubility and in vitro dissolution rate compared to intact FA, which also led to notably improved antihyperlipidemic activity.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SERBUK ENZIM BROMELIN DARI BATANG NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR).: ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF BROMELIN ENZYME POWDER FROM Pineapple Stem (ANANAS COMOSUS (L.) MERR). Rose Intan Perma Sari; Salman; Erizal Zaini
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.432

Abstract

Bromelin merupakan unsur pokok dari nanas yang penting dan berguna dalam bidang farmasi dan makanan, untuk mendapatkan enzim bromelin dari buah nanas diperlukan proses isolasi enzim bromelin. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi serbuk enzim bromelin dari batang nanas (Ananas Comosus (L.) Merr). Isolasi enzim bromelin dari batang nanas telah dilakukan dengan menggunakan pelarut dapar fosfat pH 7.0 disentrifugasi pada 3.500 rpm selama 15 menit. Serbuk enzim bromelin diperoleh dengan menggunakan metoda freeze drying dan didapat persentase randemen sebesar 2,032 %. Karakterisasi dari serbuk enzim bromelin terdiri dari pengukuran kosentrasi protein, penentuan aktivitas enzim dan aktivitas spesifik enzim. Pengukuran konsentrasi protein menggunakan metoda Biuret memberikan hasil konsentrasi sebesar 1,66±0,003 mg/ml. Penetuan aktivitas enzim menggunakan metoda Murachi memberikan hasil aktivitas enzim sebesar 43,09±0,01 U/ml dan aktivitas spesifik enzim sebesar 26,02±0,003 U/mg.
Pembentukan dan Karakterisasi Dispersi Padat Kandesartan Sileksetil-HPMC dengan Teknik Solvent Co-Evaporation Adhitya Jessica; Elvita Sari; Revi Yenti; Erizal Zaini
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.71-77.2023

Abstract

Candesartan cilexetil (CC) merupakan agen antihipertensi yang sangat efektif tetapi memiliki kelarutan yang buruk sehingga bioavailabilitasnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan CC terdisolusi melalui pembuatan dispersi padat dengan hidroxypropylmethylcellulose (HPMC). Dispersi padat CC-HPMC dibuat menjadi 3 formula, yaitu 2:1, 1:1 dan 1:2 (b/b) menggunakan metode solvent co-evaporation. CC tunggal, campuran fisik dan dispersi padat yang terbentuk kemudian dikarakterisasi secara fisikokimia dan pengaruh variasi konsentrasi HPMC diselidiki terhadap laju disolusi. Hasil PXRD menunjukkan penurunan intensitas puncak pada dispersi padat. Analisis termal dengan DSC memperlihatkan titik leleh yang lebih rendah pada dispersi padat. Morfologi dispersi padat menggambarkan bentuk yang berbeda dibandingkan dengan CC tunggal dan campuran fisik. Spektrum inframerah menunjukkan sedikit pergeseran pada bilangan gelombang gugus fungsi tetapi tidak terbentuk gugus fungsi baru. Disolusi dispersi padat meningkat secara signifikan, hasil uji disolusi setelah 60 menit masing-masing untuk CC tunggal, campuran fisik, dispersi padat F1, F2, dan F3 adalah 32,46 ± 0,26; 67,76 ± 0,07; 61,22 ± 0,20; 71,74 ± 0,20; dan 78,58 ± 020 (μg/ml). Kesimpulannya, sistem dispersi padat CC-HPMC mampu memodifikasi sifat fisikokimia dan meningkatkan disolusi hingga 2,42 kali CC tunggal. Selain itu, peningkatan konsentrasi HPMC berdampak positif pada peningkatan CC yang terdisolusi.
Pembentukan dan Karakterisasi Multikomponen Kristal Aseklofenak – Asam Suksinat Dengan Metode Solvent Drop Grinding. Adhitya Jessica; Annisa Agustina; Lili Fitriani; Erizal Zaini
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.sup.138-145.2022

Abstract

Aseklofenak merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang mempunyai efek farmakologi utama sebagai antiinflamasi dan analgesik, turunan asam fenil asetat. Namun, aseklofenak memiliki kelarutan yang rendah sehingga mempengaruhi bioavaibilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki laju disolusi aseklofenak melalui pembentukan multikomponen kristal dengan metode pembuatan solvent drop grinding dan asam suksinat sebagai koformer. Multikomponen kristal yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan instrumen Powder X-ray Diffractor (PXRD), Differential Scanning Calorimeter (DSC), Fourier Transform Infrared (FT-IR) spectrometer, dan Scanning Electron Microscope (SEM). Aseklofenak yang terlarut dan terdisolusi ditentukan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi dari multikomponen kristal: penurunan intensitas puncak pada difraktogram, penurunan titik lebur dan nilai entalpi peleburan pada  termogram, pergeseran yang tidak signifikan pada bilangan gelombang spektrum spektroskopi FT-IR, dan habit kristal baru pada hasil SEM. Hasil uji disolusi aseklofenak murni, campuran fisik dan multikomponen kristal aseklofenak-asam suksinat dalam medium dapar fosfat pH 6,8 dengan sodium lauril sulfat 0,1 % pada menit ke-60 secara berturut-turut adalah 8,43 %, 26,60 % dan 34,14 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa multikomponen kristal aseklofenak - asam suksinat yang terbentuk merupakan tipe campuran eutektik dan dapat meningkatkan laju disolusi aseklofenak 4,09 kali dibandingkan aseklofenak murni.
Formulation and evaluation of orally disintegrating film (ODF) containing piperine-succinic acid cocrystal Uswatul Hasanah; Lili Fitriani; Verlia Nisrina Putri; Erizal Zaini
Pharmaciana Vol 13, No 1 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.336 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i1.25286

Abstract

Piperine is a type of alkaloid found in plants of the Piperaceae family, including Piper nigrum and Piper longum, which has numerous pharmacological properties and is being developed as a nutraceutical. However, its poor solubility makes delivering in effective doses for therapeutic purposes challenging. To overcome this limitation, the cocrystals of piperine and succinic acid was prepared, which are more soluble, and then formulated into orally disintegrating films (ODFs) for better delivery. The cocrystals were formed using the slurry method, while the ODFs were made using the solvent-casting method with different concentrations of hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) and polyethylene glycol (PEG) 400. The resulting films were evaluated for various parameters, such as their organoleptic characteristics, weight and thickness uniformity, pH, moisture content, swelling properties, and disintegration time. The results showed that the ODF with 6% HPMC as a film-forming polymer and 0.6% PEG 400 as a plasticizer loaded with 10 mg of piperine in the form of piperine-succinic acid cocrystal was the best formula. This ODF formulation disintegrated in less than one minute and was found to be a good film with uniform content.
PEMBUATAN PRODUK SABUN CAIR DARI ECO-ENZYME DI KELURAHAN ANDALAS KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG Purnawan Pontana Putra; Fatma Sri Wahyuni; Yelly Oktavia Sari; Erizal Erizal; Dachriyanus Dachriyanus; Yufri Aldi; Dedy Almasdy; Salman Salman
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i1.644

Abstract

Eco-Enzyme, a multifunctional liquid produced from a mixture of organic waste such as vegetables, fruits, brown sugar, coconut sugar, corn sugar, sugarcane, and water that has undergone fermentation, has various benefits for the environment and human health. Eco-Enzyme contains beneficial enzymes that accelerate biochemical reactions in the environment. The enzymes found in Eco-Enzyme can be used for various applications, such as organic liquid fertilizer for plants, an additive in detergents, floor cleaners, pesticide residue cleaners, and rust removers. Using Eco-Enzyme as a liquid soap can help reduce soil pollution. Meanwhile, using Eco-Enzyme as a cleaning agent can help reduce the use of hazardous chemicals that damage the environment. This integrated program is carried out in three stages: the first is to socialize the benefits of using Eco-Enzyme, the second is to make Eco-Enzyme, and the third is to make soap from Eco-Enzyme. The production of Eco-Enzyme begins with the collection of organic waste consisting of fruit and vegetable waste, which is then mixed with brown sugar and water and left to ferment for three months. After the Eco-Enzyme product is ready, soap-making uses ingredients such as potassium hydroxide (KOH), coconut oil, cooking oil, distilled water, orange-scented perfume, and Eco-Enzyme. Training on Eco-Enzyme and soap making is conducted in the Andalas Subdistrict, which is welcomed enthusiastically by the local community. This program is expected to serve as a reference for transforming organic waste into more practical and environmentally friendly sustainable products.
Co-Authors -, Salman AA Sudharmawan, AA Adhitya Jessica Agusri Boestari Agustina, Annisa Akmal Djamaan Amri Bakhtiar Annisa Agustina Aprilianti, Hizra Dwi Arif, Zhafira Asiska Permata Dewi Asiska Permata Dewi Asiska Permatadewi Auzal Halim Auzal Halim Azhoma Gumala Azzahra, Cindy Maynia Ben, Elfi Sahlan Dachriyanus Deni Anggraini Deni Noviza Dhea Sultana Lutfiyah Dini Hanifa Dwi Setyawan Ellyza Nasrul Elpa Giovana Zola Elsa Badriyya Elvi Rahma Yulisman Elvita Sari Fadhila, Muthia Fajriani, Aisyah Fatma Sri Wahyuni Fauzi Saputra Fauziah, Gusrina Fifi Harmely Firdaus Thantawi Firdaus, Wahyu Alfath Friardi Ismed Gaesari, Sherly Rahmah Gaesari, Sherly Rahmah Ghiffari, Habibie Deswilyaz Hansen Nasif Haq AH, Ahdi Dinil Hasmiwati Helen Sonita Henny Lucida Hulwa Salsabila Ihsan, Ikhwanul Ima Kurniati Indah Syahrani Irna Kurniati Jessica, Adhitya Kiki Rizky Wirza Kurniati, Irna Lili Fitriani Mai Efdi Maria Dona Octavia Melanny Ika Sulistyowaty Melisa Melisa Melzi Octaviani Mohd Amin, Mohd Cairul Iqbal Muhammad Taher Muthia Fadhila Najmi Hilaliyati Netty Novitasari Nova Syafni Novica Sari Prameswari, Putu Pradnya Mimba Purnawan Pontana Putra Raden Joko Kuncoroningrat Susilo Rahmadasmi, Nola Rahmadevi Rahmi Nofita Rahmi Yosmar Rahmi Yosmar Resva Meinisasti Revila, Gusti Reza Safitri Rifka Naura Rini Agustin Rini Agustin Rizky, Fattihatul Rosaini, Henni Rose Intan Perma Sari Rustini Rustini Rustini Rustini S, Agnes Saafrida Saafrida Saafrida Saafrida Saafrida Salman - Salman Salman Salman Umar Sari, Elvita Sayyidina, Fasqina Simbolon, Clara Alverina Sundani N. Soewandhi Sundani N. Soewandhi, Sundani N. Syofyan Syofyan SYUKRAN HAMDENI Syukriati Chaira Tahta Amrillah Trisfa Augia Try Andy Sahputra Try Andy Sahputra Usman, Hendrizal Uswatul Hasanah Uswatul Hasanah, Uswatul Verlia Nisrina Putri Vike Zulia Putri Vina Oktavia Yelly Oktavia Sari Yeni Novita Sari Yeyet C. Sumirtapura Yufri Aldi Yuliza, Sukma Yuska Noviyanty Zahara Gayo Zidan, Sabry A. H. Zulhadjri Zulhadjri