Claim Missing Document
Check
Articles

Laporan Kasus : Refleks Pinnal Pedal pada Kucing Persia Penderita Scabiosis dan Otitis Eksterna Wirawan, I Made Agus; Jayanti, Putu Devi; Erawan, I Gusti Made Krisna
VITEK : Bidang Kedokteran Hewan Vol. 15 No. 2 (2025): VITEK-Bidang Kedokteran Hewan
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/7exprb15

Abstract

Skabiosis dan otitis eksterna merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh ektoparasit dan sering terjadi pada hewan peliharaan. Kucing yang menderita skabiosis dan otitis eksterna ditandai dengan koreng, kerontokan rambut, garukan, dan kotoran telinga. Tujuan dari makalah ini adalah untuk melaporkan refleks pinnal pedal pada kucing Persia yang menderita skabiosis dan otitis eksterna. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan sisik dan alopesia pada kepala, telinga, leher, dan kaki. Eritrema dan perdarahan juga ditemukan pada leher. Selain itu, terdapat pruritus dengan skor 8/10 (gatal hebat) dan refleks pinnal pedal positif. Ditemukan kotoran telinga yang banyak dan penebalan kulit. Pemeriksaan penunjang meliputi kerokan kulit, usap telinga, dan pemeriksaan hematologi. Kerokan kulit menunjukkan tungau Notoedres cati, dan usap telinga menunjukkan Otodectes cynotis. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anemia, leukositosis, dan granulositosis pada hewan yang terinfeksi. Kucing kasus diobati dengan ivermectin, difenhidramin HCl, klorfeniramin maleat, VCO, dan fero glukonat. Kucing kasus menunjukkan pemulihan setelah 14 hari terapi, ditandai dengan tidak adanya pruritus, tidak adanya refleks pinne-pedal, tidak adanya alopecia, tidak adanya perdarahan, dan tidak adanya sisik. Kucing kasus dimandikan setidaknya dua kali sebulan, dan suntikan ivermectin ulang diberikan 7 hari setelah pemberian awal.
Pengobatan babesiosis dan ehrlichiosis yang terjadi bersamaan pada anjing menggunakan imidocarb dipropionate dan doksisiklin. Pratama, I Gde Andhika Putra; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati; Erawan, I Gusti Made Krisna
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.103-104

Abstract

Rhipicephalus sanguineus is a well-recognized vector of tick-borne diseases, including babesiosis and ehrlichiosis, in dogs. This case report describes the successful therapeutic management of concurrent babesiosis and ehrlichiosis using imidocarb dipropionate and doxycycline. A 10-month-old male domestic dog presented with anorexia, weakness, pyrexia, erythema on the medial aspect of the hind limb, and heavy tick infestation. Complete blood count analysis revealed leukopenia, granulocytopenia, increased mean corpuscular volume and mean corpuscular hemoglobin, and thrombocytopenia. Blood smear examination revealed the presence of intraerythrocytic parasites and Ehrlichia morulae within the monocytes. In addition, a rapid antibody test yielded positive results for Babesia spp. and Ehrlichia spp. The dog was treated with a comprehensive therapeutic regimen consisting of fluralaner, imidocarb dipropionate, doxycycline, and supportive supplementation with multi-vitamins and minerals. Twenty-eight days after initiation of therapy, the dog showed marked clinical improvement, as evidenced by the absence of blood-borne pathogens on smear examination and substantial recovery of hematological parameters
Co-Authors Achoiro Wati Rasid Aditya Pratanto Aida Lousie Tenden Rompis Amir, Kiki Lestari Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Anggung Praing, Umbu Yabu arsa, kadek adya Bambang Sumiarto baskaradwaja, i gede mardawa Bravanasta Glory Rahmadyasti Utomo Burhan, Haris Calista, Ruli Mauludina Djaya Putri Coornelia, Gledys Denny Widaya Lukman Deva Mutiara Giri Putri Dewi, I Dewa Ayu Dian Sasmita Dhika, I Gede Abijana Satya Diana Mustikawati Distira, Luh Ayu Yasendra Duarsa, Bima Satya Agung Dumayanti, Jeanni DWI SURYANTO Ekklesia Prasetya Emy Sapta Budiari Erika Erika Evi Marieti Hutagalung Gede Herdian Permana Putra Hasanah, Putri Nur I Gede Soma I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Suada I Made Kardena I Made Kerta Pratama I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Wayan Batan I Wayan Puspa Ari Laxmi I Wayan Suardana I Wayan Suardana I Wayan Wirata I.H. Utama I.W. Batan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Tjahajati Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Jamhari Jamhari Kadek Karang Agustina Ketut Berata Komang Andika Purnama Kristiawan, Vicky Kurniawati, Ni Made Ayu Lopes, Yoseph Adedoni Tola Luh Dewi Anggreni Luh Made Sudimartini M.Cs S.Kom I Made Agus Wirawan . M.D. Rudyanto Madania, Reydanisa Noor Made Suma Anthara Mesquita, Nelviana Mochammad Imron Awalludin Ni Luh Eka Setiasih Nirhayu, Nirhayu Nurmayani, Seli Permatasari, Serly Nur Indah Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira Pratama, I Gde Andhika Putra Pratiwi, Rizki Purwaka Putra, Putu Adi Guna Purwitasari, Made Santi Puspaeni, Ni Ketut Juni Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Puveanthan Nagappan Govendan Qutrotu ain, Salsabila Raden Wisnu Nurcahyo Rukisti, Eniza Sembiring, Messy Saputri Senja, Naomi Orima Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha Sibarani, Oktryna Hodesi Slamet Raharjo Sri Kayati Widiastuti, Sri Kayati Sri Kayati Widyastuti Steven Dwi Purbantoro Sugiyarto - T. Sari Nindia Takariyanti, Dzikri Nurma'rifah Tyas Pandieka Yoga Wiadnyani, Kadek Ayu Widya Asmara Widyanti, Agnes Indah Wisnu Nurcahyo Yedija Putra Kusuma Wardana Rumbay Yoshihiro Hayashi Zefanya Christiani