Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pulang Pisau Soesanto, Bayu; Noor, Zairin; Ilmi, Bahrul; Suhartono, Eko; Rahman, Fauzie
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27500

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan hanya mencapai 32,14% penduduk Indonesia datang ke Puskesmas. Keberadaan Puskesmas Pulang Pisau dalam rangka pemerataan dan upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau. Mengetahui hubungan antara persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan 100 orang sebagai sampel menggunakan teknik purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Variabel terikat:pemanfaatan pelayanan kesehatan. Variabel bebas: persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi. Analisis bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi sehat-sakit (p=0,000), tingkat pendidikan(p=0,000), pendapatan (p=0,006), dan kepemilikan asuransi (p=0,003). Variabel persepsi sehat-sakit paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien. (Exp(B)= 31,200. Terdapat hubungan antara persepsi sehat-sakit, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan asuransi. Variabel yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah persepsi sehat-sakit.
Analysis of the utilization of posyandu for the elderly at the Ulin East Health Center in Banjarbaru City Tamtama, Tatang; Nugroho, Adi; Suhartono, Eko; Husaini, Husaini; Rahman, Fauzie
Science Midwifery Vol 12 No 6 (2025): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i6.1796

Abstract

It is important to take the use of elderly posyandu seriously since it is a component of a strategy to enhance the welfare of the elderly through preventative and promotional measures. Just 147 senior persons who utilize health services receive fewer visits from posyandu. This study aims to investigate the relationship between family support, health professional attitudes and knowledge, and accessibility to health services, and the usage of elderly posyandu at Puskesmas Landasan Ulin Timur, Banjarbaru City. A cross-sectional design was used for this investigation. The research subjects consisted of 174 senior adults. In data analysis, chi square and multiple logistic regression tests were employed. The results of the chi square analysis showed the p values for family support (p = 0.000), healthcare professionals' attitudes (p = 0.000), health resource accessibility (p = 0.001), and knowledge (p = 0.000). The knowledge variable and nurse performance had the strongest correlation (Exp(B)=4.456). At Puskesmas Landasan Ulin Timur Banjarbaru City, the use of senior posyandu is associated with family support, health staff attitudes, knowledge, and the availability of health services. Understanding is the most crucial element.
ANALISIS PENGGUNAAN MOBILE JKN DALAM PELAYANAN PENDAFTARAN ONLINE DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN Hayyana, Nawwara; Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Anhar, Vina Yulia
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4283

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan nasional. Sesuai UU Nomor 17 Tahun 2023, warga negara indonesia memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Negara mendukung kebijakan tersebut melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Untuk meningkatkan Cakupan Kesehatan Universal (UHC), BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN pada tahun 2017, yang memfasilitasi pendaftaran online, akses informasi, dan pemrosesan klaim yang efisien. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan Mobile JKN untuk pendaftaran online di instalasi rawat jalan RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional, diperoleh 107 responden melalui pengambilan sampel melalui accidental sampling. Hasilnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara ekspektasi kinerja (p=0.001), ekspektasi usaha (p=0.001), dan kondisi-kondisi yang memfasilitasi (p=0.001) dengan perilaku penggunaan. Namun pengaruh sosial tidak berhubungan signifikan (p=0,259). Penelitian ini menemukan bahwa pentingnya kinerja, kemudahan penggunaan, dan dukungan fasilitas dalam mendorong penggunaan Mobile JKN.
The Impact of the Interaction between Parents, Employment Status, Income, and Education on the Risk of Stunting in Sungai Landas Village Setiawan, Muhammad Irwan; Rahman, Fauzie; Khadafi, Muhammad Zainal; Rahma, Amelia; Nayla, Nurul Alifa; Hayyana, Nawwara; Wati, Ratna Mulia
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i1.406

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects the growth and development of children. The results of community diagnostics that have been carried out from January to February 2025 in Sungai Landas Village show data that 30% of children aged 0-60 months are stunted. This study aims to analyze the relationship between employment status, income, and parental education on the incidence of stunting in Sungai Landas Village, Karang Intan District, Banjar Regency. This study used a cross-sectional design with a sample of 30 respondents from Sungai Landas Village who have children aged 0-60 months. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements and then analyzed using Fisher's exact test with a 95% confidence level. The results showed that there was no significant relationship between parents' employment status (p=0.329) and parents' income (p=1.0). There was a significant relationship between parents' education level (p=0.030) and the incidence of stunting. Parental education plays an important role in understanding nutrition, which affects parenting and children's food intake. Therefore, increasing community-based nutrition education, especially for parents, needs to be the focus of stunting prevention efforts.
Association between Access to Clean Water and Health Services and the Incidence of Stunting in Sungai Landas Village, Banjar District, South Kalimantan Rahma, Amelia; Khadafi, Muhammad Zainal; Nayla, Nurul Alifa; Azmiyannoor, Muhammad; Rahman, Fauzie; Arifa, Salsabila; Setiawan, Muhammad Irwan; Sai'dah, Habibah
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v19i1.4991

Abstract

Stunting among infants and toddlers in Sungai Landas Village, Banjar Regency, remains above the national target. Access to clean water and healthcare services plays a crucial role in preventing stunting, but the relationship between these two factors in this area has not yet been studied simultaneously. The study aim to analyze the association between access to clean water and access to healthcare services with the incidence of stunting among children under five in Sungai Landas Village. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 30 children under five selected through purposive sampling. Data were obtained using an adapted Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) questionnaire, which assessed water source quality and the frequency of access to healthcare services. Stunting status was determined by measuring height-for-age according to Regulation of the Minister of Health No. 2 of 2020. Bivariate analysis was run with Fisher’s Exact test to assess the association between access to clean water and healthcare services and stunting incidence. Bivariate analysis revealed no significant association between access to clean water and stunting (p = 0.267), nor between access to healthcare services and stunting (p = 0.469). There is no significant association between the type of drinking water source or the frequency of healthcare service access and stunting among children under five in Sungai Landas Village. Other factors, such as a balanced diet and hygienic practices, also play a role. Recommendations include strengthening education on water treatment and family nutrition, improving the quality of healthcare services, and implementing multisectoral programs for more effective stunting reduction.
Competence, Rewards, and Geographic Proximity in Nutrition Practitioner Performance Fauzie Rahman; Syamsul Arifin; Rosihan Adhani; Meitria Syahadatina Noor; Husaini, Husaini; Muhammad Abdan Shadiqi; Neka Erlyani; Muhamad Muslim
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3: NOVEMBER 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6767

Abstract

Introduction: Based on data from the Indonesian Health Survey, the stunting rate in South Kalimantan Province in 2023 reached 24.7%. The target for reducing the national stunting rate in 2024 is 14%. Nutrition practitioner play a diverse and crucial role in handling stunting, from assessment and education to policy intervention and advocacy. This study aims to determine the effect of competence, appreciation and geographical proximity on the performance of nutrition practitioner with management span as a moderating variable in preventing stunting cases. Methods: This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The location of this research is at the Health Center in the working area of the South Kalimantan Provincial Health Office and the duration of the research is 2 months. The sample of this research is 280 respondents who were taken using the cluster sampling technique. The data collection method uses a questionnaire. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Commission of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Lambung Mangkurat University with number No.067/KEPK-FKIK ULM/EC/V/2024 and participants signed the Informed Consent. Results: The findings show that geographical proximity (t = 0.658, p = 0.510) has no significant effect on TPG performance, indicating that the distance between program targets and TPG members does not influence outcomes. In contrast, competence (t = 5.404, p = 0.000), rewards (t = 3.766, p = 0.000), and management range (t = 2.577, p = 0.010) have a significant positive impact on performance, where higher competence and more frequent rewards lead to improved results. The results further demonstrate that management range strengthens the effect of both rewards (t = 3.872, p = 0.000) and competence (t = 3.549, p = 0.000) on performance, indicating that effective coordination enhances their impact. However, the interaction between management range and geographical proximity (t = 0.742, p = 0.458) is not significant, suggesting that distance does not moderate the influence of management range on performance. Conclusion: Competence and reward is the factor influencing performance, while geographical proximity do not show significant influence. Competence, rewards, geographical proximity, and management span simultaneously influence performance with a contribution of 71% (R² = 0.710). This finding suggests the need for organizations to focus on improving TPG competencies through continuous training, skill development, and knowledge enhancement. In addition, it is important to explore other factors outside the research model that may have a significant impact on performance, including intrinsic motivation and better work system support.
Menu Sehat untuk Masa Depan: Edukasi Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas Remaja di Era Modern: Healthy Menu for the Future: Balanced Nutrition Education to Prevent Adolescent Obesity in the Modern Era Rahman, Fauzie; Navijay, Ahmad; Nuralpisah, Nuralpisah; Sepdavayatie, Chossy; Azzahra, Fatimah; Fitriyani, Fitriyani; Fitriani, Nur Nadya; Anjani, Ratna; Arifin, Syamsul; Wati, Ratna Mulia; Biworo, Agung
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i1.343

Abstract

Masalah kesehatan pada anak-anak tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dengan kelebihan gizi yang mengarah pada obesitas, sehingga menciptakan fenomena double burden. Tingginya risiko gangguan gizi yang dapat dialami remaja mendorong pemerintah untuk menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang sebagai panduan dalam menjalani gaya hidup sehat. Obesitas pada remaja yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental mereka di masa dewasa. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga gizi seimbang guna mencegah terjadinya obesitas. Kegiatan dilaksanakan di SMK Telkom Banjarbaru, dengan sasaran siswa/i kelas XI yang terdiri dari 29 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan dukungan media PowerPoint dan poster edukasi. Materi edukasi terkait gizi seimbang, dan pencegahan obesitas. Analisis data sebelum dan setelah kegiatan menggunakan uji T berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang dan obesitas. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil dalam meningkatkan kesadaran siswa/i mengenai pentingnya gizi seimbang.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Edukasi Interaktif di SMAN 5 Banjarbaru: Improving Adolescent Reproductive Health Knowledge Through Interactive Education at SMAN 5 Banjarbaru Rahma, Amelia; Rahman, Fauzie; Arifin, Syamsul; Anggraini, Lia; Minasari, Minasari; Raisya, Raisya; Seambaga, Alvian Aditya; Shafarina, Helmaria; Adila, Nor Azizah; Cahyani, Sulis
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i1.432

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah isu penting karena masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, sosial, dan psikologis. Pada fase ini, remaja mulai mencari informasi seputar kesehatan reproduksi, namun sering kali terpapar informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, edukasi yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah masalah seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan gangguan psikologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengevaluasi dampak penyuluhan kesehatan reproduksi di SMAN 5 Banjarbaru dan meningkatkan pemahaman siswa. Program dilaksanakan pada 22 Mei 2024 untuk 29 siswa kelas X-3, menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, serta presentasi multimedia seperti ppt, poster, dan video animasi. Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan 62% peserta mengalami peningkatan pengetahuan, dengan rata-rata skor naik dari 73,79 menjadi 82,75. Data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan SPSS. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji nonparametrik Wilcoxon untuk menguji perbedaan nilai secara signifikan dan didapatkan p < 0,001 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif yang terstruktur dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, serta pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mendukung kesehatan jangka panjang
Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun Rahayu, Atikah; Yulidasari, Fahrini; Putri, Andini Octaviana; Rahman, Fauzie
Kesmas Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Utara masih dihadapkan dengan permasalahan gizi pada anak bawah dua tahun (baduta). Salah satu masalah gizi hingga saat ini adalah stunting. Anak dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang potensial memengaruhi pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko riwayat berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak baduta. Desain penelitian adalah potong lintang. Populasi penelitian ini merupakan ibu-ibu yang memiliki anak baduta dan besar sampel sejumlah 117 terdiri dari anak baduta. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama tiga bulan pada bulan September – November 2014. Kategori BBLR jika riwayat berat badan lahir < 2.500 gram. Analisis data bivariat menggunakan uji kai kuadrat dan data multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat status BBLR (nilai p = 0,015) dengan stunting pada anak baduta. Berdasarkan hasil analisis multivariat, diperoleh bahwa BBLR merupakan faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting. Anak dengan BBLR memiliki risiko 5,87 kali untuk mengalami stunting. Riwayat BBLR memiliki peranan penting dalam kejadian stunting anak baduta di wilayah Puskesmas Sungai Karias, Hulu Sungai Utara. North Hulu Sungai District is still facing nutrition problems among children under two years old. One of nutrition problems up to now is stunting. Child with low birthweight (LBW) record is one of potential factors influencing the growth of a child. This study aimed to assess any risk of LBW records with stunting incidence among children under two years old. This study used cross-sectional design. The population was mothers having children under two years old and samples amounted to 117 consisted of children under two years old. This study was conducted within three months on September – November 2014. Category of LBW was if birth weight records < 2,500 gram. Bivariate data analysis used chi-square test and multivariate data analysis used logistic regression test. The result of bivariate analysis showed a significant relation between LBW status records (p value = 0.015) with stunting incidence among children under two years old. Based on the result of multivariate analysis, LBW was the most dominating risk factor related to stunting incidence. Children with LBW had 5.87 times risk of suffering from stunting. LBW records take an important role in stunting incidence among children under two years old around Sungai Karias Primary Health Care area in North Hulu Sungai.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Usia Ibu, Pendidikan Ibu, Akses ANC): A Systematic Review Yulianti, Yulianti; Noor, Zairin; Rahman, Fauzie; Herawati, Herawati; Sanyoto, Didik Dwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51085

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia, karena berhubungan dengan tingginya angka kesakitan, kematian neonatal, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR melalui pendekatan systematic review. Studi ini merupakan systematic review yang diterapkan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan pada pencarian adalah “Low Birth Weight” dan “Risk Factor”. Dari total 310 artikel yang ditemukan, setelah melalui proses penyaringan judul, abstrak, dan full text sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat dan dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia <20 tahun atau >35 tahun, rendahnya pendidikan ibu, serta terbatasnya akses layanan kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu, pentingnya strategi komprehensif untuk menekan angka BBLR melalui edukasi kesehatan reproduksi, pemerataan akses layanan kesehatan ibu, serta pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan.
Co-Authors Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adila, Nor Azizah Afifah, Halisyah Nur Agung Biworo Agus Muhammad Ridwan Agusetiawan, Muhammad Andrian Akbar, Alfito Dodi Forsatama Alfanie, Iwan Alifa Nayla, Nurul Alisa, Fitralina Nur Andini Octaviana Putri Andini Octaviana Putri Andini Octaviana Putri, Andini Octaviana Anggrainy, Helena Puteri Anggun Wulandari Anggun Wulandari Anjani, Ratna Ari Yunanto Ari Yunanto Arifa, Salsabila Arifin Syamsul Arjan Arkasi Assyaida, Muhammad Abdus Salam Atikah Rahayu Aulia Noor Azmi Ayu Riana Sari Azizah, Dhiya Alfi Azmiyannoor, Muhammad Azwari, Ayu Riana Sari Bahrul Ilmi Cahyani, Sulis Chairul Ramadhan Chellyadiza, Alfitri Dian Rosadi Dian Rosadi Dian Rosadi Dian Rosadi, Dian Diauddin Edi Setiawan Ekawati, Norliana Eko Suhartono Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Faisal, Muhammad Ali Farid Ilham Muddin Fatimah Azzahra Fawwaz, Nur Aisha Filsahani, Nuraida Keisya Firdha Yuserina Fitriani Fitriani, Nur Nadya Fitriyani Fitriyani Grace Siama Juwita, Grace Siama Hamdanah Hamdanah Hayyana, Nawwara Heppy Dwiyana Afika Herawati Herawati Husaini Husaini Husnul Fatimah Istiana Iwan Aflanie Jannah, Alya Miftahul Jayadi, Yusef Dwi Jinan, Raudatul Keisya Filsahani, Nuraida Khadafi, Muhammad Zainal Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenny Octavianty, Lenny Lia Anggraini Lisa Fitriani Luh Putu Ratna Sundari Maman Saputra Maman Saputra, Maman Marhal, Ridwan Meitria Syahadatina Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melati Noormaulidya Putri Minasari, Minasari Mirhansyah Mirhansyah, Mirhansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Muddin, Farid Ilham Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdus Salam Assyaida Muhammad Azmiyannoor Muhammad Rudiansyah Muhammad Syarif Mulia Wati, Ratna Musafaah Musafaah Navijay, Ahmad Nayla, Nurul Alifa Neka Erlyani Neka Erlyani Nina Ulfatin Khaira Nita Pujianti Noor Ahda Fadillah Noorsyifa Nor Annisa Noryani, Tuti Nur Laily Nur Laily Nur Laily Nur, Aprilia Artati Nuralpisah, Nuralpisah NURUL HIDAYAH Palindangan Tambing, Angelia Ivana Prasetio, Diki Bima Prastya, Septyan Eka Puspa Rani Putri, Aura Salsabila Yunizar Putria, Evita Panca Rahayu Rahayu Rahma, Amelia Rahmadani, Oktaviani Lativa Rahmat Nur Fadilah Rahmatullah, Mohammad Dede Raisya, Raisya Rakhmy Aprillisya Riana Riana Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad Ridwan, Agus Muhammad Rifani, Rizqi rizhariaqi, Mahwa Rizki, Shofa Yulia Rosihan Adhani, Rosihan RR. Ella Evrita Hestiandari Sai'dah, Habibah Sanyoto, Didik Dwi Sari, Ayu Riana Sasikarani Sasikarani Seambaga, Alvian Aditya Selviana, Rizka Elma Sepdavayatie, Chossy Setiawan, Muhammad Irwan Shafarina, Helmaria Siti Rahmi Soesanto, Bayu Suharton, Eko Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tamtama, Tatang Triawanti Triawanti Vina Yulia Anhar Wati, Ratna Mulia Wenda, Yonesi Wetha Exavarani Susanto Wibowo, Yoga Putra Wijaya, Vivin Ary Yolanda, Zuhrufa Wanna Yulianti Yulianti Yusef Dwi Jayadi Yustikasari, Intan Yustin Ari Prihandini Zahra, Novyananda Aulya Zainal Khadafi, Muhammad Zairin Noor Zuhrufa Wanna Yolanda Zuhrufa Wanna Yolanda Zwagery, Rika Vira