Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Model Pembelajaran Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Terhadap Sikap Tanggung Jawab Siswa Pada Materi Kegiatan Ekonomi Anggreni, Gusti Ayu Manis; Wulandari, I Gusti Agung Ayu; Paramartha, Wayan Eka
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2099

Abstract

Pembelajaran IPAS pada materi kegiatan ekonomi di sekolah dasar perlu dikaitkan dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa agar mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab. Namun, pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan keterlibatan siswa kurang optimal sehingga sikap tanggung jawab belum berkembang secara maksimal. Permasalahan tersebut mendasari di kembangkannya Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal pada materi Kegiatan Ekonomi kelas V sekolah dasar yang valid, praktis dan efektif meningkatkan sikap tanggung jawab siswa melalui kegiatan berwirausaha. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh modul ajar enterpreneur terhadap sikap tanggung jawab siswa pada materi kegiatan ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan ekperimen. populasi penelitian ini adalah Seluruh siswa gugus VII Sinabun. Sampel Penelitian yang digunakan 33 siswa di SD N 2 Sinabun Objek penelitiannya adalah Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Bambu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode non tes dan instrumen penilaian produk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Ajar Enterpreneur Berbasis Komoditas Lokal Kerajinan Anyaman Bambu Pada Materi Kegiatan Ekonomi berpengaruh terhadap Sikap Tanggung Siswa Kelas V.
EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR DENGAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN BERBASIS NILAI-NILAI TRI HITA KARANA BAGI REMAJA KORBAN PERCERAIAN Putri, Ni Wayan Cindy Amelia; Gading, I Ketut; Paramartha, Wayan Eka
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9764

Abstract

Happiness is a condition where individuals tend to remember positive experiences rather than negative ones. Happiness can also be defined as a positive emotion that fuels enthusiasm and gives meaning to every individual's actions. According to the local value of Tri Hita Karana, happiness is a harmonious relationship between humans and God (Parahyangan), between humans and others (Pawongan), and between humans and the environment (Palemahan). This study addresses the low happiness of adolescent victims of divorce, which often causes emotional trauma, depression, and difficulties in social adaptation. The impacts of parental divorce include loss of affection, mental stress, and environmental changes, with triggering factors such as economics, conflict, and infidelity. This study tested the effectiveness of Cognitive Behavior counseling using the Reframing technique to increase the happiness of adolescents at the Dana Punia Orphanage, Singaraja. This intervention changed negative thought patterns into positive perspectives through stages such as identifying perceptions, reframing, and follow-up. The hypothesis stated that the intervention was effective in increasing happiness indicators such as spiritual calm and harmonious relationships. This study used a quasi-experimental design with a Pretest-Posttest control group experimental research design with 10 samples of adolescents aged 15-21 years (5 experimental groups, 5 control groups). The intervention consisted of six sessions, measured using a Tri Hita Karana-based happiness questionnaire. Reframing techniques included rational strategies, perception modification, and homework for habituation. Cognitive Behavior Counseling with Reframing integrated with local Tri Hita Karana values effectively restored happiness through cognitive and behavioral changes. This research differs from previous studies by focusing on specific intervention experiments in the Balinese context. ABSTRAKKebahagiaan adalah kondisi individu yang cenderung mengingat pengalaman positif dibandingkan dengan pengalaman negatif. Kebahagiaan juga dapat diartikan sebagai emosi positif yang memicu semangat dan memberikan makna dalam setiap tindakan individu. Menurut nilai lokal Tri Hita Karana, kebahagiaan merupakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan antara manusia dengan sesama (Pawongan), dan hubungan antara manusia dengan lingkungan (Palemahan). Penelitian ini mengatasi rendahnya kebahagiaan remaja korban perceraian, yang sering menyebabkan trauma emosional, depresi, dan kesulitan adaptasi sosial. Dampak perceraian orang tua termasuk kehilangan kasih sayang, tekanan mental, dan perubahan lingkungan, dengan faktor pemicu seperti ekonomi, konflik, dan perselingkuhan. Menguji efektivitas konseling Cognitive Behavior teknik Reframing untuk meningkatkan kebahagiaan remaja di Panti Asuhan Dana Punia, Singaraja. Intervensi ini mengubah pola pikir negatif menjadi perspektif positif melalui tahapan seperti identifikasi persepsi, reframing, dan tindak lanjut. Hipotesis menyatakan intervensi tersebut efektif dalam meningkatkan indikator kebahagiaan seperti ketenangan spiritual dan hubungan harmonis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan design penelitian eksperimen Pretest-Posttest control group dengan 10 sampel remaja usia 15-21 tahun (5 kelompok eksperimen, 5 kontrol). Intervensi dilakukan 6 sesi, diukur dengan kuesioner kebahagiaan berbasis Tri Hita Karana. Teknik Reframing meliputi rasional strategi, modifikasi persepsi, dan homework untuk pembiasaan. Konseling Cognitive Behavior dengan Reframing diintegrasikan dengan nilai lokal Tri Hita Karana efektif memulihkan kebahagiaan melalui perubahan kognitif dan perilaku. Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan fokus eksperimen intervensi spesifik pada konteks Bali.
Implementasi Pelatihan dan Pendampingan Kelas Inklusif Digital untuk Guru Sekolah Dasar Wayan Eka Paramartha; Ni Made Daini Vitri Sinta Sari; Muhammad Idris
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v7i1.42515

Abstract

Purpose –This community service program aims to enhance teachers’ competencies in managing inclusive classrooms and to strengthen learning strategies through a digital-based approach. Design/methodology/approach – The method used was a participatory design involving training, mentoring, workshops, and classroom practice. Data were collected using post-tests, observations, and documentation of learning products. Findings – The results show a significant improvement in teachers’ managerial competencies, where skills in developing digital modules, interactive quizzes, and adaptive assessments increased up to 85%. In the social aspect, teachers’ interaction skills rose to 90%, while parental involvement in supporting inclusive education increased to 82%. Originality/value – These findings indicate that the program not only enhanced teachers’ individual capacity but also built collective empowerment within the school ecosystem. In conclusion, the integration of digital innovation and social collaboration effectively strengthened inclusive practices, improved school empowerment levels, and created a sustainable model for inclusive education.
Blended Learning for Character Education: Integrating Tri Hita Karana Wisdom to Develop Graduate Competencies Aligned with SDGs Astawan, I Gede; Utama, I Dewa Gede Budi; Paramartha, Wayan Eka; Abdurahman, Ayi; Maidin, Siti Sarah
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2498

Abstract

Purpose of the study: This study examines the effectiveness of a technology-enhanced character education model based on the Balinese Tri Hita Karana philosophy in developing primary students’ competencies aligned with SDG 4. Using blended learning, it addresses gaps in research on culturally grounded technology integration in character education. Methodology: This quasi-experimental study involved 92 fifth-grade students from four primary schools in Karangasem, Bali, comparing a Technology-Enhanced Tri Hita Karana Character Education Model with conventional instruction. Using LMS, digital portfolios, gamification, and learning analytics, competencies were assessed through questionnaires, portfolios, and observations, with data analyzed using t-tests, ANCOVA, and thematic analysis. Main Findings: The experimental group demonstrated significantly higher graduate competency scores (M=81.89, SD=9.78) compared to the control group (M=70.02, SD=10.02), t(90)=5.98, p<.001, Cohen's d=1.25, indicating a large effect size. Analysis of digital portfolio data revealed enhanced self-regulated learning behaviors and deeper engagement with character development activities. Qualitative analysis showed that students appreciated the gamification elements and found the LMS-mediated learning more engaging and meaningful. Learning analytics data indicated consistent progress tracking and timely teacher interventions. Novelty/Originality of this study: The technology-enhanced Tri Hita Karana character education model effectively develops primary students’ competencies through culturally grounded digital pedagogy. This study strengthens evidence on technology-mediated character education and shows how local wisdom supports global educational goals. It highlights the need for teacher professional development and policy support to implement culturally responsive, technology-enhanced, and sustainable blended learning in primary education.
Efektivitas Konseling Kognitif Behavior dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Komang Triatika Suri; Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri; Wayan Eka Paramartha
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6024

Abstract

Adanya kecenderungan rendahnya motivasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Singaraja menjadi titik tolak penelitian ini, di mana kondisi tersebut tidak terlepas dari dominasi pola pikir yang irasional, yang kemudian memengaruhi aspek emosi sekaligus perilaku belajar mereka. Pengujian terhadap efektivitas penerapan konseling kognitif behavior yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif, dalam konteks peningkatan motivasi belajar siswa, menjadi fokus utama yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, yaitu nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 380 siswa, dengan sampel sebanyak 14 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive intact group. Intervensi diberikan dalam setting konseling kelompok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Perolehan nilai N-Gain pada kelompok eksperimen yang mencapai 0,76 dan tergolong dalam kategori tinggi, serta kontras dengan capaian kelompok kontrol yang hanya berada pada angka 0,01 dengan klasifikasi sangat rendah, menjadi temuan utama yang dihasilkan dalam penelitian ini. Adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok teridentifikasi melalui hasil pengujian hipotesis, yang ditunjukkan oleh nilai Sig. (1-tailed) sebesar 0,0005 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Besarnya pengaruh perlakuan yang tergolong kuat turut terkonfirmasi melalui hasil analisis effect size, yang memperlihatkan nilai sebesar 4,009335. Dengan demikian, efektivitas penerapan konseling kognitif behavior yang diintegrasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dapat ditegaskan sebagai simpulan utama dari penelitian ini.
EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR DENGAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN BERBASIS NILAI-NILAI TRI HITA KARANA BAGI REMAJA KORBAN PERCERAIAN Ni Wayan Cindy Amelia Putri; I Ketut Gading; Wayan Eka Paramartha
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9764

Abstract

Happiness is a condition where individuals tend to remember positive experiences rather than negative ones. Happiness can also be defined as a positive emotion that fuels enthusiasm and gives meaning to every individual's actions. According to the local value of Tri Hita Karana, happiness is a harmonious relationship between humans and God (Parahyangan), between humans and others (Pawongan), and between humans and the environment (Palemahan). This study addresses the low happiness of adolescent victims of divorce, which often causes emotional trauma, depression, and difficulties in social adaptation. The impacts of parental divorce include loss of affection, mental stress, and environmental changes, with triggering factors such as economics, conflict, and infidelity. This study tested the effectiveness of Cognitive Behavior counseling using the Reframing technique to increase the happiness of adolescents at the Dana Punia Orphanage, Singaraja. This intervention changed negative thought patterns into positive perspectives through stages such as identifying perceptions, reframing, and follow-up. The hypothesis stated that the intervention was effective in increasing happiness indicators such as spiritual calm and harmonious relationships. This study used a quasi-experimental design with a Pretest-Posttest control group experimental research design with 10 samples of adolescents aged 15-21 years (5 experimental groups, 5 control groups). The intervention consisted of six sessions, measured using a Tri Hita Karana-based happiness questionnaire. Reframing techniques included rational strategies, perception modification, and homework for habituation. Cognitive Behavior Counseling with Reframing integrated with local Tri Hita Karana values effectively restored happiness through cognitive and behavioral changes. This research differs from previous studies by focusing on specific intervention experiments in the Balinese context. ABSTRAKKebahagiaan adalah kondisi individu yang cenderung mengingat pengalaman positif dibandingkan dengan pengalaman negatif. Kebahagiaan juga dapat diartikan sebagai emosi positif yang memicu semangat dan memberikan makna dalam setiap tindakan individu. Menurut nilai lokal Tri Hita Karana, kebahagiaan merupakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan antara manusia dengan sesama (Pawongan), dan hubungan antara manusia dengan lingkungan (Palemahan). Penelitian ini mengatasi rendahnya kebahagiaan remaja korban perceraian, yang sering menyebabkan trauma emosional, depresi, dan kesulitan adaptasi sosial. Dampak perceraian orang tua termasuk kehilangan kasih sayang, tekanan mental, dan perubahan lingkungan, dengan faktor pemicu seperti ekonomi, konflik, dan perselingkuhan. Menguji efektivitas konseling Cognitive Behavior teknik Reframing untuk meningkatkan kebahagiaan remaja di Panti Asuhan Dana Punia, Singaraja. Intervensi ini mengubah pola pikir negatif menjadi perspektif positif melalui tahapan seperti identifikasi persepsi, reframing, dan tindak lanjut. Hipotesis menyatakan intervensi tersebut efektif dalam meningkatkan indikator kebahagiaan seperti ketenangan spiritual dan hubungan harmonis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan design penelitian eksperimen Pretest-Posttest control group dengan 10 sampel remaja usia 15-21 tahun (5 kelompok eksperimen, 5 kontrol). Intervensi dilakukan 6 sesi, diukur dengan kuesioner kebahagiaan berbasis Tri Hita Karana. Teknik Reframing meliputi rasional strategi, modifikasi persepsi, dan homework untuk pembiasaan. Konseling Cognitive Behavior dengan Reframing diintegrasikan dengan nilai lokal Tri Hita Karana efektif memulihkan kebahagiaan melalui perubahan kognitif dan perilaku. Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan fokus eksperimen intervensi spesifik pada konteks Bali.
Interactive Multimedia Based on Augmented Reality for Photosynthesis Material to Improve Science Learning Outcomes of Fourth Grade Elementary School Students Ni Ketut Sri Asmini; Ni Wayan Rati; Wayan Eka Paramartha
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i2.93922

Abstract

Learning problems in IPAS (Natural and Social Sciences) for fourth-grade students are still dominated by conventional teaching methods and limited interactive learning media, which negatively affect students’ learning outcomes. This study aims to develop, validate, evaluate the practicality, and examine the effectiveness of interactive multimedia based on Augmented Reality (AR) on photosynthesis material to enhance students’ learning outcomes. This research is a type of research and development (R&D) using the ADDIE model. The subjects involved were 13 fourth-grade students for the effectiveness test, 2 teachers for practicality testing, and 2 experts as validators. Data were collected through validation questionnaires, practicality questionnaires, and multiple-choice tests to measure learning outcomes. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results showed that the AR-based interactive multimedia was declared valid by media experts (3.75) and content experts (3.80), highly practical by teachers (4.00) and students (3.88), and effective in improving learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. The findings conclude that AR-based multimedia is a valid, practical, and effective innovation for enhancing students’ IPAS learning outcomes. Its implication suggests potential for broader application in digital-based elementary school learning.
Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan Berbasis Kurikulum Bagi Guru-Guru untuk Meningkatkan Kemampuan Wirausaha Siswa I Ketut Dharsana; Wayan Eka Paramartha; Komang Endrawan Sumadi Putra
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i3.89550

Abstract

Dewasa ini pendidikan kewirausahaan sangat penting diberikan dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era digital. Sekolah menghadapi tantangan berupa minimnya pelatihan kewirausahaan yang terintegrasi dengan ekonomi digital, terutama di tengah peluang besar sektor pariwisata dan industri kreatif di Bali. Kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kurikulum kewirausahaan berbasis teknologi digital, berdampak pada kurang optimalnya kesiapan siswa menghadapi pasar kerja modern. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan berbasis kurikulum digital ekonomi bagi guru-guru dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap bisnis digital, strategi pemasaran, dan integrasi teknologi. Hasil kegiatan melibatkan 49 guru dan 1206 siswa dari jurusan perhotelan dan kuliner menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan guru dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tuntutan ekonomi digital. Implikasi dari pengabdian ini adalah penguatan peran guru dalam mempersiapkan siswa sebagai wirausahawan kompetitif di era digital, serta mendorong kolaborasi aktif antara sekolah, dosen, dan siswa dalam menciptakan pengalaman belajar berbasis praktik kewirausahaan.
Peningkatan Disiplin Belajar Siswa Melalui Konseling Behavioral Teknik Self Management Kadek Mika Priska Yanti; Luh Putu Sri Lestari; Wayan Eka Paramartha
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6486

Abstract

Rendahnya disiplin belajar siswa masih menjadi permasalahan pada proses pembelajaran di sekolah menengah atas, yang ditunjukkan melalui kurangnya pengelolaan waktu belajar, kebiasaan menunda tugas, serta rendahnya perhatian dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling behavioral dengan teknik self-management dalam meningkatkan disiplin belajar siswa di SMAN 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan model nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 12 siswa kelas X yang memiliki tingkat disiplin belajar rendah, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing enam siswa. Kelompok eksperimen diberikan layanan konseling behavioral teknik self-management, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata, analisis N-Gain, serta perhitungan ukuran pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin belajar pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Data kedua kelompok berdistribusi normal dan bersifat homogen. Terdapat perbedaan rata-rata peningkatan disiplin belajar yang bermakna antara kedua kelompok, serta ukuran pengaruh menunjukkan kategori kuat. Dengan demikian, konseling behavioral teknik self-management terbukti efektif dalam meningkatkan disiplin belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan pengelolaan diri siswa berperan penting dalam pembentukan perilaku belajar yang lebih terarah dan konsisten.
Modifikasi Permainan Tradisional Dengkleng dalam Peningkatan Pemahaman Seksual Anak Tunagrahita Wayan Eka Paramartha; I Putu Aprika Apsarendra Putra
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v10i1.31002

Abstract

Pendidikan seksual merupakan elemen penting dalam mendukung perkembangan anak, termasuk anak tunagrahita. Namun, edukasi seksual bagi anak tunagrahita menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kognitif dan kurangnya metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan tradisional Dengkleng yang dimodifikasi menjadi Edukleng dalam meningkatkan pemahaman seksual anak tunagrahita. Metode yang digunakan meliputi pelatihan guru dan pendampingan intensif selama enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman anak dari kategori kurang (42) menjadi sangat baik (91), serta peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan media edukasi ini. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa Edukleng dapat menjadi pendekatan inovatif yang efektif dalam pendidikan seksual anak tunagrahita, memberikan solusi praktis untuk tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mereka. Saran untuk pengajar di sekolah luar biasa atau sekolah inklusi adalah untuk mengadaptasi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan anak tunagrahita, seperti Edukleng, yang mengintegrasikan permainan tradisional dengan tujuan pendidikan seksual.