Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI DALAM PEMIKIRAN RICHARD WEST DAN LYNN H. TURNER UNTUK MENJADIKAN KOMUNIKASI YANG BERETIKA Aminullah, Muhammad
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2020): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v2i1.1729

Abstract

Penelitian ini penting untuk memahami makna komunikasi dan membuat definisi komunikasi yang lengkap. Pegangan teori komunikasi dasar mengacu pada studi teori yang dikembangkan oleh Richard West dan Lynn H. Turner, dalam buku Introducing Communication Theory: Analysis and Application. Studi teoretis ini juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam mereka yang melahirkan definisi komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan analisis isi untuk mendeskripsikan komunikasi definisi Islam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa komunikasi adalah ekspresi yang menyampaikan ide seseorang kepada orang lain baik secara verbal maupun nonverbal untuk menjadi informasi baru dalam bentuk perubahan. Komunikasi Islam telah mengatakan al-da `wah. Al-da` wah adalah ajaran Islam yang menyampaikan gagasan kepada orang lain baik secara lisan maupun perbuatan untuk membentuk perilaku atau sifat sesuai dengan perintah dalam Islam. Model komunikasi berupa tindakan, interaksi, dan tranformasi. Komunikasi etis sangat penting untuk dipahami karena kesalahan komunikasi akan menimbulkan konflik. Komunikasi dilakukan dengan memiliki nilai-nilai etika yang mengarah pada kejujuran. Etika Komunikasi dalam Islam dituntut untuk jujur dan mengatakannya dengan benar. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang memiliki nilai etika. Komunikasi emosional dapat memengaruhi penerimaan pesan dengan benar. Dalam hal ini. Kita layak berkomunikasi bahwa komunikasi etis adalah komunikasi yang tidak memiliki emosi.
COMPARATIVE ANALYSIS OF THE TRADITIONAL ISLAMIC EDUCATION SYSTEM AND THE MODERN ISLAMIC EDUCATION SYSTEM IN INDONESIA Aminullah, Muhammad; Rama, Bahaking; Miro, Abbas Baco; Rijal, Tabhan Syamsu
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to analyze the comparison of the traditional Islamic education system with the modern Islamic education system in Indonesia. The results of this research show that the traditional Islamic education system in Indonesia is education carried out by educators using old methods. Traditional Islamic education is known as the Halaqah system and does not use alternatives such as benches, tables and blackboards. While the modern Islamic education system in Indonesia is education that is based on the concept of divinity but is universal, modern Islamic education does not only focus on religious lessons but is also integrated with science and technology with a classical system, namely using tables, chairs, blackboards and other learning media. The comparison between these two systems is found in their educational institutions. In the curriculum aspect, traditional Islamic education has its curriculum from the kyai or top leaders of the institution, while the curriculum in modern Islamic education is an integrated curriculum from educational institutions (Mendikbutristek) and religious institutions (Kemenag).
DOSA DALAM PRESPEKTIF ISLAM DAN KRISTEN Sinaga, Hasanuddin; Aminullah, Muhammad
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2728

Abstract

Kajian ini bertujuan ini mengetahui tentang konsep dosa dalam ajaran Kristen dan Islam. Kajian ini juga mencoba membandingkan antara konsep dan pemahaman dosa dalam al-Qur’an dan Al-Kitab sehingga mendapatkan pemahaman yang utuh tentang kajian tersebut. Dalam Kristen dosa adalah salah satu ajaran pokok yang wajib diyakini karena berhubungan dengan kelahiran Yesus sebagai anak Tuhan yang hadir sebagai penyelamat umat manusia, dan berkaitan juga dengan pengorbanan Yesus di tiang salib sebagai penebusan atas dosa asal manusia yang diakibatkan oleh perbuatan Adam dan Hawa. Sedangkan dalam Islam, konsep dosa dipandang sebagai perbuatan yang menjadi tanggung jawab secara individu oleh setiap manusia langsung kepada Tuhannya. Terdapat perbedaan yang signifikan antara dosa dalam Islam dan Kristen, namun dosa menjadi sebuah titik dimana manusia menyesali segala perbuatan dosa dan dibuktikan dengan perubahan yang lebih baik.
Membangun Kesadaran Komunikasi Lingkungan Demi Mewujudkan Aceh Bersih 2024 Aminullah, Muhammad
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v13i1.2408

Abstract

Kajian ini perlu dilakukan untuk memahami komunikasi lingkungan, sehingga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mewujudkan aceh bersih merupakan perintah yang sangat tegas dalam islam yaitu kebersihan bagian dari iman. Konsep ini dipahami bahwa orang yang beriman diwajibkan dalam keadaan bersih. Membentuk Masyarakat sadar kebersihan perlu adanya pendekatan komunikasi lingkungan yang aktif dalam menerjemahkan makna kebersihan secara jelas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan teoritis dan fenomenologis. Data diambil dari berbagai literatur dan dokumentasi yang relevan. Data dianalisis dalam bentuk content analisis dan eksplorasi teori. Hasil penelitian menemukan bahwa Kebersihan merupakan naluri manusia. Kesadaran bersih harus dimulai dari niat dan implementasi pada diri sendiri. Aceh bersih menggambarkan masyarakat berhasil menjaga kebersihan, sebagai wujud mengimplementasikan nilai komunikasi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan Aceh kotor juga berasal dari nilai tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungannya. Untuk membuktikan masyarakat Aceh sebagai masyarakat yang beriman, maka pasti dapat dilihat aplikasi keimanannya pada nilai kebersihan.
The Practice of Wearing Hijab among Female Students of Al-Aziziyah Samalanga Islamic Institute, Bireuen: Study of Islamic Law and Legal Politics Abdul Kadir, Muntasir; Abdullah Lawang, Karimuddin; Haikal, Muhammad; Aminullah, Muhammad; Ishak, Supriadi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 6, No 1 (2022): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v6i1.12864

Abstract

This study discusses the practice of wearing hijab among students of the Islamic Institute of Al-Aziziyah Bireuen. This research is an empirical legal study that employs an Islamic legal approach, specifically the maṣlaḥah theory and legal politics. Utilized data collection methods include literature reviews, interviews, and observations. The findings of this study indicate that there are divergent opinions among fiqh scholars concerning the issue of niqāb. Guarantees of protection and comfort in interacting with the general public encourage the use of niqāb. The practice of wearing niqāb by Al-Aziziyah students is carried out on an essential awareness and upholds the values of adherence to the recommendations of Shari'a and regulations set by the educational institution where they study. Al-Aziziyah Islamic institute students use the niqāb, without judging it as a compulsion, let alone rebelling against the requirements for wearing the niqāb. They even feel the benefits of using the niqāb as part of the identity of a Muslim woman. This study also concludes that, from a legal standpoint, the Aceh Qanun regarding Muslim attire and tawṣiyah from the Ulama Consultative Council is a government policy intended to protect and advance the community. It is especially to be better and more dignified, as the primary objective of Islamic law is to improve humanity. 
Pelaksanaan Program Green Movement Di Lingkungan Kampus Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga Bireuen Aceh Eliana; Abdullah; Junaidi; Aminullah, Muhammad; Riswani, Maya
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v3i1.709

Abstract

Kegiatan Green Movement ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman Mahasiswa dalam menjaga lingkungan hidup agar menjadi indah dan sehat. Kegiatan ini dilakukan untuk membimbing mahasiswa dalam merawat lingkungan hidupnya. Kegiatan ini dilakukan selama ada proses kegiatan aktif perkuliahan Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga. Geren Govement salah satu kegiatan yang diperlukan di Kampus Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga disamping untuk melatih Mahasiswa untuk menjaga lingkungan dan juga untuk merawat alam yang ada di sekeliling mereka.
Power Structures and Religious Legitimacy: The Influence of Dayah Ulama in the Politics of Aceh Analyzed using Powercube Theory Muntasir, Muntasir; Zulkarnaen, Iskandar; Aminullah, Muhammad; Hamdani, Muslem; Hidayat, Bimby
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v13i1.1625

Abstract

The existence and traces of involvement of dayah ulama in the power dimension have placed them as religious leaders and political actors. Resulting in vertical mobility in policy making. The research subjects were dayah ulama and religious leaders in Aceh. This study aimed to understand the dimensions of the political power of Acehnese ulama working at the level, space, and form. This research used qualitative methods based on interview data, questionnaires, and literature studies. The results showed that the ulama dayah had a lot of capital and power to build power. These dimensions could be classified as follows: 1) the level dimension in the power structure of ulama was very central and able to influence local and even national political constellations; 2) with personal qualities and public belief in the Keuramat (sacred) and temeureuka (damned) owned by the ulama, indicating the legitimacy of power in the form of “visible and invisible power” in the Aceh ulama; 3) through dayah institutions, networks of religious organizations and the Ulema Consultative Assembly had provided ample space for Aceh ulama to build their identity and power as holders of religious and social authority in the public sphere.
WAJAH ISLAM NUSANTARA PADA TRADISI PETA KAPANCA DALAM PERKAWINAN ADAT BIMA Aminullah, Muhammad; Nasaruddin, Nasaruddin
Tajdid Vol 1 No 1 (2017): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v1i1.1

Abstract

Penyelenggaraan peta kapanca dalam masyarakat Bima telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Hadirnya peta kapanca dalam perkawinan adat Bima, merupakan bagian dari respon masyarakat terhadap kebudayaan yang berbasis Islam. Bentuk-bentuk akulturasi Islam dengan budaya Bima atau dalam istilah lain disebut dengan pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca dapat dilihat pada; pertama, pembacaan shalawat dan do’a pada saat dimulainya prosesi boho oi mbaru atau mandi uap dengan bunga-bunga. Kedua, iringan hadrah pada saat prosesi kalondo wei. Ketiga, pembacaan kalam ilahi yang kemudian dilanjutkan dengan jiki kapanca yang berisi pembacaan maulid syaraful anam saat prosesi peta kapanca. Keempat, prosesi peta kapanca yang berjumlah ganjil, melambangkan bahwa Allah swt. menyukai sesuatu yang ganjil dan hiasan bunga-bunga telur yang berjumlah sembilan buluh sembilan buah, melambangkan asmaul husna. Proses pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca itulah yang kemudian membentuk pola atau corak Islam yang khas Bima yang merupakan wajah Islam Nusantara.
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Aminullah, Muhammad; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan sistem pengatur pelaksanaan pendidikan agar sesuai dengan target yang diinginkan. Manajemen pendidikan akan mengatur berbagai kebijakan dalam suatu sistem pendidikan. Untuk dapat melaksanakan manajemen pendidikan, diperlukan suatu strategi yang dikenal dengan manajemen strategik. Manajemen strategik pendidikan mengarahkan para pelaksana pendidikan agar mereka mengasilkan output yang berkualitas. Dengan adanya arahan, maka akan muncul batasan-batasan tertentu untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah 1), Mendeskripsikan pengertian manajemen strategi, 2) Bagaimana manajemen strategi Pendidikan Islam 3) Bagaimana tantangan strategi manajemen Pendidikan Islam?Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1). Manajemen strategik adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan 2). Manajemen strategik pendidikan Islam adalah kegiatan yang terstruktur yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf (karyawan) dan pengawasan dalam seluruh unsur pelaksana pendidikan islam.3) Manajemen strategi pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Tantangan ini mencakup aspek internal dan eksternal
Prinsip Controlling Perspektif Surat Al-Fatihah Aminullah, Muhammad; Septiana, Nadia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam makna yang terkandung dalam Surat Al-Fatihah, terutama dalam kaitannya dengan konsep controlling dalam manajemen. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber referensi yang relevan, kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Setelah proses pengumpulan dan analisis data yang memadai, penelitian ini menemukan bahwa Surat Al-Fatihah memberikan prinsip-prinsip mendasar yang sangat penting dalam konsep controlling, seperti kebutuhan akan perencanaan yang matang, pengawasan yang konsisten, serta langkah-langkah korektif untuk memastikan kesuksesan proses. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, seorang manajer dapat mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan prinsip-prinsip Islam.