Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KEMBARA

THE ACCEPTABILITY OF RHETORICAL QUESTION TRANSLATION IN FIVE ON A TREASURE ISLAND BY ENID BLYTON Yulinda, Pathy; Nababan, Mangatur Rudolf; Djatmika, Djatmika
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.934 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5957

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi pertanyaan retoris dan mendeskripsikan kualitas terjemahan, khususnya pada tingkat keberterimaan dalam novel Five On A Treasure Island karya Enid Blyton dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia Lima Sekawan Di Pulau Harta yang diterjemahkan oleh Agus Setiadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui analisis konten dan focus group discussion (FGD). Hasil temuan pada penelitian ini terdapat 14 fungsi pertanyaan retoris dari 177 data yang ditemukan, yaitu memastikan (71 data), menunjukkan rasa heran/kaget (36 data), menekankan fakta yang sudah diketahui (12 data), menyarankan (11 data), mengajak (10 data), menunjukkan keragu-raguan/ketidakpastian (8 data), menunjukkan kekaguman (8 data), memerintah (6 data), meminta (4 data), menunjukkan rasa marah (3 data), menunjukkan kebingungan (3 data), mengeluh (2 data), memperkenalkan topik baru (2 data), dan mengingatkan (1 data). Terdapat 9 fungsi baru pertanyaan retoris yang ditemukan dalam penelitian ini yang sebelumnya belum disebutkan oleh Larson (1998) dan hasil FGD menunjukkan bahwa kualitas terjemahan pertanyaan retoris, khususnya tingkat keberterimaan, menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang cukup baik atau berterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan retoris merepresentasikan banyak fungsi dalam sebuah percakapan dan untuk penerjemah, dalam menerjemahkan pertanyaan retoris sebaiknya memahami maksud pertanyaan retoris pada teks bahasa sumber dengan baik.  Kata kunci: pertanyaan retoris, penerjemahan, kualitas terjemahan, keberterimaan AbstractThis study aims to identify the function of rhetorical questions and to describe the quality of the translation in terms of acceptability on the novel of Five On A Treasure Island by Enid Blyton and its Indonesian translation Lima Sekawan Di Pulau Harta translated by Agus Setiadi. The research method used in this study is a descriptive qualitative with content analysis and focus group discussion (FGD). The findings are:  there are 14 functions of rhetorical questions from 177 data identified, namely: to confirm (71 data), to show surprise (36 data), emphasize a known fact (12 data), to suggest (11 data), to persuade (10 data), to show uncertainty (8 data), to show amazement (8 data), to command (6 data), to request (4 data), to show angry (3 data), to show confusion (3 data), to complain (2 data), to introduce a new topic (2 data), and to admonish (1 data). There are 9 new functions of rhetorical questions that have not been identified from Larson’s concept (1998) and from FGD shows the quality of rhetorical questions translation in terms of acceptability of the novel is high quality translation. The results of this study is rhetorical question represents many functions in conversation and the translator should be wisely in understanding the intention of rhetorical questions in the source text. Keywords: rhetorical question, translation, quality of translation, acceptability
Penanda modifikasi internal pada tuturan encouraging juri Indonesian Idol Special Season dalam memberikan komentar penampilan peserta Putri, Jemima Jannah Darla; Djatmika, Djatmika; Nugroho, Miftah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.18523

Abstract

Fenomena kebahasaan tidak hanya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dapat pula ditemukan di acara televisi, seperti acara pencarian bakat Indonesian Idol. Fenomena kebahasaan yang dapat diamati dalam acara tersebut salah satunya adalah modifikasi tindak tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji penggunaan modifikasi internal dalam tuturan encouraging juri Indonesian Idol Special Season dalam memberikan komentar penampilan peserta. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data autentik (data alami) yang berupa data lisan dengan bentuk dialog atau percakapan. Data yang digunakan bersumber dari acara pencarian bakat Indonesian Idol Special Season yang tayang pada stasiun TV RCTI. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dan diunduh dari platform Youtube pada chennel resmi Indonesian Idol. Setelah diunduh, sumber data yang digunakan ditranskripsikan ke dalam transkripsi ortografi untuk memudahkan mengklasifikasikan data. Data yang telah ditranskripsikan akan diobservasi dan diklasifikasikan ke dalam kategori modifikasi internalnya masing-masing. Kemudian, data dianalisis menggunakan metode analisis kontekstual dengan teori tindak tutur dan modifikasi internal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan modifikasi internal dalam tuturan encouraging juri Indonesian Idol Special Season terdiri dari dua jenis, yaitu penggunaan upgraders dan lexical/phrasal downgraders. Pada kategori upgraders, penanda yang digunakan berupa intensifier, commitment indicator, suprasegmental emphasis, expletive, repetition, dan determination marker. Adapun pada kategori lexical/phrasal downgraders, penanda yang digunakan berupa hedge dan downtoner. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan tata bahasa antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia menyebabkan banyak klasifikasi modifikasi internal sulit diterapkan dalam bahasa Indonesia. Meskipun demikian, penggunaan modifikasi internal tidak hanya ditemui pada jenis tindak tutur meminta, tetapi dapat pula ditemukan pada jenis tindak tutur lain, seperti tindak tutur memuji dan tindak tutur menginformasikan. Selain itu, penanda modifikasi internal dalam bahasa Indonesia dapat direalisasikan dalam bentuk formal maupun informal.
Co-Authors Adzim, Sukron Agus Dwi Priyanto Agus Hari Wibowo Agustina Aloojaha Ahmad Khawarizmy Zihan Alhamidi, Wilda Zaki Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anshoffy Murtafi, Anshoffy Arifuddin Arifuddin Arwanto, Harun Aryana, Muhammad Fajar Daniel Happy Putra Desi Zauhana Arifin Dewi Cahyaningrum Dwi Astuti Wahyu Nurhayati Dwi Purnanto, Dwi Dyah Ayu Nila Khrisna, Dyah Ayu Nila Elok Duhita, Meira Ely Triasih Rahayu Fatoni, Nur Rochman Fauziah, Anisak Syaid Fitria Akhmerti Primasita Hamidah, Mimi Hikmawati, Ahfi Jamal, Mujtaba Joko Nurkamto Khoironi, Haris Kristian Adi Putra Lianisyah, Ulfah Yanuar M. R. Nababan, M. R. M.R. Nababan, M.R. Mahsusi, Juni Mangatur Nababan, Mangatur Marzuki, Sukron Mubarokah, Qoniatul Mustaqim, Muhammad Sirotol Mustofa Kamal Nababan M.R., Nababan Nababan Nababan, Nababan Nababan, Mangatur Rudolf Nababan, MR Netty Nurdiyani, Netty Ngadiso Ngadiso Nugraha, Setia Adi Nugroho, Miftah Nupus, Hayati Nur Arifah Drajati Nur, Nur Lailiyah Nurhayati, Dwi Astuti Nurul Intan Sari, Nurul Intan Prasetyo Adi Wisnu Wibowo Pusparini, Ayu Putri, Jemima Jannah Darla Putri, Novita Sumarlin Rahayu, Reni Rakhmat Martopo, Jati Rara Sugiarti Ristiningrum*, Arliva Riyadi Santosa Romel Noverino Rudiansyah Rudiansyah, Rudiansyah Rustan, Megawati Sholihah, Husna Imro’athush Soe, Wyut Yee Sri Marmanto, Sri Sugiarti, Tati Sukriyah, Siti Sukriyah, Siti Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Suparno Suparno Tri Wiratno, Tri Triasmoro, Guntur Yuli Trihadmono, Eko Joko TRISAKTI AGRIANI Wicaksono, Endras Setyadi Yonalia, Salma Yulianita, Nadia Gitya Yulinda, Pathy Zaman, Mochamad Nuruz Zihan, Ahmad Khawarismi