Claim Missing Document
Check
Articles

Manufacturing Non Adhesive Biobriquettes With Main Ingredients From Cow Manure Waste at Dairy Cows Teaching Factory Rachmanita, Risse Entikaria; Aminullah, Muhammad; Susmiati, Yuana; Febriani, Siti Diah Ayu; Rudiyanto, Bayu
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 1 No. 1 (2024): February
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v1i1.4511

Abstract

Biobriquettes are solid energy source that comes from biomass that is compressed under a certain pressure. The development of non-adhesive biobriquettes has not been widely carried out. Teaching factory (TEFA) Dairy Cows Politeknik Negeri Jember have 51 cows and products ± 18-20 kg/day of cow manure which have not managed optimally. On the other side of district Jember produces 1,945 tons of coconut shell waste per year which is pill up, thrown away and used as stove fiel or simply burned. This research was conducted with an experimental method using composition variations of raws material and mixed material to obtain the best mixture ratio for biobriquettes, 4KS6AR (40% : 60%), 5KS5AR (50% : 50%), 6KS4AR (60% : 40%). The raw material for cow dung is cleaned from grass fibers. The coconut shells raw material that has been dried in the sun, then pyrolyzed at a temperature of approximately 200-250ºC for 6-7 hours, then ground to size of 40, 60 and 100 mesh. From the tests that have been carried out, the most optimal value to quality standards of National Standard of Indonesia (SNI) 01-6235-2000 is with a water content of 2,382 %, calorific value of 6.650 cal/g.
Betawi Culture as Cultural Capital in Resilience Against Flood Disasters Aminullah, Muhammad; Sari, Annisa Ananda
Cities and Urban Development Journal Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: As a region that is downstream of 13 rivers, Jakarta is called a water city that has a natural vulnerability to disasters. Thus, river management is a challenge for Jakarta. Aims: This study examines how the cultural capital of the Betawi Community is currently being revived by the Padepokan Ciliwung Condet in managing the Ciliwung River and how this cultural capital can have an impact on disaster resilience. Methods: This study uses a qualitative approach. This study conducted observations, in-depth interviews, and literature studies to identify the cultural capital used by the community. Results: The results of the study show that the cultural capital applied by the Ciliwung Condet Padepokan Community (KPCD) consists of physical infrastructure and intangible beliefs that connect humans and rivers as twins. KPCD's strategy in flood resilience includes river boundary conservation and education to strengthen the Betawi Cultural perspective on rivers. Conclusion: This study indicates that this approach can be an effective model in flood disaster mitigation in urban areas by utilizing local wisdom and traditional culture. In line with Bourdieu's social capital theory which emphasizes the importance of cultural capital in building community resilience to environmental threats.
Filsafat Komunikasi Islam Dalam Pendekatan Alamtologi (Mencari Bentuk Satu Disiplin Ilmu) Aminullah, Muhammad
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 12 No. 1 (2022): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v12i1.1236

Abstract

Studi kajian ini perlu dilakukan untuk memahami hakikat dasar pembentukan komunikasi islam. Hal ini disebabkan, dalam dunia akademik, komunikasi Islam masih menjadi pertanyaan besar tentang pembentukan sebuah disiplin ilmu. Seharusnya komunikasi islam menjadi satu pandangan khusus yang harus ditemukan dalam satu bidang ilmu sebagaimana terbentuknya ilmu-ilmu lain. Sebenarnya komunikasi islam merupakan satu sistem yang memiliki proses interaksi dalam melakukan hubungan satu dengan lainnya dengan menggunakan nilai-nilai islam. Nilai-nilai komunikasi islam adalah berlandaskan nilai komunikasi yang tersebut dalam Al-Qur`an, seperti perkataan yang lembut, perkataan yang mulia, bijaksana, perkataan yang baik, tegas, tepat sasaran, dan lainnya. Adapaun pembentukan formulasi komunikasi Islam, harus ada satu nilai yang paling dasar sebagai hakikat dari komunikasi tersebut, sehingga konsep ini dapat diaplikasikan kepada semua aspek komunikasi. Berdasarkan pendekatan Alamtologi, ternyata komunikasi dapat dilakukan dalam bentuk hubungan dengan semua unsur yang wujud di Alam jagat raya ini berdasarkan satu aspek saja yaitu hubungan dapat dilakukan atas keperluan. Hubungan yang terbina atas keperluan adalah sebuah kemutlakan bagi manusia untuk dapat bertahan dalam menjalani kehidupannya. Adapun pendekatan metodologi dalam penelitian ini yaitu pendekatan saintifik yang dibangukan berdasarkan disiplin ALAMTOLOGI. Formulasi komunikasi Islam yang dibangunkan berdasarkan disiplin ALAMTOLOGI yaitu komunikasi dapat diapalikasikan pada semua aspek hubungan manusia dengan lainnya secara saintifik, sistematis dan universal dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang harmoni. Formulasi ini disebut TEORI ALAMIN yang bermakna Komunikasi Alamtologi. Teori Alamin adalah yaitu X + Z (Y) ⤇ gHp dan X – Z (0) ⤇ gCp. Berdasarkan konsep ini impelemtasi komunikasi dapat memastikan pencapaiannya kepada nilai harmoni atau nilai kepincangan. Maka komunikasi yang baik adalah komunikasi yang harmoni.
Reception of Qur’anic Ecotheological Values in Bima Muslim Local Wisdom: A Living Qur’an Study through Jauss’ Reception Theory Aminullah, Muhammad; Syamsurijal
QOF Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qof.v9i2.3280

Abstract

This study examines the reception and praxis of Qur’anic eco-theological values within the cultural life of the Muslim community of Bima, West Nusa Tenggara, Indonesia, through a living Qur’an approach combined with Hans Robert Jauss’s reception theory. It investigates how Qur’anic concepts such as tawḥīd, khilāfah, amānah, and ecological balance are received, interpreted, and internalized through local wisdom, including the philosophy of Maja Labo Dahu, the ethical principle Ngaha Aina Ngoho, and cultural practices such as Rimpu and Peta Kapanca. Using qualitative methods comprising literature review, cultural observation, and contextual tafsīr analysis, the study finds that these traditions function as concrete modes of cultural reception that translate Qur’anic eco-theological values into everyday ethical practices, particularly in fostering environmental responsibility and social restraint. However, the analysis also reveals interpretive limits and contextual constraints, where specific ecological meanings are selectively emphasized while others remain implicit or symbolic. Theoretically, this study contributes to living Qur’an scholarship by demonstrating how reception theory can be employed to map the horizon of expectation through which Qur’anic meanings are culturally negotiated. Empirically, it highlights local wisdom as both a medium and a boundary for the internalization of Islamic ecological ethics in addressing contemporary environmental challenges.
Manajemen Mutu Pengembangan Sarana dan Prasarana Lembaga Pendidikan Islam Subhan, Subhan; Aminullah, Muhammad; Alaydrus, S. Ali Jadid; Maimun, Maimun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen mutu dalam pengembangan sarana dan prasarana (sarpras) di lembaga pendidikan Islam melalui studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarpras memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Manajemen mutu sarpras dalam pendidikan Islam berlandaskan nilai-nilai ihsan, amanah, syura, istiqamah, dan profesionalisme. Pengembangan sarpras perlu direncanakan melalui analisis kebutuhan, penetapan prioritas, serta rencana pengembangan yang sejalan dengan visi-misi lembaga. Berbagai sumber pendanaan seperti BOS, dana masyarakat, wakaf produktif, dan CSR menjadi strategi utama dalam pengadaan sarpras yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan sarpras memerlukan perawatan berkala, inventarisasi digital, dan optimalisasi pemanfaatan aset. Implementasi mutu dilakukan melalui pemenuhan SNP, standar pesantren, monitoring-evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan. Tantangan seperti keterbatasan dana, rendahnya kompetensi SDM, minimnya partisipasi masyarakat, dan kebutuhan modernisasi dapat diatasi melalui kolaborasi komunitas, pelatihan SDM, penguatan wakaf produktif, dan digitalisasi sarpras.
Perancangan Aplikasi Kehadiran Karyawan dan Pengajuan Cuti Berbasis Android di PT Pratama Abadi Industri Ramadhani, Ryan Zulham; Liesnaningsih, Liesnaningsih; Handayani, Nurdiana; Mulyati, Sri; Aminullah, Muhammad
Jurnal Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v14i1.12821

Abstract

PT Pratama Abadi Industri merupakan produsen sepatu olahraga merek terkemuka di dunia yang mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan. Pada proses kehadiran karyawan  masih menggunakan mesin absensi kartu sehingga sering terjadi kecurangan, sedangkan proses pengajuan cuti masih dilakukan menggunakan formulir permohonan cuti. Sistem yang berjalan saat ini masih kurang efektif dalam mengelola data absensi dan cuti karyawan yang jumlahnya sangat banyak. Oleh sebab itu perlu membuat rancangan aplikasi kehadiran karyawan dan pengajuan cuti untuk mengatasi kecurangan yang terjadi. Perancangan sistem dibuat dengan diagram UML. Metode yang digunakan pada pengembangan sistem adalah metode extreme programming yang terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, perancangan, pengkodean, pengujian. Aplikasi ini akan berjalan pada platform Android dengan menggunakan Visual Studio Code sebagai teks editornya. Aplikasi yang dibuat memiliki fitur untuk melakukan absensi kehadiran dan permohonan cuti yang dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone.