Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PRODUSEN HERBAL HEALTHY DRINK BERBASIS ONLINE E- COMMERCE DI DESA BINAAN POTRONAYAN, BOYOLALI Haryoto, H; Karuniawati, Hidayah; Suhendi, Andi; Santoso, Broto; Fortuna, Tista Ayu; Praswati, Aflit Nuryulia; Dewi, Triana Ariska; Keisya, Aulita; Auliya, Dhiyahul; Ahmad, Farhand
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki 19 kecamatan. Masing-masing kecamatan menghasilkan komoditas tanaman pangan yang berbeda beda. Salah satu komoditas yang dihasilkan di Kabupaten Boyolali adalah komoditas padi-padian, sayuran, dan empon-empon. Salah satu daerah penghasil empon-empon adalah desa Potronayan. Desa Potronayan merupakan desa binaan UMS yang terletak di pinggir Boyolali sebelah utara bandara Adisumarmo dengan jumlah penduduk sekitar 4.984 jiwa yang mayoritas penduduknya berpenghasilan dari bercocok tanam, salah satunya adalah tanaman yang merupakan jenis obat herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Rimpang (empon-empon) ini banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu dalam masakan. Selain itu empon-empon juga banyak digunakan untuk pengobatan maupun pencegahan gangguan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1). Meningkatkan harga jual empon-empon, (2). Membuat diversifikasi produk berupa herbal healthy drink, (3). Mempromosikan produk menggunakan platform online E-Commerce yang dapat diakses melalui internet. Kegiatan ini juga merancang dan mengaplikasikan green economy. Green economy meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Hasil Kelompok Wanita tani berupa rimpang yang berkhasiat tersebut sebelum dijual bisa diolah menjadi suatu produk herbal healthy drink yang mempunyai daya jual lebih tinggi daripada bahan mentahnya.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG WARUNG KELONTONG DALAM PENJUALAN ANTIBIOTIK DI KECAMATAN SAWIT KABUPATEN BOYOLALI Karuniawati, Hidayah; Artamevia, Vanessa Reza; Syaifia, Diska Awal; Nugraheni, Ambar Yunita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya praktik penjualan antibiotik yang dilakukan secara ilegal salah satunya antibiotik yang dijual di warung kelontong dapat menimbulkan resistensi. Edukasi terhadap pedagang yang menjual antibiotik bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan di kantor desa Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Peserta diberi kuesioner yang valid dan reliabel sebelum dan setelah penyuluhan. Selama penyuluhan berlangsung sebanyak 24 pedagang berpartisipasi. Mayoritas peserta berumur 20-29 tahun (66,7%), laki-laki (75,0%), belum menikah (70,8%), dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) (75,0%). Antibiotik yang dijual di toko kelontong Amoxicillin 6 (25%) dan Supertetra® 18 (75%), Sebagian besar (51,8%) pedagang mendapat antibiotik dari sales. Beberapa pedagang tidak mengetahui penggunaan antibiotik dan banyaknya permintaan dari masyarakat menjadi alasan mereka menjualnya. Sebelum penyuluhan, mayoritas responden mempunyai pengetahuan (62,5%) dan sikap (54,2%) kategori rendah, tetapi setelah penyuluhan, 50% responden mempunyai pengetahuan yang tinggi dan sikap (58,4%) kategori sedang dengan p value <0.001. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang kelontong dalam penjualan antibiotik.
Antibiotic Evaluation of Hospitalized Pneumonia Patients Using Gyssen or DDD 100 Bed Days or DDD 1000 Patient Days: Review Syam, Ricky Aditya; Karuniawati, Hidayah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23589

Abstract

Pneumonia remains one of the significant infectious diseases in society, especially in developing countries such as Indonesia, with its prevalence continuing to increase year after year. Pneumonia caused by bacteria requires antibiotic treatment, increasing antibiotic use and presenting a risk of antibiotic resistance. Therefore, this study evaluated the use of antibiotics in hospitalized pneumonia patients, with qualitative and quantitative approaches using the Gyssen and ATC / DDD methods. The articles taken as research samples involve a publication period from 2013 to 2023. The data included include the Gyssen parameter, DDD/100, and DDD/1000 patient days. The synthesis showed that ceftriaxone and meropenem antibiotics were the top choices, with values of 1547.735 DDD/100 bed days and 3011.2 DDD/1000 patient days, respectively. Ceftriaxone was documented in 21 journals, while in 8 of 37 journals, meropenem considered antibiotic use in hospitalized pneumonia patients. Evaluation of the quality of antibiotic use showed the highest level in category (0) at 93.7%, followed by (IVa) at 67.6%. Meanwhile, analysis of bacterial resistance to antibiotics showed that Klebsiella pneumonia was the most resistant bacteria, especially to antibiotics carbapenems, ertapenem, doripenem, cephalosporin generation 3, extended-spectrum cephalosporin, and piperacillin/tazobactam, with significant values 0.05%. These findings provide deep insight into patterns of antibiotic use in hospitalized pneumonia patients while identifying potential areas for improving the quality of antibiotic use and treating bacterial resistance. Thus, this study contributes to efforts to optimize pneumonia management and reduce the impact of antibiotic resistance in the community.
Tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta tentang beyond use date obat Alinda, Oevita Nur; Karuniawati, Hidayah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 3 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i3.490

Abstract

Beyond Use Date (BUD) is the expiry time of a drug after it is opened from its primary packaging. The aim is to determine the level of knowledge and attitudes regarding BUD, to analyze whether there are differences between sociodemographics and BUD knowledge and attitudes, as well as whether there is a relationship between knowledge and attitudes of students in the Muhammadiyah University of Surakarta Pharmacy study program regarding BUD. This research is descriptive analytical research with observational methods. The data collection method was cross-sectional. Analysis (using Mann-Whitney and Kurskall-Wallis analysis) was carried out to assess differences in mean knowledge and attitude scores. Linear regression analysis was carried out to identify factors related to knowledge and attitudes about BUD. Spearman Rank analysis was used to test the correlation between knowledge and attitudes. The research results showed that respondents had a sufficient level of knowledge at 53,0% and attitude about BUD were classified as good at 68,8%. Statistical analysis shows that knowledge and attitudes about BUD are significantly related to age and generation (p<0,001). The research results also stated that men, respondents aged 17 and 18 years and the class of 2023 had a lower understanding of knowledges and attitude about BUD. Apart from that, there is a correlation between knowledge and attitude (p=0,000).
Knowledge, Attitudes, and Behaviors of Pharmacists Towards the Use of Antibiotics: Literature Review Rosi Hayyu Anjani; Hidayah Karuniawati
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i6.1170

Abstract

Pharmacists have an important role to play in the safe use of antibiotics and there appears to be no research evaluating pharmacists' knowledge, attitudes, and practices towards antibiotics and antibiotic resistance in Indonesia. An assessment of pharmacists' knowledge, practices and attitudes about antibiotics and their resistance will be useful to identify problems to create effective interventions. The databases used in the literature search are Google Scholar, Pubmed, and ScienceDirect, with inclusion criteria including the year of journal publication from 2010 to 2024, full text, the research sample is pharmacist, the research uses questionnaires, and the method used is cross-sectional, focusing on pharmaceutical knowledge, attitudes, and behaviours on the use of antibiotics. The exclusion criteria include duplication, not full text, inappropriate titles, samples taken that are not pharmacists or included other than pharmacists, only including 1 or 2 of the 3 bound variables, namely knowledge, attitudes, and behaviours, the methods used are not cross-sectional, do not use questionnaires, and files cannot be opened. (n=769) 10 literature met the inclusion criteria, and 8 out of 10 literature stated that sociodemographic factors, namely age, gender, place of residence, employment status, length of work, level of education, and the number of antibiotics administered, affected the knowledge, attitude, and behaviour of pharmacists towards the use of antibiotics without a prescription. 8 out of 10 literature is declared to be of good quality. The results of these 10 kinds of literature for the percentage of pharmacists who have good knowledge are 40%-90% of the sample, the percentage of a good attitude is 50%-90%, and the percentage of good behaviour is 20%-60%. Sociodemographic factors influence the knowledge, attitudes, and behaviours of pharmacists towards the use of antibiotics without prescriptions.
Effect of PEG and CMC on Papaya (Carica papaya L.) Extract Against Aedes aegypti Larvae Rochmadina Suci Bestari; Fidhia Nur Rif&#039;aini; Riandini Aisyah; Listiana Masyita Dewi; Devi Usdiana Rosyidah; Retno Sintowati; Hidayah Karuniawati
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.961-968

Abstract

Dengue haemorrhagic fever (DHF) cases are still high in America and Asia region, including Indonesia. Eradication of DHF can be done by larvacide. Temephos 1%, chemical larvacide used in Indonesia for decades, can cause environment degradation and allergic reaction in human. Papaya stem extract as biolarvacide contains saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, papain and essential oils which have larvicidal activity. It can be applicable in all over the world. This study was conducted to determine the better suspending agent between CMC or PEG of papaya stem extract to kill Aedes aegypti larvae. Objective: To determine the better suspending agent to kill Aedes aegypti larvae. Method: This study was true experimental study in laboratory, used post-test only controlled group design. This study used samples consist of Aedes aegypti instar III-IV larvae. There were seven experimental groups, consist of positive control group, negative control group for CMC, negative control group for PEG, extract concentration of 1.5% with CMC suspending agent, extract concentration of 1.5% with PEG suspending agent, extract concentration of 2% with CMC suspending agent, extract concentration of 2% with PEG suspending agent. Each group was repeated 4 times and counted every 6 hours (6th, 12th, 18th, 24th). Data analysis using the SPSS application ver 23. Probit test used to determine the effectiveness of the larvacide, LC50 and LT50 to determine the concentration and time to kill 50% of Aedes aegypti larvae. It used Kruskal Wallis Test to compare four dependent groups. It used Mann Whitney Test to compare the differences of each group. Result: The study showed that LC50 PEG was 0.033%, LC50 CMC was 0.321%, LT50 (PEG+1.5%) was 20.8 hours, LT50 (PEG+2%) was 30.7 hours, LT50 (CMC+1.5%) was 23.5 hours, LT50 (CMC+2%) was 40.7 hours. Based on the probit test, the LC50 and LT50 results showed that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent, it needed lower concentration and lower time to kill 50% of larvae. Kruskall Wallis Test result p<0.05, so there was significantly difference between groups. Post hoc Mann-Whitney Test result p<0.05 between C(-) PEG group with P1, P2, P3, P4 and between C(-) CMC group with P1, P2, P3, P4, so there was significantly difference between C(-) PEG with each group and C(-) CMC with each group. Conclusion: It can be concluded that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent to kill Aedes aegypti larvae.
PROGRAM EDUKASI BIJAK MEMILIH OBAT TRADISIONAL MENGGALI POTENSI HERBAL UNTUK MENGHINDARI RISIKO EFEK SAMPING Muhammad Nurul Fadel; Eko Retnowati; Nurlena Ikawati; Hidayah Karuniawati; Muhammad Da&#039;i; Emma Jayanti Besan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3037

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih tinggi di masyarakat, namun sebagian besar didasarkan pada informasi empiris tanpa pengetahuan ilmiah yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan penggunaan yang tidak rasional dan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pemilihan dan penggunaan obat tradisional secara aman dan berbasis bukti ilmiah. Pengabdian dilaksanakan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Potronayan, Nogosari, Boyolali pada 15 Juni 2025 dengan sasaran 52 Ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Materi mencakup pengenalan jenis obat tradisional (jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka), kandungan kimia tanaman obat seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, dan andrographolide, manfaat dan risiko penggunaannya, serta cara mengenali produk herbal legal dan ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 55,3 (pre-test) menjadi 85,7 (post-test) atau naik 30,4 poin. Peserta antusias dan mampu membedakan produk herbal aman serta memahami pentingnya izin edar BPOM. Sebanyak 92% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan berharap ada edukasi lanjutan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih obat tradisional dan mendorong perilaku penggunaan herbal yang aman dan rasional. Edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain.. AbstractThe use of traditional medicines remains high in the community, but most practices are based on empirical information without adequate scientific knowledge. This may lead to irrational use and potential adverse effects. This community service activity aimed to improve public health literacy on the safe and evidence-based use of traditional medicines. The program was conducted in Sanggrahan Village, Potronayan Subdistrict, Nogosari, Boyolali, on June 15, 2025, targeting 52 PKK (Family Welfare Movement) women. The methods included interactive lectures, discussions, demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The materials covered the classification of  traditional medicines (jamu, standardized herbal medicines, phytopharmaceuticals), chemical constituents of medicinal plants such as curcuminoids, xanthorrhizol, and andrographolide, their benefits and risks, as well as how to identify legal and illegal herbal products. The results showed an increase in the average knowledge score from 55.3 (pre-test) to 85.7 (post-test), with a 30.4-point improvement. Participants were enthusiastic and able to distinguish safe herbal products and understand the importance of BPOM (Indonesian FDA) registration. About 92% of participants stated that this activity was beneficial and expected further education on the proper use of traditional medicines. This program effectively increased public awareness to be more selective in choosing traditional medicines and encouraged safe and rational herbal use. Community-based health education is recommended to be implemented sustainably and expanded to other areas.
Edukasi Kesehatan dan Pembuatan Jamu Serbuk Instan Tanaman Lokal sebagai Terapi Komplementer Mulyadi Prasetyo; Hidayah Karuniawati; Juliana Baco
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38927

Abstract

Permasalahan kesehatan di pedesaam masih sering dijumpai dan umumnya berkaitan erat dengan perilaku hidup sehari-hari, kondisi lingkungan, serta keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa penyakit yang menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi di desa Ampera yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi yang menjadi perhatian seius karena masih menjadi 10 besar teratas penyakit yang di derita oleh masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pembuatan jamu serbuk instan menggunakan tanaman lokal masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Ampera, Konawe Selatan sebanyak 42 orang pada bulan Februari 2026. Metode yang digunakan menggunakan desain pre-test post-test grup. Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 63,81 dan nilai rata-rata setelah post-test 75,24 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 11,43 poin. Hasil uji statistik Uji T Paired Test juga menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,005) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signfikan sebelum dan sesudah dillakukannya intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat kepada masyarakat di Desa Ampera dengan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan mengenai PHBS, pencegahan hipertensi dan ISPA serta pembuatan jamu serbuk instan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Ampera sebagai terapi komplementer. Kegiatan pengabdian masyarakat hendaknya continue dilakukkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan khususnya di daerah pedesaan.
THE INFLUENCE OF PARENTAL KNOWLEDGE ON SELF-MEDICATION OF DIARRHEA IN CHILDREN IN BAKI SUB-DISTRICT Hidayah Karuniawati; Nafik Laili Mukarrohmah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.1007

Abstract

Despite the high prevalence of diarrhea in Indonesia, inappropriate self-medication practices among parents remain common, including irrational antibiotic use and delayed medical consultation. This study aims to analyze the association between parental knowledge and self-medication for diarrhea in children in the Baki sub-district, Sukoharjo district, and to analyze the sociodemographic correlation between knowledge and practice of diarrhea self-medication. This study used a cross-sectional design to assess parental knowledge and self-medication practices at a single point in time using a structured and validated questionnaire, which consisted of sociodemographics, knowledge, and practice. The inclusion criteria were conducting self-medication for diarrhea, reading, writing, communicating, and being willing to be respondents. The exclusion criteria were health workers. Spearman's rank correlation was used to analyze the correlation between age, education level, and income to knowledge and practice. Chi-Square was used to analyze the association of sociodemographics (gender, occupation, marital status) with knowledge and practice. During the study, the questionnaires were distributed to 384 parents who had self-medicated diarrhea in their children. The average knowledge and practice scores were 83.76 ± 12.15 and 78.78 ± 8.86, respectively. Analysis with Spearman-Rank Correlation found that education level is significantly correlated to knowledge and practice (P value < 0.05), with a positive correlation. Occupation was significantly associated with knowledge (p value 0.036).
Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Nogosari melalui Pelayanan Pengobatan Gratis Fahmi Alief Maulana; Hidayah Karuniawati; Shafira Khairunnisa; Listiana Masyita Dewi; Fathiyyatu Assadiy Firda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan merupakan proses biologis yang berlangsung secara alami, di mana tubuh manusia secara bertahap mengalami perubahan yang bersifat menurun seiring bertambahnya usia, yang umumnya mengarah pada kondisi degeneratif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2025 di Desa Nogosari, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, dengan sasaran masyarakat umum berusia ?18 tahun. Kegiatan mencakup registrasi, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, IMT, LILA, GDS, kolesterol, asam urat), konsultasi medis, pemberian obat berdasarkan resep dokter, dan konseling obat oleh mahasiswa farmasi. Alat yang digunakan meliputi tensimeter, timbangan, pengukur tinggi badan dan LILA, dan alat tes darah portabel. Data dikumpulkan melalui formulir medis dan rekam pemeriksaan pasien, lalu dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi karakteristik dan hasil pemeriksaan. Hasil menunjukkan tingginya kasus overweight, obesitas, dan kadar asam urat yang tidak normal, sehingga kegiatan ini berhasil meningkatkan deteksi dini penyakit degeneratif, pemahaman kesehatan, dan akses layanan pengobatan dan konseling secara gratis.
Co-Authors 'Utsman, Panji A Anifatussaa'dah Abdul Gofir Adiva Tantyas Aurora Adiva Tantyas Aurora, Adiva Tantyas Aflit Nuryulia Praswati Agita Dyah Ayu Kusumaningtyas Ahmad Rajali Ahmad, Farhand Alinda, Oevita Nur Amalya Maulida Ambar Yunita Nugraheni Andi Suhendi Andika Permana Anifatussaa'dah, A Anita Sukmawati Aprilia Puteri Santika Ardalia Rinanda Oktaviani Arifah Sri Wahyuni Artamevia, Vanessa Reza Ashari Wahyu Budi Aji Athaillah, Najwa Kayana Auliya, Dhiyahul Basusena, Rahardian Surya Bestari, Mahardika Putri Broto Santoso Burhanudin Ichsan Citra, Tia Mella Davina Lathifah Nuraini Desti Purnamasari Devi Etivia Purlinda Devi Rahmawati Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Meilenia Shinta Kusuma Dewi, Syochi Jannati Pramudya Dewi, Triana Ariska Dian Oktianti Didik Hasmono Dina Yuli Astuti Dwi Sarbini Dyah Aryani Perwitasari Dzafira, Laila Eko Retnowati Emma Jayanti Besan Endang Yuniarti Erindyah R. Wikantyasning Erindyah Retno Wikantyasning Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahmi Alief Maulana Fahmi, Muhammad Zaini Fahriza Mei Trihatmoko Farida Rahayu Faridita khoirun Nisa' Fathatul Bariyah Febriani, Rizkina Elistya Fidhia Nur Rif&#039;aini Fidhia Nur Rifaini Fidinillah, Masniar Filla Rizky Nuraini Firda, Fathiyyatu Assadiy Fitriani, Rizki Ainun Gayuh Ilham Rahmadi Hakim, Bilal Rahman Haliza Arzeti Nurseptiria Hanjani, Wildanoor Sekar Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama Hekmah, Laila Nur Heni Mirawati Hertaliyana, Junita Ayu Hevi Mifta Kumalasari HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Hilmawati, Febriana Hutama, Tifan Adji Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ika Gilar Hapsari Ika Gilar Hapsari, Ika Gilar Ismail, Wan Ismahanisa Juliana Baco Karimah, Izqi Keisya, Aulita Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kurnia Eryani Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Laila Nur Hekmah Lilla Prapdhani Agni Hajma Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Mahardika Putri Bestari Malik, Muhammad Ihsan Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Marwiani Arum Marwiani Arum, Marwiani Maryati Maryati Masniar Fidinillah Mega Novitasari Mika Tri Kumala Swandari Mika Tri Kumala Swandari Mufida Alfiana Muhammad Da&#039;i Muhammad Da&#039;i Muhammad Nurul Fadel Muhayaroh, Miftah Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Mulyadi Prasetyo Musayyaf, Ahmad Farras Muslihah, Sayyidah Nurul Nabela Nurmalita Nafik Laili Mukarrohmah Nandifa Azzahra Salsabila Naura Azka Tsaniya Nisa', Faridita khoirun Nungky Asmaraning Wahyono Nungky Asmaraning Wahyono, Nungky Asmaraning Nur Azizah Nurlena Ikawati Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Mutmainah Oktaviani, Ardalia Rinanda Oktri Viyanti Pangestuti, Rayi Citra Ayu Panji &#039;Utsman Raafika Studiviani Rachmalia, Fauniza Marwa Rahardian Surya Basusena Rahma Saritri Cahyani Rahman, Anees Ur Retno Sintowati Riandini Aisyah Rifaini, Fidhia Nur Rizki Ainun Fitriani Rizky Wiharti, Irda Rochmadina Suci Bestari Roshitasari, Eva Rosi Hayyu Anjani Sakinatul Hayati Salsabela Salsabela Salsabila Salsabila, Aulia Shafa Sanjaya, Muhammad Riyanto Sari, Erlinda Novita Saskia, Adinda Tri Prabandari Sava Salsabila Putri Sayyidah Nurul Muslihah Septi Fatmawati Setiyadi, Gunawan Setyo Nurwaini Shafira Khairunnisa Sikanaa, Arinaa Manaa Sri Kusuma Dewi Studiviani, Raafika Sulistyarini, Sulistyarini Suprapto Suprapto Suryani - Susilo, Rinto Syahputri, Janies Arly Syaifia, Diska Awal Syam, Ricky Aditya Syifa Imelda Tanti Azizah Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Thalia Fiandra Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Trihatmoko, Fahriza Mei Trisya Nur Pratiwi Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Wan Ismahanisa Ismail Yunika Triana Zaenab Zaenab Zaenab Zakky Cholisoh Zuhroh Tustika Vieda Zullies Ikawati