p-Index From 2021 - 2026
5.766
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biologi Udayana Wahana Matematika dan Sains Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) BioWallacea Journal of Biological Research Jurnal Florea Pro-Life Edumatsains Jurnal Dinamika Pendidikan BERITA BIOLOGI Indonesian Journal of Science and Education Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Jurnal Biodjati JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Bioma : Jurnal Biologi Indonesia Jurnal Kesehatan Manarang Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL BIOEDUCATION J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Cendekia Journal of Pharmacy Majalah Sainstekes Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Tropical Ethnobiology Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Eureka Herba Indonesia Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal ComunitA Servizio Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi International Journal of Business, Economics, and Social Development Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global AL QALAM JURNAL KEPENDIDIKAN Jurnal MAIYAH BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

RAMUAN OBAT TRADISIONAL SUB-ETNIS BATAK KARO YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BERASTAGI DAN KABANJAHE SUMATERA UTARA Silalahi, Marina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.174 KB) | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.293

Abstract

Research has been carried out on the ingredients of traditional Batak Karo medicine which are traded in the Berastagi and Kabanjahe traditional markets, North Sumatra. The study was conducted through an ethnobotany approach. The survey was conducted with free interviews, in-depth, semi-structured, and participatory observations to all traditional medicinal herb traders in the Berastagi and Kabanjahe traditional markets. The local name of the ingredients, benefits, form of packaging, plants, and how to use each ingredient is asked to the trader. In the Berastagi and Kabanjahe traditional markets sold 20 types of traditional medicinal which are divided into parem, tawar and minyak urut (oil for massage). The trader sell 12-18 types of concoctions. The medicinal ingredients are used for more curative purposes than preventive purposes. The traditional ingredients found in this study are classified into herbs because their properties are based on empirical experience only.
Pemanfaatan Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) dan Bioaktivitasnya (Kajian Lanjutan Pemanfaatan Tumbuhan dari Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Sindang Jaya, Kabupaten Cianjur) Silalahi, Marina
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 1, No 1 (2019): VIVABIO Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.1.2019.24744

Abstract

Pluchea indica (PI) atau beluntas telah lama dimanfaatkan sebagai obat, sayur dan minuman kesehatan oleh berbagai masyarakat khususnya di Asia Tenggara termasuk masyarakat di Desa Sindang Jaya Cianjur. Pemanfaatan PI sebagai obat tradisional berhubungan dengan kandungan metabolit sekundernya. Penulisan artikel ini didasarkan pada kajian literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku maupun hasil penelitian yang berhubungan dengan pemanfaatan dan bioaktivitas PI. Masyarakat di Desa Sindang Jaya memanfaatkan PI sebagai lalaban (sayur) dan juga obat sehingga mudah ditemukan di lingkungan sekitar terutama pekaranagn. Secara etnobotani PI dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes mellitus, tumor, hipertensi, sistitis, luka, tonik otak, batu ginjal, wasir, radang, sakit pinggang, keputihan, lumbago, ulcer, tuberculosis dan inflammasi. Berbagai senyawa aromatik ditemukan pada PI seperti thiophenes, asam klorogenat, asam 3,4-O-dicaffeoylquinic, dan asam 3,5-Odicaffeoylquinic. Senyawa tiofena memiliki sifat biologis yang luas seperti antimikroba, anti virus,inhibitor HIV-1 protease, anti leishmania, nematisidal, insektisidal, fototoksik dan anti kanker. Bioaktivitas PI sebagai anti mikroba, antioksidan, anti fertilitas, anti diabetes mellitus, anti inflamantori, analgesik, anti kanker dan obat luka. Pemanfaatan PI sebagai antiobesitas perlu dikaji lebih lanjut sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan pangan menyehatkan sekaligus menurunkan berat badan.Kata kunci: Pluchea indica, anti fertilitas, anti obesitas, tiofene
ESSENSIAL OIL DAN PEMANFAATAN ERYNGIUM FOETIDUM L. SEBAGAI OBAT TRADISIONAL Silalahi, Marina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i1.498

Abstract

Eryngium foetidum (EF) is one of the Apiaceae family that is used as medicine, vegetables and cooking spices. Plants that are used as medicine are directly or indirectly related to the content of secondary metabolites. The writing of this article is based on a literature review obtained from various online sources (mainly from google schoolar and scopus) and offline (books and other research results) using EF keywords, then synthesized to explain the benefits and bioactivity of EF. In ethnobotany fever, hypertension, headache, abdominal pain, asthma, arthritis, diarrhea, and malaria. The essential oil contained in EF is dominated by (E) -2-dodecenal, dodecanoic acid, trans-2-dodecanoic acid (9.7%), (E) -2-tridecenal, duraldehyde, and tetradecanal. EF's bioactivity has been proven to be anti-microbial, antioxidant and anti-natural. The ability of EF essential oils as an anti-microbial is very potential to be developed as a natural food preservative.
Orthosiphon stamineus Benth (Uses and Bioactivities) Marina Silalahi
Indonesian Journal of Science and Education (IJOSE) Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Science and Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.341 KB) | DOI: 10.31002/ijose.v3i1.729

Abstract

Orthosiphon stamineus Benth., or kumis kucing is a the medicinal plants have been used as diuretic medicine. The utilization of medicinal plants associated to its secondary metabolite. This article aims to explain uses pf the O. stamineus and the its secondary metabolites. This article is based on literature offline and online media. Offline literature used the books, whereas online media used Web, Scopus, Pubmed, and scientific journals. Orthosiphon stamineus has two varieties called purple varieties (which have purple-colored flowers) and white varieties (which have white-colored flowers). Some of secondary metabolites in the O. stamineus are the terpenoids, phenols, isopimaran type ispenimoids, flavonoids, benzochromes, and organic acid derivatives. The traditional medicine of the Orthosiphon stamineus uses as the diuretic, hypertension, hepatitis, jaundice, and diabetes mellitus. Keywords: Orthosiphon stamineus, diuretics, diterpenoids, hypertension 
KENCUR (Kaempferia galanga) DAN BIOAKTIVITASNYA Marina Silalahi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v8i1.1178

Abstract

Kaempferia galanga (KG) atau kencur telah lama digunakan masyarakat Asia termasuk Indonesia sebagai obat tradisional dan bumbu masak. Informasi yang konfrehensif botani, metabolit sekunder dan bioaktivitas KG sangat penting untuk pengembangannya sebagai obat tradisional sehingga dapat meminimalisasi efek sampingnya. Penulisan artikel ini didasarkan studi literatur yang diperoleh secara on line maupun off line berupa buku, jurnal maupun hasil penelitian lainnya. KG merupakan tanaman herba aromatis dengan daun biasanya 2-3(-5) dengan seludang 1,5-5 cm, daun sering horizontal dan menutupi permukaaan tanah. Ethyl-trans-p-methoxy cinnamate dan trans-ethyl cinnamate merupakan senyawa utama yang sangat penting pada KG dan merupakan komponen yang memiliki sifat pharmakologi, oleh karena itu penting dilakukan pemilihan aksesi dengan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Secara etnobotani KG digunakan sebagai obat ekspektorat, karminatif, obat batuk, rematik, dan anti kanker, kolera, vasorelaksasi, anti mikroba, antioksidan, anti alergi penyembuhan luka. Walaupun secara etnobotani banyak manfaat dari KF, namun bioaktivitasnya membuktikan aktivitas KG sebagai anti kanker, anti oksidan, anti inflamasi, analgesik dan anti bakteri
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING Riska Septia Wahyuningtyas; Martha Tamaulina; Marina Silalahi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Bioeducation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v9i1.3248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui disimilaritas hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran biologi khususnya materi perubahan lingkungan antara model pembelajaran Discovery Learning dengan model pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui pengaruh hasil belajar kognitif dengan model discovery learning. (3) Menemukan perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dan menggunakan desain penelitian control group design dengan desain penelitian dibagi ke dalam dua kelompok yang diberi pretest dan posttest pada siswa kelas X SMAN 57 Semester II T.P 2020/2021. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel 64 orang yang ditentukan dengan cluster random sampling pada kelas kontrol X MIPA II sebanyak 32 orang siswa menggunakan metode konvensional dan kelas X MIPA III sebagai kelas eksperimen menggunakan model-pembelajaran-discovery-learning-sebanyak-32-orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan post test di masing masing kelas. Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa : (1) hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan pada kelas ekspeirmen yang dibelajarkan menggunakan model discovery learning dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai post-test eksperimental 76,4844 berbanding dengan nilai post-test control sebanyak 67,0312. (2) Hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model discovery learning memiliki perbedaan nyata yang signifikan. Kata kunci: Model pembelajaran, discovery learning, hasil belajar kognitif
The Ethnobotany Study of The Foodstuffs by Local Communities in The Bulumario Village, North Sumatera Marina Silalahi; Khairissa Trisliani Asmara; Nisyawati Nisyawati
Jurnal Biodjati Vol 6, No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.10353

Abstract

Food is a primary human need. Various foods are initially obtained from plant species. Village people have used various food plants based on local knowledge and belief. The aims of this research were to elucidate (1) various food plants traditionally utilization by local people of the Bulumario Village, North Sumatra; (2) plant organs of food plants that are traditionally used by the local people of Bulumario village. The method used in this study was qualitative. Data were collected through surveys, interviews, and participatory observation. A total of 46 respondents were interviewed consisting of 22 men and 24 women who determined by purposive sampling. Data were analyzed was descriptively using descriptive statistics. A total of 83 species belonging to 66 genera and 36 families have been used by local communities in Bulumario village as foodstuffs. Those used as a source of carbohydrates (7 species), fruit sources (15 species), vegetables (32 species), and spices (21 species). Based on plant part used, the foodstuffs are fruit (34 species), leaves (21 species), and stems (13 species).  The composition of food plants are cultivated (53 species), wild (18 species), and semi-cultivated (12 species). Solanum torvum, Garcinia attrovidis, Etlingera elatior, and Zanthoxylum acanthopodium are spices especially in Bulumario Village which have bioactivity as an antimicrobial so they are potential to be developed as a natural preservative. Pakkat (Calamus hookerianus, Calamus metzianus, Calamus thwaitesii and Plectocomiopsis geminiflora) have the potential to be developed as a vegetable or carbohydrate source.
Annona muricata (KAJIAN PEMANFAATAN DAN BIOAKTIVITASNYA DALAM KESEHATAN) Marina Silalahi
Husada Mahakam Vol 10 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v10i1.203

Abstract

Annona muricata (AM) with the local name soursop is a multifunctional plant that is easily found in the yard which is used as a source of fruit, medicine and shade. In Indonesia in the 2000s, AM leaf was widely used as a cancer drug because it was considered safer and cheaper than synthetic drugs. Various facts show that the use of plants as traditional medicine sometimes causes side effects. This study aims to reveal the relationship between the use of AM as a traditional medicine and its bioactivity. The writing of this article is based on the study of literature in various books, research results and journals published online and offline by using the keywords Annona muricata and Annona muricata bioactivity. In ethnobotany AM is used as a treatment for intestinal worms, cancer, anti-hypertension, diabetes mellitus, headaches, fever, toothache, cough, and asthma. Various research results show that AM bioactivity as anti-Leismania, anti-helmet, anti-cancer, anti-oxidant, antidiabetic mellitus, and anti-malaria. Annonacin, acetogenin, and polyphenols are AM bioactive compounds that are known to have chemopreventive effects on cancer.
PEMANFAATAN NANGKA (Artocapus heterophyllus) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DAN BIOKTIVITASNYA Marina Silalahi
Husada Mahakam Vol 11 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v11i1.224

Abstract

Artocarpus heterophyllus atau nangka merupakan salah satu species dari family Moraceae yang telah digunakan sebagai nutraceutika yaitu bahan pangan dan sekaligus bahan obat tradisional. Informasi mengenai bioaktivitas A. heterophyllus sangat diperlukan untuk pengembangannya menjadi herbal terstandart maupun fitofarmaka. Penulisan artikel ini didasarkan pada kajian literatur berupa hasil penelitian yang terbit secara online dengan menggunakan kata kunci A. heterophyllus, uses A. heterophyllus dan bioctivities A. heterophyllus. Infomasi yang diperoleh disintesakan untuk menjelaskan manfaat dan bioaktivitas A. heterophyllus. Bioaktivitas A. heterophyllus adalah antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes mellitus, anti kanker, dan anti melanogonesis. Bioaktivitas A. heterophyllus sebagai antimelagonesis sangat potensial dikembangkan dalam industri kosmetik sebagai pemutih kulit alami sedangkan bioaktivitas sebagai anti mikroba dapat dikembangkan sebagai pengawet alami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI DESA TEMPURSARI KECAMATAN TEMPURSARI, KABUPATEN LUMAJANG, JAWA TIMUR Elferida Sormin; Marina Silalahi; Bambang Widodo; Susilo Suwarno
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i1.949

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui bentuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang pengolahan sampah di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 12-17 Juli 2017. Permasalahan sampah menjadi permasalahan yang belakangan sangat banyak dikeluhkan oleh masyarakat secara khusus di desa Tempursari. Kerjasama yang solid antara semua stakeholder diharapkan dalam penanganan dan pemecahan permasalahan sampah ini, seperti yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Tempursari dengan kehadiran Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) yang menjadi fasilitator dalam penanganan sampah di desa Tempursari. Dalam rangka mengembangkan program yang sudah disusun dan akan dijalankan, GKJW bekersama dengan Universitas Kristen Indonesia Jakarta dalam beberapa hal terkait pengolahan sampah tersebut, di antaranya mensosialisasikan pemahaman tentang sampah (jenis dan dan dampak yang ditimbulkan), bagaimana mengolah sampah sesuai dengan jenisnya dan membantu mengoperasikan mesin pencacah sampah plastik dan sampah organik lainnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai memberikan dampak positif, di mana mesin pencacah yang tadinya sudah lama tidak berfungsi menjadi beroperasi dengan operator yang yang sudah mahir atau fasih, masyarakat mampu memilah sampah dimulai dari tia-tiap rumah tangga sebelum selanjutnya diserahkan ke tim pengolah yang sudah ditunjuk oleh gereja. Akhirnya setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama dengan GKJW Tempursari, maka program pelayanan masyarakat melalui pengolahan sampah oleh GKJW Tempursari mulai berjalan lancar. Kata Kunci: sampah organik, mesin pencacah Abstract The community service activities were carried out through the form of socialization and training activities on waste management in Tempursari Village, Tempursari District, Lumajang Regency, East Java. The problem of garbage has become a very recent problem that is very much complained by the community specifically in the village of Tempursari. Solid cooperation between all stakeholders is expected in handling and solving these waste problems, as has been done by the people of Desa Tempursari with the presence of the Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) who became a facilitator in handling waste in the village of Tempursari. In order to develop a program that has been compiled and will be implemented, GKJW cooperates with the Universitas Kristen Indonesia Jakarta in several matters related to waste management, including socializing understanding of waste (types and impacts), how to process waste according to its type and helping operate plastic waste chopping machines and other organic waste. The results of community service activities are considered to have a positive impact, where the enumerating machines that have not been functioning for a long time become operational with operators who are already proficient or fluent, the community is able to sort waste starting from each household before being submitted to the processing team who has been appointed by the church. Finally after the community service activities together with GKJW Tempursari, the community service program through processing waste by GKJW Tempursari began to run smoothly. Keywords: organic waste, chopping machine