Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

KONTEKSTUALITAS DALAM PENAFSIRAN MENURUT BACTIAR SURIN: MELETAKKAN RASIONALITAS SEBAGAI PERANGKAT PEMAHAMAN AL-QUR’AN Ghozali, Mahbub; Usman, Ali
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 20 No. 2 (2021): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.679 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v20i2.173

Abstract

The Rationality in interpretation that tends to be disputed can be used as an instrument to provide the contextual meaning of the Qur’an. Rationality equipped by science can actualize meanings that are more relevant to the development of society. The actual meaning has an impact on easier understanding for the community. This study aims to reveal the function of rationality in contextual interpretation without having to be fixated on the significance of a verse. This study uses primary data sources from Terjemah dan Tafsir al-Qur’an bahasa Arab dan Latin by Bachtiar Surin. This interpretation is used, aside from being abandoned by many researchers, it is also used as another way to actualizing meaning. This study uses a qualitative method with content analysis as a data analysis tool. This study finds the significance of rationality in interpretation through the inseparable relationship of reason with the Qur'an. Intellect as a gift from God can be used to explain God's language. In its application, Rationality can provide contextual meaning in two forms. First, the actualization of meaning with terms that are relevant to a modern context. Second, rationality functions as scientific reasoning to provide factual evidence for the meaning of the Qur'an. The actualizing of the Qur'an meaning can be achieved by rationality so that the contextual device in interpretation does not only emphasize significant meaning on the verse. Rasionalitas dalam penafsiran yang cenderung diperselisihkan dapat dijadikan sarana untuk memberikan pemahaman terhadap al-Qur’an secara kontekstual. Rasionalitas yang dilengkapi oleh ilmu pengetahuan dapat mereaktualisasi makna yang lebih relevan dengan perkembangan masyarakat. Pemaknaan secara aktual berdampak pada pemahaman yang lebih mudah kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fungsi rasionalitas dalam penafsiran kontekstual tanpa harus terpaku dengan signifikansi pesan yang terkandung dalam sebuah ayat. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan sumber data primer dari Terjemah dan Tafsir al-Qur’an bahasa Arab dan Latin karya Bachtiar Surin. Tafsir ini digunakan, selain ditinggalkan oleh banyak peneliti juga didasarkan pada penggunaan cara lain dalam mengaktualisasi makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analysis sebagai perangkat analisa data. Penelitian ini menemukan signifikansi rasionalitas dalam penafsiran melalui hubungan akal dengan al-Qur’an yang tidak dapat dipisahkan. Akal sebagai anugerah Tuhan dapat digunakan untuk menjelaskan bahasa Tuhan. Dalam aplikasinya, akal dapat memberikan penafsiran secara kontekstual dalam dua bentuk. Pertama, reaktualisasi makna dengan istilah yang relevan dengan keilmuan modern. Kedua, rasionalitas berfungsi sebagai penalaran ilmiah dengan bentuk memberikan bukti faktual atas kebenaran kandungan makna al-Qur’an. Keberhasilan rasionalitas dalam mereaktualisasi makna dengan dua bentuk tersebut membuktikan bahwa penafsiran kontekstual dapat ditempuh dengan menggunakan rasionalitas yang bersifat subjektif, sehingga perangkat kontektulitas dalam penafsiran tidak hanya menekankan pada penemuan pesan makna sesuai dengan penggunaannya di masa al-Qur’an turun.
Co-Authors Abdurachman Sukadi Afrida, Indah Rahmawati Agus Prasetyo Utomo Agustina, Lady Alfath, Annisa Ali Ibrahim Ali, Moch Haidar Fitru Amirah, Eva Apriliyanto, Rizki Arma Yuliza Arsad Bahri Atikah, Isma Azizah, Siti Alfiyana Azrina, Nuril Candrasari, Pipit Dewi Kartika Sari Dewi, Fajaria Juanda Dzarna, Dzarna Eka Kusuma, Ariya Ermawati Ermawati Ernayanti, Retno Erythriana, Chelsea Nadia Eurika, Novy Fadillah Sabri Fajar, Pipih Nurul Fajriyah, Alifia Iffah Fauzi, Muhammad Ali Rif’an Firmanto, Andi Fitri Amilia Galatea, Chusnul Khotimah Hardovi, Bachtiar Hari Harsoyo, Yoga A. Hartini, Billyun Dianata Hasibuan, Nurharisyah Hatip, Moch. Hayati, Nanik Nur Hilman Firmansyah, Hilman Hilman, Shinta Indriawati Indah Rakhmawati Afrida Iswarini, Harniatun Jayanti, Erni Dwi Johannes C Mose, Johannes C Kasmita Kasmita Kudang Boro Seminar Kusumah, Reni Risnawati Laros, Vizza Az Zahra Al Lestari, Zakia Ayu Lisna, Yusi Yusnita Juwita Luky Prasetyo Mahbub Ghozali, Mahbub Marwani, Iga Safa Masenah, Masenah Masripah, Imas Siti Maulidya, Meliana Nur Maya Sari MKM, Laily Mudayanti, An Rini Munandar, Kukuh Nasihudin, Muhammad Dimas Natasha, Meita Aruri Nelwan, Leopold Oscar Nengsih, Widya Nurbani, Tri Nurul Hidayati Nuryadin, Rully Oktarini, Widya Paramita, Sakhiyah Sotya Prafitasari, Aulya Nanda Pramudia, Heru Pusparini, Marissa Putri, Siti Anindya Rahmat Fauzi Raistanto, Wildan Sa'id Sonda Ranova, Riki Ratna Sari Ritonga, Torkis Rosita, Eliana Rostina Sundayana Ruki, Taufik Rahman Sari, Lupita Ratna siti wulandari Slamet, Imam Prajoko Sofyan Sjaf Solihat, Deti Farida Subhanallah Suciati Suciati Sulaiman , Ahmad Riski Suryadi, Yopi Thurrodliyah, Nuria Imamah Utomo , Agus Prasetyo Vega, Amalya Putri Kusuma Wadiono, Gandu Wahyu Eko Widiyanto Wartini, Tini Wa’alin, Millah Nur Widhiastuti, Rachma Widianto, Wahyu Eko Wijya, Insan Zahra Al Laros, Vizza Az Zulkifli Rangkuti