Claim Missing Document
Check
Articles

Ayah Garda Depan: Program Pemberdayaan Keluarga Berbasis Edukasi dan Mentoring Kolaboratif dalam Pencegahan Stunting di Desa Sungai Alang: Ayah Garda Depan: A Family Empowerment Program Based on Collaborative Education and Mentoring for Stunting Prevention in Sungai Alang Village Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Zwagery, Rika Vira; Rahman, Fauzie; Wulandari, Anggun; Anggraini, Lia; Navijay, Ahmad; Jannah, Alya Miftahul; Agusetiawan, Muhammad Andrian; Filsahani, Nuraida Keisya; Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.778

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi nasional 21,5% pada tahun 2023. Angka lebih tinggi tercatat di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, bahkan mencapai 32,43% di Desa Sungai Alang pada Desember 2024. Faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan gizi, pemberian ASI yang tidak optimal, minimnya partisipasi di posyandu dan Bina Keluarga Balita, serta tingginya paparan asap rokok. Masalah mendasar terletak pada pola asuh yang kurang optimal akibat minimnya keterlibatan ayah, yang umumnya masih dipandang sebatas pencari nafkah. Sebagai upaya solutif, Program Ayah Garda Depan dilaksanakan di Desa Sungai Alang dengan tujuan mentransformasi peran ayah menjadi mitra aktif dalam pengasuhan anak. Program ini mencakup sosialisasi, konseling, KIE, pembentukan Komunitas Ayah Berkelas, pemilihan role model ayah, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen ayah dalam mendukung ibu dan pengasuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta telah memiliki pengetahuan baik sejak awal, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pengetahuan (p=0,625). Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan utama bukan terletak pada aspek pengetahuan, melainkan pada transformasi sikap dan perilaku nyata dalam praktik pengasuhan. Oleh karena itu, intervensi yang lebih intensif, berulang, dan berbasis komunitas masih sangat diperlukan agar tercapai perubahan perilaku yang berkelanjutan. Rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan, integrasi dengan posyandu dan BKB, penyediaan media edukasi praktis, serta kolaborasi lintas sektor, agar program ini berkelanjutan dan berkontribusi pada penurunan stunting.
Optimalisasi Kapasitas Kognitif untuk Pencegahan Stunting Melalui Pendekatan Edukasi Multimodal di Desa Sungai Alang: Optimization of Cognitive Capacity for Stunting Prevention Through a Multimodal Educational Approach in Sungai Alang Village Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Wulandari, Anggun; Faisal, Muhammad Ali; Yustikasari, Intan; Rifani, Rizqi; Alifa Nayla, Nurul; Rahma, Amelia; Zainal Khadafi, Muhammad; Keisya Filsahani, Nuraida; Azmiyannoor, Muhammad; Mulia Wati, Ratna
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.844

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Meskipun edukasi pencegahan stunting telah banyak dilakukan, efektivitasnya pada komunitas dengan pengetahuan awal yang tinggi masih perlu dikaji. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan kapasitas kognitif masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi multimodal yang integratif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan yang memanfaatkan kombinasi media power point, poster, dan video promosi kesehatan, yang dilaksanakan di Desa Sungai Alang dengan melibatkan 24 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pembandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 95,00 menjadi 97,08. Secara statistik, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,276), yang kemungkinan disebabkan oleh ceiling effect dimana pengetahuan awal peserta sudah tinggi. Namun, secara kualitatif, pendekatan multimodal ini berhasil mempertahankan pemahaman masyarakat dan mendapat respons antusias. Disimpulkan bahwa untuk masyarakat dengan pengetahuan awal tinggi, intervensi edukasi perlu didesain lebih mendalam, aplikatif untuk komunitas dengan pengetahuan awal yang sudah tinggi, dan berkelanjutan dengan melibatkan kader serta fokus pada kelompok berisiko. Kegiatan ini memberikan implikasi penting terhadap pengembangan strategi edukasi stunting yang lebih efektif dan kontekstual
ANALYSIS OF FACTORS ASSOCIATED WITH ACHIEVEMENTS OF COVID-19 VACCINATION IN THE ELDERLY AT THE GUNTUNG PAYUNG.docx Rahmatullah, Mohammad Dede; Adhani, Rosihan; Nugroho, Adi; Suharton, Eko; Rahman, Fauzie
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10432930

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), a new type of coronavirus discovered in humans since an extraordinary incident appeared in Wuhan China in December 2019, and causes disease Coronavirus Disease-2019 (COVID- 19). Achievement of COVID-19 vaccination in Indonesia national elderly on July 10 2023 dose 1 84.88%, dose 2 70.33%, dose 3 33.75% and dose 4 2.15%. The achievement of vaccination for the elderly in South Kalimantan Province dose 1 was 86.52%, dose 2 was 63.10%, dose 3 was 23.74%, and dose 4 was 0.75% while the achievement of COVID-19 vaccination in the elderly in Banjarbaru city dose 1 was 11,349 doses , dose 2 was 9,876 doses, dose 3 was 5,567 doses, and dose 4 was 347 doses. To speed up the achievement, the government is actively providing vaccination services through the Puskesmas and public spaces. Knowing the relationship between comorbid diseases, elderly independence, perceptions of government policiesrelated to Covid-19 vaccination, the ease of obtaining vaccine information with Access to COVID-19 Vaccination in the elderly group at the Guntung Payung Health Center, Banjarbaru City. Results of analysis with Who squaresshows the p-value of comorbid diseases (p= 0.000), elderly independence (p = 0.015), perceptions of government policiesrelated to COVID-19 vaccination(p=0.031), and ease of obtaining vaccine information (p=0.007). The results of the analysis with multiple logistic regression showed the p value and Exp B of the comorbid disease variable (p = 0.003, Exp B =3,064), elderly independence variable (p=0.026, Exp B=2,253), the variable perception of government policy (p=0.028, Exp B= 2.240), and ease of obtaining vaccine information (p=0.024, Exp B= 2.541). The results of the analysis with Chi square showed p values of age (p= 0,026), gender (p= 0,017), JKN membership status (p= 0,013), toothbrush behavior (p=0,006) and cariogenic food comsumption (p=0,001). The results of analysis with multiple logistic regression showed values of p and Exp B of age (p=0,008, Exp B=2,569), gender (p=0,017, Exp B= 1,956), JKN membership status (p=0,031, Exp B= 1,667), toothbrush behavior (p=0,006, Exp B= 2,742), and cariogenic food consumption (p=0,006, Exp B= 2,952) There is a significant relationship between comorbid diseases, elderly independence, perception of government policies, ease of obtaining vaccine information and access to COVID-19 vaccination in the elderly group at the Guntung Payung Health Center, Banjarbaru City. Themost dominant variable related is comorbid disease.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL MELALUI PROGRAM EDUKASI 'REMAJA TAAT’ Chellyadiza, Alfitri; Azwari, Ayu Riana Sari; Rahman, Fauzie; Alisa, Fitralina Nur; Fitriani; Afifah, Halisyah Nur; Noorsyifa; Zahra, Novyananda Aulya
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1832

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are a significant global health problem, especially among adolescents who are in an important developmental phase. This research aims to increase students' knowledge and awareness about STIs through counseling at MAN 4 Banjar. Based on initial data, many students still lack knowledge about STIs. Counseling activities were carried out by lectures, discussions, mini games, and questions and answers, followed by pre-test and post-test to measure changes in knowledge. The results of the study showed a significant increase in students' knowledge about Sexually Transmitted Infections (STIs) after participating in counseling. Knowledge related to causes, modes of transmission, and disease while STI prevention attitudes increased from 48.27% to 68.96%. The Wilcoxon Signed Rank test confirmed a significant increase in post-test scores (p < 0.05) compared to the pre-test, with the average score increasing from 90.34 to 97.24. These findings confirm the effectiveness of counseling in improving students' understanding of STIs. Counseling at MAN 4 Banjar is effective in increasing students' knowledge about STI prevention, emphasizing the importance of comprehensive sexual education and the role of schools in creating an environment that supports adolescent sexual health.
PROGRAM PARAKI GEN-Z: MENTORING MENYAPA MUDA DAN EDUKASI PENDEWASAAN USIA PERNIKAHAN DI DESA PEMAKUAN KABUPATEN BANJAR Rahman, Fauzie; Wulandari, Anggun; Akbar, Alfito Dodi Forsatama; Putri, Aura Salsabila Yunizar; Rizki, Shofa Yulia; Wenda, Yonesi; Erlyani, Neka
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1848

Abstract

The effort to improve the minimum marriage age in BKKBN’s program aims to raise the minimum age for marriage. South Kalimantan has the highest percentage of women aged 20-24 who were married before the age of 18, at 17.63%, exceeding the national average of 12.21%. Banjar Regency ranks second for underage marriages, with 95 cases in Pemakuan Village. Factors contributing to early marriages include a lack of knowledge among teenagers about its impact and parental influence. To increase the knowledge and awareness of teenagers participating in the Mentoring Menyapa Muda program regarding the maturation of marriage age and the consequences of underage marriage. The PARAKI Gen-Z program is a youth empowerment initiative carried out in stages, including program socialization, training, and evaluation. These are conducted through lectures, video screenings, and Q&A discussions. The program evaluation assesses participants’ knowledge before and after the activities, as well as their awareness. Prior to the program, 16 participants (80%) had little understanding of the BKKBN’s definition of early marriage and the benefits of delaying marriage until the ideal age. The average pre-test score was 72.08, which increased to 88.33 after the program, indicating a score improvement of 16.25%. Based on this analysis, it can be concluded that the program significantly increased the knowledge of 19 out of 20 participants. Participants gained not only additional knowledge about early marriage in general but also its health impacts. The participants demonstrated an increase in knowledge regarding marriage age maturity and showed awareness of the importance of preventing the adverse effects of underage marriage.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL WARGABINAAN MELALUI PENDEKATAN PSIKOSOSIAL PADA WARGABINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KARANG INTAN Rudiansyah, Muhammad; Wulandari, Anggun; Yolanda, Zuhrufa Wanna; Rahman, Fauzie; Ridwan, Agus Muhammad; Assyaida, Muhammad Abdus Salam; Wati, Ratna Mulia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19198

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan laporan bulanan data kesakitan bulan November 2022 terkait kondisi psikologis dan kesehatan mental wargabinaan di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Klas IIA Karang Intan Martapura, Kalimantan Selatan, terdapat beberapa permasalahan psikologis, seperti loneliness, rendahnya harapan hidup, homesick, rendahnya intensitas komunikasi dan sosial antar wargabinaan, tingginya rasa curiga dan kecemasan individu terhadap wargabinaan lainnya, dan dampak halusinasi pada panca indera (neurologis) yang masih ada di wargabinaan tersebut.  Tujuan dari program ini adalah agar wargabinaan mampu membentuk keharmonisan, meningkatkan hubungan sosial, dan menurunkan potensi hilangnya harapan hidup para wargabinaan. Metode kegiatan dengan Forum Group Discusssion  (FGD) dan penyuluhan kesehatan mental yang dilaksanakan dengan 3 tahapan, yaitu persiapan,pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang wargabinaan. Program yang dilaksanakan terdiri dari FGD, edukasi terkait resiliensi, penerimaan diri dan motivasi diri untuk wargabinaan, sehingga wargabinaan menjadi lebih sejahtera, productif dan memiliki sikap yang positif. Selain itu, games akan dilaksanakan untuk mengurang stress dan melatih komunikasi dan teamwork antar sesama wargabinaan. Berdasarkan hasil pre-post test dari 25 responden dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan sebesar 80% pada peserta, yang menunjukkan bahwa pemberian edukasi yang dilakukan oleh psikolog mampu menambah pengetahuan serta kemampuan wargabinaan dalam menerima diri dan memberi makna pada kehidupan mereka. Kata kunci: wargabinaan; kecemasan; psikologis; kesehatan mental. ABSTRACTBased on the monthly report of pain data for November 2022 regarding the psychological condition and mental health of inmates at the Class IIA Narcotics Correctional Institution Karang Intan Martapura, South Kalimantan, there are several psychological problems, such as loneliness, low life expectancy, homesickness, low communication and social intensity between inmates, the high level of individual suspicion and anxiety towards other inmates, and the impact of hallucinations on the five senses (neurological) that still exist in these inmates. The aim of this program is for the inmates to be able to form harmony, improve social relations, and reduce the potential for loss of life expectancy for the inmates. The activity method is Forum Group Discussion (FGD) and mental health education which is carried out in 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. This activity was attended by 25 inmates. The program implemented consists of FGDs, education related to resilience, self-acceptance and self-motivation for inmates, so that inmates become more prosperous, productive and have a positive attitude. Apart from that, games will be held to reduce stress and train communication and teamwork between fellow inmates. Based on the pre-post test results from 25 respondents, it can be seen that there was an increase of 76% in participants, which shows that the education provided by psychologists was able to increase the knowledge and ability of the inmates to accept themselves and give meaning to their lives. Keywords: community development; anxiety; psychological; mental health.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan Upaya Berhenti Merokok di Puskesmas: Literature Review Sari, Dessie Natalia Mayang; Silapurna, Endah Labati; Suhartono, Eko; Sanyoto, Didik Dwi; Rahman, Fauzie
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23804

Abstract

ABSTRACT Smoking contributes to the risk of developing non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), coronary heart disease (CHD), and stroke. In 2023, Indonesia had approximately 70 million active smokers, with 56.5% aged 15–19 years. Smoking cessation is difficult due to nicotine dependence. Although smoking cessation services (Upaya Berhenti Merokok/UBM) are provided free of charge at primary health centers (Puskesmas), their utilization remains low, indicating barriers at both individual and health system levels. This study aims to identify factors influencing the utilization of smoking cessation services at primary health centers. A literature review was conducted using electronic databases, particularly Google Scholar, covering publications from 2020 to 2025. The search employed the keyword “utilization of smoking cessation services at primary health centers.”The findings indicate that smoking cessation services at primary health centers face multiple challenges. Factors influencing utilization include individual motivation, knowledge of smoking risks, social support, the role of health workers, and satisfaction with health services. The utilization of smoking cessation services is strongly influenced by a combination of individual, social, and health system factors. Strengthening health worker involvement, enhancing public awareness, and improving service quality are essential to increase service utilization at primary health centers. Keywords: Smoking Cessation, Primary Health Centers, Health Workers, Motivation, Service Utilization.  ABSTRAK Merokok merupakan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Jantung Koroner (PJK), dan stroke. Pada tahun 2023, terdapat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, dengan 56,5% di antaranya berusia 15–19 tahun. Berhenti merokok bukan hal yang mudah karena adanya ketergantungan nikotin. Meskipun layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) telah disediakan secara gratis di puskesmas, tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah, yang menunjukkan adanya hambatan baik dari sisi individu maupun sistem pelayanan kesehatan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di puskesmas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengakses artikel ilmiah melalui database Google Scholar dari tahun 2020 hingga 2025. Proses pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “pemanfaatan layanan upaya berhenti merokok di puskesmas”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan UBM di puskesmas masih menghadapi berbagai tantangan. Pemanfaatan layanan dipengaruhi oleh faktor individu (motivasi dan pengetahuan), faktor sosial, serta peran dan dukungan tenaga kesehatan. Keberhasilan pemanfaatan layanan UBM sangat dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan dukungan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penguatan peran tenaga kesehatan, peningkatan edukasi masyarakat, serta perbaikan kualitas layanan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan upaya berhenti merokok di puskesmas. Kata Kunci: Layanan Upaya Berhenti Merokok, Puskemas, Peran Tenaga Kesehatan, Motivasi Klien, Pemanfaatan Layanan.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Usia Ibu, Pendidikan Ibu, Akses ANC): A Systematic Review Yulianti Yulianti; Zairin Noor; Fauzie Rahman; Herawati Herawati; Didik Dwi Sanyoto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51085

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia, karena berhubungan dengan tingginya angka kesakitan, kematian neonatal, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR melalui pendekatan systematic review. Studi ini merupakan systematic review yang diterapkan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan pada pencarian adalah “Low Birth Weight” dan “Risk Factor”. Dari total 310 artikel yang ditemukan, setelah melalui proses penyaringan judul, abstrak, dan full text sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat dan dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia <20 tahun atau >35 tahun, rendahnya pendidikan ibu, serta terbatasnya akses layanan kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu, pentingnya strategi komprehensif untuk menekan angka BBLR melalui edukasi kesehatan reproduksi, pemerataan akses layanan kesehatan ibu, serta pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan.
Implementasi KKN AKSARA UMKLA: Pemberdayaan Masyarakat melalui Digitalisasi UMKM, Kesehatan, dan Sosial di Dukuh Marangan Febriyan Ichlasul Imam; Safinatusyifa Amini; Sri Rejeki; Marlina Azzahra; Fauzie Rahman; Fawati Titi Suyana; Fika Nurhidayah; Fitri Azzizatul Ni'mah; Deswandya Azzahra; Muhammad Naufal Nur Hakim; Mia Wiritaniya; Sovi Reviana Putri; Erma Widyastuti
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v4i1.1967

Abstract

Real Work Lecture (KKN) is a form of community service that must be carried out by all students of the University of Muhammadiyah Klaten (UMKLA). Group 04 KKN UMKLA AKSARA 2025 has been held in Marangan Village, Jimbung, Kalikotes, Klaten, Central Java, from July 31, 2025 to August 30, 2025. This activity aims to apply the knowledge that has been learned from campus while helping to solve problems in the surrounding community, especially Marangan Village. Field work program created in several areas, such as education (Dauroh or Intensive Religious Study), economy (digitization of MSMEs), Health (Posyandu counseling), and Social Community (assisting activities at the TPA). With an approach that directly involves the society the students strive to increase society awareness, provide motivation, and assist in the implementation of these programs. The results of this Field Work demonstrated increased resident's participation, enthusiasm for MSME digitalization, outreach at integrated health in Posyandu, and bring up of new ideas for local resource management. This Field Work program successfully fostered strong collaboration between students, village officials, and residents, resulting in sustainable positive change.
Literature Review: Evaluasi Pelatihan Pemberian Makan Bagi Bayi dan Anak (PMBA) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Peserta sebagai Upaya Pencegahan Stunting Lestari, Faetria; Adhani, Rosihan; Rahman, Fauzie; Isa, Mohammad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.20927

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) and the United Nations Children's Fund (UNICEF), more than 50% of infant and toddler deaths are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children. The purpose of PMBA training is for health workers, health cadres, and the general public to be able to provide the right food for infants and children. The policy related to PMBA has been running for a long time, the Ministry of Health has issued PMBA guidelines since 2021 which refers to Presidential Decree No. 72 of 2021 concerning the acceleration of stunting reduction. There is a need to evaluate PMBA training, one of which is to improve the knowledge and skills of participants. To analyze the effectiveness of Infant and Child Feeding Counseling Training (PMBA) for health workers in improving the knowledge and skills of participants. A literature review was conducted through the following databases: Google Scholar in the period 2021 to 2025, in English or Indonesian. Articles were selected based on full texts that met the inclusion and exclusion criteria. Articles were compiled using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis) guidelines. PMBA training can significantly improve participants' knowledge in proper feeding for infants and children. PMBA training is an effective program in providing proper feeding for infants and children as an effort to reduce the incidence of stunting in Indonesia. Keywords: PMBA Training, Knowledge, Skills, Nutrition.  ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), lebih dari 50% kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantaranya kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak. Dilakukannya pelatihan PMBA bertujuan agar tenaga Kesehatan, kader Kesehatan, maupun Masyarakat umum dapat memberikan makanan yang tepat bagi bayi dan anak. Kebijakan terkait PMBA sudah berjalan sejak lama, Kemenkes telah menerbitkan pedoman PMBA sejak tahun 2021 yang mengacu pada Perpres no 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Perlunya dilakukan evaluasi pelatihan PMBA, salah satunya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Menganalisis efektifitas Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada tenaga Kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Tinjauan literatur dilakukan melalui basis data: Google Scholar dalam rentang tahun 2021 hingga 2025, berbahasa inggris atau indonesia. Artikel dipilih berdasarkan teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis). pelatihan PMBA secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam pemberian makan yang tepat pada bayi dan anak. Pelatihan PMBA merupakan program yang efektif dalam pemberian makan yang tepat bagi bayi dan anak sebagai upaya menekan kejadian stunting di Indonesia. Kata Kunci: Pelatihan PMBA, Pengetahuan, Keterampilan, Gizi.
Co-Authors Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adila, Nor Azizah Afifah, Halisyah Nur Agung Biworo Agus Muhammad Ridwan Agusetiawan, Muhammad Andrian Akbar, Alfito Dodi Forsatama Alfanie, Iwan Ali Faisal, Muhammad Alifa Nayla, Nurul Alisa, Fitralina Nur Alkamaliah, Fitrya Hayati  Andini Octaviana Putri Andini Octaviana Putri Andini Octaviana Putri, Andini Octaviana Anggrainy, Helena Puteri Anggun Wulandari Anggun Wulandari Anjani, Ratna Ari Yunanto Ari Yunanto Arifa, Salsabila Arifin Syamsul Arjan Arkasi Assyaida, Muhammad Abdus Salam Atikah Rahayu Aulia Noor Azmi Ayu Riana Sari Azizah, Dhiya Alfi Azmiyannoor, Muhamad Azmiyannoor, Muhammad Azwari, Ayu Riana Sari Bahrul Ilmi Billa, Lisa Salsa Cahyani, Sulis Chairul Ramadhan Chellyadiza, Alfitri Deswandya Azzahra Dian Rosadi Dian Rosadi Dian Rosadi Dian Rosadi, Dian Diauddin Didik Dwi Sanyoto Edi Setiawan Ekawati, Norliana Eko Suhartono Erma Widyastuti Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Fahrini Yulidasari Faisal, Muhammad Ali Farid Ilham Muddin Fatimah Azzahra Fawati Titi Suyana Fawwaz, Nur Aisha Febriyan Ichlasul Imam Fika Nurhidayah Filsahani, Nuraida Keisya Firdha Yuserina Fitri Azzizatul Ni'mah Fitriani Fitriani, Nur Nadya Fitriyani Fitriyani Grace Siama Juwita, Grace Siama Hamdanah Hamdanah Hayyana, Nawwara Heppy Dwiyana Afika Herawati Herawati Husaini Husaini Husnul Fatimah Istiana Iwan Aflanie Jannah, Alya Miftahul Jannah, Nidaul Jayadi, Yusef Dwi Jinan, Raudatul Keisya Filsahani, Nuraida Khadafi, Muhammad Zainal Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenny Octavianty, Lenny Lestari, Faetria Lia Anggraini Lisa Fitriani Luh Putu Ratna Sundari Maman Saputra Maman Saputra, Maman Marhal, Ridwan Marlina Azzahra Meitria Syahadatina Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melati Noormaulidya Putri Mia Wiritaniya Minasari, Minasari Mirhansyah Mirhansyah, Mirhansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Isa Muddin, Farid Ilham Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdus Salam Assyaida Muhammad Azmiyannoor Muhammad Naufal Nur Hakim Muhammad Rudiansyah Muhammad Syarif Mulia Wati, Ratna Musafaah Musafaah Navijay, Ahmad Nayla, Nurul Alifa Neka Erlyani Neka Erlyani Nina Ulfatin Khaira Nita Pujianti Noor Ahda Fadillah Noorsyifa Nor Annisa Noryani, Tuti Nur Laily Nur Laily Nur Laily Nur, Aprilia Artati Nuralpisah, Nuralpisah NURUL HIDAYAH Octaviana Putri, Andini Palindangan Tambing, Angelia Ivana Prasetio, Diki Bima Prastya, Septyan Eka Puspa Rani Putri, Aura Salsabila Yunizar Putria, Evita Panca Rahayu Rahayu Rahma, Amelia Rahmadani, Oktaviani Lativa Rahmat Nur Fadilah Rahmatullah, Mohammad Dede Raisya, Raisya Rakhmy Aprillisya Riana Riana Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad Ridwan, Agus Muhammad Rifani, Rizqi rizhariaqi, Mahwa Rizki, Shofa Yulia Rosihan Adhani, Rosihan RR. Ella Evrita Hestiandari Safinatusyifa Amini Sai'dah, Habibah Sanyoto, Didik Dwi Sari, Ayu Riana Sari, Dessie Natalia Mayang Sasikarani Sasikarani Seambaga, Alvian Aditya Selviana, Rizka Elma Sepdavayatie, Chossy Setiawan, Muhammad Irwan Shafarina, Helmaria Silapurna, Endah Labati Siti Maimunah Siti Rahmi Soesanto, Bayu Sovi Reviana Putri Sri Rejeki Sri Wulandari Suharton, Eko Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tamtama, Tatang Triawanti Triawanti Vina Yulia Anhar Wati, Ratna Mulia Wenda, Yonesi Wetha Exavarani Susanto Wibowo, Yoga Putra Wijaya, Vivin Ary Yolanda, Zuhrufa Wanna Yulianti Yulianti Yusef Dwi Jayadi Yustikasari, Intan Yustin Ari Prihandini Zahra, Novyananda Aulya Zainal Khadafi, Muhammad Zairin Noor Zairin Noor Zuhrufa Wanna Yolanda Zuhrufa Wanna Yolanda Zwagery, Rika Vira