Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Demensia Alzheimer pada Lansia Nadhifa, Farin; Ramadhian, Muhammad Ricky; Nareswari, Shinta
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1355

Abstract

Alzheimer’s dementia in the elderly is a health problem that affects the quality of life of patients and their families. This study aims to explore the risk factors, prevention, and management of Alzheimer's Dementia in the elderly, focusing on the use of information technology for early detection, and the impact of physical activity as a preventive strategy. This research utilizes a literature review method by analyzing previous studies related to Alzheimer's dementia in the elderly. The analysis includes risk factors for dementia, prevention through physical activity, and the role of information technology in early detection and disease management. The results of the literature review indicate that the risk factors for Alzheimer's dementia in the elderly include age, genetics, and lifestyle. The study also shows that physical activity has a positive effect in reducing the risk of dementia. Moreover, information technology has significant potential in aiding early detection and disease management, allowing for more timely and effective intervention. Alzheimer’s dementia in the elderly requires a comprehensive approach involving early detection, prevention, and disease management. Physical activity and the use of information technology play vital roles in preventive and therapeutic strategies for Alzheimer's dementia.
Anak dengan Tuberkulosis (TB) Paru Kasus Baru Terkonfirmasi Bakteriologis dengan Riwayat Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang Menjalani Pengobatan Antiretroviral (ARV) Soemarwoto, Retno Ariza S; Afryan, I Made; Nareswari, Shinta; Sinaga, Fransisca; Saputra, Oktadoni; Herliyana, Lina; Hidayat, Hidayat
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1423

Abstract

Tuberculosis (TB) in children with Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a complex clinical challenge due to the synergistic interaction between these two diseases, which mutually worsen the patient's clinical condition. HIV decreases immunity, thus increasing the risk of TB infection, while TB accelerates HIV progressivity. TB-HIV co-infection is a major cause of morbidity and mortality, especially in children with undetected M. Tuberculosis infection. By 2022, an estimated 710,000 HIV patients will develop TB, of which 187,000 will die. This article aims to provide an update on the management of pulmonary TB in children with HIV who are routinely on antiretroviral (ARV) treatment. The discussion covers the definition, epidemiology, etiology, disease progression, pathogenesis, diagnosis, supporting investigations, and management of TB-HIV. The diagnosis of TB in children with HIV is often difficult due to non-specific clinical manifestations and limitations of diagnostic tests. Therefore, early detection through comprehensive testing is essential. TB-HIV management requires a multidisciplinary approach, including appropriate TB treatment and integrated ARV administration. Intensive monitoring is also required to prevent complications, such as drug resistance or adverse effects of therapy. In conclusion, this article emphasizes the importance of a holistic approach in evaluating and managing pulmonary TB in children with HIV, including interprofessional collaboration, family education, and preventive efforts to improve patients' quality of life and reduce mortality.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Usia Reproduktif melalui Penyuluhan dan Simulasi tentang ASI Eksklusif untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Way Kandis Bandarlampung Aditya, Muhammad; Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1135

Abstract

Masih kurangnya kesadaran ibu-ibu terdapat kebiasaan masyarakat memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif 6 bulan dengan alasan bayi rewel dan baik-baik saja jika diberi susu tambahan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif dan pelaksanaannya. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai ASI eksklusif melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu usia reproduktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis, Kota Bandarlampung. Setelah dilakukan peyuluhan dan simulasi peserta sudah mengetahui tentang cara memberikan ASI eksklusif dan menyimpan air susu ibu perasan (ASIP) yang baik serta benar dengan hasil post-test seluruhnya di atas 80%.Simpulan, peningkatan pengetahuan akan meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemberian ASI yang benar. Dengan pemahaman yang baik akan membentuk perilaku pemberian ASI yang baik, sehingga padaakhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.Kata kunci: air susu ibu eksklusif, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
Pemeriksaan IVA Test dan Penyuluhan Tentang Lesi Pra Kanker Serviks Pada Ibu-Ibu Usia Reproduktif Di Desa Simbawaringi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1141

Abstract

Kanker serviks adalah kasus keganasan nomor dua yang menyerang wanita dan disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Semakin dini stadium yang diketahui maka prognosisnya pun semakin baik. Melihat kondisi tingginya angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks pada penduduk Indonesia, maka dianggap perlu untuk melakukan intervensi pada masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini maka salah satunya adalah tindakan penemuan kasus secara cepat dengan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan teknik IVA (insepeksi visual asam asetat) serta penatalaksanaan secara tepat (early diagnosis and prompt treatment) dari kanker serviks dangan mendeteksi secara dini adanya lesi pra kanker serviks. Dan, perlu diberikan informasi mengenai kanker serviks melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan pemeriksaan tes inspeksi visual dengan asam asestat (IVA) untukmendeteksi kasus lesi pra kanker serviks, konseling ginekologi dan penatalaksanaan lanjutan pada temuan IVA positif, penyuluhan mengenai lesi pra kanker serviks dan pembagian leaflet tentang lesi pra kanker serviks. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu yang ada di wilayah Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai kanker serviks, pemahaman masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah mengalami peningkatan. Pada pertanyaan posttest secara umum disimpulkan bahwa masyarakat sudah memiliki pemahaman yang lebih baik, terlihat dari jawaban pertanyaan yang benar oleh kurang lebih 95% masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Dan, 10 orang peserta (28,57%) ditemukan curiga kanker serviks. Kemudian dilakukan tatalaksana yang sesuai baik farmakoterapi maupun edukasi dalam upaya penyembuhan dan pencegahan kekambuhan serangan akut penyakit. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan penemuan kasus secara berkelanjutan bukan hanya untuk kanker serviks saja, tetapi juga jenispenyakit neoplastik dan karsinogenik lainnya juga. Pelatihan staf dan kader kesehatan kampung atau desa dalam rangka mengenali gejala awal penyakit neoplastik dan karsinogenik terutama kanker serviks, sebagai bentuk usaha pencegahan baik pencegahan primer, sekunder maupun tersier.Kata kunci: kanker serviks, Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, IVA (insepeksi visual asam asetat),peningkatan pengetahuan, penyuluhan, deteksi dini
Pemberdayaan Kader Kesehatan Cipadang Dalam Penilaian Status Gizi Ibu Dan Anak Serta Pencegahan Stunting Pada Komunitas Agromedicine Di Desa Cipadang Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Komala, Ramadhana; Nareswari, Shinta; Zuraida, Reni; Sari, Ratna Dewi Puspita; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3052

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dikarenakan kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan yang berdampak pada perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan lebih rentan terkena penyakit kronis ketika masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan sasaran  30 orang kader posyandu. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada responden adalah bentuk penyuluhan/ ceramah.Evaluasi diberikan sebanyak sebanyak dua kali, yakni di awal sebelum kegiatan penyuluhan (pretest) dan di akhir  setelah kegiatan penyuluhan selesai (post test). Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif yang meliputi persentase peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden meningkat pengetahuannya tentang stunting dan penilaian status gizi. Rata-rata skor pengetahuan kader tentang stunting dan penilaian status gizi sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yakni 53,3 ± 17.6 poin dan meningkat setelah penyuluhan yakni 78,6 ± 15,4 poin. Rata-rata peningkatan skor kader dalam kegiatan penyuluhan cukup baik yakni  25,3 ± 2,37 poin. Kegiatan penyuluhan kepada kader perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kader memiliki pemahaman yang baik untuk dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa depan.Keyword : Kader kesehatan, penilaian status gizi, penyuluhan, stunting
SOSIALISASI PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA TENAGA KESEHATAN DI TULANG BAWANG BARAT UNTUK PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3295

Abstract

Stunting adalah salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak karena masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Stunting masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyebab stunting multifaktorial dan berkaitan dengan asupan gizi yang kurang atau kebutuhan gizi yang meningkat. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan WHO masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yaitu diatas 20%. Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang yang irreversible. Meskipun sudah berusaha diobati, kognitif dan metabolisme anak yang sudah pernah mengalami stunting tidak akan bisa kembali normal. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan penanganan stunting dengan fokus utama kepada pencegahan. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di posyandu, puskesmas atau layanan kesehatan primer. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di Tulang Bawang Barat mengenai pelayanan kesehatan pada ibu dan anak terkait upaya pencegahan kejadian stunting. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi materi kesehatan anak tentang pengenalan stunting, deteksi dini, dan pengelolaan stunting. Materi kesahatan pada ibu yang disampaikan terkait upaya pencegahan stunting adalah tentang kontrasepsi. Peserta kegiatan juga diberikan pelatihan tentang pengisian growth chart WHO serta interpretasinya untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini anak berisiko stunting. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 36,4% pada para tenaga kesehatan tentang upaya pencegahan stunting dengan meningkatan kualitas kesehaan ibu dan anak. Penerapan hasil sosialisasi ini secara berkelanjutan diharapkan dapat bermakna untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional yaitu 14% pada tahun 2024. Kata kunci: kesehatan ibu dan anak, kontrasepsi, stunting.
Peningkatan Kesadaran Tentang Anemia Pada Remaja Melalui Edukasi di Sekolah Alam Lampung Kabupaten Lampung Selatan Jausal, Anisa Nuraisa; Nareswari, Shinta; Irawati, Nur Ayu Virginia; Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda; Setiorini, Anggi; Karima, Nisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3348

Abstract

Kejadian anemia sering dialami pada remaja, terutama perempuan. Penyebab utama anemia pada remaja meliputi kurangnya asupan zat besi, vitamin, dan protein, serta konsumsi makanan dan minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Anemia pada remaja perempuan juga dapat dipengaruhi oleh faktor risiko menstruasi tiap bulannya yang menyebabkan kehilangan zat besi. Remaja yang mengalami anemia dapat mengalami kelelahan hingga penurunan konsentrasi yang bisa mengganggu proses belajar. Kejadian anemia pada remaja dapat dicegah dengan screening pemeriksaan hemoglobin dan pemberian tablet zat besi pada remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dengan sasaran para siswi yang duduk di bangu SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia terutama pada remaja putri di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pemberian buku panduan tentang anemia pada remaja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri di Sekolah Alam Lampung tentang anemia pada remaja. Oleh karena itu, kedepannya diperlukan edukasi yang berkelanjutan dan menyeluruh untuk mencegah kejadian anemia pada remaja.
SEMINAR AWAM “MARI KITA CEGAH ANEMIA” BAGI MASYARAKAT DI TULANG BAWANG BARAT: SEMINAR AWAM “MARI KITA CEGAH ANEMIA” BAGI MASYARAKAT DI TULANG BAWANG BARAT Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3366

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 melaporkan prevalensi anemia pada populasi Indonesia sebesar 23,7%, yang artinya hampir seperempat penduduk Indonesia menderita anemia. Anemia dapat terjadi pada semua kelompok umur, mulai dari balita, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Penyebab anemia bervariasi, namun salah satu faktor utamanya adalah defisiensi zat besi yang disebabkan karena malanutrisi. Anemia pada kehamilan dapat berdampak serius bagi ibu dan bayi. Anemia pada anak dan remaja juga dapat menimbulkan berbagai masalah seperti terganggunya tumbuh kembang, menurunkan daya tahan tubuh, serta menurunkan kemampuan akademis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk seminar awam ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dan upaya pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi segala hal terkait anemia pada anak, remaja dan ibu hamil dengan menitikberatkan pada upaya pencegahan anemia pada kelompok umur tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi post test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta seminar sebelum dan sesudah dilakukan edukasi yaitu menjadi 70,9%. Kegiatan seminar berjalan lancar dan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Tulang Bawang Barat dalam pencegahan anemia.
EDUKASI NUTRISI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN GAGAL TUMBUH PADA TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3535

Abstract

Gizi buruk (malnutrisi) merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan anak khususnya pada balita. Anak dengan gizi buruk memiliki risiko terkena berbagai penyakit dan kematian. Masalah gizi umumnya disebabkan oleh faktor langsung yang berhubungan dengan asupan gizi atau konsumsi makanan terhadap zat gizi tertentu dan penyakit infeksi. Gagal tumbuh ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan kebutuhan biologis untuk pertumbuhan. Pengenalan dini dan pemberian nutrisi untuk tumbuh kejar yang tepat perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan lini pertama untuk mencegah kejadian gagal tumbuh. Pengabdian kesehatan pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi tenaga kesehatan untuk mengenali tanda awal anak yang terindikasi gagal tumbuh serta melakukan intevensi nutrisi yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Materi edukasi yang diberikan mencakup tentang definisi malnutrisi dan gagal tumbuh, dampak gagal tumbuh, serta upaya pencegahan gagal tumbuh dengan pemilihan asupan nutrisi yang sesuai. Sesi diskusi dilakukan setelah sesi pemberian materi selesai dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan nilai pre-test rata-rata adalah sebesar 66 sedangkan nilai post-test rata-rata menjadi 90. Edukasi yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan tentang pemberian nutrisi pada pencegahan gagal tumbuh.
Literatur Review Senyawa Bioaktif dalam Ekstrak Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Potensinya sebagai Alternatif Antibiotik Alami Julian; Kurniawaty, Evi; Nareswari, Shinta; Sutyarso
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp126-135

Abstract

Kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis semakin meningkat dan menjadi isu global, yang mendorong upaya mencari sumber antibakteri alami dari bahan baku alam. Salah satu tanaman yang memiliki potensi adalah mentimun (Cucumis sativus L.), yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak mentimun serta mengevaluasi potensi aktivitas antibakterinya sebagai alternatif antibiotik alami. Untuk menunjang penelitian ini, dilakukan tinjauan pustaka dengan metode literature review menggunakan sumber-sumber ilmiah nasional dan internasional dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed selama periode 2015 hingga 2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan metanol dari mentimun memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae. Mekanisme aktivitas antibakteri kemungkinan terjadi melalui kerusakan membran sel, penghambatan sintesis protein, serta gangguan pada permeabilitas dinding sel bakteri. Senyawa flavonoid dan saponin berperan penting dalam efek antibakteri tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan, ekstrak mentimun memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber antibiotik alami yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian lanjutan serta formulasi farmasi.