Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap Penggunaan Obat Mandiri Hidayah Karuniawati; Erindyah R. Wikantyasning; Anita Sukmawati; Zakky Cholisoh; Setyo Nurwaini; Mika Tri Kumala Swandari; Rahayu Farida; Ahmad Rajali
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penggunaan obat mandiri di masyarakat cukup tinggi. Penggunaan obat secara mandiri yang tidak rasional dapat menyebabkan tujuan terapi tidak tercapai, bahkan dapat membahayakan pasien. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku warga negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap penggunaan obat secara mandiri. Kegiatan dilakukan di masjid Ansan Seoul Korea Selatan. Kegiatan inti berupa penyuluhan kepada warga Indonesia yang berada di Seoul terkait dengan penggunaan obat mandiri yang rasional yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang tidak dipakai. Meskipun 37 peserta hadir pada kegiatan ini, tetapi 14 peserta mengisi kuesioner. Mayoritas peserta (71,4%) adalah laki-laki, 64,3% umur 25-30 tahun, dan 50% pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata pengetahuan responden terkait dengan pengobatan mandiri adalah 63,6% sedangkan sikap 72,9%. Pengetahuan, sikap, dan perilaku yang belum sesuai adalah cara mendapatkan obat (logo obat), cara minum obat, cara penyimpanan, dan cara membuang obat. Perlu edukasi farmasis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat mandiri secara rasional.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Tista Ayu Fortuna; Hidayah Karuniawati; Sri Kusuma Dewi; Nandifa Azzahra Salsabila; Davina Lathifah Nuraini; Dina Yuli Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2022, terdapat 131.265 kasus DBD. Kecamatan Nogosari terdiri dari 13 desa dan memiliki luas wilayah sebesar 5.508,43 hektar. Potronayan adalah salah satu desa di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pertanian menjadi sumber penghasilan utama warga desa, sehingga kebanyakan warga bekerja di luar rumah, yang meningkatkan risiko tertular DBD. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DBD agar dapat mengurangi kasus penyakit tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan desain satu kelompok pretest-posttest. Sebelum diadakan edukasi, peserta diberikanpre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka. Setelahnya, dilakukan penyuluhan mengenai DBD, lalu diberikan post-test untuk menilai hasil edukasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p value 0,243. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat yang sudah baik mengenai DBD.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas pada Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan Rahayu Farida; Hidayah Karuniawati; Erindyah R. Wikantyasning; Anita Sukmawati; Zakky Cholisoh; Setyo Nurwaini; Mika Tri Kumala Swandari
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18567

Abstract

Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri Indoneisa warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan baik sebagai pekerja, pelajar dan mahasiswa, pendamping keluarga, serta menikah dengan warga negara Korea Selatan tercatat sebanyak lebih dari 42.000 pada tahun 2019. Jumlah ini semakin bertambah dari tahun ke tahun berkenaan dengan meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi atau pengetahuan terkait materi kesehatan mental. Pengabdian masyarakat internasional ini diberikan dengan metode seminar dengan tema kesehatan mental. Materi ini penting untuk diberikan sebagai bekal menghadapi tekanan psikologis yang dialami oleh para warga negara indonesia di Korea Selatan sebagai akibat dari adanya kejutan budaya. Harapannya dengan seminar ini maka para WNI yang tinggal di Korea Selatan dapat melakukan penanganan mandiri pada kasus gangguan kesehatan mental oleh masalah sehari-hari. Setelah mengikuti seminar diharapkan peserta dapat lebih bijak dalam menggunakan obat, serta dapat mengelola stress dengan baik sehingga dapat menjaga kesehatan mental agar tetap produktif di tengah berbagai tekanan psikologis yang dihadapi sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di negara lain dan jauh dari keluarga. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 37 peserta yang merupakan jamaah Masjid Sirotol Mustaqim Ansan, Seoul Korea Selatan.
PENGENALAN KOSMETIKA AMAN UNTUK KULIT SEHAT TERAWAT PADA IBU PKK RT 04/RW2 DESA KARANGDUWET SALATIGA Dian Oktianti; Zakky Cholisoh; Hidayah Karuniawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32303

Abstract

ABSTRAK                                                                            Saat ini penggunaan kosmetik oleh remaja dan ibu-ibu mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan ini adalah adanya media sosial yang dengan sangat mudah menyebarkan informasi. Akan tetapi remaja putri dan ibu-ibu ini kurang mengetahui mengenai cara pemilihan kosmetika yang aman. Sehingga perlu dilakukan suatu edukasi untuk meningkatkan pengetahuannya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet untuk dapat memilih kosmetika yang aman. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan penyuluhan, dengan sasaran adalah ibu-ibu peserta PKK sebanyak 40 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK telah mengetahui definisi kosmetika, jenis kosmetik, zat yang tidak boleh digunakan dalam kosmetika dan cara memilih kosmetika yang aman. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai zat-zat apa saja yang harus dihindari dan efek samping yang dapat dialami. Diharapkan dengan kegiatan ini ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet dapat membagikan informasi yang telah diperoleh kepada lingkungan terdekatnya sehingga dapat memilih kosmetika yang aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kosmetika; aman; ibu-ibu PKK; pengetahuan ABSTRACTCurrently, the use of cosmetics by teenagers and mothers has increased significantly. One of the reasons for this increase is the existence of social media, which can spread information very easily. However, these teenage girls and mothers lack knowledge about how to choose safe cosmetics. Therefore, education is needed to increase their knowledge. The objective of this community service activity is to enhance the knowledge of PKK mothers in RT.04/RW.02, Karangduwet Village, so they can select safe cosmetics. The method used is through an educational session, targeting 40 PKK participants. The outcome of this activity is that the PKK mothers now understand the definition of cosmetics, types of cosmetics, substances that should not be used in cosmetics, and how to choose safe cosmetics. This was evident from the numerous questions asked about which substances to avoid and the potential side effects. It is hoped that through this activity, the PKK mothers of RT.04/RW.02 Karangduwet Village will share the information they have gained with their immediate surroundings, enabling them to choose safe cosmetics for daily use.  Keywords: cosmetics; safe; PKK women; knowledge
The Effect of Adverse Drug Reactions (ADRs) of Anti-psychotics on the Quality of Life of Outpatients with Schizophrenia at Soerojo Hospital, Magelang, Indonesia Hutama, Tifan Adji; Karuniawati, Hidayah; Pangestuti, Rayi Citra Ayu
Borobudur Pharmacy Review Vol. 6 No. 1 (2026): January- June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/evxwjt61

Abstract

Mental disorders are serious conditions of the brain that manifest as abnormalities that affect a person's behavior and character. Schizophrenia is one type of mental disorder that is widely experienced by the community. The primary therapy for schizophrenia is anti-psychotics with routine and long-term medication, which leads to Adverse Drug Reactions (ADRs). ADRs that appear have the potential to affect the quality of life of schizophrenia patients. The purpose of this study was to determine the effect of ADRs on the quality of life of schizophrenia patients at Soerojo Hospital Magelang. The study used a cross-sectional design. The population in this study was patients diagnosed with schizophrenia with consecutive sampling. The instruments used were the Naranjo and WHOQOL-BREF questionnaires to assess the quality of life of schizophrenia patients. Data analysis was conducted univariately using frequency distributions and bivariately using the nonparametric Mann-Whitney test. During the study, 109 patients met the inclusion and exclusion criteria. The majority of patients were male (59.63%), aged 41-60 years (55.96%), had been on treatment for 4-10 years (75.23%), had a high school education (39.45%), were taking a combination of clozapine and risperidone (29.36%), ADRs (71.55%), and had a moderate quality of life (55.05%). The most common ADRs experienced by patients using first-generation anti-psychotics were tremor, nausea, dizziness, and excessive salivation, each occurring at 9.09%. Meanwhile, the most common ADR for second-generation anti-psychotics was drowsiness (34.03%). ADRs were not significantly related to the quality of life of schizophrenia patients (p = 0.941
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MODUL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP COVID-19 DI DESA JANGLOT KECAMATAN BATUTERNO Nabela Nurmalita; Hidayah Karuniawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.729

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengan penyebaran cepat dan berdampak global. Belum adanyaedukasi langsung, serta pentingnya solusi edukatif menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan modul terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalampencegahan Covid-19. Metode kuantitatif digunakan dengan desain pre-eksperimen one-group pretest- posttest. Sebanyak 89 responden dipilih melalui tehnik  purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien dengan usia 18–70 tahun, mampu membaca dan menulis, serta tidak berlatar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan. Intervensi dilakukan melalui WhatsApp menggunakan modul mengenai Covid-19. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Instrumen penelitian berupa kuisioner pengetahuan menggunakan skala likert, sedangkan untuk sikap dan pengetahuan menggunakan skalai guttman.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga variabel setelah edukasi (p-value = 0,000). Edukasi menggunakan modul terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakatterhadap pencegahan Covid-19.
Tinjauan Pustaka Sistematis: Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Multidrug-Resistant Mega Novitasari; Hidayah Karuniawati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1502

Abstract

Introduction: Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) is a disease caused by resistant Mycobacterium tuberculosis and is a leading cause of death worldwide. Several factors influence treatment outcomes in MDR-TB patients. Objective: This study aims to analyze factors that play an important role in the treatment outcome of MDR-TB patients. Methods: The method used in this study was a systematic literature review with quantitative data. The literature used in this study was obtained through online searches using reputable databases, namely Science Direct, PubMed, and Google Scholar with covering articles from 2020 to 2025. Results: A total of 8 articles met the inclusion criteria and were analyzed in this systematic review. Treatment success rates for MDR-TB patients in several countries ranged from 54,1% to 84.74%. Factors associated with treatment outcome included gender, age, education level, distance to treatment center, body mass index (BMI), time to diagnosis more than 30 days, delayed culture conversion time more than 2 months, history of previous TB treatment, comorbidities, extent of lung lesions and bronchiectasis, and drug side effects. Conclusion: The success rate of MDR-TB treatment in across countries still varies. The success of MDR/RR-TB treatment is influenced by a combination of demographic, clinical, social, and healthcare access factors. Factors such as younger age, good nutritional status, higher education level, and adequate access to healthcare services have been shown to increase the likelihood of treatment success. Conversely, treatment failure (outcome failure) is influenced by the presence of comorbidities, older age, previous treatment history, drug resistance, adverse effects of therapy, delayed diagnosis, and low patient adherence. Early identification of risk factors is essential for optimal management and increased success of MDR-TB treatment.
Evaluasi Adverse Drug Reaction pada Pasien Tuberkulosis Anak di Puskesmas Kabupaten Tegal Fathatul Bariyah; Hidayah Karuniawati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1157

Abstract

Tuberculosis (TB) is a disease caused by bacteria, namely Mycobacterium tuberculosis (MTB) and needanti-TB drugs (ATD) treatment. The success of ATD therapy is influenced by various factors, including ADRs and their management, which play a role in treatment and retention in care. The frequency and severity of ADRs caused by ATD are always a concern, especially in children. The study aims to determine the prevalence of ADRs, determine the management and outcome of ADR treatment in pediatric TB patients at the Tegal Regency Community Health Center. This study used a cross-sectional design in  pediatric TB patients aged 0-18 years. This study showed The most frequent ADRs were gastrointestinal disturbances (16.7%), joint pain (8.3%), peripheral neuropathy (6.7%), and flu-like syndrome (6.7%). The ADR event category is likely to have a percentage of 91% of the overall number of events, followed by the possibility with a percentage of 9% of events. Management strategies, including vitamin B complex supplementation, antacids, multivitamins, probiotics, antipyretics, and topical agents, effectively reduced or eliminated ADRs. The most common ADRs werw gastrointestinal disorders, joint pain and flu syndrome. Management of ADRs related to anti-tuberculosis drugs (ATD) has been successful in reducing or eliminating ADRs. Special attention from healthcare workers should be given to patients at spesific risk groups for ADR management to improve therapy success.
Knowledge, Attitude, and Practice of Self-Medication Among the Population of Balikpapan During COVID – 19 Pandemic Hidayah Karuniawati; Naura Azka Tsaniya; Wan Ismahanisa Ismail
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.4709

Abstract

Over the past three years, the COVID-19 pandemic has caused significant changes in people's lives. One of the significant changes was the increase in self-medication activities. This study aims to provide an overview of the knowledge, attitudes, and practices among Balikpapan's population in self-medication during the COVID-19 pandemic. A total of 385 respondents were obtained from October 2022 until January 2023. The average value of respondents’s self-medication knowledge was 64.39% ± 21.37, with 28.6% included in the category of having good knowledge, while 37.9% and 33,55% of respondents had moderate and poor knowledge, respectively. The average self-medication attitude score was 74.60% ± 8.69, with most respondents having a neutral attitude towards self-medication (69.6%). In comparison, 38.1% of respondents had a positive attitude, and 2.3% had a negative attitude. The most common symptoms reported for self-medication included flu (22.12%), fever (20.92%), and cough (20.84%). The drugs most used by respondents in self-medication were paracetamol (29.09%), antacids (11.42%), mefenamic acid (4.17%), and cough syrup (3.95%). Inappropriate self-medication practices found that 13.54% of drugs used and 9.23% kept were prescription-only drugs, including antibiotics. Of 48.05% of respondents inappropriately disposed of expired drugs.
The Relationship Between Rational Antibiotic Use and Theurapeutic Outcomes in Patients with Community Acquired Pneumonia Tista Ayu Fortuna; Filla Rizky Nuraini; Hidayah Karuniawati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i1.11678

Abstract

Pneumonia is an infection caused by microorganisms. Antibiotics are one of the treatments given to patients with pneumonia caused by bacterial infections. Rational use of antibiotics will prevent resistance. This study aims to determine the relationship between the rationality of antibiotic use and therapeutic outcomes in community-acquired pneumonia patients. We used a cross-sectional study and retrospectively collected data using purposive sampling. The inclusion criteria are non-ICU community pneumonia patients have complete medical record data, while the exclusion criteria are patients who died or had other infections. We evaluated the rationality of antibiotics using the Gyssens method. Based on the results, there are 240 patients, with 210 patients receiving rational therapy and 30 patients receiving irrational antibiotics. Based on the results, 6 patients did not receive antibiotics on time, 4 patients received the wrong dose, 2 patients did not get the correct interval, 16 patients received a dose that was too short, and 2 patients were prescribed alternative antibiotics that were more effective. The results of the analysis showed that there is a significant relationship between the rationality of antibiotic use and the therapeutic outcomes of community-acquired pneumonia patients (p-value < 0.001; OR 14.36).
Co-Authors 'Utsman, Panji A Anifatussaa'dah Abdul Gofir Adiva Tantyas Aurora Adiva Tantyas Aurora, Adiva Tantyas Aflit Nuryulia Praswati Agita Dyah Ayu Kusumaningtyas Ahmad Rajali Ahmad, Farhand Alinda, Oevita Nur Amalya Maulida Ambar Yunita Nugraheni Andi Suhendi Andika Permana Anifatussaa'dah, A Anita Sukmawati Aprilia Puteri Santika Ardalia Rinanda Oktaviani Arifah Sri Wahyuni Artamevia, Vanessa Reza Ashari Wahyu Budi Aji Athaillah, Najwa Kayana Auliya, Dhiyahul Basusena, Rahardian Surya Bestari, Mahardika Putri Broto Santoso Burhanudin Ichsan Citra, Tia Mella Davina Lathifah Nuraini Desti Purnamasari Devi Etivia Purlinda Devi Rahmawati Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Meilenia Shinta Kusuma Dewi, Syochi Jannati Pramudya Dewi, Triana Ariska Dian Oktianti Didik Hasmono Dina Yuli Astuti Dwi Sarbini Dyah Aryani Perwitasari Dzafira, Laila Eko Retnowati Emma Jayanti Besan Endang Yuniarti Erindyah R. Wikantyasning Erindyah Retno Wikantyasning Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahmi Alief Maulana Fahmi, Muhammad Zaini Fahriza Mei Trihatmoko Farida Rahayu Faridita khoirun Nisa' Fathatul Bariyah Febriani, Rizkina Elistya Fidhia Nur Rif&#039;aini Fidhia Nur Rifaini Fidinillah, Masniar Filla Rizky Nuraini Firda, Fathiyyatu Assadiy Fitriani, Rizki Ainun Gayuh Ilham Rahmadi Hakim, Bilal Rahman Haliza Arzeti Nurseptiria Hanjani, Wildanoor Sekar Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama Hekmah, Laila Nur Heni Mirawati Hertaliyana, Junita Ayu Hevi Mifta Kumalasari HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Hilmawati, Febriana Hutama, Tifan Adji Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ika Gilar Hapsari Ika Gilar Hapsari, Ika Gilar Ismail, Wan Ismahanisa Juliana Baco Karimah, Izqi Keisya, Aulita khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kurnia Eryani Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Laila Nur Hekmah Lilla Prapdhani Agni Hajma Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Mahardika Putri Bestari Malik, Muhammad Ihsan Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Marwiani Arum Marwiani Arum, Marwiani Maryati Maryati Masniar Fidinillah Mega Novitasari Mika Tri Kumala Swandari Mika Tri Kumala Swandari Mufida Alfiana Muhammad Da&#039;i Muhammad Da&#039;i Muhammad Nurul Fadel Muhayaroh, Miftah Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyadi Prasetyo Musayyaf, Ahmad Farras Muslihah, Sayyidah Nurul Nabela Nurmalita Nafik Laili Mukarrohmah Nandifa Azzahra Salsabila Naura Azka Tsaniya Nisa', Faridita khoirun Nungky Asmaraning Wahyono Nungky Asmaraning Wahyono, Nungky Asmaraning Nur Azizah Nurlena Ikawati Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Mutmainah Oktaviani, Ardalia Rinanda Oktri Viyanti Pangestuti, Rayi Citra Ayu Panji &#039;Utsman Raafika Studiviani Rachmalia, Fauniza Marwa Rahardian Surya Basusena Rahma Saritri Cahyani Rahman, Anees Ur Retno Sintowati Riandini Aisyah Rifaini, Fidhia Nur Rizki Ainun Fitriani Rizky Wiharti, Irda Rochmadina Suci Bestari Roshitasari, Eva Rosi Hayyu Anjani Sakinatul Hayati Salsabela Salsabela Salsabila Salsabila, Aulia Shafa Sanjaya, Muhammad Riyanto Sari, Erlinda Novita Saskia, Adinda Tri Prabandari Sava Salsabila Putri Sayyidah Nurul Muslihah Septi Fatmawati Setiyadi, Gunawan Setyo Nurwaini Shafira Khairunnisa Sikanaa, Arinaa Manaa Sri Kusuma Dewi Studiviani, Raafika Sulistyarini, Sulistyarini Suprapto Suprapto Suryani - Susilo, Rinto Syahputri, Janies Arly Syaifia, Diska Awal Syam, Ricky Aditya Syifa Imelda Tanti Azizah Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Thalia Fiandra Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Trihatmoko, Fahriza Mei Trisya Nur Pratiwi Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Wan Ismahanisa Ismail Yunika Triana Zaenab Zaenab Zaenab Zakky Cholisoh Zuhroh Tustika Vieda Zullies Ikawati