Claim Missing Document
Check
Articles

Potential Utilization of Catfish Wastewater, Livestock Manure and Waste of Fish as Media and Nutrition for Organic Hydroponic Gustiar, Fitra; Munandar, Munandar; Ammar, Muhammad; Yakup, Yakup
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agritropica.5.2.62-75

Abstract

Organic Hydroponics is cultivation on a planting medium without soil with a source of nutrients obtained from the decomposition of organic materials by microorganisms. Catfish cultivation wastewater and agricultural waste can be used as an alternative planting medium and a source of nutrients in organic hydroponic cultivation systems. This study aimed to determine the plant nutrient content in catfish culture wastewater added with cow dung, chicken manure, trash fish waste, and catfish waste; and to determine the growth of mustard greens and lettuce which were cultivated hydroponically in a growing medium of catfish wastewater added with cow dung, chicken manure, trash fish waste, and catfish waste. The results slot deposit 5000 showed that the solution of catfish culture wastewater added with catfish waste contained nutrients N 220.0 ppm, P 166.3 ppm K 154.4 ppm Ca 65.9 ppm Fe 4.4 ppm; catfish culture wastewater added with trash fish waste contains 50.0 ppm N; P 10.8 ppm; K 173.4 ppm; Ca 219.4 ppm and Fe 3.2 ppm; catfish culture wastewater added with cow dung contained nutrients N 300.0 ppm, P 293.4ppm K 1026.8 ppm Ca 413.6 ppm Fe 64.9 ppm, while those given chicken manure included N 100.0 ppm; P 76.1 ppm; K 471.1ppm; Ca 299.9ppm and Fe 27.3ppm. While catfish culture wastewater contains 55.2 ppm of N nutrients; P 6.4 ppm; K 7.0 ppm; Ca 14.2 ppm; Fe 0.4 ppm. The growth of lettuce in the growing media of catfish culture wastewater given trash fish and catfish was relatively the same, namely 37.7% and 37.9%, respectively. Meanwhile, the growth of mustard pakcoy grown on planting media given chicken manure (47.6%) was higher than the growth of mustard pakcoy grown on cow dung (33.3%). The addition of 50% ABmix nutrients increased the growth of mustard pakcoy on media that was given chicken manure by 81.7%; pakcoy on media that was given cow dung waste by 74.8%; Meanwhile, the addition of ABmix 50% nutrients increased the growth of lettuce on media that was given catfish meal by 64.4%, and on media that was given trash fish meal by 61.9%. Research shows a high potential for using organic waste as a medium and source of organic hydroponic cultivation fertilizer.
Optimalisasi Pertanian di Lahan Terbatas Melalui Integrasi Hidroponik dan Pertanian Organik sebagai Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Permata Baru Lumbantoruan, Santa Maria; Susilawati, Susilawati; Gustiar, Fitra; Ramadhani, Fitri; Sefrila, Marlin; Ningsih, Astuti Kurnia; Ria, Rofiqoh Purnama; Fadilah, Lya Nailatul; Irmawati, Irmawati; Cahya, Muhardianto
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/vqjg0f24

Abstract

  Lahan pertanian yang semakin terbatas mendorong kegiatan budidaya tanaman dapat dilakukan tidak hanya di lahan luas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemanfaatan lahan terbatas untuk kegitan budidaya. Budidaya tanaman di pekarangan memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan khususnya di desa. Pemanfaatan lahan terbatas dapat dioptimalkan melalui penerapan tenkologi inovasi seperti hidroponik, vertikultur, ataupun aquaponik. Umumnya, banyak masyarakat di desa belum memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk kegiatan budidya tanaman. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi atau pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan untuk budidaya tanaman sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman terkait potensi pertanian pekarangan yang diintergarsikan dengan penerapan pertanian organik. Kegiatan pegabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan langsung di desa permata baru. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan terkait penerapan sistem pertanian hidroponik dan cara perakitannya serta pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit pisang dan biopestisida dari daun pepaya. Berdasarkan survey terdapat beberapa kendala mengapa masyarakat tidak memanfaatkan lahan pekarangan diantaranya karena keterbatasan biaya produksi, minimnya pengetahuan dan kendala teknis. Hasil dari pengabdian ini tercermin dalam peningkatan minat masyarakat untuk mengimplementasikan sistem pertanian hidroponik.  Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian ini melalui sosialisasi dan pelatihan masyarakat desa mulai menyadari potensi lahan pekarangan untuk kegitan budidaya. Sebanyak 92% masyarakat desa ingin mengimplementasikan sistem pertanian hidroponik di lahan pekarangan. Selain itu, masyarakat juga mendapat pengetahuan dalam pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organic cair dan biopestisida guna mendukung ketahanan pangan rumah tangga. https://drive.google.com/file/d/1woPpP6aJ5NCoFBtfzIMbmv0tda9HLTpD/view?usp=sharing
Budidaya Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Terapung di Lahan Rawa Lebak dengan Volume Media Tanam yang Berbeda Gustiar, Fitra; Agustina, Hilda; Purnama Ria, Rofiqoh; Tarinda, Gaby
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.2.84-91

Abstract

Budidaya tanaman dengan sistem terapung bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk alternatif yang dapat dikembangkan pada kondisi lahan yang tergenang. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah volume media tanam. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan volume media tanam yang paling sesuai untuk budidaya pakcoy (Brassica rapa L.) secara terapung agar dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ekologi Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian dan Lahan Embung Universitas Sriwijaya Indralaya pada bulan Juli sampai September 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan volume media yang terdiri dari 1.9 ℓ (V1), 2.7 ℓ (V2), 3.6 ℓ (V3), dan 5 ℓ (V4). Sistem budidaya terapung ini menggunakan rakit yang terbuat dari bambu dan galon air mineral berukuran 1.3 m x 2 m dengan pendekatan hidroponik sistem wick dan modifikasi rakit apung. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan volume media tanam 5 ℓ (V4) memberikan hasil pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan ketiga perlakuan lainnya. Akan tetapi, rakit dengan volume media tanam 1.9 ℓ (V1) mampu menampung lebih banyak jumlah populasi sehingga memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan volume media tanam lebih besar.
Pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Mendukung Program Pencegahan Stunting Gustiar, Fitra; Budianta, Dedik; Yakup, Yakup
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4362

Abstract

Permasalahan Stunting merupakan permsalahan global yang menjadi target yang akan diselesaikan pemerintah. salah satu program yang dicanangkan kementerian pertanian adalah pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi ditingkat keluarga. Keterbatasan pemerintah dalam menyampaikan informasi sehingga belum semua masyarakat mengetahui tentang P2L. merupakan peranan perguruan tinggi membantu pemerintah dalam bentuk pengandian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan disinergikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sehingga akan didapatkan manfaat ganda selain sebagai media pembelajaran mahasiswa juga akan memberi kontribusi pada masyarakat dalam hal pendampingan pengembangan P2L. sasaran kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah para ibu yang memiliki anak bawah lima tahun (Balita), kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu bulanan. Pengabdian ini didukungan pemerintah desa setempat dengan pemberian fasilitas kegiatan yang dijalankan selama kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan masyarakat memberikan respon positif terhadap proses dan hasil kegiatan, sehingga masyarakat berharap adanya keberlanjutan kegiatan.
Penguatan Program P5 Berbasis Pertanian SDIT Azdkia Ogan Ilir Gustiar, Fitra; Budianta, Dedik; Purnama Ria, Rofiqoh; Seprila, Marlin; Susilawati, Susilawati
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i3.70623

Abstract

Pelaksanaan kurikulum Merdeka di Tingkat sekolah dasar, dilakukan dengan penguatan student agency dengan memperhatikan hak dan kemampuan peserta didik serta potensi wilayah sekolah. Pelaksanaan Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan potensi peserta didik, tetapi juga untuk membentuk karakter mereka. Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) disekolah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kurikulum Merdeka di sekolah. P5 berbasis agribisnis merupakan upaya untuk mengenalkan bidang pertanian ke generasi muda. Ketersedian sumberdaya baik kompetensi guru maupun ketersediaan sarana prasarana pembelajaran menjadi kunci keberhasilan pencapaian pembelajaran di sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan sumberdaya sekolah dalam pelaksanaan program P5 berbasis agribisnis. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan, sebagai bagian dari progaram merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) kampus mengajar, yang melibatkan 10 mahasiswa program studi Agroekoteknologi Fakultas pertanian. dimana  mahasiswa berkegiatan di sekolah selama 3 bulan. Kegiatan mahasisawa ini akan direkognisi dengan 20 sks mata kuliah yang berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan berupa 1) Peningkatan kopentensi guru terkait pertanian, 2) Penguatan sarana P5 berbasis pertanian, dan 3). Implementasi proyek P5 berbasis pertanian bersama siswa. dengan meningkatnya  kompetensi guru dan terbentuknya wahana pembelajaran berbasis agribisnis sehingga menciptakan suasana pembelajaran pertanian yang lebih menyenangkan dan pencapaian pembelajaran menjadi lebih baik
STUDI BEBERAPA METODE EKSTRAKSI BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) VARIETAS DEWATA TERHADAP VIABILITAS BENIH Firdaus Sulaiman; Irmawati; Fitra Gustiar; Ramadiansyah
Jurnal Integritas Serasan Sekundang Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Integritas Serasan Sekundang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah KabupatenMuara Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64987/jiss.v5i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik ekstraksi terhadap viabilitas dan vigor benih dan teknik ekstraksi benih cabai rawit yang paling efektif dan efisien dilihat dari penampilan fisik maupun fisiologis, serta mengetahui teknik ekstraksi yang paling efektif dan efisien dalam menghasilkan bibit cabai rawit dengan mutu tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Indralaya, Ogan Ilir pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022 (3012’52.6”S dan 104038’55.4”E) . Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdapat 20 benih. Perlakuan yang diuji pada penelitian ini, yaitu teknik ekstraksi menggunakan air biasa, air panas 80° C, larutan HCl 2%, larutan H2SO4 2%, dan larutan KNO3 2%. Parameter yang diamati yaitu kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sidik ragam dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik ekstraksi benih cabai rawit menggunakan larutan HCl 2% menghasilkan benih yang lebih bersih, cerah, dan bermutu dibanding perlakuan lainnya dan dapat meningkatkan kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, serta daya berkecambah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
APPLICATION OF DIFFERENT FEED AND FEEDING PERIODS DURING REARING OF MALAY COMBTAIL (Belontia hasselti) LARVAE Yonarta, Danang; Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Weda, I Gede Arya; Gustiar, Fitra
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 1 (2024): (Maret 2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.1.2024.57-67

Abstract

Feed type and feeding period play critical roles in growth and survival of fish larvae during rearing period, for which no related studies are available for Malay combtail larvae. This research aimed to determine the best feed type and feeding period for growth and survival of Malay combtail larvae. The research experiment was arranged in a completely randomized design with five treatments of different feed and feeding periods with three replications, namely (P1) nauplii Artemia sp. (4-15 days), Moina sp. (14-24 days), and Tubifex sp. (23-35 days), (P2) nauplii Artemia sp. (4-13 days), Moina sp. (12-20 days), and Tubifex sp. (19-35 days), (P3) nauplii Artemia sp. (4-11 days), Moina sp. (10-16 days), and Tubifex sp. (15-35 days), (P4) nauplii Artemia sp. (4-11 days), Moina sp. (12-20 days), and artificial feed (19-35 days), and (P5) nauplii Artemia sp. (4-11 days), Moina sp. (10-16 days), and artificial feed (15-35 days). The results showed that P4 was the best treatment, where larvae had better absolute growth in length and weight and survival of 11.09 ± 0.03 mm, 0.083 ± 0.001 g, and 50.67 ± 1.15%, respectively. Variations of water quality parameters during the experiment in all treatments ranged between 6.0-6.6 for pH, 0.017-0.091 mg L-1 for ammonia, and 4.03-4.43 mg L-1 for dissolved oxygen. The results of this research that the sequential and early application of live feed and much later artificial feed appication in combination with the timely feeding period and the larval development improve growth and survival of Malay combtail larvae.Jenis pakan dan periode pemberian pakan memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan selama masa pemeliharaan, hingga saat ini belum ada penelitian terkait mengenai larva ikan selincah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan dan lama pemberian pakan yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan selincah. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan pakan dan lama pemberian pakan berbeda dengan tiga ulangan yaitu (P1) nauplii Artemia sp. (4-15 hari), Moina sp. (14-24 hari), dan Tubifex sp. (23-35 hari), (P2) nauplii Artemia sp. (4-13 hari), Moina sp. (12-20 hari), dan Tubifex sp. (19-35 hari), (P3) nauplii Artemia sp. (4-11 hari), Moina sp. (10-16 hari), dan Tubifex sp. (15-35 hari), (P4) nauplii Artemia sp. (4-11 hari), Moina sp. (12-20 hari), dan pakan buatan (19-35 hari), dan (P5) nauplii Artemia sp. (4-11 hari), Moina sp. (10-16 hari), dan pakan buatan (15-35 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4 merupakan perlakuan terbaik, di mana larva mempunyai pertumbuhan panjang dan berat absolut yang lebih baik serta kelangsungan hidup masing-masing sebesar 11,09 ± 0,03 mm, 0,083 ± 0,001 g, dan 50,67 ± 1,15%. Variasi parameter kualitas air selama percobaan pada semua perlakuan berkisar antara 6,0-6,6 untuk pH, 0,017-0,091 mg L-1 untuk amoniak, dan 4,03-4,43 mg L-1 untuk oksigen terlarut. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian pakan hidup secara berurutan dan dini serta pemberian pakan buatan yang dikombinasikan dengan periode pemberian pakan yang tepat waktu dan perkembangan larva akan meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan selincah.
Diseminasi Optimalisasi Lahan melalui Budidaya Sayuran-Ikan Secara 3-in-1 di Lahan Perkotaan Lakitan, Benyamin; Rizar, Fitra Fadhilah; Nurshanti, Dora Fatma; Ria, Rofiqoh Purnama; Gustiar, Fitra; Fadilah, Lya Nailatul; Wijaya, Andi; Aidifitri, Siti Nurul; Muda, Strayker Ali
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.2.183-191

Abstract

The 3-in-1 vegetable-fish cultivation is an innovative cultivation system that integrates floating and climbing vegetable cultivation with fish culture. This cultivation is a solution to the problem of narrow land in urban areas for vegetable-fish cultivation to create: a) Fish farming in a concrete pool at the bottom position, b) Shade-tolerant vegetables cultivated using a floating culture system, and c) Climbing vegetables on a dedicated netted-frames as high as 2 meters above the pool. The dimensions of the pool correspond to the available land. The floating raft was constructed using 69 units of 1.5 L plastic bottles as floaters, assembled into a raft with a surface area of 2 m2. The buoyancy capacity of the raft is 120 kg. The raft has been patented with Granted patent No. IDP 000065141. The community service activities are a) Open demonstrations for 3-in-1 vegetable-fish farming installations; b) Socialization and assistance to communities interested in implementing it; and c) Collection of data and information for evaluation and publication materials. Static demonstration activities during one cycle of cultivation and socialization to three potential community groups, namely: a) Urban communities as the primary target; b) Journalists for more enlarging coverage of the dissemination; and c) Agricultural students for the learning process. Urban communities can adopt the dissemination of land optimization through 3-in-1 vegetable-fish cultivation on urban land. Community interest in this cultivation system innovation is outstanding, as represented by the community's enthusiasm for this program.
Leaf growth pattern and morphology of Sauropus androgynus (L.) Merr. in tropical lowland Muda, Strayker; Lakitan, Benyamin; Gustiar, Fitra; Ramadhani, Fitri; Rizar, Fitra; Nurshanti, Dora; Ria, Rofiqoh; Ratmini, Niluh; Purwanto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i2.53915

Abstract

Chikurmanis or katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) is a traditional leafy vegetable that is consumed widely in Indonesia. The leaf is rich in vitamins, minerals, nutrients, and dietary fiber. The study aimed to investigate the leaf growth pattern and morphological characteristics of the chikurmanis cultivated in the tropical lowland ecosystem. The research was conducted on local farmland in Marga Sakti Sebelat, Bengkulu, Indonesia on December 2023 by survey method. The results showed that the leaf of chikurmanis grew in the daytime and continued to grow at nighttime as indicated in midrib length, leaf width, and foliole number. It is likely that nighttime growth become predominant in chikurmanis. The plant was a type of shrub with complete organs of stem, branch, root, flower, and leaf. The leaf was arranged as a compound leaf with many folioles in opposite positions. Midrib length (M) x leaf width (W) with a zero intercept of linear regression was the most reliable predictor of leaf area with the formula Y = 0.4964MxW (R2 = 0.9677). Keywords: chikurmanis plant; katuk; leaf area estimation; morphological trait; traditional leafy vegetable
PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN TERAPUNG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER SUPLAI KEBUTUHAN SAYURAN DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU SUMATERA SELATAN Gustiar, Fitra; Yakup, Yakup; Kurnianingsih, Astuti; Siaga, Erna; Nailatul Fadilah, Lya; Chaya, Muhardianto; Ulfah, Febrinita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Secara geografis, Desa Burai merupakan salah satu desa yang dikelilingi oleh hamparan sungai dan rawa. Desa Burai berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan masyarakat bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan.  Akan tetapi, kebutuhan terhadap komoditi pertanian berupa sayuran masih mengandalkan suplai dari desa lainnya akibat terbatasnya lahan darat untuk budidaya, sedangkan wilayah perairan belum dimanfaatkan maksimal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memperkenalkan dan menerapkan teknologi budidaya sayuran terapung sebagai solusi pemanfaatan lahan rawa dan wilayah tergenang di Desa Burai serta mendorong kemandirian masyarakat dalam produksi sayuran dengan mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan desa. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pelatihan atau pendampingan dalam transfer teknologi tepat guna bagi masyarakat melalui alat peraga/demonstrasi serta memberikan pendampingan dalam proses budidaya tanaman sayuran secara terapung melalui tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi: 1) sosialisasi; 2) penerapan teknologi rakit apung dalam budidaya sayuran terapung; 3) pendampingan dan evaluasi; dan 4) keberlanjutan Program. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa petani belum pernah mengetahui tentang praktik budidaya tanaman terapung dan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat yang tinggi atau sangat tertarik untuk mengadopsi teknologi budidaya terapung secara mandiri. Pendampingan di lapangan juga telah menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik pada tanaman dibudidayakan secara terapung.
Co-Authors A. I. Munawar Abu Umayah Adriansyah, Fikri Agustin, Aliya Aidifitri, Siti Nurul Alkhair, M. Hafiz Ammar, M. ANDI WIJAYA Andika Tiara Sukma Anggraini, Yeni Angreini, Erina Arsi Arsi Arsi Arsi Arsi Arsi Arsi, Arsi Astuti Kurnianingsih Bambang Gunawan Bambang Gunawan Benyamin Lakitan Cahya, Muhardianto Chandra Irsan Chaya, Muhardianto Dedik Budianta Dedik Budianta Dedik, Budianta Djulian, Dhanillo Dora Fatma Nurshanti Dr. Susilawati Susilawati Efriandi Efriandi Entis Sutisna , Halimi Entis Sutisna Halimi Erizal , Sodikin Erizal Sodikin Erizal Sodikin Erna Siaga, Erna Fadhilah, Lya Nailatul Fadilah, Lya Nailatul Fikri Adriansyah Firdaus Sulaiman Firdaus Sulaiman, Firdaus Fitra Fadhilah Rizar Fitri Ramadhani Gunawan Ade Putra Sihite Hamidson, Harman Hamidson Harman Hamidson Harman Hamidson Hilda Agustina Imam Wibisono Indra Advent Simamora Irmawati Irmawati Irmawati Irmawati Irmawati Kevin Christian Bakkit P Kevin Christian BP Khodijah Khodijah Linda Sulistiani Lya Nailatul Fadhilah M Amar M Amar M Rafii F M. Ammar M. Umar Harun M. Umar Harun Maria Fitriana Marieska Verawaty Marlina Marlina Marlina Marlina Marlina Mery Hasmeda Muda, Strayker Muda, Strayker Ali Muhammad Ammar Muhari, Muhari Munandar . Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Nadiya Assyfa Nailatul Fadilah, Lya Nanda Hasibuan, Aulia Negara, Zaidan P Negara, Zaidan Panji Ningsih, Astuti Kurnia Nura Malahayati Nurhayati Nurhayati Nurshanti, Dora Nurshanti, Dora Fatma Nyayu Resti Aprilia Oktaviani Oktaviani Pradiefta, Muhammad Rafii Pradiefta Pratama, Rahmat Pratama Pratiwi, Maiyola Prayoga, Apri proteksi, Arsi Pujiastuti, Yulia Pujiastuti Purnama Ria, Rofiqoh Purwanto Puspa A Pitayati Putri Nur, Tri R. Hayati R.A. Suwignyo Rahmat Pratama, Rahmat Ramadiansyah Ratmini, Niluh Reli, Rapita Retno S. Handayani Reza Elsadai Silalahi Ria, Rofiqoh Ria, Rofiqoh P. Ria, Rofiqoh Punama Ria, Rofiqoh Purnama Riansyah, Wanda Helmi Rizar, Fitra Rizar, Fitra Fadhilah Rofiqoh Purnama Ria Santa Maria Lumbantoruan, Santa Maria Sefrila, Marlin Sekar Wahyu Ningsih Sekar Wahyu Ningsih Seprila, Marlin Septiani, Duwi SHK, Suparman SITI HERLINDA Straiker Ali Muda Strayker Ali Muda Strayker Ali Muda Strayker, Ali Muda Suheyanto Suheryanto Suparman Suparman SHK SUSANTI DIANA Susilawati, Susilawati Suwandi Suwandi Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Tarinda, Gaby Teguh Achadi Theresia , Aprila Sareng Toumae, Villian Tri O Amanah Tricahyati, Titi Tricahyati Ulfah, Febrinita Umayah, Abu Umayah Uswatun Qasanah Weda, I Gede Arya Yakup Parto Yonarta, Danang YULIA PUJIASTUTI YULIA PUJIASTUTI Zaidan , Panji Negara Zaidan P Negara Zaidan P. Negara Zaidan P. Negara Zaidan Zaidan