Claim Missing Document
Check
Articles

Psikoedukasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas pada Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan Farida, Rahayu; Karuniawati, Hidayah; Wikantyasning, Erindyah R.; Sukmawati, Anita; Cholisoh, Zakky; Nurwaini, Setyo; Swandari, Mika Tri Kumala
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18567

Abstract

Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri Indoneisa warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan baik sebagai pekerja, pelajar dan mahasiswa, pendamping keluarga, serta menikah dengan warga negara Korea Selatan tercatat sebanyak lebih dari 42.000 pada tahun 2019. Jumlah ini semakin bertambah dari tahun ke tahun berkenaan dengan meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi atau pengetahuan terkait materi kesehatan mental. Pengabdian masyarakat internasional ini diberikan dengan metode seminar dengan tema kesehatan mental. Materi ini penting untuk diberikan sebagai bekal menghadapi tekanan psikologis yang dialami oleh para warga negara indonesia di Korea Selatan sebagai akibat dari adanya kejutan budaya. Harapannya dengan seminar ini maka para WNI yang tinggal di Korea Selatan dapat melakukan penanganan mandiri pada kasus gangguan kesehatan mental oleh masalah sehari-hari. Setelah mengikuti seminar diharapkan peserta dapat lebih bijak dalam menggunakan obat, serta dapat mengelola stress dengan baik sehingga dapat menjaga kesehatan mental agar tetap produktif di tengah berbagai tekanan psikologis yang dihadapi sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di negara lain dan jauh dari keluarga. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 37 peserta yang merupakan jamaah Masjid Sirotol Mustaqim Ansan, Seoul Korea Selatan.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS GEOGRAFI DAN FAKULTAS HUKUM UMS TERHADAP ANTIBIOTIK DAN RESISTENSI ANTIBIOTIK Karimah, Izqi; Karuniawati, Hidayah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.544

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang bersifat bakterisid atau bakteriostatik. Penggunaan antibiotik di Indonesia yang cukup tinggi dan kurang bijak akan meningkatkan kejadian resistensi. Dampak resitensi antibiotik adalah meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Penyalahgunaan antibiotik yang paling umum terjadi adalah pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk mahasiswa. Kurangnya pengetahuan tentang antibiotik di kalangan masyarakat, terutama mahasiswa non-kesehatan, berperan penting dalam banyaknya kasus penyalahgunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Geografi dan Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Kuesioner tersebut diuji validitas reliabilitas, dan hasilnya menunjukkan valid dan reliabel. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 174 responden dan jumlah minimum sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,8%), perilaku yang cukup (54,6%) dan menunjukkan sikap yang baik (53,4%) terhadap antibiotik dan resistensi antibiotik.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap Penggunaan Obat Mandiri Karuniawati, Hidayah; Wikantyasning, Erindyah R.; Sukmawati, Anita; Cholisoh, Zakky; Nurwaini, Setyo; Swandari, Mika Tri Kumala; Farida, Rahayu; Rajali, Ahmad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penggunaan obat mandiri di masyarakat cukup tinggi. Penggunaan obat secara mandiri yang tidak rasional dapat menyebabkan tujuan terapi tidak tercapai, bahkan dapat membahayakan pasien. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku warga negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap penggunaan obat secara mandiri. Kegiatan dilakukan di masjid Ansan Seoul Korea Selatan. Kegiatan inti berupa penyuluhan kepada warga Indonesia yang berada di Seoul terkait dengan penggunaan obat mandiri yang rasional yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang tidak dipakai. Meskipun 37 peserta hadir pada kegiatan ini, tetapi 14 peserta mengisi kuesioner. Mayoritas peserta (71,4%) adalah laki-laki, 64,3% umur 25-30 tahun, dan 50% pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata pengetahuan responden terkait dengan pengobatan mandiri adalah 63,6% sedangkan sikap 72,9%. Pengetahuan, sikap, dan perilaku yang belum sesuai adalah cara mendapatkan obat (logo obat), cara minum obat, cara penyimpanan, dan cara membuang obat. Perlu edukasi farmasis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat mandiri secara rasional.
Effect of PEG and CMC on Papaya (Carica papaya L.) Extract Against Aedes aegypti Larvae Bestari, Rochmadina Suci; Rif'aini, Fidhia Nur; Aisyah, Riandini; Dewi, Listiana Masyita; Rosyidah, Devi Usdiana; Sintowati, Retno; Karuniawati, Hidayah
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.961-968

Abstract

Dengue haemorrhagic fever (DHF) cases are still high in America and Asia region, including Indonesia. Eradication of DHF can be done by larvacide. Temephos 1%, chemical larvacide used in Indonesia for decades, can cause environment degradation and allergic reaction in human. Papaya stem extract as biolarvacide contains saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, papain and essential oils which have larvicidal activity. It can be applicable in all over the world. This study was conducted to determine the better suspending agent between CMC or PEG of papaya stem extract to kill Aedes aegypti larvae. Objective: To determine the better suspending agent to kill Aedes aegypti larvae. Method: This study was true experimental study in laboratory, used post-test only controlled group design. This study used samples consist of Aedes aegypti instar III-IV larvae. There were seven experimental groups, consist of positive control group, negative control group for CMC, negative control group for PEG, extract concentration of 1.5% with CMC suspending agent, extract concentration of 1.5% with PEG suspending agent, extract concentration of 2% with CMC suspending agent, extract concentration of 2% with PEG suspending agent. Each group was repeated 4 times and counted every 6 hours (6th, 12th, 18th, 24th). Data analysis using the SPSS application ver 23. Probit test used to determine the effectiveness of the larvacide, LC50 and LT50 to determine the concentration and time to kill 50% of Aedes aegypti larvae. It used Kruskal Wallis Test to compare four dependent groups. It used Mann Whitney Test to compare the differences of each group. Result: The study showed that LC50 PEG was 0.033%, LC50 CMC was 0.321%, LT50 (PEG+1.5%) was 20.8 hours, LT50 (PEG+2%) was 30.7 hours, LT50 (CMC+1.5%) was 23.5 hours, LT50 (CMC+2%) was 40.7 hours. Based on the probit test, the LC50 and LT50 results showed that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent, it needed lower concentration and lower time to kill 50% of larvae. Kruskall Wallis Test result p<0.05, so there was significantly difference between groups. Post hoc Mann-Whitney Test result p<0.05 between C(-) PEG group with P1, P2, P3, P4 and between C(-) CMC group with P1, P2, P3, P4, so there was significantly difference between C(-) PEG with each group and C(-) CMC with each group. Conclusion: It can be concluded that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent to kill Aedes aegypti larvae.
Knowledge, Attitude, and Practice of Self-Medication Among the Population of Balikpapan During COVID – 19 Pandemic Karuniawati, Hidayah; Tsaniya, Naura Azka; Ismail, Wan Ismahanisa
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.4709

Abstract

Over the past three years, the COVID-19 pandemic has caused significant changes in people's lives. One of the significant changes was the increase in self-medication activities. This study aims to provide an overview of the knowledge, attitudes, and practices among Balikpapan's population in self-medication during the COVID-19 pandemic. A total of 385 respondents were obtained from October 2022 until January 2023. The average value of respondents’s self-medication knowledge was 64.39% ± 21.37, with 28.6% included in the category of having good knowledge, while 37.9% and 33,55% of respondents had moderate and poor knowledge, respectively. The average self-medication attitude score was 74.60% ± 8.69, with most respondents having a neutral attitude towards self-medication (69.6%). In comparison, 38.1% of respondents had a positive attitude, and 2.3% had a negative attitude. The most common symptoms reported for self-medication included flu (22.12%), fever (20.92%), and cough (20.84%). The drugs most used by respondents in self-medication were paracetamol (29.09%), antacids (11.42%), mefenamic acid (4.17%), and cough syrup (3.95%). Inappropriate self-medication practices found that 13.54% of drugs used and 9.23% kept were prescription-only drugs, including antibiotics. Of 48.05% of respondents inappropriately disposed of expired drugs.
Evaluasi Penggunaan Obat Antiemetika Pada Pasien Kanker Serviks Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2018 Fidinillah, Masniar; Karuniawati, Hidayah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah kanker kedua yang paling umum pada wanita.Kanker serviks merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi.Kemoterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan kanker serviksyang sering menimbulkan efek samping berupa mual-muntah.Tatalaksana mual-muntah yang tidak tepat berisiko menyebabkan penurunan kepatuhan pasien, gangguan aktivitas, dan meningkatkanbiaya pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan. Tujuanpenelitian ini ialah mengetahui rasionalitas penggunaan obatantiemetika pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. MoewardiSurakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimentalyang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secararetrospektif melalui rekam medik pasien. Dengan kriteria pasienyang didiagnosa kanker serviks yang menerima terapi antiemetikaprofilaksis sebelum kemoterapi. Pedoman rasionalitas yangdigunakan berupa protokol pemberian kemoterapi yang tersedia diRSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisis dari 148 sampelmendapatkan hasil tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar100%, tepat obat sebesar 74,3%, tepat dosis sebesar 70,9%.Sebanyak 62,9% pasien tidak mengalami mual-muntah setelahmendapatkan kemoterapi.
Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Karuniawati, Hidayah; Haryoto, H; Sujono, Tanti Azizah; Fortuna, Tista Ayu; Khotimah, Khusnul; Suhendi, Andi; Ichsan, Burhanudin; Sarbini, Dwi; Muhtadi, M; Harlianti, Mariska Sri; Dewi, Listiana Masyita; Herawati, Erna; Studiviani, Raafika; Utama, Haya Nabilah; HI, Marsilia Rosa Sinensis; Dzafira, Laila; Nurseptiria, Haliza Arzeti; Oktaviani, Ardalia Rinanda; Fitriani, Rizki Ainun; Kusumastuti, Lina Ayu; Muslihah, Sayyidah Nurul; Anifatussaa'dah, A; Nisa', Faridita khoirun; Trihatmoko, Fahriza Mei; Basusena, Rahardian Surya; Rifaini, Fidhia Nur; Citra, Tia Mella; Maesaroh, Ida; Marsya, Vitania
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PRODUSEN HERBAL HEALTHY DRINK BERBASIS ONLINE E- COMMERCE DI DESA BINAAN POTRONAYAN, BOYOLALI Haryoto, H; Karuniawati, Hidayah; Suhendi, Andi; Santoso, Broto; Fortuna, Tista Ayu; Praswati, Aflit Nuryulia; Dewi, Triana Ariska; Keisya, Aulita; Auliya, Dhiyahul; Ahmad, Farhand
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki 19 kecamatan. Masing-masing kecamatan menghasilkan komoditas tanaman pangan yang berbeda beda. Salah satu komoditas yang dihasilkan di Kabupaten Boyolali adalah komoditas padi-padian, sayuran, dan empon-empon. Salah satu daerah penghasil empon-empon adalah desa Potronayan. Desa Potronayan merupakan desa binaan UMS yang terletak di pinggir Boyolali sebelah utara bandara Adisumarmo dengan jumlah penduduk sekitar 4.984 jiwa yang mayoritas penduduknya berpenghasilan dari bercocok tanam, salah satunya adalah tanaman yang merupakan jenis obat herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Rimpang (empon-empon) ini banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu dalam masakan. Selain itu empon-empon juga banyak digunakan untuk pengobatan maupun pencegahan gangguan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1). Meningkatkan harga jual empon-empon, (2). Membuat diversifikasi produk berupa herbal healthy drink, (3). Mempromosikan produk menggunakan platform online E-Commerce yang dapat diakses melalui internet. Kegiatan ini juga merancang dan mengaplikasikan green economy. Green economy meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Hasil Kelompok Wanita tani berupa rimpang yang berkhasiat tersebut sebelum dijual bisa diolah menjadi suatu produk herbal healthy drink yang mempunyai daya jual lebih tinggi daripada bahan mentahnya.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG WARUNG KELONTONG DALAM PENJUALAN ANTIBIOTIK DI KECAMATAN SAWIT KABUPATEN BOYOLALI Karuniawati, Hidayah; Artamevia, Vanessa Reza; Syaifia, Diska Awal; Nugraheni, Ambar Yunita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya praktik penjualan antibiotik yang dilakukan secara ilegal salah satunya antibiotik yang dijual di warung kelontong dapat menimbulkan resistensi. Edukasi terhadap pedagang yang menjual antibiotik bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan di kantor desa Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Peserta diberi kuesioner yang valid dan reliabel sebelum dan setelah penyuluhan. Selama penyuluhan berlangsung sebanyak 24 pedagang berpartisipasi. Mayoritas peserta berumur 20-29 tahun (66,7%), laki-laki (75,0%), belum menikah (70,8%), dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) (75,0%). Antibiotik yang dijual di toko kelontong Amoxicillin 6 (25%) dan Supertetra® 18 (75%), Sebagian besar (51,8%) pedagang mendapat antibiotik dari sales. Beberapa pedagang tidak mengetahui penggunaan antibiotik dan banyaknya permintaan dari masyarakat menjadi alasan mereka menjualnya. Sebelum penyuluhan, mayoritas responden mempunyai pengetahuan (62,5%) dan sikap (54,2%) kategori rendah, tetapi setelah penyuluhan, 50% responden mempunyai pengetahuan yang tinggi dan sikap (58,4%) kategori sedang dengan p value <0.001. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang kelontong dalam penjualan antibiotik.
Antibiotic Evaluation of Hospitalized Pneumonia Patients Using Gyssen or DDD 100 Bed Days or DDD 1000 Patient Days: Review Syam, Ricky Aditya; Karuniawati, Hidayah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23589

Abstract

Pneumonia remains one of the significant infectious diseases in society, especially in developing countries such as Indonesia, with its prevalence continuing to increase year after year. Pneumonia caused by bacteria requires antibiotic treatment, increasing antibiotic use and presenting a risk of antibiotic resistance. Therefore, this study evaluated the use of antibiotics in hospitalized pneumonia patients, with qualitative and quantitative approaches using the Gyssen and ATC / DDD methods. The articles taken as research samples involve a publication period from 2013 to 2023. The data included include the Gyssen parameter, DDD/100, and DDD/1000 patient days. The synthesis showed that ceftriaxone and meropenem antibiotics were the top choices, with values of 1547.735 DDD/100 bed days and 3011.2 DDD/1000 patient days, respectively. Ceftriaxone was documented in 21 journals, while in 8 of 37 journals, meropenem considered antibiotic use in hospitalized pneumonia patients. Evaluation of the quality of antibiotic use showed the highest level in category (0) at 93.7%, followed by (IVa) at 67.6%. Meanwhile, analysis of bacterial resistance to antibiotics showed that Klebsiella pneumonia was the most resistant bacteria, especially to antibiotics carbapenems, ertapenem, doripenem, cephalosporin generation 3, extended-spectrum cephalosporin, and piperacillin/tazobactam, with significant values 0.05%. These findings provide deep insight into patterns of antibiotic use in hospitalized pneumonia patients while identifying potential areas for improving the quality of antibiotic use and treating bacterial resistance. Thus, this study contributes to efforts to optimize pneumonia management and reduce the impact of antibiotic resistance in the community.
Co-Authors 'Utsman, Panji A Anifatussaa'dah Abdul Gofir Adiva Tantyas Aurora Adiva Tantyas Aurora, Adiva Tantyas Aflit Nuryulia Praswati Agita Dyah Ayu Kusumaningtyas Ahmad, Farhand Alinda, Oevita Nur Amalya Maulida Ambar Yunita Nugraheni Andi Suhendi Andika Permana Anifatussaa'dah, A Anita Sukmawati Ardalia Rinanda Oktaviani Arifah Sri Wahyuni Artamevia, Vanessa Reza Ashari Wahyu Budi Aji Athaillah, Najwa Kayana Auliya, Dhiyahul Basusena, Rahardian Surya Besan, Emma Jayanti Bestari, Mahardika Putri Broto Santoso Burhanudin Ichsan Cholisoh, Zakky Citra, Tia Mella Da'i, Muhammad Desti Purnamasari Devi Etivia Purlinda Devi Rahmawati Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Meilenia Shinta Kusuma Dewi, Syochi Jannati Pramudya Dewi, Triana Ariska Dian Oktianti Didik Hasmono Dwi Sarbini Dyah Aryani Perwitasari Dzafira, Laila Eko Retnowati, Eko Endang Yuniarti Erindyah Retno Wikantyasning Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahmi, Muhammad Zaini Fahriza Mei Trihatmoko Farida, Rahayu Faridita khoirun Nisa' Febriani, Rizkina Elistya Fidhia Nur Rifaini Fidinillah, Masniar Firda, Fathiyyatu Assadiy Fitriani, Rizki Ainun Fortuna, Tista Ayu Gayuh Ilham Rahmadi Gunawan Setiyadi Hakim, Bilal Rahman Haliza Arzeti Nurseptiria Hanjani, Wildanoor Sekar Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama Hekmah, Laila Nur Heni Mirawati Hertaliyana, Junita Ayu Hevi Mifta Kumalasari HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ika Gilar Hapsari Ika Gilar Hapsari, Ika Gilar Ismail, Wan Ismahanisa Karimah, Izqi Keisya, Aulita Khairunnisa, Shafira khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kurnia Eryani Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Laila Nur Hekmah Lilla Prapdhani Agni Hajma Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Mahardika Putri Bestari Malik, Muhammad Ihsan Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Marwiani Arum Marwiani Arum, Marwiani Maryati Maryati Masniar Fidinillah Maulana, Fahmi Alief Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Mufida Alfiana Muhammad Da&#039;i Muhammad Nurul Fadel Muhayaroh, Miftah Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Musayyaf, Ahmad Farras Muslihah, Sayyidah Nurul Nisa', Faridita khoirun Nungky Asmaraning Wahyono Nungky Asmaraning Wahyono, Nungky Asmaraning Nur Azizah Nuraini, Filla Rizky Nurlena Ikawati, Nurlena Nurmalita, Nabela Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Mutmainah Oktaviani, Ardalia Rinanda Oktri Viyanti Panji &#039;Utsman Puteri Santika, Aprilia Raafika Studiviani Rachmalia, Fauniza Marwa Rahardian Surya Basusena Rahma Saritri Cahyani Rahman, Anees Ur Rajali, Ahmad Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rif'aini, Fidhia Nur Rifaini, Fidhia Nur Rizki Ainun Fitriani Rizky Wiharti, Irda Rochmadina Suci Bestari Roshitasari, Eva Rosi Hayyu Anjani Sakinatul Hayati Salsabela Salsabela Salsabila Salsabila, Aulia Shafa Sanjaya, Muhammad Riyanto Sari, Erlinda Novita Saskia, Adinda Tri Prabandari Sava Salsabila Putri Sayyidah Nurul Muslihah Septi Fatmawati Setyo Nurwaini Sikanaa, Arinaa Manaa Studiviani, Raafika Sulistyarini, Sulistyarini Suprapto Suprapto Suryani - Susilo, Rinto Syahputri, Janies Arly Syaifia, Diska Awal Syam, Ricky Aditya Syifa Imelda Tanti Azizah Tanti Azizah Tanti Azizah Sujono Thalia Fiandra Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Tista Ayu Fortuna Trihatmoko, Fahriza Mei Trisya Nur Pratiwi Tsaniya, Naura Azka Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Wikantyasning, Erindyah R. Yunika Isnanda Pratiwi Zaenab Zaenab Zaenab Zuhroh Tustika Vieda Zullies Ikawati