Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Value Clarification Technique Terhadap Nilai Toleransi dan Cinta Damai dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Fitri, Fitri; Suprapto, Wasis; Rosdianto, Haris
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School VOL 7 NO 1 APRIL 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v7i1.4917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak model VCT pada peningkatan nilai toleransi dan nilai cinta damai dalam pembelajaran Pkn di kelas V SDN 71 Singkawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, dilaksanakan di SDN 71 Singkawang dengan sampel siswa kelas VA dan VB. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan angket nilai toleransi dan cinta damai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model VCT secara signifikan meningkatkan nilai toleransi dengan Thitung sebesar 2.165 lebih besar dari Ttabel dengan nilai 2.045 dan cinta damai dengan Thitung sebesar 5.734, lebih besar dari Ttabel dengan nilai 2.045 pada siswa kelas lima. Selain itu, analisis effect size menunjukkan peningkatan yang sedang pada nilai toleransi (0.73) dan peningkatan yang tinggi pada nilai cinta damai (1.94) setelah penerapan model VCT.
TRADISI MEMAOS SEBAGAI MEDIA EDUKATIF UNTUK MEMBANGUN JIWA RELIGIUS GENERASI MUDA Kariadi, Dodik; Suprapto, Wasis
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.47 KB) | DOI: 10.30762/ed.v2i1.560

Abstract

Abstract: Every tradition in Indonesia has values, especially the religious value. Similarly, the Sasak their known as people who ethnically diverse have variety traditions which can be used for educational purposes it will be very useful to preserve and transferring good things and religious values to the younger generations. For example, the tradition of Memaos or read the manuscript of such palm leaves can be done by several people in Lombok. See that Sasak is the majority of Moslem, Memaos tradition or palm leaves reading is done on certain occasions, usually in the great days of Moslem. This paper aims to describe how the historical background of Memaos tradition in Lombok Sasak ethnic. How are the aspects of religious education in the Memaos tradition in Lombok Sasak ethnic, especially when it is used as a tool to pass on religious values to the younger generation? Those are some of the problems outlined in this paper. And the results show that Memaos appeared with the arrival of the Moslemic religion Lombok island and Memaos is able to be an instrumental in beguethed religious values as the actualization media of appreciation the values of Moslem Abstrak: Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan sebuah daya tarik tersendiri yang membedakannya dengan negara lain. Hal ini merupakan warisan turun temurun dari para leluhur yang memiliki begitu banyak nilai-nilai di dalamnya. Keragaman budaya yang ada di Indonesia telah melahirkan pula keragaman wujud-wujud kebudayaan. Diantaranya adalah adat istiadat, upacara-upacara adat dan juga tradisi yang masih tetap dilestarikan oleh etnik-etnik di Indonesia. Setiap tradisi di Indonesia memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, terutama nilai religius. Demikian pula dengan masyarakat sasak yang dikenal sebagai masyarakat yang dari segi etnis yang cukup beragam memiliki beraneka ragam tradisi yang bila dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan maka akan sangat berguna untuk dijadikan sebagai alat untuk melestarikan serta mentransper hal-hal baik maupun nilai religius kepada generasi muda. Sebagai contoh yakni tradisi memaos atau membaca naskah lontar yang bisa dilakukan oleh beberapa orang pada suku sasak Lombok. Mengingat suku sasak mayoritas beragama Islam maka tradisi Memaos atau membaca lontar ini dilakukan pada acara-acara tertentu, biasanya pada hari-hari besar Islam. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah latar belakang munculnya tradisi Memaos pada suku Sasak Lombok? Bagaimana aspek pendidikan religius pada tradisi Memaos pada masyarakat suku Sasak Lombok, terutama ketika ia digunakan sebagai alat untuk mewariskan nilai religius bagi generasi muda? Itulah beberapa persoalan yang coba diuraikan dalam tulisan ini. Dan hasilnya menunjukkan bahwa memaos muncul seiring dengan masuknya agama Islam di pulau Lombok dan Memaos mampu menjadi instrument dalam mewariskan nilai-nilai religius serta sebagai media aktualisasi penghayatan nilai-nilai keislaman.
PERAN GURU DALAM MENGATASI PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA KELAS V SDN 82 SINGKAWANG Deva Aprilia; Wasis Suprapto; Dewi Mariana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15863

Abstract

This research was conducted with the discovery of problems at SDN 82 Singkawang, namely there are still students who violate the rules. This research aims to: 1) Knowing the types of violations of the rules of the VA class students at SDN 82 Singkawang; 2) Describe the factors that cause violations of the VA class discipline at SDN 82 Singkawang; 3) Describe the role of teachers in overcoming violations of the VA class discipline at SDN 82 Singkawang. This research design is qualitative research with a type of case study research. The informants in this study were the fifth grade teacher, 5 fifth grade students, and the principal of SDN 82 Singkawang in the 2023/2024 school year. This research was obtained through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and data conclusion.. The results showed 1) The types of rule violations that occurred were students not doing homework, being late, not wearing complete uniforms, and speaking harshly. 2) Factors that cause violation of the rules are lack of desire to comply with the rules, friends and teachers. 3) The role of the teacher as a mentor has been carried out well but the teacher is still lacking in inviting students to discipline in worship. The role of the teacher as a teacher educator is still less assertive in giving punishment. The role of the teacher as a motivator is still lacking in providing rewards. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan ditemukannya permasalahan di SDN 82 Singkawang yaitu masih terdapat siswa yang melanggar tata tertib. Penelitian ini bertujuan : 1) Mengetahui jenis pelanggaran tata tertib siswa kelas VA di SDN 82 Singkawang; 2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran tata tertib siswa kelas VA di SDN 82 Singkawang; 3) Mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi pelanggaran tata tertib siswa kelas VA di SDN 82 Singkawang. Desain penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah wali kelas V, 5 orang siswa kelas V, dan kepala sekolah SDN 82 Singkawang tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini didapat melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan 1) Jenis pelanggaran tata tertib yang terjadi adalah siswa tidak mengerjakan PR, terlambat, tidak menggunakan seragam lengkap, serta berbicara kasar. 2) Faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran tata tertib yaitu kurangnya keinginan untuk mematuhi tata tertib, teman dan guru. 3) Peran guru sebagai pembimbing sudah dilaksanakan dengan baik namun guru masih kurang dalam mengajak peserta didik disiplin dalam beribadah. Peran guru sebagai pendidik guru masih kurang tegas dalam memberikan hukuman. Peran guru sebagai motivator masih kurang dalam memberikan reward.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 8 SINGKAWANG Sonia, Sonia; Basith, Abd.; Suprapto, Wasis
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i3.4751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat efikasi diri siswa kelas IV SD Negeri 8 Singkawang; 2) mendeskripsikan tingkat hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang, 3) mengetahui terdapat atau tidak hubungan antara efikasi diri dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional atau hubungan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri 8 Singkawang dengan jumlah siswa 31 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik komunikasi tidak langsung yaitu skala, dengan instrumen penelitian lembar skala efikasi diri dan dokumentasi. Skala efikasi diri berjumlah 25 pernyataan dengan pilihan jawaban ya dan tidak serta dokumentasi hasil belajar menggunakan nilai rapor mata pelajaran IPS kelas IV. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri siswa berada pada kriteria tinggi (62%), dan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kriteria tinggi (72%). Efikasi diri tidak memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS (r = 0,093, p < 0,05) artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa jika efikasi diri siswa tinggi atau rendah maka tidak ada hubungan dengan kenaikan atau penurunan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS.
Peranan Program Sekolah Ramah Anak dalam Mewujudkan Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah Dasar Salsabila, Siti; Suprapto, Wasis; Liliyanti, Liliyanti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.7160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan peranan program Sekolah Ramah Anak dalam mewujudkan pendidikan anti kekerasan di SD Negeri 54 Singkawang; 2) mendeskripsikan strategi dalam pelaksanaan program Sekolah Ramah Anak untuk mewujudkan pendidikan anti kekerasan di SD Negeri 54 Singkawang; 3) mendeskripsikan dampak dalam pelaksanaan program Sekolah Ramah Anak dalam mewujudkan pendidikan anti kekerasan di SD Negeri 54 Singkawang. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peranan program Sekolah Ramah Anak dalam mewujudkan pendidikan anti kekerasan di SD Negeri 54 telah ada, dapat terlihat dari adanya banner dan poster terkait program tersebut, membentuk tim TPPK, serta terdapat banyak kegiatan; (2) strategi yang pertama dilakukan oleh sekolah pertama sosialisasi, kedua pemenuhan indikator komponen Sekolah Ramah Anak, ketiga melakukan monitoring dan evaluasi; (3) Berdampak baik, membuat siswa menjadi senang saat berada di sekolah, memiliki toleransi dan kebersamaan yang tinggi walaupun dengan keberagaman yang ada, dapat menunjang tim TPPK dalam mencegah terjadinya pembulian atau kekerasan lainnya, menjalin kerjasama bersama orangtua siswa atau paguyuban, kelas menyenangkan yang membuat siswa nyaman dan terdapat pojok baca.
LEBARAN: AS MOMENTUM FOR STRENGTHEN INTER-ETHNIC HARMONY IN SEMPURNA VILLAGE Suprapto, Wasis; Sania, Sania; kariadi, dodik; Marhayani, Dina Anika
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i3.2253

Abstract

This article aims to examine three things, namely (1) the social life of the community in Sempurna Village, (2) a series of Eid traditions in Sempurna Village, and (3) the contribution of Eid traditions to strengthening harmony between ethnic groups in Sempurna Village. This article is studied using a descriptive research type. The subject of the research is the community in Sempurna Village. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that: (1) The name of the village is taken from the name of the palm oil company in the village, namely Sempurna. This village was officially established on May 31, 2001. Demographically, the Perfect Village has four different ethnic groups, namely Malay at 70%, Javanese at 15%, Sundanese at 10%, and Sasak at 5%. (2) Sempurna Village has traditions before Eid al-Fitr such as Paying Zakat Fitrah, Torch Parade, Takbiran, and Betandang. (3) The series of Eid traditions in Sempurna Village can actually strengthen integration between ethnic groups in the village
Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SDN 27 Kartiasa Susanti, Dewi; Suprapto, Wasis; Setyowati, Rini
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v6i3.1853

Abstract

Penelitian bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan tingkat penggunaan gadget siswa kelas V di SDN 27 Kartiasa; 2) untuk mendeskripsikan tingkat hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS V di SDN 27 Kartiasa; 3) untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas V di SDN 27 Kartiasa. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Ex-postfacto. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 27 Kartiasa dengan jumlah siswa 32 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik komunikasi tidak langsung yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunan gadget siswa berada pada kriteria cukup (58%), dan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kriteria tinggi (74%). Persamaan regresi Y = 74,6592 +(-0,018X) dan 0,005 < 4,171 (Fhitung < Ftabel) tidak berpengaruh, 0,943 > 0,05 (Jika sig > 0,05) tidak berpengaruh, maka dari itu penggunaan gadget tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 27 Kartiasa. Kesimpulan bahwa jika penggunaan gadget siswa tinggi maka tidak ada pengaruh dengan kenaikan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS.
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 17 SINGKAWANG Mariana, Mariana; Suprapto, Wasis; Suwanto, Insan
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 3: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i3.57766

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Perhatian Orang Tua dengan Minat Belajar siswa kelas V SDN 17 Singkawang. Penelitian ini dilakukan di SDN 17 Singkawang. Jenis penelitiannya yaitu korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 26 orang siswa dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi pearson product moment. Instrument yang digunakan berupa lembar angket perhatian orang tua dengan lembar angket minat belajar siswa.  Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa: (1) Perhatian orang tua diperoleh data berupa hasil skor angket dari kelas V bahwa perhatian orang tua siswa dengan mendapatkan rata-rata nilai keseluruhan yaitu 67,69; (2) Secara keseluruhan minat belajar di kelas V SDN 17 Singkawang tergolong tinggi dengan rata-rata nilai keseluruhan 65,76; (3) Terdapat hubungan perhatian orang tua dengan minat belajar dengan hasil perhitungan data siswa kelas VB mengenai perhatian orang tua dan minat belajar diketahui thitung = 1,099 dan ttabel = 2,045  diperoleh thitung < ttabel = 1,099<2,045 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Nilai-Nilai Tradisi Tepung Tawar Sebagai Sumber Belajar IPS Di SD Melin, Melin; Suprapto, Wasis; Mulyani, Sri
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i3.4545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan proses pelaksanaan Tradisi Tepung Tawar pada masyarakat Melayu di Desa Mentibar Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas; 2) untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat dalam Tradisi Tepung Tawar untuk dijadikan sebagai sumber belajar IPS di SD; 3) untuk mendeskripsikan pemanfaatan nilai-nilai dalam Tradisi Tepung Tawar sebagai sumber belajar IPS di SD. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mentibar Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas dan di SDN 8 Mentibar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pelaksanaan Tradisi Tepung Tawar di Desa Mentibar ada 2 (dua) tahap, yakni pelaksanaan awal dan pelaksanaan inti. Pelaksanaan awal disebut Pappas bidan dengan serangkaian acara: mandi dengan air tolak bala, turun tanah, be urut, bepappas, dan doa . Sedangkan pelaksanaan inti berisikan acara Tradisi Tepung Tawar, yang mana dengan serangkaian acara : dzikir nazam/ salai, gunting rambut, bepappas dan doa selamat. 2) ada 7 nilai-nilai yang ada dalam Tradisi Tepung Tawar: nilai syukur, nilai agama, nilai sosial, nilai silaturahmi, nilai gotong royong, nilai kebersamaan, dan nilai pelestarian budaya. 3) Pemanfaatan nilai-nilai dalam Tradisi Tepung Tawar sebagai sumber belajar IPS di SD, dapat di implemetasikan pada mata pelajaran IPS KD 3.2 dan KD 4.2 serta 3.3 dan KD 4.3 dalam silabus dan RPP kelas V semester kedua.
TRADISI MEMAOS SEBAGAI MEDIA EDUKATIF UNTUK MEMBANGUN JIWA RELIGIUS GENERASI MUDA Kariadi, Dodik; Suprapto, Wasis
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ed.v2i1.560

Abstract

Abstract: Every tradition in Indonesia has values, especially the religious value. Similarly, the Sasak their known as people who ethnically diverse have variety traditions which can be used for educational purposes it will be very useful to preserve and transferring good things and religious values to the younger generations. For example, the tradition of Memaos or read the manuscript of such palm leaves can be done by several people in Lombok. See that Sasak is the majority of Moslem, Memaos tradition or palm leaves reading is done on certain occasions, usually in the great days of Moslem. This paper aims to describe how the historical background of Memaos tradition in Lombok Sasak ethnic. How are the aspects of religious education in the Memaos tradition in Lombok Sasak ethnic, especially when it is used as a tool to pass on religious values to the younger generation? Those are some of the problems outlined in this paper. And the results show that Memaos appeared with the arrival of the Moslemic religion Lombok island and Memaos is able to be an instrumental in beguethed religious values as the actualization media of appreciation the values of Moslem Abstrak: Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan sebuah daya tarik tersendiri yang membedakannya dengan negara lain. Hal ini merupakan warisan turun temurun dari para leluhur yang memiliki begitu banyak nilai-nilai di dalamnya. Keragaman budaya yang ada di Indonesia telah melahirkan pula keragaman wujud-wujud kebudayaan. Diantaranya adalah adat istiadat, upacara-upacara adat dan juga tradisi yang masih tetap dilestarikan oleh etnik-etnik di Indonesia. Setiap tradisi di Indonesia memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, terutama nilai religius. Demikian pula dengan masyarakat sasak yang dikenal sebagai masyarakat yang dari segi etnis yang cukup beragam memiliki beraneka ragam tradisi yang bila dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan maka akan sangat berguna untuk dijadikan sebagai alat untuk melestarikan serta mentransper hal-hal baik maupun nilai religius kepada generasi muda. Sebagai contoh yakni tradisi memaos atau membaca naskah lontar yang bisa dilakukan oleh beberapa orang pada suku sasak Lombok. Mengingat suku sasak mayoritas beragama Islam maka tradisi Memaos atau membaca lontar ini dilakukan pada acara-acara tertentu, biasanya pada hari-hari besar Islam. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah latar belakang munculnya tradisi Memaos pada suku Sasak Lombok? Bagaimana aspek pendidikan religius pada tradisi Memaos pada masyarakat suku Sasak Lombok, terutama ketika ia digunakan sebagai alat untuk mewariskan nilai religius bagi generasi muda? Itulah beberapa persoalan yang coba diuraikan dalam tulisan ini. Dan hasilnya menunjukkan bahwa memaos muncul seiring dengan masuknya agama Islam di pulau Lombok dan Memaos mampu menjadi instrument dalam mewariskan nilai-nilai religius serta sebagai media aktualisasi penghayatan nilai-nilai keislaman.