Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DI PERAIRAN PULAU TEGAL TELUK LAMPUNG Desti Rizki Anggraini; Abdullah Aman Damai; Qadar Hasani
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.642 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v6i2.p719-728

Abstract

Tegal Island is part of Lampung Bay which has potential to be the location of aquaculture. One of kind fish that can be cultivated in these area is the humpback grouper (Cromileptes altivelis). Humpback grouper is the most popular fish species in local and foreign markets that have the highest selling price. The purpose of this study were to know the physical and chemical parameters in Tegal Island waters, to know the suitability of the waters for the humpback grouper cultivation in the waters of Tegal Island. The research was conducted in May 2017. The sampling location was 4 stations. The range of water quality values in Tegal island were water depth (15-25 m), dissolved oxygen (7 – 8 mg/l), brightness (5-10 m), salinity (30-34 ppt), temperature (28 – 32°C ), current velocity (20 – 50 m/s), pH (7,7 – 8,0), nitrate (0,9 – 3,2 mg/l) and phosphate (0,2 – 0,5 mg/l). The results showed that the waters of Tegal Island had appropriate water suitability level (St 3), corresponding marginally (St 1 and St 2) and unsuited (St 4) for the cultivation of humpback grouper.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatu) DI PERAIRAN PULAU TEGAL KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN Glenn Valentino; Abdullah Aman Damai; Herman Yulianto
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.682 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v6i2.p705-712

Abstract

Tiger grouper is a marine aquaculture commodities that has good prospects to be developed. One of the areas that could potentially be used as a place of tiger grouper fish farming is the Tegal Island, Pesawaran. The purpose of this research was to analyze the level of water quality for fish farming tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus). This research was carried out in March-May 2017 descriptive analytic nature by doing the observations on the quality of waters which include physical and chemical parameters. The data that used in this research sourced from primary data about the suitability waters of the island while the secondary data is form in research location maps. There were 4 sampling stations which determined with global positioning system (GPS). The results showed that the water quality which is owned by the island's waters on station 1, 2, 3 and 4 were in the quite appropriate category for the cultivation of tiger grouper.
MODEL DINAMIK PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Dear Mapala Simarmata; Abdullah Aman Damai; Bambang Utoyo Sutiyoso; Teguh Endaryanto; Maulana Muklis; Muhammad Irfan Affandi
Jurnal Belantara Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v6i1.899

Abstract

The rate of population growth has an impact on the carrying capacity of the environment because the need for land is directly proportional to the increase in population growth, so land conversion can occur. The population growth rate of Bandar Lampung City reached 2.70% with a population in 2020 reaching 1,166,066 people and a built-up area of ​​9,920 hectares. The purpose of this study is to build a dynamic model of land resources in Bandar Lampung City by presenting a land suitability map for Bandar Lampung City, making a dynamic system analysis model for land resources and recommending policies for sustainable land resource management in Bandar Lampung City. The tools used are Stella, Acrgis and AHP (Analytical Hierarchy Process) applications. Based on land capability analysis, Bandar Lampung City has sufficient development capability. Based on the results of the AHP, the environmental aspect is a priority aspect in land resource management that supports sustainable development with an eigenvalue of 0.53 and the selection of scenario 1 is to maintain a protected area/limit with an eigenvalue of 0.56. The model is built from three sub-models, namely population sub-model, land use sub-model and economic sub-model. The model is validated by comparing the actual value and the simulated value. Statistical testing was carried out using the t-test with an acceptable deviation limit of 5%. The results of the scenario 1 simulation show that current resource management can still guarantee an increase in the built-up land for the next 20 years of simulation, but this must be followed by the addition of green open space (RTH) results. The need for green space must be met to support the balance with the built area. To maintain protected areas, namely implementing the fulfillment of green open space needs.
Penyuluhan tentang Wisata Berbasis Konservasi di sekitar Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Rara Diantari; Abdullah Aman Damai; Darma Yuliana; Deny Sapto Chondro Utomo
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7232

Abstract

Teluk Kiluan merupakan sebuah teluk dengan potensi wisata bahari. Panorama eksotik dari teluk ini merupakan jalur lintasan lumba-lumba, mulai dari gugusan cengkalik kearah selatan sampai ke cuku kementara. Di perairan teluk Kiluan dapat dijumpai beberapa spesies mamalia laut seperti lumba lumba hidung botol, lumba lumba paruh panjang dan paus pilot sehingga wilayah ini menjadi tempat untuk menikmati kegiatan wisata Dolphin tour. Pengunjung juga dapat melakukan kegiatan wisata memancing, snorkling, diving, wisata pantai, fotografi, berkemah, wisata petualangan, berenang, wisata pendidikan konservasi, wisata alam dan wisata budaya/ atraksi budaya. Teluk Kiluan mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata yang pengelolaannya berbasis masyarakat setempat sejak tahun 2005. Berdasarkan Keputusan Menteri kelautan dan perikanan RI Nomor 49/Kepmen-KP/2019, perairan teluk Kiluan dan sekitarnya telah ditetapkan melalui sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah untuk dikelola sebagai Taman Wisata Perairan. Permasalahan yang ditemukan dalam pengembangan wisata pantai Sebalang salah satunya rendahnya pemahaman pelaku wisata di Pantai Sebalang terkait pengelolaan wisata berbasis konservasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi dan ancaman sumberdaya alam yang tersedia dan pengelolaan wisata berbasis konservasi. Setelah dilaksanakan kegiatan penelitian, pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan berbasis konservasi meningkat dari 29% menjadi 90%
INTENSIFIKASI BUDIDAYA IKAN LELE PADA POKDAKAN MINA SUKA MAJU DI KECAMATAN PEKALONGAN,LAMPUNG TIMUR Supono Supono; Abdullah Aman Damai
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6769

Abstract

Desa Siraman merupakan salah satu desa yang terletak di Kec. Pekalongan, Kab. Lampung Timur. Desa Siraman memiliki Kelompok Pembudidaya Ikan yang berjumlah 12 kelompok. Salah satu diantaranya terletak di Dusun II yang memiliki nama Kelompok Budidaya Ikan “Mina Suka Maju”. Permasalahan yang dihadapi mitra Pokdakan Mina Suka Maju Desa Siraman Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur berdasarkan focus group discussion yang dilakukan Tim Pelaksana adalah rendahnya pendapatan yang diperoleh jika dibandingkan dengan biaya produksi dan resiko yang harus dihadapi pembudidaya ikan. Berdasarkan permasalahan yang muncul pada kelompok pembudidaya ikan Mina Suka Maju, tim pengusul menawarkan penerapan teknologi budidaya ikan dengan sistem Biofloc.  Metode pengabdian meliputi: survei untuk mengidentifikasi tempat dan keadaan masyarakat sasaran serta mengadakan focus group discussion (FGD).  Tahap berikutnya adalah penyuluhan dengan metode sharing dan contoh kasus (casestudy), pelatihan,dan simulasi paket teknologi biofloc. Monitoring dan evaluasi guna menilai keberhasilan program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan secara berkala terhadap kinerja tim dan keberhasilan program. Kegiatan yang telah dilakukan tim pelaksana Pengabdian kepadaMasyarakat ini  antara lain penyuluhan, pembuatan kolam ikan yang dilengkapi dengan plastik dasar kolam dan blower, penebaran benih, pendederan, dan pembesaran ikan lele dengan sistem intensif.  Setelah menerapkan budidaya dengan sistem intensif, produktivitas kolam bisa dinaikkan, dari 250 kg/kolam menjadi 450 kg per kolam.
Diseminasi Teknologi Budidaya Padi Sawah dengan Metode Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Kelompok Tani Mekar Jaya 1, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat Purba Sanjaya; Kus Hendarto; Abdullah Aman Damai; Yuniar Aviati Syarief; Erwanto Erwanto; Dian Rahmalia; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5793

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan tanaman padi sawah di Provinsi Lampung adalah masih rendahnya produktivitas dan produksi di tingkat petani jika dibandingkan dengan potensi genetik dari varietas padi sawah yang ditanam. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu teknologi budidaya padi sawah yang dapat dilakukan yaitu harus memasukkan input jumlah pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan cara aplikasi yang tepat, serta dipadupadankan dengan teknologi pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT-Padi Sawah). Dalam pengembangannya, untuk memecahkan masalah usahatani di wilayah  tertentu, PTT tidak menggunakan pendekatan paket teknologi, melainkan dengan pendekatan penerapan teknologi yang bersifat spesifik lokasi. Tujuan utama penerapan PTT adalah untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan di sentra produksi padi sawah Kabupaten Pesisir Barat, yaitu  Kecamatan Ngambur. Kegiatan pengabdian terkait Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu pada padi sawah meningkatkan pengetahuan petani tentang teknik budidaya padi  dari sebelumnya 27,5 % menjadi 78,9 % yang berarti bahwa kegiatan pengabdian membawa perubahan yang sangat baik terhadap pengetahuan petani. Berdasarkan analisis lokasi pengabdian, dibutuhkan paket teknologi spesifik lokasi untuk daerah Kecamata Ngambur dengan berpedoman dengan sistem pengelolaan tanaman terpadu (PTT) serta memperhatikan jadwal tanam yang tepat.
Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran Untuk Mendukung Program Program Kemandirian Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kuswanta Futas Hidayat; Irwan Sukri Banuwa; Kus Hendarto; Abdullah Aman Damai; Purba Sanjaya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5794

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan dan mempraktekkan teknik budidaya sayur-sayuran baik dalam polybag dan lahan pekarangan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung. Sosialisasi dan praktek ini diharapkan dapat dipraktekkan di dalam lapas untuk mendukung program kemandirian pangan serta diaplikasikan ketika warga binaan keluar lembaga pemasyarakatan.  Kegiatan pengabdian akan dimulai dengan penjelasan penjelasan terkait teknik budidaya sayuran didalam ruangan dan dilanjutkan dengan praktek langsung di wilayah pekarangan lapas yang masih kosong.  Materi yang akan diajarkan dan sekaligus dipraktekan di lokasi pengabdian antara lain penyiapan bahan tanam (menyiapkan, mengecambahkan benih dan menyiapkan bibit), menyipakan lahan baik dengan olah tanah langsng dan dengan menggunakan polybag, menanam, mengajir, membumbun, mengendalikan hama dan penyakit tanaman, irigasi, panen hingga pasca panen. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang teknik budidaya sayuran, pengetahuan warga binaan menigkat dari yang sebelumnya hanya sebesar 28,09 % meningkat menjadi sebesar 85,4 %. Hal ini berarti bahwa kegiatan pengabdian membawa perubahan yang sangat baik terhadap pengetahuan warga binaan. Peningkatan Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill warga binaan untuk menghasilkan sayuran sendiri dalam lapas dan sebagai bekal mereka ketika sudah keluar dari lembaga kemasyarakatan.
DISEMINASI PATEN SEDERHANA “METODE PEMUPUKAN N, P, DAN K UNTUK PADI SAWAH” DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN SISTEM PENGELOLAAN TANAMAN SECARA TERPADU DI GAPOKTAN SIDO MAJU KECAMATAN TANJUNG SARI Kuswanta Futas Hidayat; Kushendarto Kushendarto; Yuyun Fitriana; Solikhin Solikhin; Abdullah Aman Damai; Ari Kusuma Basri; Prima Ardiansyah; Purba Sanjaya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6355

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan tanaman padi sawah di Provinsi Lampung adalah masih rendahnya produktivitas dan produksi di tingkat petani jika dibandingkan dengan potensi genetik dari varietas padi sawah yang ditanam. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu teknologi budidaya padi sawah yang dapat dilakukan yaitu harus memasukkan input jumlah pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan cara aplikasi yang tepat, serta dipadupadankan dengan teknologi pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT-Padi Sawah). Dalam pengembangannya, untuk memecahkan masalah usahatani di wilayah tertentu, PTT tidak menggunakan pendekatan paket teknologi, melainkan dengan pendekatan penerapan teknologi yang bersifat spesifik lokasi. Tujuan utama penerapan PTT adalah untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk mendiseminasikan paten sederhana yang telah diperoleh Fakultas Pertanian terkait dengan metode Pemupukan N, P, dan K untuk padi sawah dengan sistem pengelolaan tanaman secara terpadu. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan di sentra produksi padi sawah Kabupaten Lampung Selatan, yaitu Kecamatan Tanjung Sari. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan pengetahuan petani tentang teknik budidaya padi meningkat dari kategori sedang (51,24 %) menjadi kategori Tinggi dengan skor nilai sebesar 82,3 % setelah pelaksanaan. Selain itu teknik budidaya padi yang tepat diterapkan di Kecamatan Tanjung Sari membutuhkan paket teknologi spesifik lokasi dengan berpedoman dengan sistem pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dengan mengutamakan penggunaan  pupuk organik padat
Karakteristik, Warna, Dan Ukuran Mikroplastik Yang Ditemukan Pada Air Dan Kerang Hijau Di Pulau Pasaran, Lampung Romaskila, Ulfanida; Widiastuti, Endang Linirin; Susanto, Gregorius Nugroho; Damai, Abdullah Aman; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna
Journal of Tropical Marine Science Vol 6 No 2 (2023): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v6i2.4236

Abstract

Plastic waste will be degraded into microplastic which has a size of ≤ 5 mm. These microplastic particles change in size and color due to various natural processes that occur in the environment. The purpose of this study was to determine the shape, color and size characteristics of microplastics found around Pasaran Island. Sampling was carried out by taking microplastic samples in water and green mussels around Pasaran Island. Based on the research results, microplastic fragments, films, fibers, granules and foam were found. Microplastic colors consist of black, blue, green, yellow, red, clear, and white. Microplastic fragments, films and fibers were found in the <50µm to 1000 - 5000 µm size group. Granular microplastic types were found in the <50 µm to 100 - 500 µm size group and foam types were found in the <50 µm to 500 - 1000 µm size group.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Tempat Wisata Pantai Berbasis Webgis Di Kabupaten Lampung Selatan Zusan, Ulfah Atikah; Mayaguezz, Henky; Damai, Abdullah Aman; Effendi, Nur; Darmawan, Arief; Febryano, Indra Gumay
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.4952

Abstract

In beach tourism development, the decision-making process via the web is a valuable tool that can provide several alternatives for decision-making planners in beach tourism development. The aim of this research is to develop the implementation of a decision support system for selecting WebGIS-based beach tourist attractions in South Lampung Regency. This research is research with the concept of Research and Development, the data used in this research is primary data obtained from field observations and secondary data obtained from the government. Data was obtained through observation and documentation studies from 30 beaches in South Lampung Regency, then processed using the Simple Additive Weighting method. The research results show that bio-physical and managerial factors are the factors that have the most influence on the results of this weighting and are the most dominant supporting alternatives for selecting beach tourist attractions in South Lampung Regency. The recommended beach tourism in South Lampung based on the highest weighting value is Pasir Putih Beach which is the highest ranked, followed by Tapak Kera Beach. Supporting factors such as bio-physical factors, socio-economic factors and managerial factors can be used as primary considerations for beach tourism managers and local governments should continue to develop and innovate in using Simple Addivite Weigting, because the method is much more practical and effective in determining object recommendations beach tourism for tourists.
Co-Authors Afrianti, Nur Afni Ardiansyah, Prima Ari Kusuma Basri Ariani, Yudithia Wirda Arief Darmawan Asbi, Adnin Musadri Astuti, Muthia Yuli Aviati S., Yuniar Azila, Mutia Azzuhdy, Afifah Nissa Bambang Utoyo Sutiyoso Banowati, Nurmaya Tri Basri, Ari Kusuma Berta Putri Boy Apriliawan Caesario, Rachmad Damayanti, Inggar Darma Yuliana David Julian Dear Mapala Simarmata Delis, Putu Chintia Delis, Putu Cinthia Deny Sapto Chondro Utomo Desti Rizki Anggraini Dewi, Niken Puspita Dharmawati, Verli Edison Efendi, Edi Endro Prasetyo Wahono Erdi Suroso Erna Rochana Erwanto Febriani, Sefia Fredy Kurniawan Glenn Valentino Hartoyo Hartoyo Herman Yulianto Herman Yulianto Indra Gumay Febryano Indra Gumay Yudha Indra Gumay Yudha Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Juliasih, Ni Luh Gede Ratna KARTINI, Nidya Kaskoyo, Hari Kus Hendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto, Kushendarto Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat M Aldhy Nur Pradana Maloring, Darius Sesario Maulana Muklis Maya Riantini, Maya Mayaguezz, Henky Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Irfan Affandi Muhammad Reza Nikky Astiastari Novita Tresiana Nuning Nurcahyani NUR EFENDI Nur Effendi, Nur Octavia, Nia Penmau, Defrilasio Eldes Pratiwi, Leoni Dian Pribadie, Aldi Indra Prima Ardiansyah Putriani, Rizha Bery Qadar Hasani Qadar Hasani Rahayu, Risma Warni Rahmalia, Dian Rahmasari, Ayu Rara Diantari Ristiawati, Risa Riyoma, Arico Romaskila, Ulfanida Saleh, Yuliana Sanjaya, Purba Santosa, Winarto Sitanggang, Rostuti Lusiwati Siyadah, Fatihatus Slamet Budi Yuwono Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Suparmono Suparmono Suparmono Suparmono Supono Supono Supono Supono Susanto, G. Nugroho Susanto, Gregorius Nugroho Taufiqurahman, Wahyu Teguh Endaryanto Widiastuti, Endang Linirin Widyasmoro, Doni Yuliana, Darma Yuyun Fitriana Zainal Abidin Zusan, Ulfah Atikah