Claim Missing Document
Check
Articles

WAJAH ISLAM NUSANTARA PADA TRADISI PETA KAPANCA DALAM PERKAWINAN ADAT BIMA Aminullah, Muhammad; Nasaruddin, Nasaruddin
Tajdid Vol 1 No 1 (2017): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v1i1.1

Abstract

Penyelenggaraan peta kapanca dalam masyarakat Bima telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Hadirnya peta kapanca dalam perkawinan adat Bima, merupakan bagian dari respon masyarakat terhadap kebudayaan yang berbasis Islam. Bentuk-bentuk akulturasi Islam dengan budaya Bima atau dalam istilah lain disebut dengan pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca dapat dilihat pada; pertama, pembacaan shalawat dan do’a pada saat dimulainya prosesi boho oi mbaru atau mandi uap dengan bunga-bunga. Kedua, iringan hadrah pada saat prosesi kalondo wei. Ketiga, pembacaan kalam ilahi yang kemudian dilanjutkan dengan jiki kapanca yang berisi pembacaan maulid syaraful anam saat prosesi peta kapanca. Keempat, prosesi peta kapanca yang berjumlah ganjil, melambangkan bahwa Allah swt. menyukai sesuatu yang ganjil dan hiasan bunga-bunga telur yang berjumlah sembilan buluh sembilan buah, melambangkan asmaul husna. Proses pribumisasi Islam pada tradisi peta kapanca itulah yang kemudian membentuk pola atau corak Islam yang khas Bima yang merupakan wajah Islam Nusantara.
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Aminullah, Muhammad; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan sistem pengatur pelaksanaan pendidikan agar sesuai dengan target yang diinginkan. Manajemen pendidikan akan mengatur berbagai kebijakan dalam suatu sistem pendidikan. Untuk dapat melaksanakan manajemen pendidikan, diperlukan suatu strategi yang dikenal dengan manajemen strategik. Manajemen strategik pendidikan mengarahkan para pelaksana pendidikan agar mereka mengasilkan output yang berkualitas. Dengan adanya arahan, maka akan muncul batasan-batasan tertentu untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah 1), Mendeskripsikan pengertian manajemen strategi, 2) Bagaimana manajemen strategi Pendidikan Islam 3) Bagaimana tantangan strategi manajemen Pendidikan Islam?Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1). Manajemen strategik adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan 2). Manajemen strategik pendidikan Islam adalah kegiatan yang terstruktur yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf (karyawan) dan pengawasan dalam seluruh unsur pelaksana pendidikan islam.3) Manajemen strategi pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Tantangan ini mencakup aspek internal dan eksternal
Prinsip Controlling Perspektif Surat Al-Fatihah Aminullah, Muhammad; Septiana, Nadia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam makna yang terkandung dalam Surat Al-Fatihah, terutama dalam kaitannya dengan konsep controlling dalam manajemen. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber referensi yang relevan, kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Setelah proses pengumpulan dan analisis data yang memadai, penelitian ini menemukan bahwa Surat Al-Fatihah memberikan prinsip-prinsip mendasar yang sangat penting dalam konsep controlling, seperti kebutuhan akan perencanaan yang matang, pengawasan yang konsisten, serta langkah-langkah korektif untuk memastikan kesuksesan proses. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, seorang manajer dapat mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan prinsip-prinsip Islam.
Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan'ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25) Aminullah, Muhammad; Irsyadi, Najib
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 1 (2025): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v17i1.1870

Abstract

this study analyzes the Israiliyat narrations about Prophet David in QS. Shad (38:21-25), which recounts his encounter with two disputing individuals. It focuses on how Ibn Jarir al-Thabari and Abdurrazzaq al-Shan'ani use Israiliyat in their interpretations and examines the sources and validity of these narrations. this study Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, this research relies on Tafsir al-Thabari, Tafsir Abdurrazzaq al-Shan'ani, and other relevant sources. The findings reveal differences in the sanad and interpretative structures, yet both Tafsir works share a common initial source from al-Hasan. The narration describes the verse as both a test for Prophet David and a reprimand, mentioning that he intended to marry the wife of his subordinate. To evaluate the authenticity of these narrations, this study refers to the perspectives of classical and contemporary Tafsir scholars.
DOKTRIN JIHAD QITALI PERSPEKTIF SA’ĪD RAMAḌĀN AL-BŪṬI Aminullah, Muhammad; Haqiqi, Rif'an
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 1 No 2 (2023): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61570/syariah.v1i2.36

Abstract

The discourse on jihad, as conceptualized in Islamic law, is still often misunderstood by many groups. Their justification for jihad is often used to cast doubt on Islam's compatibility with the norms of modern international law, as stated in the UN Charter. Therefore, a true reinterpretation of Jihad is necessary to contextualize friendly Islamic law. This research is included in library research research by looking at Sa'īd Ramaḍān al-Būṭi's interpretation as a paradigm. The research stages included source collection, source classification, source analysis, and source interpretation. The results of this research can be concluded that: jihad qitāli is part of Islamic da'wah which functions as a defensive measure against enemy aggression (ḥirābah). According to Sa'īd Ramaḍān al-Būṭi, the verses of the Qur'an and hadith that came down during the Medina period cannot be interpreted as orders for offensive aggression (hujūmi). This is because the indications of attacks by the enemy were clearly visible to Rasulullah SAW. Therefore, Sa'īd Ramaḍān al-Būṭi rejected the offers of mufassirin, who interpreted the verses of the Medina period and hadiths in that period as a basis for legitimizing that kufr was the only reason for the order to fight non-Muslims.
KONSEP PENGEMBANGAN DIRI DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI ERA 4.0 Aminullah, Muhammad; Ali, Marzuki
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 12 No. 1 (2020): Dakwah dan Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v12i1.2243

Abstract

Kajian ini penting untuk menjelaskan tentang pengembangan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi era 4.0. Terbukti bahwa perkembangan teknologi komunikasi dapat mengubah pola komunikasi dalam kehidupan manusia. Namun manusia tidak boleh diatur oleh teknologi, tetapi manusia pada hakikatnya sebagai pengatur teknologi. Permasalahannya dimanakah posisi manusia dalam perkebangan teknologi komunikasi. Konsep ini perlu dipahami supaya kita jangan terjebak dalam perkembangan teknologi komunikasi di era 4.0 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode etnometodologi untuk menemukan bentuk tindakan kesiapan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, dokumentasi dan telaah kepustakaan, selanjutnya dianalisis terhadap dokumentasi tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan komunikasi alamtologi, untuk menjelaskan hubungan komunikasi yang terbentuk pada diri sendiri dengan perkembangan teknologi komunikasi. Hasilnya menjelaskan bahwa pengembangan diri menjadi potensi dan kesiapan diri, yang harus dimiliki oleh setiap manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi dapat mengelompokkan manusia pada dua posisi, yakni pembina teknologi atau konsumen teknologi. Penyesuaian diri pada posisi sebagai konsumen dapat menghantarkan kita kepada mudah dan praktis dalam melakukan komunikasi, seperti manfaat internet, manfaat smartphone, televisi dan sebagainya. Perkembangan teknologi komunikasi merupakan suatu perkembangan global yang tidak bisa dibendungi atau diantisipasi. Manusia perlu melakukan penysuaian diri terhadap perkembangan teknologi, supaya dapat memahaminya.
SIKAP DA’I TERHADAP MUKTAZILAH DAN SYIAH DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DAMAI (Studi Analisis Surat Ali Imran Ayat 105 dan An-Nisa` Ayat 59) Azizi, Muhammad Abrar; Aminullah, Muhammad
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 13 No. 1 (2021): Komunikasi Profetik
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v13i1.3089

Abstract

Living in a pluralistic or global society, the difference in understanding becomes a challenge in the concept of society. Differences need to be addressed carefully, so as not to cause conflict and enmity between groups in society. A dai must have a professional attitude in dealing with a pluralistic society. Therefore, it is necessary to re-examine the verses of the Al-Qur`an which explain the attitude of dai in dealing with different thoughts. This research uses Thematic Tafsir method, with the approach to the interpretation of the verses of the Al-Qur`an. The verses used in this study are interpreting Surah Ali Imran verse 105 and An-Nisa` verse 59. The results of the research found that someone who dai must have a professional attitude in dealing with differences. Differences in thought must be addressed wisely, namely differences are allowed but do not cross the line. Differences that can no longer be understood, do not impose justification on yourself, surrender the truth with confidence to Allah and the Messenger.
Perancangan Aplikasi Kehadiran Karyawan dan Pengajuan Cuti Berbasis Android di PT Pratama Abadi Industri Ramadhani, Ryan Zulham; Liesnaningsih, Liesnaningsih; Handayani, Nurdiana; Mulyati, Sri; Aminullah, Muhammad
Jurnal Teknik Vol 14, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v14i1.12821

Abstract

PT Pratama Abadi Industri merupakan produsen sepatu olahraga merek terkemuka di dunia yang mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan. Pada proses kehadiran karyawan  masih menggunakan mesin absensi kartu sehingga sering terjadi kecurangan, sedangkan proses pengajuan cuti masih dilakukan menggunakan formulir permohonan cuti. Sistem yang berjalan saat ini masih kurang efektif dalam mengelola data absensi dan cuti karyawan yang jumlahnya sangat banyak. Oleh sebab itu perlu membuat rancangan aplikasi kehadiran karyawan dan pengajuan cuti untuk mengatasi kecurangan yang terjadi. Perancangan sistem dibuat dengan diagram UML. Metode yang digunakan pada pengembangan sistem adalah metode extreme programming yang terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, perancangan, pengkodean, pengujian. Aplikasi ini akan berjalan pada platform Android dengan menggunakan Visual Studio Code sebagai teks editornya. Aplikasi yang dibuat memiliki fitur untuk melakukan absensi kehadiran dan permohonan cuti yang dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone.
MENGGUGURKAN KANDUNGAN HASIL PEMERKOSAAN MENURUT YUSUF AL-QARDHAWI Aminullah, Muhammad
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i1.68

Abstract

The main point of this essay is the study of Islamic Law about “Perspective of Yusuf Al-Qardhawi at abort the fetus which is effected by rape”. The problem formulations are; firstly what is the law of abort the fetus which effected by rape based on Yusuf Al-Qardhawi’s perspective?, second what the kind of approach to take and set the law by Yusuf Al-Qardhawi to that case? The writer uses the multidisciplinary approach, the instruments of data analyze are deductive, inductive and collaborative. While, to collect the data, writer used the literature approach. The result of this research show that, firstly the law of abort the fetus effected by rape is allowed or legalized based on Yusuf Al- Qardhawi’s perspective, it to be rukhsah to who pregnant due to the rape, except it, if not aborted so will disturb the pregnant safety. But, abort should be done before 40 days of fetus age. Second, Yusuf Al-Qardawi used the Qiyas method to decide the case, it mean that the woman is allowed to abort in an emergency. If it not, so will disturb the pregnant safety, as known that, the core of pregnant is fetus. Finally, the result of research describe how moderate of Yusuf Al-Qardawi to get the benefit of human.
Wakaf Digital Solusi Wakaf Modern Untuk Kesejahteraan Keluarga Miskin Aminullah, Muhammad; Putra, Muhammad Yunan
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v9i1.4534

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman di era modern saat ini, berkembang juga berbagai macam penemuan-penemuan dari hasil riset dan penelitian oleh para ahli pada bidang mereka masing-masing. Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam (rahmatan lil alamin) dalam hal ini tidak pernah mempermasalahkan selama masih dalam garis-garis yang telah ditetapkan oleh Al Qur’an dan sunah-sunnah Rasulullah Saw., tentunya hal tersebut tidak lain dengan maksud dan tujuan mulia, yaitu mensejahterkan kehidupan manusia terlebih bagi mereka yang membutuhkan. Beberapa misalnya dalam dunia kedokteran, ditemukannya bayi tabung, sewa rahim, pendeteksi kehamilan dan lain sebagainya. Di dunia teknologi ditemukannya handphone, Kendaraan self-balancing, Alat Pengujian DNA Pribadi, Lensa Bionic dan lain-lain. Serta yang tidak kalah pentingnya penemuan dalam bidang keagamaan yang merupakan hasil ijtihad para ulama, yaitu wakaf digital. Tujuan utama dari wakaf digital tidak lain adalah untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam yang hendak berwakaf dengan jumlah tunai tertentu serta tidak terbatas dengan jumlah yang ditentukan, artinya seseorang berpeluang mewakafkan hartanya tampa memikirkan sedikit banyaknya yang dikawafkan. Dari hasil penelitian ini, diperoleh beberapa data bahwa penerapan dan pemanfaatan wakaf digital gangat diperlukan saat ini, yang dengannya memberikan kemudahan serta membawa dampak yang cukup segnifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.